Anda di halaman 1dari 15

Manajemen Asuhan Keperawatan

pada Klien dengan


Kegawatan Acute Pankreatitis
Oleh :
Kelompok
VI
Mere
Mere
Rahman
Rahman
Rupikatin
Rupikatin

Rita
Rita
Kursita
Kursita
Windah
Windah
Febriyani
Febriyani

Hairulla
Hairulla
h
h

Pankreatitis Akute
Definisi
Pankreatitis Akute adalah suatu
proses peradangan akut yang
mengenai pankreas dan ditandai
oleh berbagai derajat edema,
perdarahan dan nekrosis pada
sel sel asinus dan pembuluh
darah.

Anatomi Fisiologi
Bagian-bagian pancreas:
Caput L2
Collum
Corpus L1
CaudaTh 12

Pankreas sebagai
kelenjar endokrin dan eksokrin.

Mempunyai saluran keluar disebut :


Ductus pancreaticus wirsungi (mayor).
Ductus pancreaticus accesorius santorini (minor).

Patofisiologi
Faktor etiologik (penyakit billier, alkoholisme, tak diketahui, dll)

Proses yang memulai (refluks empedu, refluks duodenum, dll)


Kerusakan permulaan pankreas (edema, kerusakan vaskular, pecahnya
saluran pankreas asinar)

Aktivasi enzim digestif

Tripsin

Lipase

Fosfolipase A
Elastase
Kimotripsin
Kalikrein

Autodigesti
Nekrosis pankreas

Etiolog
Etiologi yang paling
sering adalah batu
empedu (40-70%)
dan alkohol (2535%) dll. Karena
prevalensi
yang
tinggi
dan
pentingnya
pencegahan.

Manifestasi
Klinik
Pasien datang dengan keluhan nyeri abdomen
hebat, melintang dan tembus ke bagian punggung.
Biasanya disertai muntah. Rasa nyeri dapat menjalar
ke seluruh abdomen, umumnya tidak dapat diatasi
dengan obat analagesik biasa. Tidak jarang pasien
datang dengan kembung atau mengarah ke tandatanda ileus paralitik. Pada fase lanjut, pasien datang
dalam keadaan sindrom syok atau dengan
hemodinamik yang tidak stabil.

Pemeriksaaan
Diagnostik
Diagnosis pankreatitis akut pada umumnya dapat ditegakkan
bilamana pada pasien dengan nyeri perut bagian atas yang timbul
tiba-tiba didapatkan :
Kenaikan amilase serum atau urine ataupun nilai lipase
dalam serum sedikitnya tiga kali harga normal tertinggi.
Atau penemuan utrasonografi yang sesuai dengan
pankreatitis akut.
Atau dengan penemuan operasi/autopsi yang sesuai
dengan pankretitis akut.
Kriteria yang dipakai untuk menegakkan diagnosa secara klinis
praktis, salah satunya adalah kriteria Ranson

Tabel. Skor Ranson


Parameter

Nilai

Saat Masuk/ Diagnosis


Umur

>55 tahun

Hitung leukosit

>16.000/ mm3

Glukosa darah

>200 mg/dL

Serum laktat dehidrogenase

>350 U/L

Aspartate transaminase

>250 U/L

Saat 48 jam pertama


Hematokrit

Turun >10%

BUN Naik

>5 mg/dL

Kalsium serum

<8 mg/dL

Defisit basa

>4 mEq/L

Fluid sequestration

>6000 mL

PaO2

<60 mmHg

Interpretasi klinik kriteria Ranson


Kriteria awal menggambarkan beratnya proses
inflamasi. Sedangkan kriteria akhir waktu 48 jam
menggambarkan efek sistemik aktivitas enzim terhadap
organ target, seperti paru dan ginjal.

Tabel . Penilaian kriteria


Ranson

Skor

>3
3-5
5>

Mortalitas
0%
10-20%
> 50% , biasanya sesuai dengan
pancreatitis nekrotikans

Komplikasi
Table. Klasifikasi Atlanta pankreatitis akut serta revisinya pada
tahun 2013.
Kriteria Atlanta
(1993)
Pankreatitis Akut Ringan
Tidak adanya gagal organ
Tidak adanya komplikasi lokal
Pankreatitis Akut Berat
1. Komplikasi lokal DAN/ATAU
2. Gagal organ:
Perdarahan saluran cerna (> 500 ml/24 jam)
Syok (Sistolik 90 mmHg)
PaO2 60%
Kreatinin 2 mg/dL
*Gagal organ persisten didefinisikan dengan modified Marshal scores.

Revisi Atlanta
(2013)
Pankreatitis Akut Ringan
Tidak adanya gagal organ
Tidak adanya komplikasi lokal
Pankreatitis Akut Sedang-Berat
1. Komplikasi lokal DAN/ATAU
2. Gagal organ transien (<48 jam)
Pankreatitis Akut Berat
Gagal organ persisten >48 jam*

Algoritma
Penatalaksanaa
n

Algoritma
Perawatan
PANKREATITIS AKUT

Obstruksi
Empedu

Pankreas
Edema

Histamin
Bradikinin

Produksi
Insulin

Metabolisme
bilirubin
terganggu

Obstruksi
duktus pankreas

VASODILA
TAS

Metabolisme
glukosa
terganggu

IKTERIK

MK :
Perubahan Nutrisi
Kurang dari
Kebutuhan

HIPOVOLE
MIA

NYERI

Eksudat darah
dan protein
serum ke
dalam
peritonium

MK :
Nyeri

PERITONI
TIS

SYOK

Tanda
DIABETES
MILITUS

MK :
Defisit Volume Cairan

Asuhan
Keperawatan
Dignosa Keperawatan
Nyeri b.d proses inflamasi
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d mual muntah
Defisit volume cairan b.d diaphoresis, mual, muntah
Pola pernafasan yang tidak efektif b.d imobilisasi akibat rasa
nyeri yang hebat, infiltrat pulmoner, efusi pleura dan atelektasis
Resiko infeksi b.d imobilisasi, proses inflamasi, akumulasi
cairan
Defisit pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan
pengobatan

TERIMA KASIH