Anda di halaman 1dari 50

ETIKA

PERBANKAN SYARIAH

D 3 P E R B A N K A N S Y A R I AH
STAIN PEKALONGAN
AH A D , 4 S E P T E M B E R 2 0 1 6

KONTRAK BELAJAR
1. Mahasiswa diaharapkan mengikuti seluruh tatap Muka pembelajaran
2.
3.

4.

5.

Selama 14 kali Pertemuan


Toleransi Minimal Presensi adalah 10 kali Pertemuan tatap muka
(70%)
Mahasiswa Yang tidak masuk/absen karena Izin, sakit, dispensasi atau
kepentingan lainnya dapat memberikan surat atas ketidak hadirannya.
Dalam keadaan memaksa dapat menggunakan SMS atau media lain
Mahasiswa hanya memiliki toleransi terlambat sejak dimulainya
kuliah dikelas selama 15 menit, jika lebih tanpa alasan yang jelas
diperkenankan masuk dikelas tapi dianggap Absen (tidak masuk)
Mahasiswa diharapkan aktiv pada semua kegiatan kelas, dan
mengikuti aturan yang telah menjadi kontrak dan kesepakatan
bersama

Sistem Penilaian
Sistem Penilian Akhir Terdiri dari beberapa
Komponen:
1. Presensi Kehadliran/Partisipasi
10%
2. Tugas Kelompok/Tugas
20%
3. UTS
30%
4. UAS
40%

KULIAH
ETIKA PERBANKAN SYARIAH
Tugas Kelompok:(komponen nilai Tugas)
Tugas kelompok (3-4) orang
Kelompok ?
Tugas : Presentasi materi sesuai jadwal yang ditentukan (

Waktu & Materi Presentasi terlampir)


Presentasi Maks.Selama 35 Menit dengan Pembagian
Waktu ( 20 Menit Presentasi materi dan 15 Menit Dialog)
Presentasi dalam Bentuk materi Power Point
Mahasiswa diharapkan membuat copi materi yang dijilid
rapi untuk diserahkan kepada dosen & copi materi power
poin yang diserahkan kepada sebagian atau seluruh
Mahasiswa

Tugas Individual
mahasiswa membuat tulisan/paper terkait hasil
Penelitian
di
lembaga
Perbankan
syariah/koperasi
Syariah/lembaga sejenis dengan pola Syariah dengan
tema/materi mata kuliah Etika PBS, hasil Penelitian di
rangkum dalam tulisan/paper dengan ditambah kajian dari
berbagai literatur
Panjang Tulisan (10 15 halaman ), kertas kwarto /A4, ketik
dua spasi & dijilid rapi
Dikumpulkan pada Saat Jadwal UTS. Tugas Menulis paper
sebagai Pengganti UTS, dan bagian akumulasi nilai keseluruhan
Setiap

Tugas ini bersifat Wajib ain bagi setiap mahasiswa, dan

jika tidak membuat tugas Individual Mahasiswa


dianggap tidak mengikuti UTS
Sebagai bukti kehadliran Mahasiswa pada saat UTS,
Mahasiswa
harus
membubuhkan
tanda
tangan
kehadliran pada saat UTS

SIAPA KITA
JASAD

Dikenal
Diberi makan, pakaian
Abai cuma dunia
Fana terbatas renta
Tempat manusia lihat
Tanah
Tak tanggung jawab saksi
Bangun 100 tingkat mudah

RUH

Tak dikenal
Makan, pakaian
Abai rusak dunia akherat
Permanen, tak terbatas, sama
Tempat Allah melihat
Nur. Kemana?
Tanggung jawab
1 jiwa tak selesai

Moralitas,
kreativitas
,
AKTUALISASI DIRI
spontanit
as,
pemecaha
n
masalah,
Tidak
PENGHARGAAN
berprasan
Harga diri, percaya
gka diri, prestasi,
menghormati & dihormati orang
menerima
lain
kenyataan

CINTA

KEAMANAN

BIOLOGIS

Persahabatan, keluarga, pasangan

Keamanan atas diri, tenaga kerja, sumber daya, moral,


keluarga, kesehatan, dan properti

Bernafas, makanan, air, seks, tidur

Realita
Masyarakat

INDONESIA

Tanpa Karakter
PANCA
Keuangan yang maha
kuasa
2. Korupsi yang adil dan
merata
3. Persatuan Mafia Peradilan
Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin
oleh persengkongkolan
dan kepura-puraan
5. Kesejahteraan sosial bagi
keluarga pejabat dan
Hati
anggota dewan
1.

TAK SINKRON
Benak Lidah - Sikap

Korupsi
Selamat Datang di

Negeri Drakula

Koruptor
KO-longin RUP-iah Tuk
Orang Rumah
Korupsi
Koalisi Orang Rakus
Untuk Preteli Sumber
Indonesia

DPR
Ki Hajar DPR
Tut wuri
- Nggerorgoti
Ing Madyo - Ngangkut Bondo
Ing Ngarso - Ngapusi

Dialog DPR & Rakyat


Ingin Berpendapat
Ingin Kaya
SUDAH
Ingin Sejahtera KAMI WAKILI

DPR
Dusta Pada Rakyat

pergaulan bebas, narkoba, tawuran, nilai


jeblok, hamil diluar nikah,dll

KONDISI UMMAT ISLAM


Sekarang ini kita Hanya menjadi BUIH (UMPLU),

Jumlahnya Banyak, tapi tak berkualitas, Angka NOL


(..00000000000) walaupun banyak tak punya Nilai
tanpa Angka (satu) didepannya
Tapi Coba Lihat Didunia Ini, Angka Satu itu Dimiliki
Banyak Orang Kafir ( Microsoft, Toyota, Samsung,
Apple, dll)

APAKAH KITA HANYA

MENONTON SAJA

LIFE IS A-B-CD
A Diawali dengan ada ALLAH SWT
Sang maha Pencipta
B Born ( Anda Dilahirkan)
........................................................
......
D Death ( Menjemput Kematian)
Antara B dan D ada C yaitu
Choice (Pilihan)

APA PILIHAN KITA ............................?

Konsep Pendidikan
Kekeliruan Terbesar

PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI


Seharusnya

PENDIDIKAN KOMPETENSI BERBASIS


KARAKTER

Padi & Ilalang


Kompetensi ibarat ilalang
Karakter ibarat padi
Menanam padi pasti tumbuh ilalang
Menanam ilalang mustahil tumbuh padi

Kenali Diri
Banyak orang tahu bagaimana orang lain harus
berubah.
Namun hanya sedikit yg tahu,
diri merekalah yang seharusnya berubah
(Leo Tolstoy)

Banyak orang yang bisa baca kitab Tuhan


Tetapi hanya sedikit yang bisa membaca kitab dirinya
Tetangga beri parabola, mengapa kita beli paramex
(Marzuki, sesepuh Desa Lendangnangka Lotim)

Hindari Penyakit

SMOS

Pengertian, ruang lingkup, dan


fungsi etika perbankan syariah.

ETIKA
PERBANKAN SYARIAH
D3 PERBANKAN SYARIAH
STAIN PEKALONGAN
AHAD, 4 SEPTEMBER 2016

Pengertian ETIKA
Secara etimologi
Etika (ethics) yang berasal dari bahasa Yunani

ethikos/Ethos mempunyai beragam arti :


pertama, sebagai analisis konsep-konsep terhadap apa
yang harus, mesti, tugas, aturan-aturan moral, benar,
salah, wajib, tanggung jawab dan lain-lain.
Kedua, aplikasi ke dalam watak moralitas atau
tindakan-tindakan moral.
Ketiga, aktualisasi kehidupan yang baik secara moral.

Lanjutan
Pengertian etika adalah acode or set of principles

which people live (kaedah atau seperangkat prinsip


yang mengatur hidup manusia).
Secara Etimologis, Etika juga diartikan : ajaran atau
ilmu tentang adat kebiasaan yang berkenaan dengan
kebiasaan baik dan buruk yang diterima umum
mengenai sikap, perbuatan, kewajiban dan
sebagainya

Lanjutan.......
Menurut Ahmad Amin memberikan batasan bahwa

etika atau akhlak adalah ilmu yang menjelaskan arti


yang baik dan buruk, menerangkan apa yang
seharusnya dilakukan oleh manusia kepada lainnya,
menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia
dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan
untuk melakukan apa yang harus diperbuat.

Pengertian Etika oleh D.S.Adam


(Jawahir Tanthowi, 1983: 121)
The Science of Morals, the principle of Morality,

rules of conduct and behavior. Ethics is a


normative science which viewing man a moral
agent,considers his action with a view to their
rightness or wrongness,their tendency to good
or evil (Etika adalah pengetahuan tentang kesopanan,
prinsip-prinsip kesopanan, undang-undang tentang
lahir dan batin. Etika adalah pengetahuan yang
normatif, yang memandang laku kebijaksanaan dan
karakternya, dengan melihat dari segi benar atau salah
kecenderungannya kearah kebaikan dan kejahatan)

Lanjutan
Menurut K. Bertens dalam buku Etika, merumuskan

pengertian etika kepada tiga pengertian juga;


Pertama, etika digunakan dalam pengertian nilai-nilai
dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah lakunya.
Kedua, etika dalam pengertian kumpulan asas atau
nilai-nilai moral atau kode etik.
Ketiga, etika sebagai ilmu tentang baik dan buruk.

Lanjutan
Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas

secara rasional dan kritis tentang nilai, norma atau


moralitas. Dengan demikian, Moral berbeda
dengan etika. Norma adalah suatu pranata dan nilai
mengenai baik dan buruk, sedangkan etika adalah
refleksi kritis dan penjelasan rasional mengapa
sesuatu itu baik dan buruk. Menipu orang lain
adalah buruk. Ini berada pada tataran moral,
sedangkan kajian kritis dan rasional mengapa
menipu itu buruk apa alasan pikirannya,
merupakan lapangan etika.

ETIKA dalam ALQURAN


istilah yang paling dekat berhubungan dengan

istilah etika di dalam al-Quran adalah khuluq. AlQuran juga mempergunakan sejumlah istilah
lain untuk menggambarkan konsep tentang
kebaikan
yaitu:
khayr
(kebaikan),
birr
(kebenaran), qist (persamaan), adl (kesetaraan
dan keadilan), haqq (kebenaran dan kebaikan),
maruf (mengetahui dan menyetujui), dan taqwa
(ketakwaan).
Tindakan yang terpuji disebut sebagai salihat dan
tindakan yang tercela disebut sebagai sayyiat.

Perbedaan Ahlak,Etika & Moral


Ahlak: Tata nilai baik dan buruknya perbuatan

manusia yang didasarkan pada sistem keyakinan


akan Ketuhanan, Allah dan percontohan dari

Rasulullah.

Etika :Baik buruknya perbuatan didasarkan pada


pertimbangan rasio akal
Moral
:tata nilai baik dan buruk didasarkan pada
kebiasaan tradisi yang berlaku disuatu kelompok
masyarakat

3 Teori Etika
Etika Deantologi
Suatu tindakan itu baik, bukan dinilai dan
dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari
tindakan itu, melainkan berdasarkan pada tindakan
itu sendiri
Teori ini menekankan kewajiban sebagai tolak ukur
bagi penilain baik atau buruknya perbuatan manusia
dengan mengabaikan dorongan lain seperti rasa cinta
atau belas kasihan
Teori yang dikembangkan oleh Immanuel Kant
1.

Lanjutan
2. Etika Teleologi
Etika ini mengukur baik buruknya suatu tindakan
berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan
tindakan itu, atau berdasarkan konsekuensi yang
ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai
baik kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau
kalau konsekuensinya yang ditimbulkannya baik
danberguna.
Teori ini dikembangkan oleh Jeremy Bentham dan
John Stuart Mill

Lanjutan
3. Etika Keutamaan
Etika keutamaan tidak mempersoalkan akibat suatu
tindakan, tidak mendasarkan penilaian moral pada
kewajiban terhadap hukum moral universal seperti
kedua teori sebelumnya. Etika ini lebih mengutamakan
pembangunan karakter moral pada diri setiap orang.
Nilai moral bukan muncul dalam bentuk adanya aturan
berupa larangan atau perintah, namun dalam bentuk
teladan moral yang nyata dipraktekkan oleh tokohtokoh tertentu di masyarakat.

Perbankan Syariah
Suatu

sistem perbankan yang pelaksanaannya


berdasarkan hukum islam (syariah), maksudnya
adalah Bank yang dalam operasinya mengikuti
ketentuan-ketentuan syariah islam, khususnya yang
menyangkut tatacara bermuamalah secara islam.
Lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah
menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana
tersebut kemasyarakat dalam bentuk pembiayaan
serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas
pembayaran dan peredaran uang (Kuncoro 2002)

Bank Syariah
Badan Usaha yang menjalankan kegiatan usahanya- menghimpun

dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya


kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan dan atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak
berdasarkan prinsip syariah (Booklet Perbankan Indonesia,2009:5)

Etika Perbankan Syariah adalah

internalisasi
tata
cara
dan
prinsip-prinsip
islami
dalam
menjalankan
kegiatan
usaha
Perbankan syariah.

Fungsi Etika Perbankan -Syariah


a.

b.
c.
d.

e.

Menjaga keselarasan dan konsitensi antara gaya manajemen,


Strategi dan kebijakan dalam mengembangkan usaha
perbankan syariah
Menciptakan iklim usaha yang sehat
Mewujudkan integritas bank terhadap lingkungan dan
masyarakat luas dan Pemerintah
Menciptakan ketenangan, keamanan dan kenyamanan para
pemilik dana, pemegang saham dan karyawan dalam
mendapatkan hak-haknya
Mengangkat harkat perbankan nasional dimata in ternational
Murti Sumarni (1997:337)

Peran Ekonomis Dari etika

A. Manfaat etika
B. Inti makna etos bagi suatu

lembaga provit.
C. Etika & resiko
D. Etika & keuntungan

A. Apa manfaat etika ?


Memberi petunjuk:
1. Apa yang harus dilakukan dalam
perubahan situasi moneter?
2. Bagaimana lembaga keuangan kita
mengatur eksistensi kita dengan pihak
lain?
3. Akan menjadi lembaga keuangan macam
apa?

B.Inti makna etos bagi suatu lembaga provit.

Pembudayaan/ pembiasaan/

penghayatan akan nilai, norma


dan prinsip moral yang dianggap
sebagai kekuatan bagi satu
lembaga keuangan yang
membedakannya dari lembaga
keuangan yang lain

C.Etika & Resiko


Resiko Lembaga keuangan, yang tidak menerapkan

nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan


pekerjaan, akan berakibat cukup besar bagi
keberlangsungan lembaga keuangan, contoh :
mudahnya terjadi Fraud, tidak harmonisnya
hubungan antar lini kebawah keatas
Resiko lain akan jauh lebih besar bagi sebuah lembaga
keuangan yang tidak menerapkan nilai moral dan
etika, karena dapat berakibta pada kehancuran
lembaga keuangan itu sendiri dimasa depan

D. Etika & keuntungan

Sudut pandang etika


Relevansi
Anomali / ekonomi amoral

Sudut pandang etika ttg keuntungan

Keuntungan = hal yang +, dan

bermanfaat untuk:
1. Survive
2. Menarik investor
3. Kesejahteraan karyawan

Relevansi, menyangkut:
A. Sikap profesional: manajerial,

komitmen moral dsb


B. Kepercayaan kepada nasabah (tidak
menipu dsb)
C. Prinsip no harm (tidak dzalim )
D. Perlindungan karyawan lembaga
perbankan.

Anomali / ekonomi amoral

Etika

Islam yang mewarnai sistem ekonomi Islam


menjadikan Islam sebagai way of life yang merupakan
bentuk ibadah. Sehingga tak seorangpun boleh
menganggap bahwa islam hanya terfokus pada aspek
ritualitas keagamaan, tanpa aspek sosial ekonomi yang
melingkupinya
Ekonomi Amoral bukan ajaran Islam yang ingin meraih
provit tanpa memperdulikan cara memperolehnya,
ekonomi Amoral seperti Kapitalis dan Sosialis bukan
tipikal ekonomi yang beretika menurut Islam, karena ada
yang dikorbankan, dan terdapat Anomali didalamnya

Wassalamualaikum Wr.Wb.