Anda di halaman 1dari 61

Analisa Gugus Fungsi

Kelompok 1A
AYU SISKA SUHAIMI
DIANA PUSPITA
ERLITA
FESTIRES KURNIA HAREFA
LEO AGUNG JAKA ADIWIBOWO

ANALISA FUNGSIONIL
Analisa
fungsionil
digunakan
untuk
menyatakan/menyelidiki
adanya
gugusan
fungsionil. Sebagian besar gugus fungsi yang
terdapat dalam molekul organik menyangkut
karbon yang terikat pada berbagai heteroatom.
Berbagai ragam reaksi kimia dapat terjadi pada
karbon atau heteroatom dari gugus ini. Selain
itu perlu diselidiki pula adanya ikatan rangkap
sehingga
dapat
dilakukan
pemeriksaan
terhadap golongan lain.

Ikatan rangkap (H2C=CH2 : HC=CH)


a. Adisi terhadap Brom
Brom

CCl4/CH
Cl3 (pelarut)

Larutan
Brom

Zat

CCl4/CH
Cl3 (pelarut)

Larutan
Zat

ditambahkan

Larutan
Zat

Larutan
Brom

(setetes demi setetes)

Warna
larutan
Brom
hilang

Catatan
Penambahan fenol dan amin juga dapat
menghilangkan warna Brom sehingga untuk
membedakannya dengan kuantitatif.

b. Reduksi dengan reagen bayer


KMnO4
(dalam
Na2CO3)
(larutan)

Larutan Zat

KMnO4
(Warna
Hilang)

Catatan
Senyawa lain seperti aldehida, alkohol,
asam formiat dsb, karena teroksidasi dapat
menghilangkan warna dengan reaksi yang lambat.

c. Reaksi warna dengan deniges


Larutan Zat

HgSO4, HgO,
CnH2n (Endapan
Kuning)

Larutan HgO/
HgSO4
Dikocok

d. Reaksi Berthelot
Khusus untuk C = C
Dengan melalukan reaksi dengan CuCl2 (cupro
chloride) dalam suasana amoniak(NH4OH)

tan : CH = CH akan berwarna merah


akan berwarna kuning

Reaksi terhadap alkohol


1. Reaksi umum : reaksi warna Azo
terutama untuk alkohol larut dalam air
diazo A yang terdiri
dari: asam
sulfanilat+HCl
diazo B yang terdiri
dari: NaNO2+ air.

dibasakan
dengan NaOH
dipanaskan di
water bath

warna merah
atau merah
frambose.

Catatan:
untuk alcohol-alkohol yang tidak larut dalam air
maka reaksi ini negative.
reaksi ini cepat terjadi pada fenol-fenol tanpa
pemanasan.

2. Reaksi cerri ammonium nitrat


Reagen: 1 gram cerri ammonium nitrat dilarutkan
dalam 2,5 ml HNO32N dipanaskan.
Zat
1-2 tetes

ml reagen

Catatan:
reaksi ini positif untuk alcohol, glycol, asam-asam
hidroksi karboksilat dimana rantai atom C kecil daro
10 kalau rantai C besar dari 10 terjadi warna merah
lemah

3. Ferrox test
Reagen: a. 100 mg FeCl3dalam 1 ml CH3OH.
b. 100 mg KCNS dalam 1 ml CH3OH.
a

ab

keringka
n

saring

dicelupkan
kertas saring
whatmann I

filtr
ate

bila akan dipakai pada zat ini dicelupkan kertas


sering diatas.
+ (merah)
Catatan: reaksi lebih peka terhadap fenol.

4. Logam Na
Akan terbentuk alkoholat Na
Catatan
bereaksi terhadap logam ini:
air
Keton akan terbentuk enolat
CH3COOH
Garam
5. Pembentukan Ester
alcohol

suatu asam
organic
(CH3COOH)+
H2SO4 pekat

panask
an

Wate
r
bath

Hasil esterifikasi dicium


Bau pisang ambon
Bau gandapura, dll.
Catatan :
alcohol primer lebih mudah dari alcohol
tersier.
a. Lucas
ada 2 larutan : A. Hcl 29%
B .HCl 29%+ZnCl2 dan 105 bag
1 mL
HCl.
6 ml reagen A
zat
(OH)

Dicampur

dica
mpu
r
6 ml reagen B

Maka hasilnya :
Primer : A dan B negative
Sekunder : A mula-mula negative, kemudian B sesudah
5 menit terjadi kekeruhan. Setelah 1 jam terbentuk
lapisan ester.
Tersier : pada A dan B segera terbentuk lapisan ester
ini.
Dengan reagen B
1 vol
alkohol

5 vol B

Hasilnya:
Primer
: lama
Sekunder : setelah 2-3 menit keruh
Tersier
: keruh

Kocok
keras
selama 1
menit

diamkan
(25-270C)

b. Oksidasi
1. Dapat dilakukan dengan cara Beckman
kalium
bichromat

H2SO4
disuling

Hasil
Penyuling
an

Senyama-senyawa
: 4 pada temperatiur kamar.
2. KMnO4 dalam H2SO
Primer alcohol
menjadi
Alcohol primer membentuk
asam
aldehid.
Alcohol sekunder
membentuk keton
Sekunder alcohol menjadi
Alkohol tersier akan pecah
keton (pecah apabila
pemanasan tinggi)

A.Reaksi terhadap alkohol


polyvalent
I.

Berdasarkan
terbentuknya
senyawa
komplek
yaitu
dengan
penambahan
keasaman dari pada atom borax.
II. Terbentuknya senyawa tembaga (komplek)
disini harus tidak boleh lebih besar dari
Suatu
Warna
CuSO
Alkohol
4
N.
Basa
Biru Tua

B.Reaksi Landwehr
Dengan FeCl3 membentuk warna merah
coklat tapi tak spesifik.

C.Dengan senyawa Ag
D.Oksidasi lemah dengan

FENOL
1. Reaksi warna dari Azo (seperti hal
nya pada alkohol). Adanya warna
azo dari fenol dapat ditarik dengan
amil alkohol sedangkan pada
alkohol tidak.
Catatan : Pada tempat para dari fenol
tidak diisi maka positif. Bila pada
tempat para tersubsitusi maka reaksi
negatif.

Reaksi
NaNO2

HCl

HNO2

NaCL
HCl

Asam
sulfanilat

HNO2

HO3S

N-N=O

HO3S

NN=O

HCl

HO3S

N-N-OH

HO3S

N-NOH

HCl

HO3S

N-N-Cl

HO3S

NNCl

HO

HO3S

OH

N-N mm
.

FENOL
2. Dengan FeCl3
Reagen FeCl3 0,5 1 % dalam air
Umum
fenol
monovale
nt

fenol
polyvale
nt

Chinol
in

Yodook
sichinol
in

Thymol

3. Reaksi dari Panguet


Formalin dalam H2SO4 pekat yang nantinya
disebut juga reaksi dari Marcuis.
Maka akan terjadi warna merah, ungu.

Prinsip pembentukan reaksi :


OH

OH

OH

OH
H2O

H
CH2

Catatan : Reaksi ini juga positif bila gugus OH


sebagai ester.
Kalau pada tempat para tersubsitusi maka reaksi ini
dapat terjadi bila ditambahkan asam asetat

4. Reaksi Nitroso (Lieberman)


Reagens : H2SO4 + 5 % KNO2
Caranya :
Zat

H2SO4
(p)
Fenol
bereaksi
Warna
Fenol
bereaksi
Warna
Fenol
bereaksi
Warna

4
bagian
pereak
si
H2 O
NH3
CH3CO
OH

Fenol
bereaksi
Warna
Fenol
bereaksi
Warna
Fenol
bereaksi
Warna
Fenol
bereaksi
Warna

Phenol Monovalent
1. reaksi landlot
Substitusi

Fenol

Brom
(aqua)

Terjadi
Endapan

Catatan: untuk fenol polyvalent terjadi warnawarna. Fenol monovalent yang tersubsitusi
misalnya dengan NO3_ hasil negatif.
Monovalent
negatif:
hydroquinon
dan
pyrogallon. Sedangkan anilin dan alkaloida
positif.

2. reaksi spiro
Positif untuk : fenol monovalent yang
kedua tempat ortho bebas.
prinsip :
Fenol
Monovalent

Oksidasi

H 2O 2

Fenol
Monovalent

FeSO2

Fenol
Monovalent

NH3

Pirocatec
hin
Fenol
bereaksi
Warna
Fenol
bereaksi
Warna

Catatan : bila tempat ortho ditempati


hasil negatif, misalnya asam salisilat.

3. reaksi indophenol(jacquenim)
Caranya:
anilin + fenol dioksidasi dengan Na
hipochlorit atau kaporit terjadi zat warna.
dalam suasana basa bewarna biru
dalam suasana asam bewarna merah.
Reaksi:
H3C

H3C
N

H3C

NH2 +

OH

N
H3C
[O]

OH

Leuco Indofenol

H3C
N
H3C

N
Chinolid

=O

PHENOL POLYVALENT
Dapat ditunjukkan dengan:
Fenol
Polivalent

Fenol
Polivalent

Endapan

Fehling

NH3

Ag

Berwarna

GUGUS CARBONIL
O
R-C

O
R-C

H Aldehid

R Keton

Reaksi umum
1. Kondensasi dengan hidroksil amin akan terjadi :
Aldoksin.
O
+ H2N.OH

R C

R-C =N -OH + H2O

2.

Viesser dan deniges : phenyl hydrazine menjadi


phenil hidrazon
O
+ H2N-N

R C

R-C=N-N-

+ H2 O

3. Semi carbazid menjadi semi carbazon


O

H2N-N - C
H

NH2

4. 2,4 dinitro phenyl hidrazin menjadi phenyl


hidrazon
H2N-N - C
H

NO2

NO2

Kondensasi golongan c dan d dapat


dilihat kristalnya yang dapat larut

2. reagen nessler
Akan terbentuk
KUNING MUDA
kuning
muda.

PUTIH
putih,

MERAH JINGGA
merah
jingga,

Catatan :
Dapat untuk aldehid
keton alifatis
aromatis yang larut dalam air.
Reaksi ini kurang spesifik karena ada zat lain
yang juga memberikan hasil yang sama. Cuma
dengan aldehid yang kuat.

3. addisi NaHSO3
O
+ NaHSO3

R C

R C SO3Na

H
O

R
NaHSO3

R C
R

O SO3Na

Reaksi khusus aldehid : Meliputi reaksi warna dan


Reduksi
Reaksi Warna :
NaHSO
Fuchsin
Fuchsin
/
HCl
3
Fuchsin
Fenol
Polivalent

NaHSO

Fuchsin

(warna

hilang)

Aldehid

Fuchsin

Reaksi :
H2N
NH

C=

N-S-H
H

=O

H2N

2HSO3

O
=

C=

H2N

H2N

OH
R C SO3H
H

H2N
+

C=

H2N
Fuchsin/merah

NH

Reaksi Reduksi
1. Dengan Ag amoniakal (Liebig) terutama gugus
karbonil alifatis dan aromatis.
AgOH + NH4NO3

AgNO3 + NH4OH

Ag2O + H2O

AgOH

2 Ag(NH3)OH + 3 H2O3
Di ammonium Ag Hidroklorida

Ag2O + 4 NH4OH

O
2 Ag(NH3)OH
+

+ 2 Ag + 3NH3 +
H2O

R-C

R-C
H

ONH4

O
Ag2O +

R-C

2 Ag + R-COOH
H

2. Cu Alkalis
Fehling : terjadi endapan merah bata dari cuO

Luff. Untuk aldehid yang larut dalam air dapat


direduksi dengan fehling tanpa pemanasan
Endapan Merah Bata

Cu Alkalis + Fehling

3. Hg2+ alkalis : Hg Hg2O


Prinsip :
Hg2
O
Hg

HgO
Hg2+

Dipakai Hg (II) alkali (Neeler). K2HgI4


Reaksi Khusus aldehid aromatis
De Farri :
Dengan Hati-hati

Cl3 + 1 cc acenapheen + H2SO4 p

Lapisan Batas

Lapisan Batas

Azobenzephenylhydrasine sulfonie acid


-N=N-

-NH=NHSO3H

-N=N-

-NH-N-CHR

(I)
(II)
Azobenzephenylhydrazine sulfonic acidAzobenzephenylhydrocered-blue
Cara:
Zat + 7 Tetes reagens + 4
Tetes H2SO4

Alkohol + CHCl3 + 5
Tetes HCl
103OC 30 detik

Kocok Kuat

Keton
1. Reaksi Legal Rothera.
5% Natrium Nitropussid + Larutan Zat(Encer)+
(NH4)2SO4+ NH4OH

N)5NO]= + CH3-CO-H3 + 2OH- [Fe(CN)5ONH-C-CO-CH3]4-Komplek + H2O

Gugus Amina

Kalau ada ikatan


rangkap
C=NH
Imina
C=N
Nitril

O
-C

1. Reaksi Umum
Terutama
. Dari Baunya
. Reaksi alkalis
. Bila + NaOH akan

Amida
NH2

2.
a.

Reaksi Terhadap amin Primer.


Hoffman : disebut juga rekasi isonitril. Berlaku
untuk amin alifatis dan aromatis.
dalam tabung zat beberapa mg + beberapa
tetes CHCL3 + Spiritus + beberapa tetes
NaOH dipanaskan waterbath timbul bau
isonitril.

H
R-N

Cl

Cl

C
Cl

3 NaOH

R-N-C + 3 NaCl + 3H2O

b. Mustard oil (Hoffmann)


Zat + etanol + 1 cc cs2 panaskan dengan
nyala kecil hingga tinggal bagian lalu 1 cc
larutan HgCl2 dipananaskan lagi (didihkan)
sebentar akan timbul bau mustard oil spesifik

S
RNH2 + CS2

RNH2 -C

SH HgCl2

S
R-NC

+HCl
SHgCl

1. Amin primer aromatis


Reaksi indofenol : berlaku untuk amin primer
aromatis, dimana tempat para tidak terisi
gugus lain.

+ HCl + phenol + NaOCl + ammonia (basa) terbentuk warna


CH3

CH3
N

NH2 +

OH

CH3

CH3

H3C

[O]
N

H3C

NH

NH

OH

Leuco Indofenol

H3C

OH

N
H3C

N
Chinolid

=O

2. Reaksi warna azo


Kebalikan dari reaksi untuk fenol yang laluPada
amin ditambahkan suatu fenol terbentuk warna
merah pada azo
3. Dengan p DAB HCL : membentuk warna jingga
( ehrlich)
4. Dengan lignin (korek api)
Batang korek api dicelupkan dalam hcl pekat
Kemudian
batang korek api masukkan dalam
GUGUS
KARBOXYL
larutan amin aromatis akan
O membentuk warna
Yaitu
yang dari
mengandung
gugus -C
jingga
korek api.
H
Reaksi terhadap gugus ini ialah didasarkan
atas : O
+ H+
Kesanggupan memberikan ion H+ menjadi -C
membentuk suatu garam dengan suatu basa kuat, H
Dengan Na2CO3/NaHCO3 akan keluar Co2 yang dapat
diperiksa dengan air barit
Dengan natrium thiosulfate dapat mengendapkan belerang
(S)
Dapat membuat suatu ester.

Reaksi khusus

1. Decaroxilasi
Zat + 3n- didestilasi kering dengan aliran H2, Co2
yang keluar dinyatakan dengan air barit.
2. Hydroxamid acid test
Asam carboxilat diubah menjadi asam hidroxamad,
kemudian dengan FeCl3 membentuk garam komplek
berwarna ungu.
O
O
+ SOCl2

R -C

R -C

+ SO + Cl2

OH

Cl

O
+ NH2OH2

R -C
Cl

R -C

+ NaCl + 2H2O

NHONa
NaOH

Reaksi khusus

1. Decaroxilasi
Zat + 3n- didestilasi kering dengan aliran H2, Co2
yang keluar dinyatakan dengan air barit.
2. Hydroxamid acid test
Asam carboxilat diubah menjadi asam hidroxamad,
kemudian dengan FeCl3 membentuk garam komplek
berwarna ungu.
O
O

R -C

+ HCl

NHOH+

NHONa

+ FeCl3

R -C
NHOH+

+ NaCl

R -C

+ 3HCl

R -C
NHO

Pembentukan ester
GUGUS HYDROXY KARBOKSILAT
O

-C
OH
Bedanya gugus ini lebih muda teroksidasi
1. Landwir : dengan FeCl3
Zat + 1 tetes larutan encer FeCl3 membentuk
warna kuning.
Positif untuk : asam oksalat, suksisnat, tartrat,
2. Pembentukan komplek dengan CU
Larutan zat + NaoH (0,5) N + 1 tetes CuSo4
membentuk warna biru tua juga diberikan oleh poly
alcohol.
3. Pemanasan H2SO4 pekat : terbentuk aldehid + Co +
H2O

GUGUS KETO KARBOKSILAT

Mempunyai sifat sebagai keton dan sebagai karrboksil zat.


Reaksi : dengan penambahan FeCl3 terbentuk warna-warna
Cuprifil

ESTER

O
C
OR

Reaksi : 1. Bau spesifik


2. Hydroxamid test terjadi warna

ETER
Methylene oxide
Adalah merupakan hasil kondensasi alcohol dengan
formal dehida.
Reaksi umum : reaksi warna dari labat.
Beberapa mg zat H2So4 pekat +beberapa tetes asam
gallat dalam speritus membentuk warna hijau.
Methoxil
Gugus karbon amida
Reaksi umum : dengan basa encer atau asam encer
membentuk ion NH4 + dapat ditemukan
Reaksi dari biurete :
Zat dalam 2 cc air, ditambahkna beberapa tetes NaOH,
tambahkan larutan CuSo4 (jangan berlebih) terbentuk
warna biru violet.

GUGUS NITRO
-NO2
Reaksi :
1. reduksi sampai terjadi amin primer
Senyawa yang mengandung No2
ditambahkan Zn ditambkan HCl dipanaskan
maka gugus NO2 direduksi menjadi NH2.
2. Terhadap diphenil amin H2so4 pekat
Zat + diphenil amin + H2SO4 pekat
terbentuk warna biru.
Mekanisme:
Reaksi positif untuk :
Nitro alifatis
Nitrat / NO2
Oksidator oksidator
lain

GUGUS ASAM SULFAT- SO3H


Reaksi :
1. Dipijar dengan KOH
Zat + larutan KOH dalam tabung reaksi dipanaskan
dengan api kecil sampai kering kemudian api dibesar
kan sampai kering.
Sisa + H2So4 + asam asetat + 1 tetes sol iodid aquosa
+ lsarutan Ba (No3)2 terbentuk endapan BaS04
berwarna putih.

I2
HSO3H + 2 KOH ROH + K2SO3
Reaksi :
+ H2O
Oksidasi
K2SO3 K2SO4 + H2O
K2SO4 + Ba(NO3)2 BaSO4
+ 2KNO3

2.Pembuatan ester dengan H2SO4


GUGUS BENZOIL

Esterifikasi dengan methanol + H2SO4 terjadi metyl


benzoate yang dapat dikenal dari baunya.
GUGUS BENZIL
Dengan formalin H2SO4 dipanaskan
terjadi macam-macam warna merah
anggur.

GUGUS INTI BENZEN


Reaksi Querbet
Zat + HNO3 pekat berasap, uapkan hati-hati diatas
water bath, sisanya dilarutkan dalam sedikit alcohol
+ HCl + Zn powder yang dengan pemanasan akan
tereduksi menjadi amin aromatis, yang dapat
ditentukan dengan reaksi diazo membentuk warna
merah orange.
Reaksi Ramwez
Zat + KNO3 ( 2x sebanyak zat) + 1 cc H2SO4
dipanaskan diatas water bath selama jam, setelah
dingin diencerkan dengan air dan dialkoholisiskan
dengan NH4OH kemudian pada larutan ini di
tambahkan larutan encer dari Na2S / (NH4)2S
membentuk lapisan merah coklat.

Analisa kation
Gutzeit test
Zat

Zn

HC
l

AsH

AsH

Kuning

AgNO
3

AsAg.3
AgNO3
Hitam

Bila zat mengandung unsur S maka akan keluar H2S dan ini
dapat dicegah dengan kapan Pb asetat membentuk PbS
bewarna hitam.

Bila zat mengandung unsur Pb, dimana akan tereduksi


menjadi SbH3 dan ini juga bereaksi dengan AgNO3 menjadi
hitam, maka sebagai reduktor dsini dipakai Al + KOH---Sb---- Logam Sb.

Zat digerus
dengan HNO3
16 N

NH4

Zat

NaOH

H2O

Larutan zat
dinetralkan
dengan HCl

Endapan
dilarutkan
dalam NaOH 10
% Pemijaran

Endapan kuning
AsH3
CH3OO
H

Endapan
merah
coklat

Endapan
Kuning

Dialkiri gas H2S


Logam
Al

AgNO

AsH
3

dengan kertas saring


pakai larutan AgNO3
terbentuk endapan
hitam.

menguap dan berbau bawang

Hg
Pada pemijaran mengkilat dan menyublin
Zat dilarutkan dalam asam asetat
kemudian larutan ini diperiksa dengan
beberapa cara :
Kawat Cu dicelupkan pada larutan,
terlihat bagian yang mengkilap, disebut
dengan amalgam
Larutan + KI terbentuk endapan merah
(HgI2).
Larutan + 1 tetes larutan SnCl2 yang baru
terbentuk endapan hitam coklat.
Zat + HCl dipanaskan, dialiri gas H2S
terbentuk endapan HgS.
Endapan dilarutkan dalam air raja + SnCl2
terbentuk endapan hitam abu-abu

NH4+

Zat + NaOH dipanaskan keluar NH3 dengan lakmus


merah akan berubah menjadi biru.
Larutan encer dari zat + NaOH + beberapa tetes reagen
Neissler terbentuk endapan putih

Ag

Dilakukan reaksi-reaksi terhadap sisa pijar yang telah


dilarutkan

Ag

HCl

Ag

KI

Ag

K2Cr
O4

AgCl Endapan putih


AgI2 Endapan Kuning Coklat

Ag2CrO
4

Pb
Larutan dalam H2SO4
dil

K2Cr
O4

PbCr
O4

Larutan dalam HCl dil


dipanaskan

K2Cr
O4

PbCr
O4

Dengan iodide terbentuk endapan PbI2 warna kuning


yang dapat dilihat dibawah mikroskop seperti plat.

Bi
.Warna sisa
pijar

:Kuning

Panas
:
Jingga

Dingin

Bi + Kristal K 2 SO 4 + H 2 SO 4

Kristal

Larutan dalam HCl + KI


endapan
orange
+ KI berlebih akan
larut
Cinchon
Warna orange
Larutan asam lemah
KI

Larutan dalam
asam

I2

in

BiI3

kemudian berubah menjadi merah BiOI

Sb

Sn

Ditambahkan
asam
Phosphomolybdat
Larutan Sb yang
bebas dari nitrat

Warna biru
1 tetes
HCl
pekat

Dimasukkan kawat
Pt
1tetes larutan pada
kertas sublimat

Warna hitam

anilin

Sn mereduksi Fe+++ menjadi Fe++; Fe


berwarna merah.

Cu

Ditambahkan 1
tetes HCl 25%
Larutan dalam
asam

1 butir
logam
Zn

++

Warna Coklat

dalam dimethyl glyoxim ammon

Warna Violet

Warna Coklat

ditizon dalam
tetra chlor (CCl4)

Warna Hijau
Coklat kuning

Fe

Larutan zat + Larutan KCNS


merah darah.

warna

Larutan zat + HCl encer + K4Fe(CN)6


biru berlin K4[Fe(CN)6]3.
Larutan zat + (NH4)2S
endapan hitam
yang larut dalam HCl dil.

Ca

Larutan dalam HCl dil + NH4OH 4N sedikit berlebihan


+ sedikit Kristal K4Fe(CN)6
endapan
Larutan zat dalam HCl putih.
2N di uapkan sampai kering ,
sisa dilarutkan dalam air + NH4 oksalat
endapan putih.
Larutan zat dalam asam asetat + NH4 asetat terbentuk
endapan yang tak larut dalam NH4OH atau asam
asetat .
Larutan zat dalam air + Na Tartrat
endapan
putih, dapat dilihat dibawah mikroskop.

Mn

Larutan zat dalam HNO3 2N + Na


bismutat, aduk dan saring , filtrate
berwarna paars.
tetes larutan
Mn ditambahkan 1

1 tetes larutan Mn ditambahkan 1 tetes KOH 2N


+ benzidin asetat + 1 tetes asam asetat 2N
warna biru.

Zn

Sisa pijar
Larutan
zat

Ho
t

Col
d
endapan
kuning
hijau

K3Fe
(CN)6

Bila ditambahkan asam asetat akan larut

Larutan
zat dalam
NaOH

Larutan
zat

ditizon
dalam CCl4
NH4OH

Warna merah violet


Endapan putih

yang larut dalam NH4OH berlebi

Mg

Larutan zat + NaOH / NH4OH sampai alkalis terbentuk


endapan putih dari Mg (OH)2, yang larut dalam garam
ammonium , misalnya NH4Cl.
Larutan zat + NaOH / NH4OH sampai alkalis terbentuk
endapan putih dari Mg (OH)2, yang larut dalam garam
ammonium , misalnya NH4Cl.

Al

Larutan
zat
Larutan
zat

NH4OH

endapan putih
Al(OH)3

endapan putih
Al(OH)3
Larut dalam NaOh berlebihan
NaOH

Sr

Co

Sisa pijar dibasahi dengan HCl pekat , nyala


apinya berwarna merah anggur.
1 tetes larutan zat ditarok diatas objek glass
uapkan sampai kering + 1 tetes HNO3 pekat
terbentuk Kristal segi delapan , segi enam dan
segi tiga dari Sr (NO3)2.
Larutan zat + (NH4)2CO3 terbentuk endapan putih
Sr CO3 yang larut dalam asam asetat.
1 tetes larutan zat Larutan zat + NaOH terbentuk
endapan Co(OH)2 ungu merah.
+ 1 tetes aceton + NH4CNS terjadi warna hijau
Larutan zat + NaOH terbentuk
endapan Co(OH)2
biru .
ungu merah.
Larutan zat + (NH4)2S terbentuk endapan hitam
CoS, yang tak larut dalam HCl , H2SO4, asam
asetat encer tapi larut dalam HNO3 pekat.

Ni

Cr

Larutan zat + NH4OH + dimethyl glyoxim


terjadi warna merah .
Larutan zat + NaOH terbentuk endapan hijau
dari Ni(OH)2.
Larutan zat + KCN terbentuk endapan hijau
Ni(CN)2 yang larut dalam KCN berlebih
membentuk K2Ni(CN)4.
Larutan zat + NaOH terbentuk endapan hijau abu-abu
Cr(OH)3 yang larut dalam NaOH berlebih.
Larutan zat + NH4OH terbentuk endapan hijau abu-abu
Cr(OH)3 yang larut dalam NH4OH berlebih membentuk
komplek yang berwarna ungu dari Cr(NH3)6(OH)3.

Larutan zat + Na2HPO4 membentuk endapan CrPO4


berwarna hijau, yang tidak larut dalam asam cuka
tapi larut dalam asam mineral.

1 tetes larutan zat ditarok diatas objek


glass + 1 tetes Na Cobalti nitrit Na3Co(NO2)6
membentuk Kristal kuning.

Larutan zat + asam pikrat


membentuk kristal jarum yang
kasar.
Larutan zat + Zn uranyl acetat maka
lama-lama terbentuk Kristal seperti
permata .(jarang).
Pemijaran dengan kawat Pt membentuk nyala
ungu

N
a

Pemijaran dengan kawat Pt membentuk nyala


kuning.
Larutan zat + Zn uranyl acetat , segera terbentuk
Kristal seperti permata.
Larutan zat + K hidrostibiat (K2H2Sb2O7)
membentuk endapan putih Na2H2Sb2O7.

ANALISA ANION
CO3= : Larutan zat dalam air ditambahkan H 2SO4 2N
mengeluarkan gas CO2 yang dengan larutan Ba(OH) 2
akan memberikan endapan putih dari BaCO 3 atau
dengan Ca(OH)2 terbentuk endapan CaCO 3 putih.
SO4= : Larutan zat dalam air ditambahkan HCl encer
+ larutan BaCl2/ Ba (NO3)2 terbentuk endapan putih
dari BaSO4 yang sukar sekali larut.

S=: Larutan zat dialkaliskan dengan NaOH 2 N +


larutan Natrium Nitroprusid terjadi warna ungu.
PO4-3 : 1. Larutan zat dalam air + HNO3 encer
+ NH4 molybdat terjadi endapan kuning.
2. Larutan zat dalam air + HNO3 encer + Mg
mixture terjadi endapan putih.
NO2- : 1. Larutan zat diasamkan dengan asam
asetat 6N + larutan thio ureum 10 %, biarkan 5
menit , asamkan dengan HCl encer + 1 tetes
larutan FeCl3 terbentuk warna merah.
2. Larutan zat diasamkan dengan HCl encer +
1 tetes asam sulfanilat + 1 tetes larutan beta
naphtol dalam NaOH terjadi berwarna merah .

NO3- :1. Larutan zat dalam air + 1 tetes


larutan diphenyl amin dalam H2SO4 pekat
terbentuk warna biru tua.
2. 1 tetes larutan zat + 4 tetes larutan
fluoroglucin dalam H2SO4 pekat terbentuk
warna merah darah.
Oxalat: larutan zat dalam air diasamkan
dengan asam asetat 6 N + 1 tetes larutan
CaCl2 terbentuk endapan Ca Oxalat berwarna
putih.
Citrat : Zat + H2SO4 pekat dipanaskan sampai
mendidih, setelah dingin + air + NaOH
sampai alkalis + larutan Na nitro prussid yang
dibuat baru membentuk warna merah.

Asetat :1. Larutan zat dalam aur + larutan


FeCl3 terbentuk larutan merah
dipanaskan terjadi endapan putih.
2. Zat padat + CaCO3 dalam tabung
reaksi yang diatasnya diberi kertas saring
yang dibasahi dengan larutan jenuh dari
nitrobenzal dehyd dalam NaOH 2 N, maka
aceton yang terjadi akan menguap dan
bereaksi dengan kertas tadi membentuk
warna biru hijau.