Anda di halaman 1dari 28

RUPTUR

TENDON
WRIST
RAYMOND ADIWICAKSANA

PENDAHULUAN

Cedera tendon
Cedera kedua paling sering terjadi
pada tangan
Paling umum terjadi adalah cedera
terbuka dengan ruptur tendon
fleksor dan ekstensor
Cedera tendon sebagian besar
memerlukan operasi

EPIDEMIOLOGI
Tangan berperan penting dalam aktivitas kehidupan
sehari-hari baik profesi dan olahraga
Angermann dan Lohmann: 28,6% dari pasien yang dirawat di
perawatan darurat disebabkan karena
karena cedera tangan

Denmark: 3,7 cedera dalam 100 000 orang


Cedera
Cedera tendon
tendon berada
berada di
di posisi
posisi 22 (29%),
(29%), sedangkan
sedangkan fraktur
fraktur di
posisi 11 (42%)
(42%) dan
dan lesi
lesi kulit
kulit adalah
adalah nomor
nomor 33 dari semua pasien
yang
yang dirawat
dirawat karena
karena cedera
cedera tangan.
tangan.

ANATOMI

PALMAR

FLEKSOR SUPERFICIAL
Pronator teres
fleksor karpi radialis
palmaris longus
fleksor karpi ulnaris
fleksor digitorum
superfisialis (FDS).

FLEKSOR PROFUNDA

Fleksor Digitorum Profunda (FDP)

Fleksor Polisis Longus (FPL)

Pronator quadratus6y

EKSTENSOR PROFUNDA
abductor pollicis longus
(APL)
extensor pollicis brevis
(EPB)
extensor pollicis longus
(EPL)
extensor indicis propius
(EIP)

EKSTENSOR
SUPERFICIAL

EDC : ekstensor digiti


minimi
EDM : Ekstensor Digiti
Minimi
ECU: Ekstensor Carpi
Ulnaris

FUNGSIONAL
(1) otot untuk ekstensi , abduksi / adduksi pergelangan
tangan
(ECRL, ECRB, dan ECU)

(2) otot untuk ekstensi jari-jari


(EDC, EIP, dan EDM)

(3) otot untuk ekstensi and abduksi ibu jari


(APL, EPB, dan EPL).

PENYEMBUHAN
TENDON
Phases of Tendon Healing
Phase

Days

Histology

Strength

Inflammatory 0-5

cellular proliferation

none

Fibroblastic 5-28

fibroblastic proliferation with


disorganized collagen

increasing

Remodeling >28

linear collagen organization

will tolerate controlled


active motion

DIAGNOSIS
Etiologi : trauma / non trauma ( degeneratif )

Dibandingkan dengan luka tertutup, lesi terbuka yang mudah untuk


mendiagnosis
Luka tertutup harus diamati dengan hati-hati, tidak hanya untuk
mendapatkan diagnosis yang spesifik, tetapi juga untuk menemukan
wilayah topografi cedera
Fungsi dari tendon FDS dan FDP perlu diperiksa secara terpisah
Selain pemeriksaan klinis, USG dan MRI merupakan pemeriksaan yang
baik untuk mendeteksi cedera tendon tertutup, serta untuk menilai
cedera pada katrol dan selubung tendon.

Zone I

Zone II

Zones of Extensor Tendon Injuries


Disruption of terminal extensor tendon distal to or at the DIP joint of the fingers and IP joint
of the thumb (EPL)
Mallet Finger
Disruption of tendon over middle phalanx or proximal phalanx of thumb (EPL)

Zone III

Disruption over the PIP joint of digit (central slip) or MCP joint of thumb (EPL and EPB
Boutonniere deformity

Zone IV

Disruption over the proximal phalanx of digit or metacarpal of thumb (EPL and EPB)

Zone V

Disruption over MCP joint of digit or CMC joint of thumb (EPL and EPB)
"Fight bite" common
Sagittal band rupture

Zone VI

Disruption over the metacarpal


Nerve and vessel injury likely
Disruption at the wrist joint
Must repair retinaculum to prevent bowstringing
Tendon repair followed by immobilization with wrist in 40 extension and MCP joint in 20
flexion for 3-4 weeks

Zone VII

Zone VIII
Zone VIII

Disruption at the distal forearm


Extensor muscle belly
Usually from penetrating trauma
Often have associated neurologic injury
Tendon repair followed by immobilization with elbow in flexion and wrist in extension

FLEKSOR
Zone
Definition
Introduction
I Distal to FDS insertion Jersey finger

Treatment

II

FDS insertion to distal


palmar crease

Zone is unique in that FDP


and FDS in same tendon
sheath (both injured within the
flexor retinaculum)

Direct repair of both tendons followed by early ROM (Duran,


Kleinert). Be sure to preserve A2 and A4 pulley. This zone
historically had very poor results but results have improved due
to advances in postoperative motion protocols

III

Palm

Often associated with


neurovascular injury which
carries a worse prognosis

Direct tendon repair. Good results from direct repair can be


expected due to absence of retinacular structures (if no
neurovascular injury)

IV

Carpal tunnel

Often complicated by
Direct tendon repair. Transverse carpal ligament should be
postoperative adhesions due repaired in a lengthened fashion
to close quarters and synovial
sheath of the carpal tunnel

Wrist to forearm

Often associated with


neurovascular injury which
carries a worse prognosis

Thum TI, TII, TIII


b

Direct tendon repair

Outcomes different than


Direct end-to-end repair of FPL is advocated. Try to avoid Zone
fingers. Early motion protocols III to avoid injury to the recurrent motor branch of the median
do not improve long-term
nerve. Oblique pulley is more important than the A1 pulley;
results and there is a higher however both may be incised if necessary. Attempt to leave one
re-rupture rate than flexor
pulley intact to prevent bowstringing
tendon repair in fingers

TERAPI
Non operatif
Imobilisasi dengan perlindungan gerakan dini.
Indikasi
: laserasi tendon <50% di semua zona bila pasien dapat
mengekstensikan jari-jari melawan tahanan.

Operatif
1. Repair tendon
Indikasi

: laserasi >50% lebar tendon pada semua zona

2. Fiksasi avulsi tulang


Indikasi

: jari boney mallet dengan subluksasi voler P3

Teknik : - reduksi tertutup dan pinning perkutan melalui sendi DIP


Extension block pinning
ORIF jika mengenai >50% permukaan sendi
3. Rekonstruksi tendon
Indikasi

: cedera tendon kronis atau ketika repair tidak memungkinkan

4.Transfer tendon
Indikasi

: ruptur kronis

PRINSIP PENANGANAN :
1. Menggunakan teknik yang simpel
2. Minimal tendon handling
3. ada jahitan inti dan perifer
4. Mobilisasi awal pasca operasi

TEKNIK INCISI
memanfaatkan laserasi, bila ada, dan memperluas sayatan yang
diperlukan untuk mendapatkan exposure yang tepat
sayatan memanjang dapat digunakan di sepanjang sendi pada
dorsum jari, tidak seperti sisi palmar

TEKNIK JAHITAN
Jumlah jahitan yang melintasi area yang di repair
lebih bermakna dibandingkan dengan jumlah loop.
kekuatan umum meningkat dengan meningkatnya
jumlah jahitan yang melintasi area yang di repair,
ketebalan jahitan, dan kuncian jahitan
4-6 jahitan memberikan kekuatan yang cukup untuk
gerakan aktif dini

jahitan epitendinous melingkar


Opsional untuk penguatan

PROGNOSIS DAN
KOMPLIKASI

adhesi tendon
ruptur ulang
Kontraktur sendi
deformitas swan neck
trigger finger