Anda di halaman 1dari 10

TEORI PENDEKATAN

PERTUKARAN PEMIMPINANGGOTA
(STUDI KASUS HUBUNGAN PRESIDEN-KABINET
KERJA 2014/2019)

KAJIAN TEORI
Pendekatan Teori Pertukaran Leader-Member (Pemimpin-Anggota)
Konsep pertukaran pimpinan dan bawahan atau di kenal dengan istilah
asingnyaleader member exchange (LMX)adalah hubungan yang
berkaitan
antara
sifatpimpinan
dankaryawan
yang
selanjutnya
ditambahkan oleh Dansereau dkk, (1975) serta Graen dkk, (1975) yang
dikutip dari Truckenbrodt (2000)mengatakan, bentuk dalil dasar teori ini
adalah hubungan antarapimpinan danbawahan yang terlibat dalam
proses-proses perundingan bersama dan akhirnya mereka telah menentukan
peran yang harus diisi oleh masing-masing pihak serta terus berhubungan
antara satu dengan yang lainnya.

Apapun
cara
yang
tepat
untuk
perkembangan
pertukaranpimpinan danbawahan menurut pendapat Graen &
Cashman (1975) yang di kutip dari Truckenbrodt (2000)
berpendapat, hasil pertukaran tersebut biasanya dibagi menjadi
dua kategori umum, yaitu;
Hubungan dalam kelompok atau tingginya kualitas pertukaran

(in-group), dan
Hubungan luar kelompok atau rendahnya kualitas pertukaran.

(out-group)

Graen & Scandura, (1987), Liden dkk., (1993) dan Sparrowe &

Liden, (1997) pertukaranpimpinan danbawahan yang


berkualitas tinggi dicirikan seperti perwujudan dari bentuk
kepercayaan,rasa hormat,kesetiaan, dan dukungan.
Sebaliknya,Liden

dkk,
(1993)juga
menjelaskan,
pertukaranpimpinan danbawahan dengan kualitas lebih
rendah akan berpengaruh dalam menurunkan hasil serta
hubungan peran yang terdefinisi. Akhirnya, Graen & Scandura,
(1987) Liden dkk., (1993) serta Sparrowe & Liden, (1997)
menyimpulkan, bawahan dengan pertukaran kualitas yang
lebih
rendah
cenderung
melakukan
kinerja
membosankan,mundane tasks, sertaganti rugi.

KELOMPOK KARYAWAN DALAM LMX


(LEADER MEMBER EXCHANGE)
Menurut Graen and Cashman (1975) sebagaimana dikutip oleh
Truckenbrodt (2000, p. 234), bahwa karyawan dalam kelompok
in group bisa diidentifikasikan dari:
Adanya perlakuan-perlakuan khusus yang diberikan pimpinan
kepada karyawan
Adanya perhatian yang memadai dari pimpinan terhadap karyawan
Adanya kepercayaan pimpinan terhadap karyawan dan juga
sebaliknya
Kemauan menerima tambahan tanggung jawab dari perusahaan
Kemauan karyawan untuk menerima tugas yang tidak terstruktur.
Kemauan karyawan untuk secara sukarela bekerja tambahan di
perusahaan

RESHUFFLE KABINET: Ini Alasan Jokowi Banyak Merombak Menteri


Ekonomi
Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo merombak susunan Kabinet Kerja masa bakti 20142019. Ada enam posisi menteri dan pejabat setingkat menteri yang diganti, terdiri dari 4 nama baru
dan 2 nama yang ditugaskan dalam posisi baru.
Siaran pers dari Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, Rabu (12/8/2015), perombakan kabinet ini
dilakukan dengan pertimbangan urgensi sebagai berikut:
Sebagai respons atas dinamika perekonomian global yang berdampak pada keadaan ekonomi di

dalam negeri. Pelambatan perekonomian global membutuhkan kecepatan dan kapasitas adaptasi
dalam menangani permasalahan yang terjadi demi memperkuat perekonomian nasional serta
mempercepat program-program prioritas pembangunan. Untuk itu dibutuhkan tim ekonomi yang
kuat, andal, dan kredibel.
Perombakan

kabinet juga sebagai bagian dari langkah perbaikan manajerial pemerintahan,


memperkuat sinergi dan koordinasi lintas kementerian. Ini merupakan upaya terus menerus untuk
menghadirkan pemerintahan yang lebih profesional dan berwibawa.

Perombakan

kabinet merupakan kebutuhan untuk konsolidasi pemerintahan agar efektivitas


pemerintahan ke depan semakin meningkat.

Presiden mempertimbangkan semua masukan dari masyarakat, baik yang disampaikan secara
langsung kepada Presiden maupun yang diartikulasikan melalui berbagai saluran informasi dan
komunikasi publik.

Evaluasi kabinet secara berkala akan terus dilakukan untuk menjawab tantangan
dan dinamika pemerintahan yang muncul. Presiden sangat mempertimbangkan
aspek kemampuan, pengalaman, dan profesionalitas.
Presiden berharap perombakan kabinet ini akan membuat pemerintahan bisa
berjalan semakin efektif untuk mempercepat realisasi program-program prioritas
pembangunan nasional demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Berikut adalah nama-nama menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik
hari ini:
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional

Sofyan Djalil
Menteri Perdagangan Thomas T Lembong
Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo

ANALISIS
Apa yang dilakukan Jokowi sesuai dengan versi awal dari teori LMX yang

mana teori tersebut mengatakan bahwa pemimpin membuat hubungan


pertukaran yang khusus dengan sejumlah kecil bawahan yang dipercaya
yang berfungsi sebagai asisten, letnan, atau penasihat. Karena dalam
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara
disebutkan bahwa Menteri merupakan pembantu Presiden yang
memimpin Kementerian.
Namun, hubungan antara Jokowi dengan kabinetnya terbilang belum baik.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Bandung Muradi mengungkapkan,


ada setidaknya delapan kasus saling serang antar pembantu presiden di
publik. Ini terjadi setelah Presiden Jokowi me-reshufflekabinetnya pada
pekan kedua Agustus 2015.

Silang pendapat antara


Menteri Koordinator
Maritim (Menko
Maritim) Rizal Ramli
dengan Menteri Negara
(Meneg) BUMN Rini
Soemarno

Perdebatan antara
Panglima TNI Jenderal
Gatot Nurmayanto dan
Menteri Pertahanan
Ryamizard Ryacudu

Antara Marwan Jafar


dengan Sekretaris
Kabinet Pramono Anung

Kegaduhan antara Wakil


Presiden Jusuf Kalla dan
Menko Maritim Rizal
Ramli

Perbedaan pendapat
antara Meneg BUMN
Rini Soemarno dan
Menteri Perhubungan
Ignasius Jonan

Silang pendapat antara


Menko Maritim Rizal
Ramli dan Menteri
ESDM Sudirman Said

Perseteruan antara
Menko Maritim Rizal
Ramli dengan Menteri
ESDM Sudirman Said

Saling bantah antara


Menteri Pertanian
Amran Sulaiman
dengan Menteri
Perdagangan Thomas
Lembong

KESIMPULAN