Anda di halaman 1dari 15

Spermatogenesis and

Oogenesis

Spermatogenesis
Pengertian
Proses pembentukan sel spermatozoa
Terjadi di organ kelamin (gonad) jantan yaitu
testis di tubulus seminiferus
Diatur oleh hormon gonadotropin dan
testosteron.

Tahap pembentukan spermatozoa dibagi tiga tahap,


yaitu :
1. Tahapan Spermatocytogenesis
Spermatocytogenesis merupakan
spermatogonia yang mengalami mitosis berkalikali yang akan menjadi spermatosit primer
Spermatogonia tipe A membelah secara mitosis
menjadi spermatogonia tipe B
Spermatogonia tipe B membeleh beberapa kali,
lalu menghasilkan spermatosit primer yang
masih bersifat diploid

2. Tahapan Meiois
Spermatosit primer mengalami meiosis I
menghasilkan spermatosit sekunder yang n
kromosom (haploid)
Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi
secara
meiosis
II
membentuk
empat
buah spermatid yang haploid juga

3. Tahapan Spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid
menjadi spermatozoa
Hasil akhir berupa empat spermatozoa (sperma)

Pematangan spermatozoa terjadi pada vas


diferen dan pada epididimis

Pg. 985 Campbell

Page 985 Campbell

Hormon-Hormon yang Berperan Dalam Spermatogenesis


Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh
kerja beberapa hormon, diantaranya:
LH (Luteinizing Hormone), merangsang sel leydig untuk
menghasilkan hormone testosteron,dimana
androgen/testosterone memacu tumbuhnya sifat kelamin
sekunder
FSH (Folicle Stimulating Hormone), merangsang sel Sertoli
untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang
akan memacu spermatogonium untuk memulai
spermatogenesis.

Struktur Sperma

Oogenesis
Pengertian
Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur
(ovum) di dalam ovarium.
Pembentukan sel telur pada manusia dimulai
sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari
fetus perempuan.
Oogenesis terjadi di semua spesies dengan
reproduksi seksual

Proses Oogenesis
Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer
akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap
pertama oosit primer tidak dilanjutkan sampai bayi
perempuaan tumbuh menjadi anak perempuan dan
mengalami pubertas
Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan
mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit
primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya
Oosit primer akan menghasilkan oosit sekunder dan polosit
primer
Oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II namun tidak
sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi

Jika tidak terjadi fertilisasi,


oosit sekunder akan
mengalami degenerasi.
Jika ada sperma yang masuk
dalam oviduct, meiosis II akan
dilanjutkan kembali sehingga
menghasilkan satu ootid dan
satu polosit sekunder.
Polosit primer juga akan
menghasilkan dua polosit
sekunder sehingga akan ada
tiga polosit dan satu ootid
yang akan tumbuh menjadi
ovum dari oogenesis setiap
satu oogonium.

Hormon-Hormon yang Berperan Dalam Oogenesis


Hormon-hormon yang berperan dalam oogenesis diantaranya :

GnRH (gonadotropin releasing hormone), diproduksi di


hipotalamus, kemudian dilepaskan, yang kan menstimulasi
hipofisis mensekresi hormon FSH (folicle stimulating
hormone) dan LH (lutinuezing hormone)
LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan
hormone progesterone dan meransang ovulasi
FSH merangsang ovulasi dan meransang folikel untuk
membentuk estrogen, memacu perkembangan folikel
Estrogen, memacu perkembangan folikel. Hormon prolaktin
merangsang produksi susu

Struktur Ovum

TERIMA
KASIH