Anda di halaman 1dari 26

ANTIMIKROBA UNTUK INFEKSI

ODONTOGENIK

- Pada penyakit gigi dan mulut, antimikroba perlu

diberikan untuk mengurangi kejadian infeksi serta


mencegah infeksi lebih lanjut, selain itu juga perlu
diberikan untuk pencegahan/profilaksis pada
keadaan tertentu.
- penyakit gigi dan mulut selain disertai dengan

adanya infeksi, sering pula pasien mengeluhkan


adanya rasa nyeri dan pembengkakan yang
disebabkan oleh adanya proses inflamasi.

JENIS ANTIBIOTIK
Bakteriostatik

Bakteriosidal

Karakteristik

1. Menghambat sintesis protein


mengganggu pertumbuhan
bakteri
2. Untuk eradikasi bakteri
membutuhkan sistem imun

1. Menghambat pembentukan diding


sel membunuh bakteri secara
langsung
2. Untuk eradikasi bakteri tidak
membutuhkan sistem imun

Contoh

1.
2.
3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.
5.

Tetrasiklin
Eritromisin
Klaritomisin
Klindamisin
Azitromisin

Penicilin : amoxicilin, ampicilin


Sefalosporin
Aminoglycoside
Metronidazole
fluoroquinolones

MEKANISME KERJA

Bakterisid
al
Antibiotik

DoA
(T1/2)

Sediaa
n

Dosis Dewasa

Dosis Anak

Amoksisilin

8 jam
(1jam)

250 mg
500 mg
125
mg/cth
250
mg/cth

250 500 mg
(3 x 1)

20-40 mg/kgBB/hari
dalam 3 dosis

Ampisilin

6 jam
(1 jam)

250 mg
500 mg

250-500 mg
4x1

100 mg/kgBB/hari
4 dosis

Sefazolin

6-8 jam
(1,5-2,5
jam)

500 mg
1500
mg

500 mg-2 gr
3-4 x 1

25-100
mg/kgBB/hari
4 dosis

Sefaleksin

8jam
(1 jam)

250 mg
1000
mg
125250mg/
mL

250-500 mg
4x1

25-50 mg/kgBB/hari
4 dosis

Vankomisin

(4-6
jam)

250 mg
500 mg

30 mg/kg/hari
dalam 2-3
dosis

40 mg/kgBB/hari
Dalam 3-4 dosis

Metronidazol

8 jam

500 mg

500 mg 3 x 1

30-40 mg/kgBB/hari
Dalam 3 dosis

Penicillin G

- Adult dose : 2-4 juta U IV setiap 4 jam


- Pediatric Dosage : 100.000 U/kg/day IM atau IV dalam 3 dosis
Penicillin V

- Adult dose : 125-500 mg PO q6h


- Pediatric Dosage : 50 mg/kg/day PO dalam 3-4 dosis

Bakteriostatik
Antibiotik

DoA
(T1/2)

Sedia
an

Dosis
Dewasa

Dosis Anak

Tetrasiklin

(6-8 jam)

500 mg

500 mg 4 x 1

6 12
mg/kgBB/hari

Eritromisin

6 jam
(1,5-2
jam)

250 mg
1000 mg
200mg/c
th

250-1000 mg
4x1

30-50
mg/kgBB/hari
4 dosis

Klaritromisin

8-12 jam

250 mg

250 mg 2-3 x
1

15 mg/kgBB/hari

Klindamisin

8-12 jam
(2,4 jam)

150 mg
300 mg
600 mg
75
mg/5mL

150-300 mg
2-3 x 1

10 20
mg/kgBB/hari
3-4 dosis

250 mg
500 mg

500 mg
1x1

5 10
mg/kgBB/hari

Azitromisin
(68 jam)

Penggunaa
n

Amoksisilin

Eritromisin

Klindamisin

Metronidaz
ol

Sefalospori
n

Pilihan
utama

Alergi
amoksisilin

Aerob

Anaerob

Kehamilan

Gastritis

Metabolism
e di hati

Metabolism
e di ginjal

PRINSIP PEMILIHAN ANTIBIOTIK


Identifikasi bakteri penyebab
Determinasi sensitivitas terhadap antibiotik
Spesifik (spektrum sempit), dosis yang adekuat, interval dan lama pemberian

yang tepat
- Pemilihan spektrum-sempit meminimalisir superinfeksi, host flora bisa
bertahan.
Toksisitas minimal
Utamakan penggunaan antibiotik bakterisidal
riwayat alergi & toksisitas
Gunakan antibiotik yang terbukti efektif (drug of choice)
Harga sesuai kemampuan pasien
Kepatuhan pasien

Aerobic
bacteria

frequen
cy

Anaerobic
bacteria

frequenc
y

Gram (+) kokus


BAKTERIGram
PADA(+)
INFEKSI ODONTOGENIK
kokus

Streptokokus

Streptokokus

Viridans

Sangat
sering

B- hemolytics

Unusual

Grup D

Jarang

Stafilokokus

jarang

Gram (-)
basil

Sering

Gram (-) basil

Haemofilus
influenza

jarang

Porphyromonas
(Bacteroides)

jarang

E. Coli

Jarang

Prevotella
(Bacteroides)

Sangat
sering

Klebsiella

Jarang

Fusobacterium

Sering

Eikenella
korodens

Unusual

Bacterioides fragilis

Jarang

PRINSIP PEMBERIAN ANTIBIOTIK

Dosis tepat

peningkatan dosis pada daerah infeksi dengan < blood supply


Interval waktu yang tepat
Cara administrasi yang benar
Konsisten dalam cara pemberian (sesuai kebutuhan)
Hindari terapi kombinasi yang tidak diperlukan
life-threatening sepsis, spesifik organism (group D
streptococcus > penicillin + amynoglycoside), pencegahan
resistensi (pada TB), terapi empiris infeksi odontogenik
progresif (severe cellulitis/ abscess > Streptococcus & anaerob
bacteria > penicillin G metronidazole IV, prevotella resistant)

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA WANITA HAMIL DAN


MENYUSUI
Kategori A: Studi pada wanita menunjukkan tidak adanya risiko terhadap janin

di trimester pertama kehamilan.


Kategori B: Studi pada hewan percobaan sedang reproduksi tidak

menunjukkan adanya gangguan pada fetus dalam trimester pertama tidak ada
studi pada wanita hamil.
Kategori C: Studi pada hewan percobaan menunjukkan gangguan

teratogenik/embrio tetap pada wanita hamil tidak ada penelitian. Hanya


digunakan bila benefit-risk ratio menguntungkan.
Kategori D: Jelas ada gangguan pada janin manusia. Hanya dapat digunakan

pada keadaan untuk menyelamatkan nyawa penderita.


Kategori X: Studi pada hewan percobaan maupun manusia menunjukkan

adanya gangguan pada janin. Obat ini merupakan kontra-indikasi untuk dipakai
pada kehamilan.

KEGAGALAN PEMBERIAN
ANTIMIKROBA
Terapi pembedahan tidak adekuat
Depressed host defense
Kepatuhan pasien berkurang
Masalah Antibiotik :
Obat tidak mencapai tempat infeksi
Dosis tidak adekuat
Salah diagnosis bakteri penyebab infeksi
Salah antibiotik yang diberikan
Adanya jaringan nekrosis
Muncul resistensi
Adanya interaksi obat

INDIKASI KULTUR
Perkembangan infeksi yang cepat
Pasca terapi antibiotik 3 hari tanpa

perbaikan(resisten)
Pasien immunocompromised
Luka infeksi pasca pembedahan
Rekurensi infeksi
Osteomyelitis

PENULISAN RESEP OBAT

Penulisan resep yang lengkap harus terdiri dari:


Inscriptio: nama dokter, alamat, SIP, kota, tanggal, R/
Prescriptio: nama obat, bentuk obat, jumlah obat, cara

pembuatan (jika berupa racikan), dll


Signatura: cara pemakaian, jumlah obat, waktu minum
Pro: nama pasien, umur, BB (terutama anak2), alamat
(kalau obat mengandung narkotika)
Subscriptio: paraf atau tanda tangan

Departemen Kesehatan RI
RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
Jl. Prof Eijkman no.56 Bandung
Nama Dokter :Dr. Ramli Rizal

Inscriptio

SIP : 0706259223
No.telp : 08XXXXXXXXX
Bandung, 2 November 2016
R/ Eritromisin 500mg tab No. XXX
S 4 dd tab I a.c.

R/ Parasetamol 500mg tab No. X


S 3 dd tab I p.c. p.r.n. demam
R/ Povidon Iodin 1% fls No. I
S 2 dd garg.

Pro : Tn. Adam


Tanggal lahir : (2 april 1966)
Alamat :
No. Telp :

Pro

Prescriptio, signatura, subscriptio

ANTIBIOTIK YANG SERING DIGUNAKAN


PADA INFEKSI ODONTOGENIK

Penisilin
Eritromisin
Klindamisin
Cefadroxil
Metronidazol
Tetrasiklin

BAKTERIOCIDAL
Antibiotik yang utama untuk infeksi bakteri di

regio maksilofasial :
- efektivitas
- relatif aman.
Mekanisme kerja :

- menghambat replikasi bakteri dengan cara


mengganggu proses pembentukan peptidoglikan
- membunuh bakteri dengan cara mengaktifkan
murein hidrolase yang akan menghancurkan
dinding sel bakteri.

Penicilin
Distribusi : tidak dapat masuk ke cerebrospinal fluid (CSF).
Konsentrasi penisilin di CSF < 1% dari konsentrasi penisilin di serum, sedangkan

pada keadaan inflamasi konsentrasinya meningkat hanya sampai 5%.

Kontraindikasi : hipersensitivitas.
Insidensi alergi terhadap penisilin sekitar 1%-10% dari populasi.
Sebaiknya dihindari pada pasien dengan riwayat reaksi anafilkasis akibat

pemberian antibiotik -laktam.

Penisilin natural : penisilin G dan penisilin V.


Penisilin G asam yang tidak stabil

parenteral. Dosis untuk orang dewasa : 2-5


juta unit i.m.
Prokain penisilin G longer-acting
formulation konsentrasi serum yang
adekuat (8-12 jam) konsentrasi di serum
tetap efektif selama 1-2 hari i.m.

Penisilin V asam stabil peroral. Dosis untuk orang dewasa : 4 x 500

mg/hari. Konsentrasi puncak dicapai dalam waktu 30-45 menit, dan sebagian
besar obat menghilang dalam waktu 6 jam setelah pemberian.

Spektrum dari penisilin alami diantaranya terhadap sebagian besar bakteri gram

positif aerob dan anaerob. Bakteri-bakteri yang biasanya resisten terhadap


penisilin alami yaitu Staphylococcus aureus, Bacteroides fragilis, dan
Haemophylus influenzae.

Penyebab infeksi : bakteri gram negatif antibiotik alternatifnya yaitu ampisilin

dan amoksisilin.
Ampisilin diabsorpsi kurang baik dari saluran pencernaan parenteral.
Amoksisilin diabsorpsi dengan sangat baik dengan pemberian secara peroral.

Kedua jenis antibiotik tersebut rentan

terhadap -laktamase diformulasi


dengan inhibitor -laktamase mengunakan
sulbactam (pada ampisilin) (Unasyn) dan
asam klavulanat (pada amoksisilin)
(Augmentin) untuk mengatasi -laktamase,
sehingga meningkatkan kemampuan kedua
jenis antibiotik tersebut untuk
mengeradikasi bakteri-bakteri seperti S.
aureus dan H. influenzae.