Anda di halaman 1dari 25

Sosiologi

Komunikasi
Teori-teori SosKom

Pertemuan 3
Yan-yan
1

Asal Mula Kajian


Komunikasi dalam Sosiologi
Jerman

Karl Marx
Claude Henry
Saint Simon

SosKom
Perancis

Auguste
Comte
Emile
Durkheim
2

2 Jalur Sosiologi
Komunikasi
Paradigma Konflik
(Marx, Habermas)

Paradigma
Fungsional
(Comte, Parson,
Merton)
Footer Text

Teori-teori Kritis

Teori-teori
Struktural
Fungsional
10/18/16

Gagasan-gagasan perspektif sosiologi komunikasi


telah ada bersamaan dengan lahirnya sosiologi itu
sendiri
Perspektif
Fungsional

Sosiologi

Interaksi
Sosial
Sosiologi sejak
semula telah
menaruh
perhatian pada
masalah-2
INTERAKSI
SOSIAL

Du
rk
h

Perspektif Konflik

te

Social Dynamic

eim

Kesadaran
Kolektif

m
Co

ar

Ha
be
rm
as

Interaksi Sosial

Tindakan & Teori


Komunikasi

Sosiologi sendiri
sebenarnya telah
mengkaji masalah
komunikasi secara tidak
langsung dalam teoriteorinya.
5

Teori Struktural
Fungsionalisme

Teori Struktural
Fungsionalisme
Tidak
Mengikut
i
Perkemba
ngan
Gejala
Sosial

Menekan
kan Pada
keteratur
an

Mengaba
ikan
Konflik
dan
Perubaha
n2 dlm
Masyarak
at

Tidak
bersifat
Historis

Teori Struktural Fungsionalisme


Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur
dalam system social,fungsional terhadap yang
lain.
Sebaliknya kalau tidak fungsional terhadap yang
lain maka struktur itu tidak akan ada atau akan
hilang dengan sendirinya.
Penganut teori ini adalah Robert K.Merton dan
Talcott Parson.

Teori Struktural Fungsionalisme


Penganut teori ini hanya cenderung untuk melihat kepada
sumbangan suatu system peristiwa terhadap system yang
lain dan karena itu mengabaikan bahwa suatu peristiwa atau
suatu system dapat beroperasi menentang fungsi-fungsi
lainnya dalm suatu sistem sosial.
Secara ekstrim teori ini beranggapan bahwa semua peristiwa dan
semua struktur adalah fungsional bagi masyarakat.
Dengan demikian pada tingkat tertentu.misalnya
peperangan,ketidaksamaan social,perbedaan ras, bahkan
kemiskinan,diperlukan oleh suatu masyarakat.
Perubahan dapat terjadi secara perlahan-lahan dalam masyarakat.
Kalau terjadi konflik,penganut teori ini memusatkan
perhatiannya kepada masalah, bagaimana cara
menyelesaikan sehingga masyarakat tetap dalam
keseimbangan.
9

Teori Interaksionisme
Simbolik

10

Teori Interaksionisme Simbolik


Simbolik Istilah interaksionisme Simbolik
berasal dari Herbeart Blumer, yang telah
mengembangkan teori dari George Herbert
Mead.
George Herbert Mead menegaskan bahwa
perilaku manusia tidak dapat diuraikan secara
memadai dengan hanya memakai skema-skema
dari fungsionalisme.

11

Teori Interaksionisme Simbolik

George
Herbert
Mead

Interaksionisme Simbolik memahami


perilaku sebagai rancangan yang artinya
manusia sendiri membentuk
perilakunya dengan memakai unsurunsur yang disediakan oleh situasi.
Gambaran masyarakat Interaksionisme
Simbolik berlainan dari gambaran yang
dibuat oleh Fungsionalisme.
Dimana berhadapan dengan suatu
gambaran yang statis dan beku ,
Interaksionisme Simbolik
memperlihatkan gambaran yang
pluralistik dan serba berubah-ubah.
12

Teori Interaksionisme Simbolik


Gerakan adalah suatu perbuatan yang
dilakukan oleh seseorang dalam
hubungannya dengan pihak lain.
Manusia mampu membayangkan dirinya
secara sadar tindakannya dari kacamata
orang lain;
hal ini menyebabkan manusia dapat
membentuk perilakunya secara sengaja
dengan maksud menghadirkan respon
tertentu dari pihak lain.

13

Teori Interaksionisme Simbolik

George
Herbert
Mead

Pendapat Goerge Herbert Mead


tentang pikiran, menyatakan bahwa
pikiran mempunyai corak sosial,
percakapan dalam batin adalah
percakapan antara "aku" dengan
"yang lain" di dalam aku.
Untuk itu, dalam pikiran saya
memberi tanggapan kepada diri
saya atas cara mereka akan
memberi tanggapan kepada saya.

14

Bahasa atau komunikasi melalui


simbol-simbol adalah merupakan
isyarat yang mempunyai arti khusus
yang muncul terhadap individu lain,
yang memiliki ide yang sama dengan
isyarat-isyarat dan simbol-simbol akan
terjadi pemikiran (mind).
15

Kesimpulan
Interaksi Simbolik
Bahwa manusia hidup dalam lingkungan yang dipenuhi
oleh simbol-simbol.
Tiap individu yang hidup, akan memberikan tanggapan
terhadap simbol-simbol yang ada.
Pemahaman tentang simbol-simbol ini dodapatkan dari
hasil pembelajaran interaksi di dalam masyarakat.
Ciri khas dari teori ini adalah penekanan individu dalam
proses saling memaknai atau menerjemahkan tindakan
yang diberikan individu lainnya melalui simbol-simbol
Yang pada akhirnya mereka berusaha untuk saling
memahami maksdud dari tindakan tersebut untuk
mencapai kesepakatan bersama.
Footer Text

10/18/16

16

Teori Pertukaran
Sosial

17

Teori Pertukaran Sosial


menyatakan bahwa dalam
sebuah hubungan sosial
terdapat unsur ganjaran,
pengorbanan, dan
keuntungan yang saling
memengaruhi.

George C. Homans

We are all
relationships
for profit
18

Teori Pertukaran Sosial


Teori ini menjelaskan bagaimana manusia
memandang tentang hubungan kita dengan
orang lain sesuai dengan anggapan diri manusia
tersebut terhadap:
o Keseimbangan antara apa yang di berikan ke
dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan
dari hubungan itu.
o Jenis hubungan yang dilakukan.
o Kesempatan memiliki hubungan yang lebih
baik dengan orang lain

19

Teori Konflik

21

Teori Konflik
Tokoh utama dalam teori ini, selain Karl Marx, adalah Ralph
Dahrendorf,George Simmel, C.Wright Mills, dan L.A Coser.
Asumsi dasar teori konflik ini antara lain bahwa masyarakat
senantiasa berada dalam proses perubahan yang ditandai
oleh pertentangan yang terus-menerus di antara unsurunsurnya.
Setiap elemen dalam masyarakat memberikan sumbangan
terhadap disintegrasi social.
Keteraturan yang terdapat dalam suatu masyarakat itu
hanyalah disebabkan karena adanya tekanan atau
pemaksaan kekuasaan dari atas oleh golongan yang
berkuasa.
Teori konflik ternyata agak mengabaikan keteraturan dan
stabilitas yang memang ada dalam masyarakat
disamping konflik itu sendiri.
22

Teori Konflik
Teori konflik memandang bahwa kemiskinan
didunia ketiga sebagai akibat proses
perkembangan kapitalis didunia barat.
Kalau Negara yang berkembang ingin maju
maka harus mampu melepaskan dan
memutuskan hubungan dengan Negaranegara kapitalis.
Teori konflik ini meskipun sangat ringkih namun
mendapat dukungan yang luas terutama dari
kalangan intelektual muda dikalangan Negara
yang berkembang.
23

Teori Konflik

Asumsi dasar teori konflik menurut Karl Marx


menyatakan bahwa masyarakat senantiasa
berada dalam proses perubahan yang
ditandai oleh pertentangan yang terus
menerus diantara unsur-unsurnya.
24

DAFTAR PUSTAKA
Craib,Ian.1994.Teori-teori Sosial Modern.Jakarta:Raja Grafindo
Persada
Hoselitz,Bert F.1988.Panduan Dasar Ilmu-ilmu
Sosial.Jakarta:CV.Rajawali
Supardan, dadang. 2007.Pengantar ilmu social.Bandung: Bumi
Aksara
Syamsir.2006.Pengantar Sosiologi.padang.Unp Press
Veeger,Karel J.1993.Pengantar Sosiologi.Jakarta:Gramedia
Zamroni.1988.Pengantar Pengembangan Teoti
social.jakarta:Depdikbud
Zeilin,Irving M.1998.Memahami kembali
Sosiologi.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press
http://modulmakalah.blogspot.co.id/2015/12/macam-macam-teori
-sosiologi-komunikasi.html
http://www.slideshare.net/LailaRachmaw/laila-rachmawati-teori-i
nteraksi-simbolik
Footer Text
10/18/16 25