Anda di halaman 1dari 27

Gerakan dan Tantangan

Pengembangan Koperasi
Kelompok 10

MATERI
Gerakan Koperasi Internasional
Gerakan Koperasi di Indonesia
Hubungan Gerakan Koperasi Indonesia dengan
Gerakan Koperasi Internasional
Hubungan DEKOPIN dengan Koperasi-koperasi
Luar Negeri
Sikap Pemerintah Terhadap Gerakan Koperasi
Tantangan Koperasi

International Coorperative Alliance


( ICA )

International Coorperative Alliance ( ICA )


atau disingkat ICA, dibentuk pada kongres
koperasi sedunia tahun 1895 di London.
Negara-negara yang mempelopori berdirinya
lembaga gerakan koperasi dunia ini adalah :
Inggris, Australia, Belgia, Perancis, Jerman,
Belanda, Italia, Swiss, dan Rumania. Masingmasing negara tersebut diwakili oleh masingmasing lembaga gerakan koperasi yang ada di
negaranya.

Tujuan ICA
ICA melanjutkan kerja para pelopor
Rochdale, sesuai dengan prinsipprinsipnya, berusaha dengan metodemetodenya sendiri, untuk
menggantikan sistem yang sematamata mencari keuntungan dengan
suatu sistem koperasi yang
diorganisasikan untuk kepentingan
seluruh masyarakat dan berdasarkan
saling bantu-membantu.

Asean Cooperative Organization


( ACO )
Atas prakarsa Dewan Koperasi Indonesia
( DEKOPIN ), pada tahun 1977 ( 5-7
Desember ) telah diselenggarakan
Konferensi pertama koperasi negaranegara ASEAN di Jakarta dan telah
ditanda tangani oleh wakil gerakan
koperasi Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura dan Thailand tanggal 6
Desember 1977 di Jakarta.
Konferensi tersebut telah berhasil
mengambil dua keputusan penting yaitu :

1. Membuat pernyataan bersama


wakil-wakil gerakan koperasi
negara-negara ASEAN ( Joint
Declaration of Representatives of
ASEAN Cooperative Movements )
2. Membentuk organisasi koperasi
ASEAN ( Asean Cooperative
Organization ) disingkat ACO,
sebagai wadah untuk
mengembangkan kerja sama
antara gerakan koperasi di
negara-negara Asean

Gerakan Koperasi di Indonesia


SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi
Republik Indonesia )
Lahir melalui kongres koperasi I di Tasikmalaya, Jawa
Barat pada tahun 1947
Dalam kongres tersebut ditetapkan bahwa tanggal
12 Juli sebagai hari Koperasi
Tetapi sokri tidak bisa menjalankan fungsinya ,karena
adanya pergolakan fisik antara Indonesia vs Belanda.

DKI ( Dewan Koperasi Indonesia )


Lahir melalui kongres koperasi II pada tanggal 15-17
Juli 1953 di Bandung
Pada kongres ini disepakati pula bahwa Bung Hatta
sebagai Bapak Koperasi Indonesia

Tujuan DKI adalah ingin melaksanakan cita-cita nasional utk


menyusun perekonomian bangsa Indonesia atas dasar asas
kekeluargaan sebagaimana dinyatakan dlm pasal 33 ayat 1
UUD 45
KOKSI ( Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh
Indonesia )
Lahir atau terbentuk pada tanggal 3 Juni 1961 sebagai
pengganti DKI
Dalam KOKSI ini adanya campur tangan pemerintah utk
menguasai gerakan koperasi dg kebijakan pemerintah
Adapun puncak campur tangan pemerintah untuk menguasai
gerakan koperasi ketika itu adalah dengan mencabut UU No.
79/1958, dan menggantinya dengan UU No. 14/1965. Dalam
UU ini antara lain dinyatakan bahwa kepengurusan ( koperasi )
harus mencerminkan kekuatan progresif revolusioner
berporososkan nasakom dan harus berjiwa Manipol. Dengan
kebijakan politik dan ekonomi seperti itu, maka organisasi
koperasi pada masa ini tentu sulit berkembang secara wajar

GERKOPIN ( Gerakan Koperasi Indonesia )


Sejak tahun 1966, pemerintah Orde Baru bertekad untuk
membangun kembali lembaga gerakan koperasi di
Indonesia. Atas desakan dari musyawarah nasional gerakan
koperasi yang berlangsung pada tanggal 13-17 Juli 1966,
pemerintah secara resmi membubarkan KOKSI. Sebagai
gantinya pada bulan Juli 1967, Menteri perdagangan dan
koperasi menyetujui pembentukan wadah gerakan koperasi
baru yang disebut Gerakan Koperasi Indonesia
( GERKOPIN ). Sedangkan musyawarah nasional gerakan
koperasi pada bulan Juli 1966 ini, dinyatakan sebagai Munas
I Gerkopin.
Selain itu, pada Munas I Gerkopin ini, gerakan koperasi
Indonesia juga menyarankan kepada pemerintah agar
mencabut Undang-Undang No. 14/1965 yang dipandang
telah menempatkan koperasi sebagai alat politik semata.
Memperhatikan saran tersebut, maka pemerintah kemudian
membentuk Panitia Peninjau UU No. 14/1965, yang diketuai
oleh Ir. Ibnoe Sudjono ini, disusunlah Rancangan UndangUndang koperasi yang baru. Rancangan Undang-Undang ini
diundangkan menjadi UU No. 12/1967 tentang pokok-pokok
perkoperasian, pada tanggal 18 desember 1967.

DEKOPIN ( Dewan Koperasi Indonesia )


Berdiri pada tahun 1968
DEKOPIN dinyatakan sbg satu-satunya wadah tunggal gerakan
koperasi Indonesia saat itu
DEKOPIN telah beberapa kali mengalami perubahan. Yang
terakhir adalah yang disepakati berdasarkan hasil MUNAS Ke XI
yang berlangsung di Jakarta pd th 1983
DEKOPIN mempunyai kedudukan sebagai organisasi gerakan
koperasi yang melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :
a. Memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi koperasi.
b. Meningkatkan kesadaran berkoperasi dikalangan masyarakat.
c. Melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan
masyarakat.
d. Mengembangkan kerja sama antar koperasi dan antara
koperasi dengan badan usaha lain, baik pada tingkat nasional
maupun internasional

Hubungan DEKOPIN dengan


Koperasi Luar Negeri
DEKOPIN sebagai puncak
organisasi kesatuan Koperasi untuk
Indonesia mengadakan hubunganhubungan dengan gerakan Koperasi
Luar Negeri.

koperasi-koperasi luar negeri yang


menawarkan bantuannya melalui DEKOPIN
ialah :
Dewan Koperasi India ( National Cooperative
Union of India )
Dewan Koperasi Amerika Serikat
( Cooperative League of USA )
Pusat koperasi Swedia (Swedish Cooperative
Centre)
Koperasi asuransi Malaysia
Koperasi asuransi Jepang
Koperasi China (All China Fe-deration of
Supply and Marketing Cooperatives
(ACFSMC))

1
Menyesuaikan fungsi koperasi dengan jiwa dan
semangat UUD 1945 dan Manipol Republik
Indonesia, dimana koperasi diberi peranan
sedemikian rupa sehingga kegiatan dan
penyelenggaraannya
benar-benar
dapat
merupakan alat untuk melaksanakan ekonomi
terpimpin, sendi kehidupan ekonomi bangsa
Indonesia
dan
dasar
untuk
mengatur
perekonomian rakyat guna mencapai taraf hidup
yang layak dalam susunan masyarakat adil dan
makmur yang demokratis;

Pemerintah wajib
mengambil sikap yang
aktif dalam membina
Gerakan Koperasi
berdasarkan azas-azas
demokrasi terpimpin,
yaitu
menumbuhkan,
mendorong,
membimbing,
melindungi dan
mengawasi
perkembangan Gerakan
Koperasi

3
Membentuk organisasi dan cara
bekerja yang sehat sesuai dengan
azas-azas koperasi yang
sebenarnya

TANTANGAN KOPERASI

Masalah Krusial
Kesadaran berkoperasi
belum tumbuh berakar di
kalangan masyarakat
Indonesia
pengeolaan organisasi dan
usaha

Masalah Pokok
Yaitu kekurangmampuan
manajemen koperasi untuk
menggerakan dan membina
pengurus dan manajer yang
baik.
Korupsi
Intervensi Pemerintah

Entitas Usaha
Perubahan paradigma
koperasi sebagai entity
business yang bermuatan
sosial.
Setiap koperasi harus
mempunyai doktrin koperasi.

TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT

Kuis
1.

2.

3.
4.

International Cooperative Alliance atau


disingkat ICA, dibentuk pada tahun berapa?
Dan dimana ?
Apa yang melatar belakangi SOKRI tidak
menjalankan fungsinya sebagaimana yang
digarapkan ?
Pada saat kapan Bung Hatta diangkat sebagai
Bapak koperasi Indonesia ?
Koperasi-koperasi luar negeri mana saja yang
menawarkan bantuannya melalui DEKOPIN ?