Anda di halaman 1dari 43

HEMATOLOGI

DASAR

Wira, Raehana Samad, Kusriny


A.Pasinringi

PENDAHULUAN
Hematologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang darah dan komponen yang
terkandung didalamnya.
Darah membentuk 6 sampai 8% dari berat
tubuh total.

Peran Darah
a) Sebagai organ transportasi,
khususnya oksigen (O2)
Hemoglobin, Protein plasma
b). Organ pertahanan tubuh
(imunologik)
Leukosit, Protein plasma.
c). Mekanisme Hemostasis
Trombosit,
Fibrinogen

Darah komponen seluler dan non seluler.


Satu unit darah lengkap sel darah merah,
trombosit, fresh frozen plasma (FFP),
kriopresipitat,
Plasma fraksinasi derivat albumin,
immunoglobulin dan faktor-faktor koagulasi.

Eritrosit

SEL-SEL DARAH

Berbentuk
cakram
bikonkaf, diameter 7,2
mikron, tebal 2 mikron
Membran tipis difusi O2,
CO2
Inti Sel tidak ada
Umur 120 hari, Jumlah
5x1012/L
Eritrosit
matang
mengandung 200-300 juta
hemoglobin.
Hb mengandung 95% besi.

Melakukan fungsi utama mengangkut


oksigen, eritrosit harus memenuhi
kriteria :
Mempertahankan struktur bikonkaf untuk
memaksimalkan pertukaran gas
Berubah bentuk (lentur) agar dapat
masuk kedalam kapiler mikrosirkulasi
yang halus
Memiliki lingkungan internal yang konstan
agar hemoglobin tetap berada dalam
bentuk
tereduksi
sehingga
dapat
mengangkut oksigen.

Membran sel darah merah : lipid, protein, dan


karbohidrat, yang berinteraksi membentuk
struktur dinamis dan fleksibel.
Bobot kering, rasio protein:lipid:karbohidrat
dalam membran sel darah merah adalah
49:43:8.
Membran bersifat semisolid, elastis dan kental .

Lipid Membran RBC


Lipid bilayer, Ekor-ekor hidrofob pada sisi dalam dan
gugus kepala polar hidrofil pada permukaan luar
(ekstra-seluler) atau permukaan dalam (sitoplasma)
Tiga jenis lipid yaitu fosfolipid (50%), kolesterol (40%),
dan glikolipid (10%).
Molekul-molekul lipid bisa berdifusi dengan cepat
dalam monolayer-nya sendiri yang mempertahankan
kecondongan membran kepada sisi tertentu.

Protein Membran RBC


Protein perifer membentuk sebuah jejaring
di bawah lipid bilayer yang disebut rangka
membran (membrane skeleton).
Membran skeleton sel darah merah terkait
dengan lipid bilayer melalui interaksi
spesifik dengan protein trans-membran.
Penemuan terbaru bahwa kompleks RhRhAG
berinteraksi
dengan
ankyrin
sitoskeletal menunjukkan bahwa ada
tempat perlekatan lain antara protein
membran integral dan skeleton rangka
membran.

Karbohidrat Membran RBC

Permukaan ekstraseluler membran sel darah merah,


lingkungan bermuatan negatif
Menjaga sel darah merah agar tidak melekat satu sama lain
dan tidak melekat ke endotelium.
Karbohidrat membentuk glikokaliks, sebuah sawar/batas
bermuatan negatif di sekitar bagian luar membran sel darah
merah.
Sawar ini bisa menjaga agar antibodi imunoglobulin G (IgG),
khususnya IgG yang mengenali antigen-antigen yang
menetap dekat dengan lipid bilayer, tidak berinteraksi
dengan antigen masing-masing.
Glikokaliks mempengaruhi kemampuan antibodi IgG untuk
menyebabkan agglutinasi langsung.

Leukosi
t
Leukosit Yunani,

leukos berarti putih


dan kytos yang berarti sel.
Leukosit Buffy coat,
Pembentukan leukosit sebagian di
sumsum tulang (granulosit, monosit dan
sedikit limfosit) dan sebagian lagi di
jaringan limfe (limfosit dan sel-sel
plasma
Leukosit mengandung inti, rata-rata
jumlah leukosit 4000-11000/mm3
(4.0-11x109/L).

Leukosi
t
Leukosit

Granular

Agranular

Sitoplasma

Granula
spesifik

Tampak
homogen

Inti

Banyak variasi Berbentuk


dalam
bulat atau
bentuknya
berbentuk
ginjal
Neutrofil
Limfosit
Basofil
Monosit
Eosinofil

Sel

Neutrofil

Fungsi utama neutrofil adalah


fagositosis dan pembersihan debris,
partikel dan bakteri serta pemusnahan
organisme mikroba,
Mengaktivasi limfosit dan sitotoksik
Pada saat terjadi infeksi, neutrofil akan
memproduksi
pirogen
yang
mempengaruhi pusat regulasi suhu di
otak sehingga dapat menyebabkan
suhu tubuh meningkat (demam).

Limfosit
Limfosit berjumlah kira-kira 25% dari leukosit yang
bersirkulasi.
Fungsi utama limfosit :
memproduksi antibodi sebagai respon kekebalan
spesifik atau sebagai sel efektor khusus dalam
menghadapi antigen yang melekat pada makrofag,
menghasilkan berbagai limfokin,
faktor kemotaktik untuk makrofag dan faktor
penyebab
peradangan.
Limfosit
memiliki
2 jenis utama yakni, limfosit T dan
limfosit B.
Jumlah limfosit B (10-12%)< limfosit T (70-75%)
Limfosit B Kekebalan humoral , sel plasma
antibodi.
Limfosit T berkembang di timus , berdiferensiasi
Sel T Killer, sel T helper dan sel T memori dan
berperan dalam kekebalan selular

Monosit
Paling besar. Jumlah monosit 3-8% dari total
leukosit.
Morfologi monosit:
Satu nukleus, bersifat motil dan fagositik,
sitoplasma > limfosit, berwarna abu-abu pucat
dan memiliki inti berbentuk lonjong seperti
ginjal atau tapal kuda, diameter 12-18 m.
Monosit prekursor makrofag jaringan.
Monosit muda mempunyai kemampuan yang
sangat kecil untuk melawan infeksi, tetapi
setelah
memasuki
jaringan,
ukuran
diameternya akan mulai membesar dan
meningkat
hingga
5x
lipatnya
sampai
berukuran 80 m.
Masa edar dalam aliran darah 1-3 hari
jaringan di seluruh tubuh makrofag.

EOSINOF
IL
Jumlah 1-4 % leukosit darah, diameter 9 m
(sedikit lebih kecil dari neutrofil).
Inti biasanya berlobus dua. Mempunyai
granula ovoid dengan eosin asidofilik,
Pergerakan amuboid, dan mampu melakukan
fagositosis, lebih lambat tapi lebih selektif
dibanding neutrofil
Fagositosis kompleks antigen dan antibodi, ini
merupakan fungsi eosinofil untuk melakukan
fagositosis selektif terhadap kompleks antigen
dan antibodi

Basofil
0-1% leukosit darah, diameter 12 m,
berinti satu,
Umumnya bentuk huruf S, sitoplasma
basofil terisi granul yang lebih besar,
dan seringkali granul menutupi inti.
Granula basofil metakromatik dan
mensekresi histamin dan heparin,
dalam
keadaan
tertentu
basofil
merupakan sel utama pada tempat
peradangan
ini
dinamakan
hipersesitivitas kulit basofil.

TROMBOS
IT

Ditemukan pertama kali tahun 1860 oleh Zimmerman,


Sel darah tanpa inti yang berdiameter sekitar 1,5-3,0
m dengan volume sekitar 7 fL.
Permukaan trombosit terdiri atas membran glikoprotein
(GP), glikolipid, mukopolisakarida dan protein plasma .

Fungsi trombosit dalam hemostasis adalah


sebagai adhesi, agregasi, sekresi (melepaskan
kandungan dalam granula alfa dan granula dense
serta
lisosom)
dan
aktifitas
prokoagulan
trombosit.

PLASMA DARAH

Plasma adalah cairan darah ( 55 % )


sebagian besar terdiri dari air ( 95%), 7%
protein, 1% nutrien .
Terdapat Protein Plasma Albumin dan
Gamma globulin yang berguna untuk
mempertahankan tekanan osmotik koloid,

Gamma
globulin

antibodi
( imunoglobulin ) seperti IgM, IgG, IgA, IgD,
IgE
Plasma
juga
terdapat
zat/faktor-faktor
pembeku darah, komplemen, haptoglobin,
transferin, feritin, seruloplasmin, kinina,
enzym, polipeptida, glukosa, asam amino,
lipida, berbagai mineral, dan metabolit,
hormon dan vitamin-vitamin.

PRODUKSI DARAH DAN


KOMPONEN DARAH TRANSFUSI
Darah lengkap /
WB

Berisi : sel darah merah, lekosit


trombosit dan plasma
Satu unit kantong darah WB berisi 450
mL darah dan 63 mL antikoagulan.

DiIndonesia satu kantong darah


lengkap berisi 350 mL darah dengan 49
mL antikoagulan.
Hemoglobin sekitar 12 g/ml, hematokrit
35%-45%.

Darah lengkap /
MenurutWB
masa simpan invitro ada 3 macam WB
yaitu
1. darah segar < 6 jam sesudah pengambilan
2. darah baru Darah yang disimpan 6 jam
sampai 6 hari
3. darah simpan Darah simpan yaitu darah
yang disimpan lebih dari 6 hari.
. Indikasi : Kehilangan darah akut dengan
hipovolemia,
Transfusi
tukar,
pasien
membutuhkan transfusi sel darah merah
dimana konsentrat atau suspensi sel darah
merah tidak tersedia.
. Kontraindikasi risiko volume overload pada
pasien dengan
anemia kronik, dan gagal
jantung

Packed Red Cells atau Red Blood


Cells (RBC)
Konsentrat eritrosit dari WB yang disentrifugasi
atau dengan metode apharesis.
Setiap unit PRC mempunyai volume kira-kira
128-240 mL, tergantung pada volume kadar
hemoglobin donor dan proses separasi
komponen awal.
Hematokrit sekitar 50-80%, mengandung
hemoglobin 42,5-80g/dL dan kandungan Fe
147-287 mg.
Satu unit PRC diperkirakan dapat
meningkatkan kadar Hb orang dewasa 1 g/dL
atau 3%, sedangkan dosis pada neonatus
biasanya diberikan 10-15 ml/kg.

Packed Red Cells atau Red Blood


Cells (RBC)
Indikasi : Pasien anemia yang tidak disertai
penurunan volume darah, misalnya pasien
dengan anemia kronik, anemia hemolitik,
leukemia, talasemias, gagal ginjal dan lainlain.
Indikasi mutlak pemberian PRC adalah bila
hemoglobin 5 gr%.
Keuntungan PRC dibandingkan WB adalah
kenaikan hemoglobin dapat diatur sesuai yang
diinginkan, mengurangi kemungkinan reaksi
imunologis, volume darah yang diberikan lebih
sedikit
sehingga
kemungkinan
overload
berkurang dan komponen darah yang lain
dapat diberikan pada pasien lain

Sel Darah Merah Pekat Cuci ( Packed Red


Blood Cell Washed)

Sel darah merah yang dicuci dengan normal


salin memiliki hematokrik 70-80% dengan
volume 180 mL.
Pencucian dengan salin membuang hampir
seluruh plasma (98%), menurunkan
konsentrasi leukosit, dan trombosit.
Indikasi mencegah reaksi transfusi alergi berat
yang diperantarai oleh antibodi resipien (IgE)
dengan protein-protein plasma donor.

Sel Darah Merah Pekat dengan Sedikit


Leukosit (Packed Red Blood cell leucocytes
Reduced)
Sel darah merah pekat 1-3 x 109 lekosit.,
American Association of blood bank standard
for transfusion services kurang dari 5 x 106
leukosit/unit,
Indikasi untuk meningkatkan jumlah sel darah
merah pada pasien yang sering mendapat/
tergantung pada transfusi darah dan preventif
reaksi transfusi demam non hemolitik, panas
yang berulang dan reaksi alergi yang
disebabkan oleh protein plasma atau antibodi
lekosit, mencegah aloimunisasi antigen Human
leukocyt antigen (HLA)

Sel Darah Merah Pekat dengan Sedikit


Leukosit (Packed Red Blood cell leucocytes
Reduced)
Sel darah merah pekat 1-3 x 109 lekosit.,
American Association of blood bank standard
for transfusion services kurang dari 5 x 106
leukosit/unit,
Indikasi untuk meningkatkan jumlah sel darah
merah pada pasien yang sering mendapat/
tergantung pada transfusi darah dan preventif
reaksi transfusi demam non hemolitik, panas
yang berulang dan reaksi alergi yang
disebabkan oleh protein plasma atau antibodi
lekosit, mencegah aloimunisasi antigen Human
leukocyt antigen (HLA)

Sel darah merah pekat beku yang dicuci


( Paked red blood cell Frozen/ Packed red
blood cell deglycerolized)
Sel darah merah beku ini dibuat dengan
penambahan gliserol 40% suatu sediaan
krioprotektif terhadap darah yang usianya
kurang dari 6 hari.
Darah ini kemudian dibekukan pada suhu
minus 65o atau minus 200oC (tergantung
sediaan gliserol) dan dapat disimpan selama
10 tahun.
kandungan sel darah merah minimal 80% dari
sel darah merah asal.
Indikasi dapat dipakai untuk menyimpan
darah langkah.

Trombos
it
Konsentrat trombosit berasal dari WB dengan
kandungan > 55x109 trombosit
Transfusi 1 unit konsentrat trombosit 500010.000/mL.
Apheresis 4-6 unit konsentrat trombosit.
Indikasi
:
mencegah
dan
mengatasi
perdarahan pasien trombositopenia dan pasien
yang mengalami gangguan fungsi trombosit.
Kontraindikasi transfusi
trombosit untuk
pasien dengan trombositopenia autoimun atau
TTP, ITP, DIC, kecuali untuk life saving.

Granulos
it
Komponen granulosit dapat diperoleh secara
sentrifugasi maupun apheresis.
Transfusi komponen granulosit jarang dilakukan,
mengingat pesatnya perkembangan antibiotika,
kekhawatiran timbulnya reaksi transfusi.
Kondisi pasien yang dapat dipertimbangkan
yaitu neutropenia berat (<500/mL), demam
yang tidak respon terhadap antibiotika, dan
hipoplasia myeloid.

Fresh Frozen
Plasma (FFP)
Plasma segar beku berisi plasma, semua faktor
pembekuan stabil dan labil, komplemen albumin dan
globulin.
FFP adalah Plasma yang disimpan pada suhu < -18 oC
dalam 6 jam setelah pengambilan disebut sebagai FFP
yang dapat disimpan hingga 1 tahun.
Indikasi utama transfusi FFP adalah pada defisiensi faktor
pembekuan dengan gangguan hemostatik yang belum
diketahui faktor pembekuan yang menjadi penyebabnya
atau terjadi defisiensi multiple.
Transfusi FFP digunakan pada transplantasi dan penyakit
hepar, perdarahan massif, disseminated intravascular
coagulation (DIC), mengatasi efek warfarin, dan pada TTP

Kriopresipit
at
Kriopresipitat adalah FFP yang telah dicairkan
pada suhu 1-6oC, supernatant dipisahkan dan
sedimennya di refrozen.
Volume I unit kriopresipitat 10-15 mL
mengandung 80-100 unit F VIII, F XIII, 100-250
mg fibrinogen, 40-70% fWF dan sejumlah kecil
antibodi A dan anti B.
Supernatan dari FFP dapat menjadi albumin,
dan immunoglobulin.
Indikasi transfusi kriopresipitat adalah Hemofilia
A, defisiensi fibrinogen, von Willebrand disease.

Liquid
Plasma
Liquid plasma adalah plasma yang telah
dipisahkan dari WB dan disimpan pada suhu 4oC.
Tidak mengandung faktor pembekuan labil (faktor
V dan faktor VIII).

ALASAN TRANSFUSI
Transfusi darah merupakan salah satu bagian
penting pelayanan kesehatan modern.
Indikasi tepat transfusi darah dan komponen
darah adalah untuk mengatasi kondisi yang
menyebabkan morbiditas dan mortalitas
bermakna yang tidak dapat diatasi dengan
cara lain.
Alasan transfusi darah adalah :
a. Mengembalikan dan mempertahankan suatu
volume peredaran darah yang normal
b. Mengganti kekurangan komponen seluler
atau kimia darah.

PENUTUP
Hematologi adalah ilmu tentang darah dan
jaringan pembentuk darah yang merupakan
salah satu sistem organ terbesar didalam
tubuh.
Darah membentuk 6 sampai 8% dari berat
tubuh total. Darah terdiri atas dua komponen
utama yaitu 55% plasma dan 45% sel-sel
darah. Sel-sel darah terdiri atas 44% eritrosit,
1% terdiri dari leukosit dan trombosit. Plasma
darah mengandung 91,5% air dan 8,5% solut
yang terdiri dari albumin 55%, globulin 38%
dan fibrinogen 7%. Solut yang lain terdapat
dalam jumlah kecil adalah elektrolit, hormon,
nonprotein nitrogen, dan gas-gas respirasi.

Darah terdiri dari komponen seluler dan non


seluler yang memiliki fungsi beragam. Satu
unit darah lengkap dapat dipisahkan dalam
terapi transfusi darah menjadi sel darah
merah, trombosit, fresh frozen plasma (FFP),
kriopresipitat, sedangkan plasma dengan
proses fraksinasi akan didapatkan beberapa
derivat antara lain albumin, immunoglobulin
dan faktor-faktor koagulasi. Penggunaan
darah untuk transfusi selalu dilakukan secara
rasional dan efisien yaitu dengan memberikan
hanya komponen darah/ derivat plasma yang
dibutuhkan saja.