Anda di halaman 1dari 17

TUTORIAL KLINIK

ANEMIA DEFISIENSI
BESI
NENI SETIYOWATI
20110310011

PROBLEM
Anamnesis
keluhan : lemas sejak satu minggu lalu, mudah lelah, dan pandangan
sering berkunang-kunang. Riwayat perdarahan disangkal. BAB dan
BAK t.a.k

Pemeriksaan Fisik
-KU = sedang,
-Kesadaran = CM
-BP = 110/80
mmHg
-HR = 88x/m
-RR = 21x/m
-T

= 36,2oC

PROBLEM
Status Generalis
-Kepala : simetris
-Mata : Conjungtiva pucat (+/+), SI (-/-)
-Mulut : Mukosa pucat (+), sianosis (-)
-Thorax :
Pulmo : simetris, vesikuler +/+, Cor : S1-S2 reguler, bising (-)
-Abdomen : supel (+), BU +, nyeri tekan (-), hepatomegali (-),
splenomegali (-)
-Ekstremitas :
Akral hangat (+),
Edema (-),
CR>2 detik

PROBLEM
Penatalaksanaan
-O2 3 lpm
-Infus Nacl 10 tpm
-Transfusi PRC 6 kolf (1
kolf/hari)
-Sulfas ferrosus 3x1 tab
-Diet TKTP

MEKANISME
,

ETIOLOGI
CAD BESI <<
(Iron depleted state)
-Feritin serum turun
-Absorbsi besi naik
Pengecatan besi (-)
Cad besi
kosong

Gangguan
eritropoesis
(Iron deficient)

-Saturasi
transferin turun
-TIBC naik
Kadar Hb turun
Anemia
Hipokrom
Mikrositer

DATA TAMBAHAN
Lab 25-03-2016

Hematologi
Hb
3.4
AL 7.04
AE 2.56
AT 210
HMT 13.5

Hitung jenis
Eosinofil 1
Basofil
1
Batang
0
Segmen
72
Limfosit
20
Monosit
6

Gol. Darah : O

Fungsi Hati
SGOT 10
SGPT 5

Fungsi Ginjal
Ureum
17
Creatinin 1.15
GDS : 69

DATA TAMBAHAN
MDT
Eritrosit :
Anisositosis dominasi mikrositik, sel sigar, sel pensil, sel burr, sel
teardrops, fragmentosit, sel target,hipokromik, polikromasi (+)
Lekosit:
Jumlah cukup, netrofilia relative, granulasitoksik netrofil sebagian,
vakuolisasi monosit
Trombosit : jumlah cukup, penyebaran tidak merata, trombosit
mengelompok (+), trombosit besar (+), giant platelet (+)

Kesan :
MDT menunjukkan anemia mikrositik hipokromik disertai
peningkatan respon eritropoetik, netrofilia relatif, reaktivitas netrofil
dan monosit

Kesimpulan : Anemia defisiensi besi disertai proses inflamasi


DD
: anemia hemolitik
Saran : Pemeriksaan status besi/retikulosit,
Pemantauan darah rutin

DONT KNOW

1. Penegakan diagnosis ?

2. Penatalaksanaan?

LEARNING ISSUE
diagnosis ADB = anamnesis, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan laboratorium.
3 tahap diagnosis ADB :
1.Menentukan adanya anemia dengan
mengukur kadar Hb atau hematokrit
2. Memastikan adanya defisiensi besi
3. Menentukan penyebab defisiensi besi yang
terjadi.

LEARNING ISSUE
Secara laboratoris, untuk menegakkan diagnosis
ADB (tahap 1 &2) dipakai kriteria:
Anemia hipokromik mikrositer pada hapusan
darah tepi, atau MCV <80 fl dan MCHC <31%
dengan salah satu dari :
-dua dari tiga parameter di bawah ini :
. Besi serum <50 mg/dl
. TIBC >350 mg/dl
. Saturasi transferrin <15%, atau

-Feritin serum <20 mg/L, atau


-Pengecatan sumsum tulang dengan biru
prusia menunjukkan cadangan besi (butirbutir hemosiderin) negatif, atau
-Dengan pemberian sulfas ferosus 3x200
mg/hari selama 4 minggu disertai
kenaikan kadar Hb >2 gr/dl

LEARNING ISSUE
Terapi ADB :

1. Terapi kausal,
2. Pemberian preparat besi,
-Terapi besi oral : merupakan terapi pilihan
pertama
ex; sulfas ferosus 3x200 mg selama 3-6 bulan,
ada pula yang menganjurkan hingga 12 bulan
-Terapi besi parenteral, sangat efektif tetapi
mempunyai resiko lebih besar dan harganya lebih
mahal. Dosis yang diberikan dapat dihitung

Kebutuhan besi (mg) =(15-Hb sekarang) x

dengan rumus :

BBx2,4+500 atau 1000 mg

Pengobatan lain :

Diet : sebaiknya diberikan makanan bergizi


dengan tinggi protein yang berasal dari protein
hewani

Vitamin c, diberikan 3x100 mg per hari untuk


meningkatkan absorbs besi

Transfusi darah, berupa PRC.


Indikasi transfusi yaitu :
. Hb <6 mg%
.Adanya penyakit jantung anemic dengan
ancaman payah jantung
. anemia yang simtomatik, misalnya dengan
gejala pusing yang sangat menyolok
. Pasien memerlukan peningkatan kadar Hb yang

PROBLEM SOLVING

Dari anamnesis ditemukan


adanya keluhan lemas, mudah lelah, dan pandangan
sering berkunang-kunang.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat,


mukosa pucat, dan capillary refill time >2 detik.

Dari pemeriksaan laboratoris didapatkan kadar


hemoglobin yang rendah (3,4 g/dl), eritrosit yang rendah
(2,56. 10^6/UL), dan hematokrit yang juga rendah (13,5
vol %).

Didapatkan juga MCV < 80 fl (52,73) dan


MCHC <31% (25,18).
Pada pemeriksaan morfologi darah tepi
menunjukkan anemia mikrositik
hipokromik dan anisositosis.
Didapatkan juga sel pensil dan sel sigar
yang menunjukkan hipokromia dan
mikrositosis ekstrim.

PROBLEM SOLVING
Penatalaksanaan pasien ini adalah dengan pemberian O2
3 lpm, infus NaCl 10 tpm, transfusi PRC 6 kolf, dan sulfas
ferrosus 3x1 tab.
Diet pada pasien ini adalah tinggi kalori dan tingi protein,
Transfusi PRC diberikan karena kadar hemoglobin <6 g/dl
sehingga merupakan indikasi transfusi.
Sedangkan Sulfas ferrosus adalah salah satu contoh
terapi besi oral yang merupakan terapi pilihan pertama
karena efektif, murah, dan aman.