Anda di halaman 1dari 22

BEDAH KISI-KISI IPA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Direktorat Pembinaan SMP
2016

TUJUAN
Setelah mengikuti sesi ini, peserta pelatihan
diharapkan dapat:
1. MENJABARKAN KISI-KISI IPA
2. MENGIDENTIFIKASI CAKUPAN MATERI YANG
SAMA ANTARA KURIKULUM 2006 DAN 2013
3. MENGIDENTIFIKASI KEDALAMAN DAN KELUASAN
MATERI SERTA LEVEL KOGNITIF YANG DIUKUR
4. MEMPERBAIKI PROSES PEMBALAJARAN

KISI-KISI UJIAN NASIONAL


1. ACUAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PERAKITAN SOAL UN
BERDASARKAN SKL , STANDAR ISI DAN KURIKULUM YANG
BERLAKU
2. MEMPERTIMBANGKAN LINGKUP MATERI YANG SAMA ANTARA
KURIKULUM 2006 DAN 2013
3. MENGGAMBARKAN KEDALAMAN DAN KELUASAN MATERI SERTA
LEVEL KOGNITIF YANG DIUKUR
4. CAKUPAN MATERI YANG ADA BELUM TENTU SEMUA KELUAR
5. LEBIH GENERAL
6. TERDAPAT SOAL HOTS (PISA DAN TIMS) UNTUK IPA

KISI-KISI IPA

KISI-KISI IPA

Mengukur tingkat
kompetensi (level)

Siswa secara konsisten mampu mengidentifikasi,


menjelaskan dan mengaplikasikan pengetahuan
sains dan berfikir sains dalam berbagai situasi
yang kompleks

Siswa mempu mengidentifikasi unsur sains pada


situasi yang kompleks, mengaplikasikan
pengetahuan sains dan berfikir sains serta bisa
memilih bukti ilmiah yang sesuai untuk menjawab
permasalahan

Related, Siswa menjawab dengan benar menggunakan


beberapa aspek yang saling terkait satu sama lain

Multi structured: Siswa menjawab pertanyaan dengan


menggunakan menggunakan beberapa aspek tetapi tidak
menunjukkan keterkaitan

Siswa memiliki cukup pengetahuan sains untuk


memberikan penjelasan ilmiah pada konteks yang sangat

Apakah Higher-Order
Thinking?

Higher-order thinking skills adalah minimalisir


kemampuan mengingat kembali informasi (recall)
dan asesmen lebih mengukur kemampuan:
Transfer satu konsep ke konsep lainnya
Memproses dan menerapkan informasi
Mencari kaitan dari berbagai informasi yang
berbeda-beda
Menggunakan informasi untuk menyelesaikan
masalah
Menelaah ide dan informasi secara kritis

Literasi
Sains
Kapasitas seseorang dalam
menggunakan pengetahuan dan
sikap ilmiahnya untuk
mengidentifikasi isu ilmiah,
menjelaskan fenomena, dan
menarik kesimpulan
berdasarkan fakta sehingga
dapat memahami alam semesta
dan membuat keputusan

Higher-order thinking termasuk menunjukkan


pemahaman akan informasi dan bernalar bukan
sekedar mengingat kembali/recall informasi.
Higher order thinking tidak berarti soal yang lebih
sulit dari pada soal recall.

Hierarki Bloom taxonomy

EVALUATION
SYNTHESIS
ANALYSIS

APPLICATION

COMPREHENSIO
N

'higher
order'

KNOWLEDGE

'lower
order'

Hak Cipta 2014

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Tabel berikut mengklasifikasi


instruksi-instruksi yang umum digunakan
dalam soal/pertanyaan sesuai
kategori Bloom taxonomy
Pengetahu Pemahaman
Aplikasi
Analisa
an
(Comprehensi (Applicatio (Analysis)
(Knowledg on)
n)
e)

Evaluasi Kreasi
(Evaluati (Create)
on)

Uraikan
Identifikasi
Urutkan
Sebutkan
Ingat kembali
Kenali
Catat
Hubungkan
Ulangi
Garis bawahi

Susun
Rakit
Kumpulkan
Buat
Bangun
Rancang
Kembangka
n
Rumuskan
Kelola
Modifikasi
Mengubah
Hasilkan
Bentuk
Sintesa

Berikan contoh
Uraikan
Tentukan
Jelaskan
Ekspresikan
Jelaskan dengan
kata-kata sendiri
Identifikasi
Temukan
Ulangi
Pilih
Sebutkan
Terjemahkan

Aplikasikan
Tunjukkan
Gunakan
Manfaatkan
Ilustrasikan
Operasikan
Terapkan

Analisa
Kategorikan
Bandingkan
Simpulkan
Bedakan
Temukan
Gambarkan
Artikan
Telaah
Prediksi

generalisasi
merencanakan
Menyusun
Mengembangka
n
Mengkreasi
mengorganisasi
Mengontruksi
Memproduksi
Mendesain
menyarankan

Level 1
OLAH RAGA
Olah raga teratur tetapi tidak berlebihan baik bagi kesehatan kita.

Apa yang terjadi pada otot ketika berolah raga?


Lingkari Ya atau Tidak untuk setiap pernyataan.
Apakah hal ini terjadi pada otot ketika berolah raga?

Ya atau Tidak?

Otot mendapatkan penyediaan darah yang meningkat.

Ya / Tidak

Lemak terbentuk di dalam otot.


Bahan-bahan yang kaya energi dipecah di dalam otot.

Ya / Tidak
Ya / Tidak

PENSKORAN OLAH RAGA 3


Nilai penuh
Kode 1:
Ketiga jawaban benar dengan urutan: Ya, Tidak, Ya.
Tidak ada nilai
Kode 0:
Jawaban lain.
Kode 9:
Kosong.

Level 2
MAKANAN HASIL REKAYASA GENETIKA
JAGUNG HASIL REKAYASA GENETIKA SEHARUSNYA DILARANG
Kelompok yang mendukung kelestarian lingkungan memohon supaya jenis jagung
baru hasil rekayasa genetika (RG) dilarang.
Jagung RG ini diciptakan supaya tidak terpengaruh oleh herbisida baru yang ampuh,
yang mampu mematikan tanaman jagung biasa. Herbisida baru ini akan mematikan
sebagian besar gulma yang tumbuh di ladang jagung.
Kelompok tersebut mengatakan bahwa gulma-gulma ini merupakan makanan bagi
hewan-hewan kecil, khususnya insekta, penggunaan herbisida baru pada tanaman
jagung RG akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Pendukung penggunaan
jagung RG mengatakan bahwa penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa hal ini
tidak akan terjadi.
Ini adalah uraian dari penelitian ilmiah yang disebutkan di dalam artikel di atas.
Jagung ditanam di 200 ladang yang ada di seluruh negara.
Setiap ladang dibagi menjadi dua. Setengah bagian ditanami jagung hasil rekayasa
genetika dan disemprot dengan herbisida baru, dan setengahnya lagi ditanami jagung
biasa dan disemprot dengan herbisida biasa.
Jumlah insekta yang ditemukan di dalam jagung hasil rekayasa genetika yang
disemprot dengan herbisida baru sama dengan jumlah insekta yang ditemukan di
dalam jagung biasa yang disemprot dengan herbisida biasa.

Level 2
Jagung ditanam di 200 ladang di seluruh negara.
Mengapa ilmuwan menggunakan lebih dari satu ladang?
A.Agar banyak petani dapat mencoba jagung baru hasil rekayasa genetika.
B.Untuk melihat seberapa banyak jagung hasil rekayasa genetika dapat
tumbuh.
C.Untuk menanami sebanyak mungkin ladang dengan tanaman jagung hasil
rekayasa genetika.
D.Untuk memperoleh data pertumbuhan jagung pada kondisi yang bervariasi.
PENSKORAN MAKANAN HASIL REKAYASA GENETIKA 3
Nilai penuh
Kode 1:
D. Untuk memperoleh data pertumbuhan jagung pada kondisi yang bervariasi.
Tidak ada nilai
Kode 0:
Jawaban lain.
Kode 9:
Kosong.

Level 3 dan 4
Dapatkah pernyataan yang dibuat dalam artikel ini diuji melalui penelitian ilmiah di
laboratorium?
Lingkari Ya atau Tidak untuk masing-masing.
Bahan ini dapat
Dicuci tanpa merusaknya
Dililitkan pada benda tanpa merusaknya
Diremas-remas tanpa merusaknya
Diproduksi secara masal dengan harga
murah

Dapatkah pernyataan ini diuji melalui


penelitian ilmiah di laboratorium?
Ya / Tidak
Ya / Tidak
Ya / Tidak
Ya / Tidak

PENILAIAN PAKAIAN 1
Nilai Penuh
Kode 1:
Ya, Ya, Ya, Tidak, dalam urutan itu.
Tanpa Nilai
Kode 0:
Jawaban lain.
Kode 9: Tidak ada jawaban.

Proficiency Levels PISA


ditularkan pada UN
Level
Deskripsi Kompetensi
Sangat Siswa mampu Mencari, menemukan, mengumpulkan, memilah, mengolah informasi
Baik
panjang yang dibutuhkan dari beberapa data yang nyaris mirip atau serupa yang
disajikan secara eksplisit maupun implisit dalam sebuah wacana yang struktur dan
bentuknya sangat berbeda dan menggunakan banyak kata/ frasa asing yang belum
pernah mereka temui sebelumnya.Peserta dianggap telah mampu membuat simpulan
yang lebih rumit berdasarkan informasi yang mereka temukan dalam sebuah wacana.
Dapat membuat kesimpulan makna kata yang baru ditemui berdasarkan konteksnya
di dalam sebuah wacana dan melengkapi sebuah wacana dengan kata yang paling
tepat diantara pilihan yang hampir serupa maknanya
Baik

Siswa mampu mencari, menemukan, mengumpulkan, memilah, mengolah informasi


yang dibutuhkan dari beberapa data yang nyaris mirip atau serupa yang disajikan
secara eksplisitmaupun implisit dalam sebuah wacana yang struktur dan bentuknya
berbeda dan menggunakan beberapa kata/ frasa baru yang belum pernah mereka
temui sebelumnya.Peserta dianggap telah mampu membuat simpulan sederhana
berdasarkan informasi yang mereka temukan dalam sebuah wacana, seperti tema
keseluruhan wacana

Level

Deskripsi Kompetensi

Cukup Siswa mampu mencari, menemukan dan mengumpulkan informasi singkat


berupa kata/frasa yang di sajikan secara eksplisit dalam wacana singkat yang
menggunakan bahasa sederhana yang sudah sering dan lazim mereka gunakan
dalam kehidupan sehari-hari. Mampu membuat simpulan sederhana setelah
membaca wacana singkat sederhana. Pada tingkatan ini peserta dianggap
mampu menyatakan makna sebuah kata/frasa yang sering digunakan hingga
menyusun kata-kata dan frasa tersebut menjadi kalimat sederhana

Kurang Siswa mampu mengidentifikasi informasi sederhana yang disajikan secara


eksplisit dalam wacana singkat. Siswa belum mampu mengumpulkan informasiinformasi yang terdapat dalam wacana serta menemukan hubungan di antara
informasi tersebut. Siswa memiliki kemampuan terbatas untuk menyusun
kalimat sederhana.

LEVEL KOGNITIF DAN CAKUPAN


MATERI

1=
PENGETAHUAN
DAN
PEMAHAMAN

Mengidentifikasi

Mendeskripsikan
Mengklasifikasi
Menunjukkan
Menjelaskan
Menentukan

MAKHLUK HIDUP
DAN
LINGKUNGANNYA
Siswa mampu memahami
dan menguasai konsep:
gejala alam biotik dan
abiotik
ciri-ciri/karakteristik
makhluk hidup
keragaman pada sistem
organisasi kehidupan
interaksi antara makhluk
hidup dan lingkungan

STRUKTUR DAN
FUNGSI MAKHLUK
HIDUP
Siswa mampu memahami
dan menguasai konsep:
sistem gerak pada
manusia
sistem pencernaan
manusia
sistem peredaran darah
sistem pernafasan
sistem ekskresi
sistem reprodusi
manusia
jaringan tumbuhan
kelangsungan hidup
organisme melalui
kemampuan bereproduksi

LEVEL KOGNITIF DAN CAKUPAN MATERI


MAKHLUK HIDUP
DAN
LINGKUNGANNYA
Siswa mampu
2 = APLIKASI mengaplikasikan
pengetahuan dan
Memberi
pemahaman tentang:
contoh
interaksi antara makhluk

hidup dan lingkungan


Menyimpulkan kepadatan populasi
Menerapkan manusia

pencemaran lingkungan
Menghubungk alat untuk mengenal
an
gejala-gejala kehidupan

prosedur
Memprediksi
pengklasifikasian

makhluk hidup
Membandingk
an

STRUKTUR DAN FUNGSI


MAKHLUK HIDUP
Siswa mampu
mengaplikasikan
pengetahuan dan
pemahaman tentang:
faktor-faktor yang
berpengaruh pada sistem
gerak
percobaan dalam sistem
pencernaan
mekanisme peredaran
darah
percobaan sistem
pernapasan
menjaga kesehatan sistem
ekskresi
kelainan dan penyakit pada
sistem reproduksi manusia
keterkaitan struktur dan
fungsi jaringan tumbuhan

LEVEL KOGNITIF DAN CAKUPAN MATERI


MAKHLUK HIDUP
DAN
Siswa
mampu menggunakan
LINGKUNGANNYA
3 = PENALARAN
Menganalisis
Mensintesis
Mengevaluasi
Menilai

Memperpimbang
kan
Memecahkan
masalah
Memberi
argumen

nalar dalam mengkaji :


pengelolaan lingkungan
untuk mengatasi
pencemaran dan kerusakan
lingkungan
- dampak interaksi makluk
hidup dan
Lingkungannya
- pengaruh kepadatan
populasi manusia pada
makhluk hidup dan
lingkungannya

STRUKTUR DAN
FUNGSI MAKHLUK
HIDUP
Siswa mampu
menggunakan nalar
dalam mengkaji:
- keterkaitan antara
sistem organ pada
manusia
- keterkaitan antara
struktur dan fungsi
jaringan pada
tumbuhan
- pola hidup sehat
- manfaat
perkembangbiakan
tumbuhan dan hewan
untuk kesejahteraan
manusia

Jabaran kisi-kisi biologi


Lihat Lampiran 1

Terima kasih.