Anda di halaman 1dari 46

SAMBUNGAN

BAUT

DATA TOTAL

DATA MESIN

Robot
7%

KERUSAKAN PART

Lain-lain
Vacuum 8%
3%

TR
7%

LC
7%

C/V
44%

LF
11%

M/C
24%

Total Frekuensi Kerusakan = 175 kali

Bracket
4%

Sensor
12%

Contactor
3%
Motor
3%
Hose/Pipa
3%
Cylinder
5%
Setting
5%
Program
Kabel
6%
8%

OCR
14%

Baut
16%
Chain/belt
10%

Total Frekuensi Kerusakan = 175 kali

TEORI DASAR

ULIR, BAUT DAN MUR

1. Ulir
1.1 Apakah Ulir itu?
Apabila kita memutar ulir pada permukaan kaleng secara tegak lurus, maka ia akan dapat membuat lubang. Apabila untuk
membuat lubang tersebut ulir di putar ke kanan, maka disebut ulir kanan atau ulir laki. Namun apabila sebaliknya, maka
disebut ulir kiri atau ulir perempuan.

Ulir Kanan

Ulir 1 jalur

Mur Ulir Kanan

Ulir 2 jalur

Ulir 3 Jalur

Mur Ulir Kiri

Ulir Kiri

Lead
Adalah Jarak satu kali putaran ke arah shaft dikali jumlah garis lengkung
Lead ( L ) =Pitch ( P ) X Jml garis (N )
Perbandingan diameter lubang yang dihasilkan dengan diameter ulir
Ulir bagian luar yang paling tinggi dan terdekat dengan kaleng dan ulir paling dibawah dibandingkan dengan diameter
shaft center sudut tegak lurus.

Diameter luar

L
A

b
d

Sudut

c
a

Yang dipakai
Diameter
dalam

Pictch

TEORI DASAR

ULIR, BAUT DAN MUR

1.2. Jenis-jenis Ulir


Skrup Segitiga
Ulirnya berbentuk segitiga.Ulir ini digunakan untuk pemasangan mesin atau mengontrol posisi mesin.
Maka ukuran baut ini menggunakan miter. Baut ini disebut jenis wheat wared.

1. Baut matrix
Ukuran baut luarnya disebut dengan pitch dan 1 ulirnya adalah 60matrix
baut seperti ini biasanya disebut dengan matrix baut tipis dan kodenya adalah M.

2. Baut unified

Sebutannya adalah baut ABC dan ukuran yang digunakan adalah inch perbandingan nilainya yaitu 1 ulir saluran
pitch dan sudut ulirnya 60.kodenya adalah R.

3. Baut wheatwared

Baut ulir sudutnya 55

Dan ukuran kodenya sama dengan unified baut. kodenya adalah W

4. Baut untuk pipa


Digunakan untuk pipa. Fungsinya bisa melindungi air, oli dan untuk pipa sejajar menggunakan tape baut.

Skrup Segi empat

Bentuk baut ulirnya segi empat dan pada segi tiga daya tahannya kecil maka untuk perpindahan daya tenaga
digunakan jack/press baut.

Sekrup Tangga
Baut seperti ini disebut baut segi tiga. dari pada baut segi empat baut ini mudah di buat dan digunakan
ditempat yang tenaganya berpindah-pindah. ulir sudutnya miter 30

Baut bergerigi
Baut Bulat
Baut ulir yang bentuknya bulat digunakan ditempat yang bertenaga besar. walaupun berdebu atau kemasukan
pasir tak pengaruh.

Wheatwared baut.

Baut Tangga

Baut tape

Baut Segitiga

Baut bulat

Baut segiempat
Baut bola lampu

Baut Gigi

TEORI DASAR

ULIR, BAUT DAN MUR

1.3. Model skrup / ulir.


Model dan jenis skrup dan untuk angka pitch atau 25.4 mm dari ini jumlah ulir baut catat seperti dibawah ini.

Kalau baut kodenya pitch MM


Kode jenis baut

X Pitch Contoh

Angka baut

M 20 X P3

* Baut biasa miternya prinsip dasarnya buang pitch.


pada pitch ini terlihat dari jumlah ulir (kecuali baut utk pin)
Kode jenis baut

Angka baut

ulir Jml ulir

* Untuk baut pipa tidak sesuai jumlah ulir.


Diameter ulir
Angka baut OK singkat
- Jml ulir

contoh

Baut kode jenis

TW 20 ulir 6

Contoh

1/3 -13 UNC

* Tidak perlu sangka dan bisa menolakkan jumlah ulir.


Arah tutup, garis tutup, Urutan Kelas.
kiri 2baris M30 X 2 - 2

Garis matrix biasa atau baut tipis


( M30 X 2 ) 2kelas

Urutan kelas
No.4 - 40UNC - 2A

Kanan 1 garis unifie baut biasa


( No.4 - 40UNC ) 2A

Arah tutup Urutan kelas.


kiri M10 - 2/1

Kiri 1 garismatrix baut bisa


( M10) mur 2 kelas, baut 1 kelas.

TEORI DASAR

ULIR, BAUT DAN MUR

2. Baut Dan Mur


Baut segi 6 mudah untuk menyambung mesin , untuk baut segi 4 pada bagian kepalanya berbentuk bulat dan
bentuknya tidak sama dengan pasangan murnya.

2.1. Jenis-jenis Baut


Baut biasa
Baut L
Baut biasa
Jenis baut
Baut tuts: Yang sering untuk bongkar dan pasang.
Baut khusus
Baut untuk pondasi : Baut ini untuk menempatkan struktur mesin
Kedudukan baut : Menjaga jarak posisi mesin dengan memakai potongan pipa yang sesuai
Baut I : Untuk menarik baut.
Baut T berlobang: Bentuk lubangnya ada di kepala sehingga cocok untuk memindahkan
Posisi baut.

Baut Segienam

Set bolt

Baut untuk pondasi

Baut kepala

Baut T home

Baut kecil dan scruset


*Baut kecil : ukuran dibawah 8mm cocok untuk alat alat kecil atau cover atau pemasangan plat tipis
Atau baut mesin dan bisa diputar dengan obeng pada kepalanya.
*Baut stop : Shaft untuk menetapkan posisi baut agar tidak lepas.

Baut Kecil

Bentuk Kepala baut

Stop baut

Bentuk Kepala baut

TEORI DASAR

ULIR, BAUT DAN MUR

Paku baut kecil dengan taping baut.


Paku baut : Cocok untuk papan, ujung baut ditap dengan drill yang disebut pice
Taping baut : Bahannya tipis dapat membuat lubang ulir sendiri saat dikencangkan,

2.2. Jenis Jenis Mur.


Mur segi 6 : Bentuknya segi 6 dan paling banyak dipakai.
Mur segi 4: Bentuknya segi 4 kebayakan dipakai untuk kayu.
Mur segi 6 ring tipis : Untuk mengontrol posisi center.
Mur Flange : Mur ini pada bagian bawahnya berbentuk segi 6, tapi dibagian atasnya lebih besar.
Mur Cap : Mur ini dipasang untuk mencegah kebocoran.
Mur bulat : Tidak bisa memakai mur segi 6, dan untuk memutar mur ini harus memakai kunci pas
Mur berlubang lubang : Pada mur dipasang pin agar tidak mudah lepas.
Mur kupu kupu : Dikencangkannya dengan tangan.
Mur turn buccle : Pada sisi sampingnya, baut kanan kiri diputar searah jarum jam.

Mur segi 6

Mur kupu kupu


(Mur sayap)

Mur Flange
Mur segi 6
ring tipis

Mur cap
(mur tutup)

Baut berlubang lubang


(Mur mahkota)

TEORI DASAR

ULIR, BAUT DAN MUR

3. Ring / Washer
Washer terpasang dibawah mur dan gunanya adalah :
Baut yang berlubang besar.
Untuk yang bertekanan kecil terbuat dari kayu,karet.dll
Kepala baut atau ditempat mur lekak lekuk
Untuk mengencangkan packing/flange

Washer rata

Washer segi 4

Washer bergerigi

4. Pencegahan Mur Lepas.


Pasang washer (washer spring, washer tempel))
Pasang lock nut
Gunakan pin
Mengikat dengan kawat
Cara dari arah putar.

Washer spring

TEORI DASAR

SPI, PIN DAN SNAP RING

1. Spi
Jenis Key.
Gerigi atau belt puli dll pada shaft putaran pada waktu, bekerja atau mengirim putaran sekalian arah
ke shaft supaya pindah dan biasanya menerima tekanan bahaya dari pada shafter lebih keras.
Dan biasanya menerima tekanan bahaya dari pada shaft yang lebih keras .
Key

: Shaftnya tetap ditempat pada boss lubang key buat masukan key dari situ
putaran daya tenaga tergesekan maka untuk daya tenaga besar tempatnya
tidak cocok.
Key Rata : Hanya key ketemu tempat saja rata maka dari pada key daya tenaganya lebih besar.
Key
: Shaft dengan boss membuat lubang key kemudian isi key.
Key sambung ; Transfer daya key ini daerah shaft ini arahnya ke sambungan daya tengahnya.

2. Pin.

Pencegahan barang lepas pada saat memasang atau mur kendor pakai dan pada arah shafer
pasangnya sudut tegak lurus dan paa pakai tempat guna seperti di bawah ini:
Pin Rata : Waktu menetapkan alat mesin atau keputas posisi.
Pin tape : Pada shaft menetapkan bos
Pin membagi : T/T pinnya garis pecah
Pin spring : Bentuknya panjang dan terbelah dan jika ukuran lubangnya tidak masih dapat
digunakan dengan cara dipukul pakai palu.

Pin membagi

Pin tape

Pin rata.

TEORI DASAR

SPI, PIN DAN SNAP RING

3. Snap Ring
Shaft atau di dalam lubang pakai fungsi spring stop ling arah ke bulat sedikit besarkan atau kurangi
kemudian isi dan shaft atau dilubang pasang supaya tidak lepas untuk menetapkan mesin.
1) Jenis stop ling
Bentuk C stopling

Bentuk E stopling

Bentuk C stopling

Grip stopling

Seperti pada gambar bentuk C stopling ini untuk shafer, lubang adalah 2 jenis,
bentuk E stopling atau grip stopling ini hanya untuk shaft dan pasangnya dari shaft
arahnya tegak lurus.
Grip stopling ini tidak perlu lubang ling Gunanya posisi dimanapun pakai rata rata stop ling ini kecil.

TEORI DASAR

TEGANGAN BAUT

Tegangan baut
1. Tegangan Tarik ( Tensile strength )

3. Tegangan Geser Melintang Ulir

fs

2. Tegangan Geser Torsi ( selama pengencangan )

4. Tegangan Tekuk ( bending stress )

TEORI DASAR

TEGANGAN BAUT

Contoh soal
Menentukan kekuatan baut !
Tentukan beban tegangan yang aman untuk M 30 ,
asumsi tegangan tarik aman adalah 420 kg/cm 2
Jawab :
M 30 = berarti d ( diameter mayor ) = 30
mm
f t = 420 kg/cm2
Dari tabel untuk M 30 stress area 561 mm 2 = 5,61 cm2
Jadi beban tegangan yang aman = A x f
t
= 5,61 cm2 x 420 kg/cm2 = 2356,2 kg

CARA PERAWATAN

KONDISI NORMAL

Kondisi normal pengencangan baut

Kondisi normal pengencangan baut


( 0,6 ~ 0,7 kali nilai C )

Pengencangan terlalu keras menyebabkan


Baut mudah patah, mudah aus, dan memperbesar
getaran

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1. 4. Washer untuk base miring

Gambar 1

Gambar 2

Ditempat base yang miring tidak boleh pasang washer biasa ( gambar 1)
Penambahan plat untuk menghindari kemiringan baut ( gambar 2)

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1. 5. BAUT TERBUAT DARI STAINLESS STEEL


Baut dari stainlesssteel sebelum dipasang harus dibersihkan karena kotoran/debu
Yang menempel dapat menyebabkan baut cepat aus

Aku adalah
Debu !!!

CARA PERAWATAN

KONDISI NORMAL

1. 2. Hilangkan sisa pengeboran

sisa

Membuat chamfer
Nilai Round = 0,08 R
chamfer = 0,3 R

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1. 3. Hubungan antara kemiringan baut dengan kekuatan

Sudut kemiringan baut

Semakin miring sudut pemasangan baut, semakin kecil nilai kekuatan baut

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1. 6. PENYEBAB BAUT LEPAS


Penyebab

Gejala

Tindakan

Kurang kencang

Apabila tekanan luar yang besar nut akan lepas


mengikuti ke arah ulir luar baut

* Gunakan torque wrench


* Baut tensioner

Getaran

Adanya getaran horisontal menyebabkan nut goyang


dan bergerak kebawah/keluar

* Pemasangan tempat
yang rata

Menyusutnya
bahan

Adanya daya tekan dari atas dan bawah


menyebabkan material yang diikat oleh baut
menyusut diposisi kepala baut dan nut

* Gunakan plat washer


saat awal pemasangan
* Membuat bagian luar
lebih keras

Ulir tap aus

Pemakaian baut /nut berulang kali,ulir baut aus

* Membuat lubang lagi


kemudian tap ulang
ukuran lebih besar

Creep

Dalam kondisi panas ,bentuk baut berubah


dan daya tahan baut pun berkurang

* gunakan bahan yang


lebih tahan panas
* Mengencangkan
secara periodik

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1. 7. PENYEBAB BAUT PATAH


Penyebab

Gejala

Tindakan

Baut kurang
kencang

Apabila tekanan dari luar lebih besar

Lihat tabel sebelumnya

Bahan baut tidak


kuat

Apabila salah dalam pemilihan bahan

* gunakan bahan yang


sesuai
* gunakan ukuran baut
yang lebih besar
* saat design mempertim
bangkan masalah kekuat
an bahan.

Kondisi lingkungan
yang korosif

Apabila ulir aus

* gunakan bahan yang


sesuai ( SUS atau melapisi bahan anti karat

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.8. CARA PENCEGAHAN BAUT LEPAS


Cara

Keterangan

Spring washer

Mengkombinasikan fungsi spring

Double nut

Menambah daya tekan diantara 2 nut

Friction nut

Menambah daya tekan dengan friction nut

Spring nut

Meningkatkan daya tahan dengan adanya efek spring

Pin

Memasang pin supaya baut tidak berputar

Lock nut

Menambah gaya gesek diantara bagian atas nut dengan


ulir baut

Loctite

Menempelkan baut dan nut secara reaksi kimia

Welding

Mengikat nut dengan baut dengan mengelas bagian


tersebut

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1. 9. JENIS BAHAN BAUT DAN NUT


Lingkungan Penggunaan Baut
Ranking Lingkungan Getaran Penggantian
berkarat
periodik
A
B
C

Bahan Baut

Bahan Nut

Bahan Washer

SCM 435

S45CH

S45CH

SUS 420 J2

SUS 304

SUS 304

SUS 304

SUS 304

SS400

SS400

SS400

SCM 435

S45CH

S45CH

SS400

SS400

SS400

Stainless steel

CARA PERAWATAN

1.10. PEMERIKSAAN BAUT

Marking nut

* Memeriksa kekencangan baut dengan cara memukul


* memukul baut sesuai arah putar pengencangan baut

KONDISI NORMAL

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.11. POSISI BAUT

Gbr. 1
Nut kendor tidak terlihat ( Gbr 1 )

Gbr. 2
Nut lepas tidak terlihat ( Gbr 2 )

* Posisi baut dibalik agar pemeriksaan dapat dilakukan

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.12. WELDING BAUT

Gbr 1

Gbr. 2

Contoh NG (Gbr1)

Contoh OK (Gbr2)

Welding diatas (panas)


struktur baut berubah pada kondisi
daya tarik tinggi

Welding disamping (tambah


plat)

* Biasanya baut daya tarik tinggi tercantum angka 8 dibagian kepala baut

CARA PERAWATAN

KONDISI NORMAL

1.13. DOUBLE NUT

* Jika menggunakan nut yang berbeda besarnya, nut yang lebih tebal
dipasang di atas

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.14. UKURAN YANG SESUAI

Nama

Dia.

Pitch

NUT
Baut

* Contoh penggunaan ukuran yang salah ( spec mm dengan Inch )

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.15. PEMASANGAN SET BOLT

* Di shaft harus dibuat alur esuai dengan bentuk setbolt

CARA PERAWATAN

1.16. PEMBUATAN TAP

KONDISI NORMAL

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.17. KEKUATAN BAUT DAN NUT

Kekuatan
Nut
Kekuatan
baut

10

12

3,6
4,6
4,8

3,6
4,6
4,8
5,6
5,8

6,8

8,8

8,8
9,8

10,9
10,9

12,9

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.18. PEMASANGAN SPRING WASHER

TERKIKIS

Spring washer tidak boleh dipakai ulang, karena spring washer terkikis saat
digunakan

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.19. JARAK PIN


Standar gap key ( mm )
Jarak (celah)

Lebar pin

3 ~ 24

25 ~ 70

80 ~ 120

130 ~ 200

jarak

0,1 ~ 0,5

0,2 ~ 0,8

0,3 ~ 1,0

0,5 ~ 1,4

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.20. PEMASANGAN SPLIT PIN

NG
karena dipukul
dapat cepat patah

NG
terlalu pendek

* Kedua ujung harus melengkung

Dipukul

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.21. PEMASANGAN KEY

Material yang akan dipasang key dipanaskan terlebih


dahulu, kemudian key dipasang. Saat memasang key
jangan dipukul ketika material dalam kondisi masih
panas karena dapat menyebabkan retak (crack)

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.22. STANDAR KEDALAMAN TAP

Dia. Luar
baut ( d )

Diameter
lubang
Tap ( d1 )

Baja baja tuang perunggu


prunggu tuang

Besi cor

Al / logam
campuran

CARA PERAWATAN

1.23. SPESIFIKASI BENTUK UJUNG BAUT

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

1.24. SPESIFIKASI HELISERT

KONDISI NORMAL

PERALATAN

CARA PERAWATAN
Kunci Kombinasi

Kunci Inggris

PERALATAN

CARA PERAWATAN
Kunci L

Kunci Pas

Kunci Torsi

PERALATAN

CARA PERAWATAN
Kunci Ring

Vase Grip

PERALATAN

CARA PERAWATAN
Tang Kombinasi

Tang Potong

TINDAKAN

MASALAH
Flat Washer

Baut Lepas
(Kendor)

CONTOH

Flat Washer

Spring Washer
Spring Washer

PENYEBAB
Getaran (Vibration)
Kurang Kencang
Baut Aus

Double Nut
Double Bolt
Lock Nut

Double Nut

Double Bolt

Double Set Bolt

Umur
Lock Tite
Marking

Lock Nut
TANDA
dengan
CAT

Lock
Tite

Metode Pengencangan Baut


PENGONTROLAN BAUT KENDOR
METODE
METODE 1

Penggunaan Spring washer + Flat washer

METODE 2

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Loctite

METODE 3

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Lock nut

METODE 4

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Double Nut

METODE 5

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Lock nut + Loctite

METODE 6

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Double Nut + Loctite

METODE 7

Penggunaan Double Set bolt pada sprocket

Akhiri dengan Marking


( Pemberian Tanda )

Metode Pengencangan Baut


CARA CARA PERBAIKAN ( PENGENCANGAN ) PADA BAUT
No
1

Alat
Plain Washer
Spring Washer
Loctite
Double Nut

Cara
Flat Washer dan spring washer dipasang
bersamaan , bila memungkinkan menggunakan double nut
Sebelumnya diberi loctite
Sesudahnya dibuat marking

Mesin
Lifter Cylinder ( semua jenis )
Transfer ( semua jenis )
Lifter Motor ( semua jenis )
( Bagaian Mesin yang bergerak )

Plain Washer
Spring Washer

Flat Washer dan spring washer dipasang


bersamaan
Sesudahnya dibuat marking

C/V , termasuk bracket


sensor

Lock Nut
Spring Washer

Dipakai setelah bearing

Double Bolt

Khusus untuk jenis baut tanam (set bolt /


stud bolt )

METODE 1

Baut + Plat Washer + Spring Washer + Nut

+
Nut

Spring washer

+
Flat washer

Baut

METODE 2

Baut + Plat Washer


+ Spring Washer + Nut + Loctite

+
Loctite

+
Nut

+
Spring washer

Flat washer

Baut

METODE 3

Double Nut

Baut + Plat Washer + Spring Washer + Double Nut

+
Nut

Spring washer

+
Flat washer

Baut