Anda di halaman 1dari 17

ILMU DAN KEBUDAYAAN

ANGGOTA KELOMPOK :
1.Ida Zuhriyah
13030204045
2.Inne Syafitri
13030204055
3.Alvin Nafiah
13030204065
4.Silvia
13030204068
5.Azizah Indra N.
13030204069
6.Zahro Aryani
13030204078
7.Diana Apriliya J.W. 13030204081
8.Sulton Jihadul H. 13030204083
9.Dian Roudlotul J. 13030204084

Manusia dan
Kebudayaan

Kebudayaan menurut E.B. Taylor pada tahun


1871 dalam bukunya Primitive Culture yakni
diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,
adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya
yang diperoleh manusia sebagai anggota
masyarakat.
Menurut Ashley kebudayaan mencerminkan
tanggapan manusia terhadap kebutuhan dasar
hidupnya. Manusia berbeda dengan binatang
bukan saja dalam banyaknya kebutuhan namun
juga dalam cara memenuhi kebutuhan tersebut.
Kebudayaan disinilah yang memberikan garis
pemisah antara manusia dan binatang.

Maslow mengidentifikasi 5 kelompok kebutuhan


manusia, yakni kebutuhan fisiologi, rasa aman,
afiliasi, harga diri dan pengembangan potensi.
Sedangkan binatang kebutuhannya terpusat
kepada dua kelompok pertama yakni fisiologi
dan rasa aman serta memenuhu kebutuhan
instinktif.
Pada hakikatnya menurut Mavies dan John
Biesanz, kebudayaan meruoakan alat
penyelamat (survival kit) kemanusiaan di bumi.
Kebudayaan diperoleh manusia secara sadar
lewat proses belajar dan dapat diteruskan dari
generasi satu kepada generasi selanjutnya,
sehingga dikatakan bahwa kebudayaan
diteruskan dari waktu ke waktu.

Lanjutan..
Menurut Alfred Korzybski,
kebudayaan mempunyai
kemampuan mengikat waktu. Taman
mengikat bahan-bahan kimia,
binatang mengikat ruang, tetapi
hanya manusia seorang yang
mampu mengikat waktu.

Kebudayaan dan Pendidikan


Enam nilai dasar dalam kebudayaan yakni :
1. Nilai teori
2. Ekonomi
3. Estetika
4. Sosial
5. Politik dan agama
Berdasarkan penggolongan ini masalah
pertama yang dihadapi oleh pendidikan
adalah menetapkan nilai-nilai budaya
apa saja yang harus dikembangkan
dalam diri anak kita.

Pada kenyataannya nilai-nilai budaya


yang disampaikan lewat proses
pendidikan bukan nilai budaya yang
diperlukan oleh anak didik kita kelak
di mana dia akan dewasa dan
berfungsi dalam masyarakat
melainkan nilai-nilai konvensional.

Skenario masyarakat Indonesia di


masa yang akan datang memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1.Memperhatikan tujuan dan
strategi pembangunan Nasional
2.Pengembangan kebudayaan
ditujukan ke arah perwujudan
peradaban yang bersifat khas
berdasarkan filsafat dan
pandangan hidup bangsa
Indonesia (pancasila)

Masyarakat tradisional yang


berorientasikan kepada status akan
beralih menjadi masyarakat modern
yang berorientasi kepada prestasi.
Untuk terjun ke dalam lapangan
kehidupan manusia harus dibekali
dengan kepercayaan pada diri sendiri
serta persiapan mental dan
kemampuan untuk bersaing.
Nilai agama berfungsi sebagai sumber
moral bagi segenap kegiatan.

Seni, ilmu, dan agama saling


melengkapi. Ilmu bersifat nisbi dan
pragmatis maka agama adalah
mutlak dan abadi ilmu tanpa agama
adalah buta, agama tanpa ilmu
adalah lumpuh.

Ilmu dan Pengembangan


Kebudayaan Nasional
Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan
dan pengetahuan merupakan unsur dari
kebudayaan.
Dalam rangka pengembangan kebudayaan
nasional, ilmu mempunyai peranan ganda :
1.Sebagai sumber nilai yang mendukung
terselenggaranya pengembangan
kebudayaan nasional
2.Sumber nilai yag mengisi pembentukan
watak suatu bangsa.

Ilmu sebagai Suatu Cara


Berpikir
Ilmu merupakan suatu cara berpikir
dalam menghasilkan suatu kesimpulan
yang berupa pengetahuan yang dapat
diandalkan.
Karakteristik dari ilmu, yakni:
1.Ilmu mempercayai rasio
2.Alur jalan pikiran yang logis dan konsisten
3.Obyektif
4.Terbuka terhadap koreksi.

Ilmu sebagai Asas Moral


Ilmu merupakan kegiatan berpikir untuk
mendapatkan pengetahuan yang benar.
Kriteria kebenaran dalam ilmu bersifat
otonom dan terbebas dari bidang
keilmuan.
Dua karakteristik asas moral bagi kaum
ilmuwan:
1.Meninggikan kebenaran
2.Pengabdian secara universal.

Nilai-Nilai Ilmiah dan


Pengembangan Kebudayaan
Nasional

Tujuh nilai yang terpancar dari hakikat


keilmuan yakni :
1.Kritis
2.Rasional
3.Logis
4.Objektif
5.Terbuka
6.Menunjukkan kebenaran
7.Pengabdian universal

Pengembangan Kebudayaan
Nasional
Adalah
perubahan
dari
kebudayaan yang sekarang bersifat
konvensional
kearah
situasi
kebudayaan
yang
lebih
mencerminkan aspirasi dan tujuan
nasional.

Peranan Keilmuan
Ilmu merupakan bagian dari kebudayaan
Ilmu merupakan cara dalam menentukan
kebenaran
Ilmu merupakan asumsi dasar dari semua
kegiatan
Pendidikan keilmuan dikaitkan dengan
pendidikan moral
Pengembangan keilmuan disertai
pengembangan dalam bidang filsafat
Bersifat otonom yang terbebas dari
kekangan struktur kekuasaan

Pola Dua
Kebudayaan

Ilmu-Ilmu
Alam

Ilmu-Ilmu
Sosial

Ilmu alam adalah ilmu yang mempelajari


dunia fisik yang relatif tetap dan mudah
di kontrol, tidak mengalami perubahan
baik dalam perspektif waktu dan tempat.
(Kuantitatif)
Ilmu sosial adalah ilmu dengan objek
penelahaannya adalah manusia yang
punya
kemampuan
untuk
belajar
mengembangkan kebudayaan yang terus
berubah dalam arus maupun zaman.
(Kualitatif)