Anda di halaman 1dari 18

Pengendalian penyakit

menular dan kesehatan


lingkungan pada korban
bencana (pengungsi)
Oleh:
Kelompok 7

A. Pengertian Pengendalian Pada


Pengungsian.
Pengendalian pengungsi adalah suatu
upaya dan kegiatan yang ditujukan
kepada pengungsi sebagai akibat
bencana yang meliputi langkahlangkah penyelamatan/perlindungan,
evakuasi, pemberian bantuan darurat,
rehabilitasi, rehabilitasi mental, dan
atau rekonstruksi sarana-prasarana
fisik, pemulangan, pemberdayaan,
dan relokasi.

B. Pengendalian Penyakit Menular


Pada Pengungsian.

Manajemen kesehatan
masyarakat lebih
menekankan pada upaya
pencegahan penularan
dengan cara memutus
mata rantai penularan.

Cara memutus mata rantai


penularan penyakit yaitu:
1. Melakukan manajemen kasus, baik pengobatan
maupun
profilaksis/pencegahan.
2. Memutus kemungkinan penularan agen
penyakit dari penderita ke orang sehat dengan
cara isolasi.
3. Meningkatkan daya tahan setiap perorang
dengan cara perbaikan status gizi.
4. Melakukan perbaikan kondisi lingkungan agar
tidak rentan menjadi sumber penularan
penyakit.

C. Mengurangi resiko terjadinya


penularan penyakit.
Untuk mengurangi risiko terjadinya
penularan penyakit, maka beberapa
hal yang harus diperhatikan yaitu:
Pasokan/penyediaan air bersih
Pembuangan tinja.
Pengendalian vektor.
Manajemen Sampah.
Drainase/saluran air.
Penyuluhan Kesehatan

D. Manajemen
kesehatan lingkungan
dalam bencana.

1. Area Prioritas Intervensi


Kesehatan Lingkungan.
Kelangsungan dan rehabilitasi
yang segera dari layanan
kesehatan lingkungan yang efektif
merupakan prioritas utama dalam
manajemen kesehatan darurat
setelah serangan bencana alam.

2. Layanan Kesehatan Lingkungan


Prioritas
Pertimbangan pertama harus
diberikan kepada layanan
esensial untuk melindungi dan
menjamin kesejahteraan
penduduk di daerah yang berisiko
tinggi, dengan penekanan pada
upaya pencegahan dan
pengendalian penyakit menular.

3. Program Sanitasi Lingkungan.


Tujuan utama program-program
sanitasi dalam situasi bencana
adalah untuk memberikan
martabat bagi penduduk dan
mengurangi risiko terkait terhadap
penyakit-penyakit yang ditularkan
melalui jalur fekal-oral.

4. Penampungan
Akomodasi jangka
pendek tempat
populasi yang
terpengaruh dapat
tinggal di
penampungan sampai
bencana berlalu dan
kembali ke rumah
mereka sesegera

5. Persediaan air
Survei terhadap
semua persediaan air
masyarakat harus
dilaksanakan, dimulai
pada sistem distribusi
dan berlanjut pada
sumber air.
Aspek keamanan
umum yang utama
dari mutu air adalah

6. Sumber air alternatif

Berdasarkan urutan pilihan


yang umum, pertimbangan
harus diberikan pada sumber
air alternatif yaitu air tanah
dalam, air tanah dangkal/mata
air, air hujan dan air
permukaan.

7. Keamanan
Makanan
Higiene yang buruk
merupakan
penyebab utama
foodborne diseases
dalam situasi
bencana. Jika
program pemberian
makanan memang

8. Sanitasi Dasar dan Higiene


Personal
Hygiene personal cenderung menurun
setelah bencana alam, khususnya di daerah
yang penduduknya padat dan tempattempat yang kekurangan air. Upaya-upaya
berikut direkomendasikan:
Menyediakan fasilitas dasar cuci tangan.
Menyediakan fasilitas MCK.
Memastikan ketersediaan air yang
memadai.
Menyelenggarakan promosi kesehatan.

9. Jamban
Pembuatan jamban dalam situasi darurat
umumnya menggunakan terpal plastik.
Dalam situasi keadaan darurat yang
ekstrem, bisa jadi lokasi untuk buang air
besar berupa lapangan. Dalam situasisituasi yang lebih mapan, mestinya bisa
dibangun jamban untuk keluarga, karena
perempuan, anak-anak, penyandang cacat
dan orang sakit memiliki kebutuhan yang
berbeda. Mungkin diperlukan jamban
dengan desain khusus untuk mereka.

10. Pengelolaan limbah


padat
Pembuangan barang bekas
dll yang saniter merupakan
cara yang paling efektif
untuk mengendalikan
penyakit bawaan vector.
Pengumpulan sampah
harus sesegera mungkin
dilaksanakan kembali di
daerah yang terserang
bencana.

11. Pengendalian Vektor.


langkah-langkah darurat penting untuk
pengendalian vektor:
Pulihkan aktivitas pengumpulan dan pembuangan
sampah yang saniter sesegera mungkin
Selenggarakan promosi kesehatan
survei pada kamp dan wilayah berpenduduk
padat untuk mengidentifikasi lokasi
perkembangbiakan vektor.
Musnahkan tempat perkembangbiakan vektor
Lakukan pengendalian kimia jika perlu.
Simpan makanan dalam tempat tertutup dan
terlindung.

Terima
kasih