Anda di halaman 1dari 17

Demam Berdarah Dengue

CDH

Apa itu penyakit DBD?


Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan
oleh virus Dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan
nyamuk Aedes

1. Dengue 1
2. Dengue 2
3. Dengue 3
4. Dengue 4

Ae aegypti merupakan vektor yang utama, namun spesies lain


seperti Ae.albopictus juga dapat menjadi vektor penular.
Nyamuk penular dengue ini terdapat hampir di seluruh
pelosok Indonesia, kecuali di tempat yang memiliki ketinggian
lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.
Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara
lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat dan
kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya
tempat perindukan nyamuk (biasanya terjadi pada musim
penghujan).

Angka kejadian
Indonesia merupakan negara endemis DBD
Insidensi DBD 6-15 per 100.000 penduduk (1989-1995)
Tahun 2013 dengan jumlah penderita sebanyak 112.511
orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871
penderita.
Pada tahun 2014, sampai pertengahan bulan Desember
tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia
sebanyak 71.668 orang, dan 641 diantaranya meninggal
dunia.
Tahun 2016: KLB di 9 kabupaten dan 2 kota di 11
provinsi

Bagaimana siklus penularan DBD?


Seorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber
penularan DBD, virus ini berada dalam darah selama 4 7 hari.
Bila manusia digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap
masuk kedalam lambung nyamuk, virus akan memperbanyak diri dan tersebar di
berbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya.
Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita nyamuk tersebut siap
menularkan kepada orang lain. Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk
sepanjang hidupnya dan menjadi penular (Infektif).

Manifestasi klinis
Demam dengue
Demam Berdarah Dengue
DSS (Dengue Syok Sindrome)

Demam Dengue
Demam 2-7 hari dengan 2 atau lebih manifestasi klinis
sbb :
Nyeri kepala
Nyeri periorbita (sekitar mata)
Nyeri sendi
Ruam kulit
Manifestasi perdarahan
Leukopenia (rendahnya sel darah putih)
Dan Serologi dengue positif

DBD
Kriteria WHO 1997 :

Demam 2-7 hari minimal satu dari :


Uji bendung Positif
Petekie, ekimosis atau purpura
Perdarahan mukosa
Muntah/BAB darah
Trombositopenia
Plasma leakage positip

Perbedaan
DD : Tidak ditemukan kebocoran plasma
DBD : Ditemukan kebocoran plasma

DSS
Gejala dan tandanya seperti DBD disertai
kegagalan sirkulasi dengan manifestasi nadi
yang cepat dan lemah,
Tekanan Darah : hipotensi dengan standar
sesuai umur.
Kulit dingin dan lembab serta gelisah

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan serologi (cek NS-1, IgM dan Ig G)

Pemeriksaan radiologis (jika diperlukan)

Tata Laksana

Perawatan Rumah

Minum yang banyak


Dicatat berapa banyak minumnya,
Dicatat juga jam berapa saja kencingnya
Akan baik sekali bila penderita mau makan
Kalau diatas 38C berikan parasetamol
Untuk penurun panas bagi penderita DBS
dilarang keras memberi salisilat dan ibuprofen

PENCEGAHAN
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk
penyakit DBD, pencegahan utama demam berdarah
terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor
nyamuk DBD.
Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan
membrantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di
tempat-tempat pembiakannya.

TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK AEDES AEGYPTI


Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari seperti : drum,
tangki, tempayan, bak mandi/wc dan ember.
Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti :
tempat minum burung, vas bunga, barang-barang bekas (ban, kaleng,
botol, plastik,dll).
Tempat penampungan air alamiah seperti : lobang batu/pelepah daun,
tempurung kelapa, potongan bambu.

3M PLUS
1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air
seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air, lemari es,
dan lain-lain;
2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum,
kendi, toren air, dan sebagainya
3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk
jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Plus
1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk;
3) Menggunakan kelambu saat tidur;
4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
5) Menanam tanaman pengusir nyamuk;
6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian
di dalam rumah yang bisa menjadi tempat
istirahat nyamuk, dan lain-lain.