Anda di halaman 1dari 9

REGULASI KEUANGAN PUBLIK NON

PEMERINTAH
DISUSUN OLEH: KELOMPOK 12
MARISA
YULIA SAPITRI
ARIF AULIA HAQQI

(C1C015110)
(C1C015023)
(C1C015056)

Perkembangan Regulasi Terkait


Organisasi Nirlaba

Regulasi
Tentang
Yayasan

Regulasi
tentang
Partai
Politik

Regulasi
Tentang
Lembaga
swadaya
masyarakat
(LSM) /NGO

Regulasi Tentang
Yayasan
Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang
dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang
sosial, keagaamaan, dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota.
Dengan kegiatan yayasan yang terkait dengan kesejahteraan sosial
masyarakat luas, regulasi yang detail diperlukan untuk mengatur
pelaksanaan yayasan. Regulasi yang terkait dengan yayasan adalah
undang undang RI Nomor 16 Tahun 2001, yang dimaksudkan untuk
menjamin kepastian dan ketertiban hukum agar yayasan dapat berfungsi
sesuai dengan maksud dan tujuannya berdasarkan prinsip keterbukaan
dan akuntabilitas kepada masyarat.

Pendirian
Yayasan

Pendirian yayasan dilakukan


dengan akta notaris dan
mempunyai status badan hukum
setelah akta pendirian
memperoleh pengesahan dari
Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia atau pejabat
yang ditunjuk. Permohonan
pendirian yayasan dapat
diajukan kepada Kepala Kantor
Wilayah Departemen
Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia yang wilayah kerjanya
meliputi tempat kedudukan
yayasan.

Organ
yayasan

Yayasan mempunyai organ yang


terdiri atas Pembina, Pengurus, dan
Pengawas. Pengelolaan kekayaan
dan pelaksanaan kegiatan yayasan
dilakukan sepenuhnya oleh
Pengurus. Pengurus wajib membuat
laporan tahunan yang disampaikan
kepada Pembina dan tembusannya
kepada Menteri dan instansi terkait
mengenai keadaan keuangan dan
perkembangan kegiatan yayasan.
Pengawas bertugas melakukan
pengawasan serta memberi nasihat
kepada Pengurus dalam
menjalankan kegiatan

Regulasi tentang Partai Politik


Pengertian dari Partai Politik adalah setiap organisasi yang
dibentuk oleh warga negara Republik Indonesia secara sukarela
atas dasar persamaan kehendak untuk memperjuangkan baik
kepentingan anggotanya maupun bangsa dan negara melalui
Pemilihan Umum. Tujuan umum partai politik adalah
mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan
mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila
dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan tujuan khusus partai
politik adalah memperjuangkan cita-cita para anggotanya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Fungsi Partai Politik

Partai Politik
Sebagai
Komunikasi
Politik

Partai Politik
sebagai Sarana
Sosialisasi
politik

Partai Politik Sebagai Sarana Pengatur Konflik

Partai Politik
Sebagai Sarana
Rekrutmen
Politik

Regulasi Tentang Lembaga


swadaya masyarakat (LSM) /NGO

LSM Lembaga Swadaya Masyarakat adalah Organisasi non-pemerintah


yang independen dan mandiri, dan karena itu bukan merupakan bagian
atau berafiliasi dengan lembaga-lembaga negara dan pemerintahan.
LSM juga sering dikenal dengan NGO (Non-governmental organization).
Sesuai dengan namanya, NGO pada dasarnya memiliki pengertian singkat
sebagai organisasi yang tidak berada secara langsung dalam struktur
pemerintahan ataupun tidak ada koordinasi langsung dari pemerintah dan
merupakan badan yang bersifat mandiri. LSM dapat berdiri jika terdapat
kesamaan visi dan misi sekelompok orang yang membentuk organisasi
dengan kebebasan segala perbedaan yang terdapat di masyarakat seperti
agama, suku, ras, golongan, dan gender tapi tetap berasaskan Pancasila dan
UUD 1945.

Secara garis besar dari sekian banyak organisasi non pemerintah yang ada
dapat di kategorikan sbb :

NGO
Operasional

NGO nasional
mencakup
organisasi seperti
Palang Merah (Red
Cross),

NGO
Advokasi

NGO internasional
mulai dari badan
sekuler seperti
organisasi Save the
Children

SEKIAN TERIMA
KASIH