Anda di halaman 1dari 26

REKAYASA HIDROLOGI

3 SKS

FAKULTAS TEKNIK-JURUSAN TEKNIK SIPIL - UMM

HIDROLOGI
PS 1355 - 3 SKS

SAP
GBPP
SISTEM EVALUASI :
-

Tugas / Latihan / PR : 15 %
UTS
: 40 %
UAS
: 45 %

DAFTAR PUSTAKA :
-

HIDROLOGI TEKNIK : CD. SOEMARTO


ENGINEERING HYDROLOGY : Subramanya
dll

DEFINISI
R.K. Linsley, Max A. Kohler, Joseph L.H. Paulus, 1982

Ilmu yang membicarakan air yang ada di bumi, yaitu


mengenai kejadian, perputaran, dan pembagiannya, sifat
sifat fisik dan kimianya, serta reaksinya terhadap
lingkungan termasuk hubungannya dengan kehidupan.

- HIDROLOGI BERKAITAN DENGAN ILMU :


- Meteorologi
- Oceanografi
- Geologi
- Fisika
- Kimia
- Pertanian
- Kehutanan
- Geografi
- Hidrolika
- Statistik
- HIDROLOGI DALAM TEKNIK :
Berkaitan erat dengan pemanfaatan, pelestarian dan pengendalian
sumber air.

Irigasi
Air bersih / air minum
Pembangkit tenaga
Drainase
Pengendalian banjir
Navigasi
Erosi dan sedimentasi
Pengoperasian bangunan air
Rekreasi

HIDROLOGI DALAM TEKNIK SIPIL

Hidrologi dalam teknik sipil memiliki peran yang sangat strategis teru

dalam rekayasa bangunan-bangunan hidrolik, oleh karena outputnya


akan sangat menentukan dimensi dan karakteristik dari bangunan
yang dirancang.

Penentuan dimensi bangunan keairan :

Bendung
Bendungan
Normalisasi sungai & pengendalian banjir
Drainase
dll
Penentuan elevasi bangunan perlintasan :
Jembatan
Talang, Syphon, Gorong gorong
dll

LINGKUP ANALISIS
Dalam kegiatan perencanaan bangunan hidrolik, lingkup analisis hidrologi
hanya mencakup :
1. Analisis data meteorologi untuk mendukung analisis
kebutuhan irigasi
2. Analisis debit banjir rancangan (design flood)
3. Analisis debit tersedia (dependeble-flow)
Ketiga analisis tersebut dapat dilakukan dengan sangat mudah bila data
pendukung tersedia dalam jumlah dan kualitas yang memadai.
Namun bila data kurang memadai, analisis hidrologi menjadi berkembang
pada pengembangan model-model hidrologi, misalnya :

-Model tangki, FJ Mock, Nreca dan model lainnya yang sejenis untuk transf
data iklim menjadi data data debit (analisis dependeble-flow).
-Model penelusuran banjir (flood routing).
-Model ekstrapolasi data
-dan lain-lain

KONSEP HIDROLOGI (1) :

SIKLUS HIDROLOGI
4
3

1'
2
2
6

9
1

10
8

11

M.A.T

LAUT

SIKLUS HIDROLOGI
1 & 1
2
1+2
3
4
5

EVAPORASI
TRANSPIRASI
EVAPOTRANSPIRASI
AWAN
AWAN PENYEBAB HUJAN
PRESIPITASI

6.
7.
8.

9.
10.
11.

HUJAN AIR
HUJAN ES
HUJAN SALJU

INFILTRASI
OVERLAND FLOW
INTERFLOW
7 + 8 SURFACE RUN-OFF (SRO) <------- disebabkan oleh Reff
MOISTURE CONTENT
PERKOLASI
GROUND WATER FLOW (GWF)

Skema daur hidrologi (Sri Harto, 1993, 11)

Skema diatas menunjukkan bahwa aliran air yang terukur di sungai


sesungguhnya hanya berasal dari 4 komponen, yaitu limpasan air
hujan langsung (channel precipitation), limpasan permukaan,
aliran antara dan aliran air tanah.

DAUR HIDROLOGI

Menimbulkan variasi terhadap ketersediaan air pada


dimensi :
- WAKTU
- RUANG
- JUMLAH
- MUTU

[WARUNG JAMU]

Sebagai kendala/pembatas dalam PSDA

JUMLAH AIR DI PLANET BUMI

Jumlah air yang ada di planet bumi = 1,400 x 106 km3 atau 1,400 x 1015 m
Dari jumlah tersebut terbagi menjadi :
97 % berupa air laut (asin)
3 % berupa air tawar

Jumlah air tawar yang hanya 3 % tersebut terbagi atas :


- 75 % terdapat di kutub berupa salju, es dan glester (penutup kutub
- 24 % berupa air tanah di daerah jenuh
- 0,3 % terdapat di danau-danau di permukaan bumi
- 0,065 % sebagai butir-butir air atau lengas tanah (soil moisture) pa
daerah tak jenuh
- 0,035 ada di atmosfir berupa awan, kabut, embun dan lain-lain
- 0,03 berupa air hujan

Dari jumlah di atas terlihat bahwa jumlah air tawar yang segera
dimanfaatkan oleh manusia sangat terbatas, oleh karenanya kita harus dapat
Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya

KONSEP HIDROLOGI (2) :


DAERAH ALIRAN SUNGAI
Daerah aliran sungai (DAS, catcment area, watershed,
drainage basin) wilayah yang mengalirkan airnya
ke sungai tertentu.
Memperhatikan definisi tersebut berarti terdapat 2
batasan, yaitu sungai dan titik kontrol (outlet
DAS) yang ditentukan sesuai dengan
kepentingannya.
Sebuah sungai dapat terdiri dari banyak DAS (subDAS) dengan titik-titik kontrol tertentu.

DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)


BATAS D.A.S

(CATCHMENT AREA)
(WATERSHED)
(PATUSAN)
(DRAINAGE AREA)

OUTLET
HUJAN

SUNGAI

DAERAH ALIRAN SUNGAI

D.A.S I

D.A.S II

KONSEP HIDROLOGI (3) :


HUBUNGAN AIR PERMUKAAN DAN BAWAH PERMUKAAN TANAH

Hidrologi permukaan (surface hydrology) dan


hidrologi bawah permukaan (subsurface hydrology,
geohydrology) merupakan dua sub sistem yang
terkait sangat erat dalam sistem hidrologi. ^_^

Akuifer
I
merupakan
akuifer bebas (unconfined
aquifer). Tinggi rendahnya
air dalam aquifer ini
tergantung dari keadaan
topografi
setempat,
formasi
geologi
dan
jumlah airnya.
Akuifer II disebut akuifer
terkekang (confined
aquifer). Air dalam akuifer
ini memiliki tekanan
hidrolik tertentu dan selalu
akan mencapai ketinggian
garis pisometriknya.

Gambaran sederhana sistem hidrogeologi.

KONSEP HIDROLOGI (4) :


DAUR LIMPASAN (RUNOFF CICLE)
Menurut Meinzer (1942) prosesnya dapat disederhanakan menjadi 4
tahap, yaitu ;
Tahap I terjadi pada akhir musim kering.
- Pada tahap ini tidak ada masukan ke dalam sistem, bahkan keluaran akibat
penguapan sangat intensif.
- Kekurangan kelembaban tanah bagian atas akan diganti oleh kelembaban
(moisture) yang berada di lapisan bawahnya.
- Aliran yang terjadi di sungai hanya akibat aliran air tanah saja.
- Oleh karena tidak ada recharge maka akan menimbulkan penurunan muka air
tanah.II terjadi pada awal musim hujan, ada recharge dari hujan walaupun
Tahap
dengan intensitas yang kecil.
- Apabila ada aliran permukaan maka aliran tersebut masih akan tertampung dalam
tampungan permukaan misalnya sebagai tampungan cekungan. Jumlah air ini
habis
menguap atau terinfiltrasi sehingga tidak memberikan sumbangan pada limpasan
permukaan.
- Bagian air yang terinfiltrasi jumlahnya dipandang belum mencukupi sehingga
masih
digunakan oleh massa tanah untuk mengembalikan kandungan airnya mendekati
kapasitas
lapangan.
- Selama kapasitas lapangan belum tercapai, maka belum terjadi perkolasi yang
berarti belum

- hujan telah cukup banyak sehingga terjadi beberapa perubahan dalam


bagian
proses hidrologi.
- Aliran limpasan cukup besar, kapasitas tampungan cekungan terlampaui
dan terjadi
limpasan permukaan.
- Selanjutnya dapat terjadi perubahan yang relatif cepat pada muka air
sungai.
- Bagian air yang terinfiltrasi jumlahnya cukup, massa tanah mencapai
kapasitas
lapang dan terjadi perkolasi.
- Akibatnya jumlah kandungan air dalam akuifer bertambah dan terjadi
peningkatan
ketinggian air dalam akuifer dan besaran aliran air tanah menjadi semakin
meningkat.
Tahap
IV pada awal musim kering.
Keadaan
iniini
berlangsung
sampai
akhir
musim
- Pada
tahap
hujan telahterus
berhenti
sama
sekali
dan hujan.
prosesnya akan mirip
dengan
yang terjadi pada Tahap I, hal yang membedakan adalah bahwa DAS
masih dalam
keadaan basah.
- Bila kondisi ini berlangsung terus, maka prosesnya akan kembali seperti
Tahap I.

KONSEP HIDROLOGI (5) :


WATER BALANCE ( KESEIMBANGAN AIR )

Menurut V. T. Chow (1964) :


I O = S

I = inflow
O = outflow
S = change in storage

I > O -------- S positip


I < O -------- S negatip
P

Daratan : P = Et + SRO + GWF S


Lautan : E = P + SRO + GWF S

SRO
GWF

Contoh :

100 KM 2

E
S

10 KM 2

Contoh Water Balance dalam suatu waduk :


Luas daerah aliran = 100 km2
Luas daerah genangan = 10 km2
Hujan jatuh di daerah genangan = 20 mm/etmal
Hujan netto jatuh di daerah aliran = 40 mm/etmal
Penguapan di daerah genangan = 10 mm/etmal
Outflow dari waduk (irigasi) = 10 m3/det rata2 selama
aliran SRO
Lama aliran SRO = 4 hari
Dengan data tersebut hitung change of storage-nya ( S)

Inflow :
Vol. air di daerah aliran

= 40 mm/etmal x 1 hr x (100-10)km 2

= 3,6 . 106 m3
Vol. air di daerah genangan
= 0,2 . 106 m3
Total inflow = 3,8 . 106 m3

= 20 mm/etmal x 1 hr x 10 km2

Outflow :
Vol. Penguapan
Vol. air irigasi
Total outflow

= 10 mm/etmal x 4 hr x 10 km2
= 0,4 . 106 m3
= 10 m3/det x (4 x 24 x 3600) det
= 3,456 . 106 m3
= 3,856 . 106 m3

I < O S = 0,056 . 106 m3 (terjadi penurunan


volume air waduk)

Contoh soal :

150 KM 2
100
Km2

E
S

O
2
10
80 KM
Km2

Bila ;
Hujan jatuh di daerah genangan = 30 mm/etmal
Hujan netto jatuh di daerah aliran = 70 mm/etmal
Penguapan di daerah genangan = 8 mm/etmal
Outflow dari waduk (irigasi) = 10 m3/det rata2 selama
aliran SRO
Lama aliran SRO = 4 hari
Dengan data tersebut hitung change of storage-nya ( S) !