Anda di halaman 1dari 47

Karakteristik Sensori

Penglihatan

INDERA

Penglihatan lobus oksipitalis


Pendengaran lobus parietal-temporalis
Pembauan lobus temporalis
Pengecapan thalamus
Keseimbangan cerebrum

FUNGSI MATA :
Sebagai indera penglihatan yang
menerima rangsangan berupa berkas
cahaya pada retina dengan perantaraan
n. optikus dan menghantarkan
rangsangan ini ke pusat penglihatan di
otak untuk ditafsirkan

Fovea Centralis:
- penipisan retina di
tengah Macula lutea
(bintik kuning)

- mrpk Pusat
ketajaman
penglihatan

Retina
TERDIRI DARI 10 LAPISAN (dr luar ke dalam):
1. lapisan pigmen melanin
2. lapisan sel-sel fotoreseptor
3. membran pembatas luar
4. lapisan inti luar
5. lapisan fleksiform luar
6. lapisan inti dalam
7. lapisan fleksiform dalam
8. lapisan sel-sel ganglionik
9. serat saraf mata
10.membran pembatas dalam

6 macam sel di retina


SEL RESEPTOR ( fotoreseptor)
SEL BATANG bayangan hitam putih

- banyak di perifer retina


SEL KERUCUT bayangan berwarna

- banyak di fovea sentralis


SEL HORISONTAL
- Terletak secara lateral menghubungkan
sel kerucut dan sel batang ke satu sama
lain dan ke sel bipolar.

SEL BIPOLAR
Meneruskan sinyal dari fotoreseptor ke sel ganglion.
SEL AMAKRIN
Menghubungkan secara lateral antara sel bipolar dan
sel ganglion atau sel ganglion satu sama lain.
SEL GANGLION
Meneruskan sinyal dari sel bipolar untuk dilanjutkan ke
saraf optikus yang akan di tafsirkan di korteks serebri
(otak) .
SEL INTERFLEKSIFORM
Menyampaikan sinyal dari lapisan fleksiform
dalam ke lapisan fleksiform luar.

Retina
Mengandung: Reseptor penglihatan
- sel Rods (batang)
memp fotopigmen : rhodopsin
- sel Cones (kerucut)
memp fotopigmen : - erythrolabe
- chlorolabe
- cyanolabe

Bayangan Retina
Obyek Memantulkan gelombang
cahaya (berkas cahaya) Dibiaskan
lensa Retina (reseptor)
Berkas cahaya datang 6 m dibiaskan
sejajar ke focus utama
Berkas cahaya datang < 6 m dibiaskan
divergen/ menyebar

Refraksi
Berkas cahaya akan berbelok/ berbias/
mengalami refraksi, bila :
Berjalan dari satu medium ke medium
lain yang berbeda kepadatannya
Kecuali bila jatuh tegak lurus

Sel batang maupun sel kerucut terdiri dari 3


segmen utama , yaitu :
Segmen luar, berhubungan dengan lapisan
pigmen retina. Di dalamnya terdiri dari ratusan
hingga ribuan lempeng yang mengandung
pigmen peka cahaya.
Segmen dalam, mengandung sitoplasma,
mitokondria beserta organela lainnya dan inti.
Mitokondria berperan dalam menye-diakan
energi untuk berfungsinya foto-reseptor.

Badan sinaps, berhubungan dengan sel


neuron berikutnya, yaitu sel bipolar dan
sel horizontal. Di dalamnya banyak
terkandung neurotransmiter.

Fotokimia penglihatan
Rodopsin
monokromatik
sangat peka cahaya

Pigmen kerucut (warna)


penglihatan warna
penglihatan tajam
kurang peka cahaya

Melanopsin
pengenal kuat cahaya

Bahan penting bagi proses fotokimiawi


penglihatan :
1. PIGMEN RHODOPSIN
- Dihasilkan oleh fotoreseptor yang akan
terurai bila terkena cahaya ( absorpsi
energi cahaya).
2. VITAMIN A
- Komponen penting pada zat fotokimia
(sbg prekursor pigmen rhodopsin).

Fototransduksi

TAHAP BERKAS CAHAYA


OTAK
CAHAYA KORNEA AQUEOUS
HUMOR LENSA VITREOUS
HUMOR RETINA SARAF OPTIKUS
& TRAKTUS OPTIKUS KORPUS
GENIKULATUM LATERAL DI TALAMUS
KORTEKS PENGLIHATAN DI LOBUS
OKSIPITALIS.

AKOMODASI ;
- Perubahan bentuk lensa agar bayangan jatuh tepat di
retina.
- Dikontrol : n. II, III, IV dan VI.
- Proses dimana kecembungan lensa mata diperbesar krn
proses aktif otot mata
- Melihat jauh/ istirahat : lensa pipih
Melihat dekat
: lensa cembung
GLAUKOMA :
- Tekanan intraokular meningkat (> 15 mmHg), disebabkan
produksi Aqueus humor berlebihan.

Akomodasi
Proses dimana
kecembungan lensa
mata diperbesar krn
proses aktif otot mata
Melihat jauh/
istirahat : lensa pipih
Melihat dekat
: lensa cembung

Pupil mata
Cahaya gelap :
pengaruh simpatis
kontraksi otot polos
radialis midriasis /
mlebar
Cahaya terang :
pengaruh parasimpatis
kontraksi otot polos
sirkularis miosis
/menyempit

Mekanisme Penglihatan
Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil.
Pupil merupakan lubang bundar anterior di bagian
tengah iris yang mengatur jumlah cahaya yang masuk
ke mata.
Pupil membesar bila intensitas cahaya kecil (bila berada
di tempat gelap), dan apabila berada di tempat terang
atau intensitas cahayanya besar, maka pupil akan
mengecil.
Yang mengatur perubahan pupil tersebut adalah iris.
Iris merupakan cincin otot yang berpigmen dan tampak
di dalam aqueous humor, karena iris merupakan cincin
otot yang berpigmen, maka iris juga berperan dalam
menentukan warna mata.
Setelah melalui pupil dan iris, maka cahaya sampai ke
lensa.

Lensa ini berada diantara aqueous humor


dan vitreous humor, melekat ke otototot
siliaris melalui ligamentum.
Fungsi lensa selain menghasilkan kemampuan
refraktif yang bervariasi selama berakomodasi,
juga berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke
retina.
Apabila mata memfokuskan pada objek yg
dekat, maka otot2 siliaris akan berkontraksi,
shg lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat.

Fungsi lensa selain menghasilkan


kemampuan refraktif yang bervariasi
selama berakomodasi, juga berfungsi
untuk memfokuskan cahaya ke retina.
Apabila mata memfokuskan pada objek
yang dekat, maka otototot siliaris akan
berkontraksi, sehingga lensa menjadi
lebih tebal dan lebih kuat.

Dan apabila mata memfokuskan objek yg jauh,


maka otot2 siliaris akan mengendur dan lensa
menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Bila cahaya sampai ke retina, maka sel2 batang
dan sel2 kerucut yg merupakan sel2 yg
sensitif terhadap cahaya akan meneruskan
sinyalsinyal cahaya tersebut ke otak melalui
saraf optik.
Bayangan atau cahaya yang tertangkap oleh
retina adalah terbalik, nyata, lebih kecil, tetapi
persepsi pada otak terhadap benda tetap tegak,
karena otak sudah dilatih menangkap bayangan
yang terbalik itu sebagai keadaan normal.

Sumber cahaya masuk ke mata melalui


korneaMelewati pupil yang lebarnya
diatur oleh iris dibiaskan oleh lensa
Terbentuk bayangan diretina yang bersifat
nyata , terbalik , diperkecil Sel-2 batang
&sel-2 kerucut meneruskan sinyal cahaya
melalui syaraf optikOtak membalikkan
lagi bayangan yang terlihat di
retinaobjeck terlihat sesuai dengan
aslinya

Supaya benda terlihat jelas, mata harus


membiaskan sinar2 yg datang dari benda agar
membentuk bayangan tajam pada retina.
Untuk mencapai retina, sinar2 yg berasal dari
benda harus melalui lima medium yg indeks
biasnya (n) berbeda: udara (n=1,00), kornea
(n=1,38), humor aqueous (n=1,33), lensa
(n=1,40 (rata-rata)) dan humor vitreous
(n=1,34).
Setiap kali sinar lewat dr satu medium ke
medium yg lain, sinar itu dibiaskan pd bidang
batas.
Secara kolektif, semua bidang batas berperan
pada pembiasan sinar utk membentuk
bayangan pd retina.

Bidang batas tersebut ada empat yaitu:


perbatasan antara permukaan anterior
kornea dan udara.
perbatasan antara permukaan posterior
kornea dan humor aqueous
perbatasan antara humor aqueous dan
permukaan anterior lensa
perbatasan antara permukaan posterior
lensa dan humor vitreous

Bagian terbesar dr daya bias mata bukan


dihasilkan oleh lensa, akan tetapi terjadi
pd bidang batas antara permukaan
anterior kornea dan udara, hal ini dpt
terjadi karena perbedaan indeks bias
antara kedua medium ini cukup besar.
Sebaliknya, pd lensa yg secara normal
bersinggungan dng cairan di setiap
permukaannya, memiliki daya bias total
hanya 20 dioptri, yaitu kira2 1/3 dr daya
bias total susunan lensa.

Bila lensa ini diambil dari mata dan kemudian


lingkungannya adalah udara, maka daya
biasnya menjadi enam kali lipat.
Sebab dari perbedaan ini adalah karena cairan
yg mengelilingi lensa mempunyai indeks bias yg
tdk berbeda dari indeks bias lensa.
Perbedaan indeks bias yg kecil akan sangat
menurunkan kekuatan pembiasan cahaya di
kedua permukaan lensa. Namun lensa adalah
penting karena lengkung permukaannya dapat
mencembung sehingga memungkinkan
terjadinya akomodasi

Sensori Visual
Proses Fisiologi Penglihatan

Cahaya
mengenai
benda

Stimulus

Mata
Kornea
Pupil
Lensa
Retina

Sensoris

Saraf otak
Ke 2
n.optikus

Otak lobus
oksipitalis

Sistem saraf dan otak

Area
Visual

SEL OLFAKTORIUS
Sel reseptor yang menghasilkan sensasi
bau
- Letak : puncak rongga hidung
Sel-sel saraf yang mempunyai tonjolan
berupa silia yang dapat mendeteksi
berbagai macam bau-bauan.

Nasal cavity

SEL OLFAKTORIUS

Olfactory bulb

Syarat dapat membau :


Bahan/ sumber pembauan/ odorant :
1. Dapat menguap
2. Larut dalam cairan mukosa olfactorius

Mekanisme pembauan
Bau/odorant

Menembus mukosa membran olfactorius

Reseptor olfactorius (hair cells)

Pyriformis Hipotalamus sistem limbik

Bau sel olfaktorius N. Olfaktorius dari


bulbus olfaktorius traktus olfaktorius lobus
temporalis
Kelainan pada penciuman
- Daya penciuman melemah bila selaput lendir di
hidung sangat kering / terlalu basah /
membengkak.
- Daya penciuman hilang akibat komplikasi dari
suatu cedera kepala.