Anda di halaman 1dari 29

SEQUENCE MRI

Salman Al Farizi
Henggar Allest Pratama

PRINSIP MRI
Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan suatu
teknik penggambaran penampang tubuh berdasarkan
prinsip resonansi magnetic inti atom hidrogen.
Dalam tubuh terdapat ion H+ yang terdapat pada H2O
yang merupakan ion terbanyak dlam tubuh

PRINSIP MRI
Ada 3 fase pembentukan citra pada MRI
1. Fase Presesi
2. Fase Resonansi
3. Fase Relaksasi

FASE PRESESI
Proton proton yang bersifat magnetic memiliki medan
magnet yang mengarah pada 2 kutub ( utara dan
selatan ) mirip
dengan sebuah magnet kecil sehingga proton proton
dengan kutubnya tersebut lazim disebut Magnetic
Dipole
Atom berpasangan => efek dipole saling meniadakan
Atom tunggal => punya atom bebas yang dapat
menghasilkan magnetisasi
Pengembangan atom lain pada MRI (Na, K, Ph)

FASE PRESESI
Dalam keadaan normal proton proton hydrogen dalam
tubuh tersusun secara acak sehingga tidak dihasilkan
jaringan magnetisasi.

FASE PRESESI
Dengan ditempatkan pada medn magnet yang kuat
maka magnetic dipole akan menyesuaikan arahnya
dengan medan magnet
Bisa parallel dan antiparalel

FASE RESONANSI
Komponen longitudinal : MZ
Komponen transversal : MXY

FASE RESONANSI
Kemudian dipancarkan gelombang radio (RF)
Pancaran RF akan merubah vector dari atom dari yang
awalnya longitudinal menjadi transversal

FASE RESONANSI
Selama berpresesi arah tetap, sedangkan y
berputar pada bidang xy
Putaran y inilah yang menghasilkan sinyal NMR (Net
magnetic resonance) dimana dipancarkan dari proton
yang beresonansi yang sinyalnya disebut sebagai Sinyal
Free Induction Decay (FID).
Saat proton-proton hydrogen berada pada posisi
transversal akan mengeluarkan Magnetic Resonance
maksimum

FASE RELAKSASI
Saat RF dihentikan maka magnetic dipole kehilangan
energinya secara perlahan-lahan dan akan kembali ke
posisi longitudinal
Setiap jaringan mempunyai daya kembali yang
berbeda-beda sehingga akan menghasilkan variasi
imaging
Fase Relaksasi tdd T1 dan T2

T1 dan T2
T1 : Recoveri dari magnetisasi longitudinal
T1 didefenisikan sebagai waktu yang diperlukan proton
proton hydrogen sekitar 63% telah berada kembali
dalam arah longitudinal ( magnetisasi longitudinal )
T2 : Decay dari magnetisasi transvers
T2 : Waktu yang diperlukan proton proton dari keadaan
magnetisasi transversal berkurang hingga sekitar 37 %

Gradiasi dari Intensitas

T1 Image

Gambaran MRI slice horizontal

Grey matter lebih terang

White matter lebih gelap

T2 Image

Lemak dibedakan dengan air, lemak lebih gelap dan air yang
lebih ringan.

SEQUENCE
Magneting Signal yang dikirimkan oleh magnetic diploe
perlu diubah menjadi pulsa listrik (sequence) untuk
dikirimkan menjadi gambar pada computer
Ada beberapa metode yang digunakan sequence dalam
pembentukan imaging :
1. Spin Echo
2. Inversion recovery
3. Short time inversion recovery

Spin Echo
Spin Echo adalah sequence yang paling banyak
digunakan pada pemeriksaan MRI
Spin echo menggunakan eksitasi pulsa dengan sudut 90
yang diikuti oleh satu atau lebih rephasing pulsa
bersudut 180

Inversion Recovery
Urutan eksitasi SE (Spin Echo) pulsa bersudut 90
dengan tambahan pulsa inversi bersudut 180 yang
dimana pulsa RF yang bersudut 180 rephasing dari
urutan SE konvensional

Short time inversion recovery


Urutan pulsa inversi dengan waktu tertentu sehingga
dapat menekan sinyal dari lemak
Urutan pulsa pemulihan inversi merupakan urutan pulsa
Spin Echo didahului oleh pulsa RF yang bersudut 180

PARAMETERPEMBOBOTAN CITRA
Time Repetition
Time Echo
Flip Angle

Time Repetition
Time Repetition (TR) merupakan parameter yang
mengontrol jumlah magnetisasi longitudinal () yang
recoveri sebelum RF pulse berikutnya
TR yang panjang memungkinkan full recovery sehingga
lebih banyak yang akan mengalami magnetisasi
transversal (y) pada RF pulse berikutnya

Time Echo
Time Echo (TE) merupakan parameter yang mengontrol
jumlah magnetisasi transversal (y) yang akan Decay
sebelum echo itu dicatat.

FLIP ANGLE
Teknik yang dapat digunakan untuk meminimalkan
saturasi dan mendapatkan sinyal MR yang memadai
meskipun TR sangat singkat
Semakin kecil TR, flip angle yang diperlukan lebih kecil
untuk mencegah saturasi berlebihan

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai