Anda di halaman 1dari 18

PEMBUKAAN LAHAN DENGAN

PEMBAKARAN HUTAN

ANGGOTA KEOLOMPOK:
TATI NASRIYATI
GHAIDA AFRA A
FAUZIAH CITRA R

(24020113120051)
(24020113140082)
(24020113140134)

Hutan dan Lahan

Hutan

suatu kesatuan ekosistem


berupa hamparan lahan
berisi sumber daya alam
hayati

Lahan

suatu hamparan ekosistem


daratan yang peruntukannya
untuk usaha dan/atau
kegiatan ladang dan/atau
kebun bagi masyarakat

Pembukaan Lahan dengan Pembakaran Hutan

Pemicu utama terjadinya kebakaran hutan adalah


kegiatan manusia, 9095% kejadian kebakaran
dipicu oleh faktor ini. Faktor manusia yang dapat
memicu terjadinya kebakaran meliputi pembukaan
lahan dalam rangka pengembangan pertanian
berskala besar, persiapan lahan oleh petani,
dan
kegiatan-kegiatan
rekreasi
seperti
perkemahan, piknik dan perburuan. Jika hal ini
dilakukan secara sengaja, maka bukan lagi disebut
KEBAKARAN melainkan PEMBAKARAN

Faktor Pendorong Adanya Praktik Pembukaan Lahan dengan


Pembakaran

Murah

Cepat

Efektif

Dampak Pembakaran Hutan

Ekonomi

hilangnya nilai tegakan hutan; kayu


hilangnya keindahan wisata
terganggunya sistem transportasi

Politik dan
Sosial

Dampak asap yang sampai ke negara tetangga


akan mempengaruhi hubungan antar negara
Sekolah terpaksa diliburkan, kegiatan masyarakat
secara umum lumpuh

Ekologi dan
Makhluk
Hidup

Rusaknya ekosistem hutan menyebabkan erosi, hilangnya zat


organik, berkurangnya infiltrasi air
Pencemaran udara ditunjukkan dengan indeks
pencemaran/kualitas udara buruk akan mengganggu kesehatan
m hidup seperti manusia
Menurunnya jumlah keanekaragaman hayati flora dan fauna di
dalam hutan, bahkan menyebabkan spesies langka menjadi
terancam punah

Kontrol dari Pemerintah

Undang-undang
Nomor 18 Tahun 2004
tentang Perkebunan

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan pada pasal 26


mengamanatkan bahwa :
Setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan/atau mengolah lahan
dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan
fungsi lingkungan hidup.dang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan
Pasal 48 ayat 1 UU No.18/2004 telah menyatakan bahwa:
setiap orang yang sengaja membuka dan/atau mengolah lahan dengan

cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan


fungsi lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam pasal 26, diancam
dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak
Rp.10 miliar.
Pasal 48 ayat 2 menyatakan:
jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan
orang mati atau luka berat, pelaku diancam dengan pidana penjara paling
lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 15 miliar (lima
belas miliar rupiah).

Hasil Survey dengan Quesiner Praktik Pembukaan Lahan dengan


Pembakaran Hutan

Dokumentasi Survey

Metode Pembukaan Lahan yang Dianjurkan


Metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

(PLTB)
Ada tiga cara membuka lahan dengan metode PLTB
yaitu cara manual, mekanis dan kombinasi antara
manual-mekanis-khemis, selain itu dengan metode ini
dapat dilakukan pemanfaatan limbah pembukaan
lahan

Tahapan pembukaan lahan dengan cara


manual
1) Membabat rintisan yaitu memotong dan membabat

vegetasi
2) Menebang dan merencek (mencincang) batang kayu
yang besar
3) Membuat pancang jalur, yaitu jalur tanam yang dibuat
menurut jarak antar barisan tanaman, yang dimaksudkan
untuk memudahkan pembersihan jalur tanam;
4) Membersihkan jalur tanam, yaitu membersihkan hasil
rencekan yang ditempatkan di antara jalur tanaman
dengan jarak 1 meter di kiri-kanan pancang, sehingga
didapatkan jalur yang bersih dari potongan kayu-kayuan.

Cara mekanis,
1) Membabat rintisan, yaitu membabat semak dan kayu yang

mempunyai ketinggian 40 cm;


2) Menebang, yaitu menebang pohon yang besar maupun yang
kecil dengan menggunakan traktor. Penebangan sebaiknya dengan
diikuti penumbangan pohon berikut akarnya.
3) Merencek, dilakukan dengan memotong dan mencincang
cabang dan ranting pohon yang telah ditebang;
4) Membuat pancang jalur yang dibuat menurut arah antar barisan
tanaman yang dimaksudkan untuk memudahkan pembersihan
jalur tanam;
5) Membersihkan jalur tanam, dengan membuang hasil rencekan
batang/pohon dan ditempatkan pada lahan di antara jalur
tanaman dengan jarak 1 meter di kiri-kanan pancang.

Cara kombinasi antara manual-mekanis-khemis,


Cara ini dapat dikombinasikan dengan cara khemis

melalui pemanfaatan herbisida pada saat


pembukaan lahan perkebunan maupun saat
penanaman melalui penyemprotan semak belukar
dengan menggunakan paraquat, triasukfuron,
gilifosfat maupun jenis bahan kimia lainnya. Dengan
memperhatikan aspek kesehatan serta lingkungan
dan dalam penggunaannya dilaksanakan dengan
bijaksana sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

Plus-Minus Metode PLTB


Kelebihan
mempertahankan kesuburan
tanah dan memperbaiki bahan
organik tanah dan kadar air
membantu pelestarian
lingkungan
tidak mempengaruhi cuaca
tidak menimbulkan polusi asap
dan menurunkan emisi gas rumah
kaca
sisa tebangan dapat dijadikan
kompos dan briket arang
mempertahankan struktur tanah,
menjamin pengembalian unsur
hara
mencegah erosi permukaan tanah

Kekurangan
teregantung pada alat berat
(mekanis)
sulit menjangkau lereng
produktivitas tergantung alat
berat dan operator yang
mengoperasikannya

Kesimpulan
1. Pembukaan lahan dengan pembakaran hutan adalah suatu upaya pengalihan fungsi

hutan untuk menjadi ladang, perkebunan, atau perindustrian dengan cara membakar
ekosistem hutan.
2. Faktor pendorong dilakukannya metode pembakaran hutan ini karena metode ini dinilai

murah, mudah, dan efisien bagi pihak terkait yang melakukan pembukaan dan pengalihan
fungsi lahan.
3. Dampak yang ditimbulkan dari pembukaan lahan dengan pembakaran hutan mayoritas

adalah dampak negatif yang meliputi aspek sosial, ekonomi, ekologi, dan sebagainya.
Namun yang paling utama adalah dampak kesehatan dan kualitas hidup dari makhluk
hidup di sekitarnya.
4. Peran hukum di Indonesia yang mengatur hal ini tertuang dalam regulasi yang meliputi

Undang-undang nomor 18 tahun 2004.


5. Opsi lain dari metode pembakaran hutan adalah metode pembukaan lahan tanpa

pembakaran, sebab metode ini diketahui memiliki dampak positif yang lebih ramah
terhadap lingkungan dan makhluk hidup.