Anda di halaman 1dari 15

RINITIS

MEDIKAMENTOSA
Oleh :
Wahyu Piscesa, Sked
Zaki Yamani, Sked
Azaria A. Adam, Sked

Rinitis : inflamasi membran mukosa hidung


sehingga timbul gejala menyerupai flu
seperti bersin-bersin, hidung gatal,
tersumbat, dan berair.
Rinitis

alergi
Rinitis non alergi : rinitis vasomotor, rinitis
medikamentosa, rinitis struktural.

ANATOMI HIDUNG

FISIOLOGI HIDUNG
Fungsi hidung:
Sebagai jalan nafas,
Alat pengatur kondisi udara,
Penyaring udara,
Sebagai indra penghidu,
Untuk resonansi suara,
Membantu proses bicara,
Reflek nasal

DEFINISI

Rinitis medikamentosa (rebound rhinitis): suatu


kelainan hidung berupa gangguan respon normal
vasomotor yang diakibatkan oleh pemakaian
vasokonstriktor topikal (tetes hidung atau semprot
hidung) dalam waktu lama dan berlebihan (drug
abuse), sehingga menyebabkan sumbatan hidung yang
menetap.
Drug-induced rhinitis: rinitis yang disebabkan oleh obatobat oral dinamakan rhinitis yang dicetuskan oleh obat.
Di Amerika Serikat Insiden dari rinitis medikamentosa
tidak dapat dilaporkan karena ketersediaan obat
dekongestan yang mudah di jangkau.
Dalam penelitian: seorang praktisi THT mendiagnosa 52
dari 100 pasiennya sebagai rinitis medikamentosa.

ETIOLOGI

Obat vasokonstriktor topikal


Antagonis adreno-reseptor alfa: antihipertensi dan psikosedatif
Pil kontrasepsi
Anti kolinesterase

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

Sumbatan hidung vasokonstriktor topikal


sumbatan menghilang
Penggunaan vasokonstriktor berlebihan dan
lama peningkatan kadar agonis alfa
adrenergik pd mukosa hidung + penurunan
sensitifitas reseptor alfa adrenergik
toleransi meningkatkan dosis penggunaan
vasokonstriktor topikal
efek vasokonstriksi berkurang, pH hidung
berubah, aktivitas silia terganggu, efek balik
edema mukosa obstruksi hidung lebih
hebat.

DIAGNOSA
ANAMNESIS
Hidung tersumbat
Sekret (-)
Riwayat penggunaan obat semprot hidung
PEMERIKSAAN FISIK
Membran mukosa hiperemis dan edema
Jaringan mukosa hidung rapuh dan berlendir
Mulut kering
Bila pemakaian dekongestan jangka panjang
mukosa pucat, atrofi dan berkrusta.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium: usap hidung (eosinofil)

Radiologi: foto sinus (polip?, deviasi septum?)


penggunaan dekongestan diobati

Histopatologi

HISTOPATOLOGI

Peningkatan vaskularisasi, edema mukosa


Metaplasia sel skuamosa, sel epitel berubah dari
kolumnar bersilia skuamosa berlapis tidak
bersilia
Infiltrasi mononuklear
Hiperplasia glandular & sel globet
Peningkatan aktifitas sekretori
Peningkatan fagositosis
Struktur dan fungsi silia abnormal
Peningkatan sel plasma, fibroblas & limfosit

DIAGNOSIS BANDING

Rinitis Alergi
Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)
Rhinitis
Polip Nasi
Rinitis Non-Alergi
Rhinosinusitis

PENATALAKSANAAN
Non-Medikamentosa
Hentikan penggunaan dekongestan topikal
Edukasi ke pasien
Tenaga

kesehatan: mennginformasikan dengan


jelas kepada pasien tentang efek samping dari
penggunaan obat vasokonstriktor topikal yang
berlebihan dan dalam waktu yang lama.
Pasien: patuh dengan dosis dan aturan
menggunaan obat vasokonstriktor topikal guna
menghindari terjadinya rinitis medikamentosa.

PENATALAKSANAAN
Mediakmentosa
Prednison 20-40 mg/ hari (Digunakan selama 5-10 hari)
injeksi kortikosteroid ( triamsinolone asetat 20 mg pada
turbinasi anterior juga mampu mengurangkan kongesti
hidung.
Glukokortikosteroid intranasal (semprotan
deksametason sodium fosfat/budesonide).
Irigasi hidung : larutan garam
Terapi Pembedahan
elektrokauter submukosa atau kryoterapi,melalui
penggunaan laser dan reseksi bedah.

Komplikasi : Perforasi septum, rinitis atrofik,


sinusitis
Prognosa
Baik , Pasien akan pulih setelah penggunaan
vasokonstriktor topikal dihentikan.