Anda di halaman 1dari 40

KOLOKIU

HUBUNGAN DEPRESI DENGAN REGULASI


PENGONTROLAN GULA DARAH DAN
KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA
DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN DI RSUP
M.DJAMIL
OLEH
Nurhasnah,
S.Farm, Apt
1021213115
PEMBIMBING 1
Prof. DR. Helmi Arifin,
MS, Apt

PEMBIMBING 2
dr. Arina Widya Murni,
Sp.PD, (K) Psi

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Depresi
berhubungan
dengan komplikasi
vaskuler, kontrol
gula darah yg buruk,
ketidakpatuhan

LATAR BELAKANG

Diabetes merupakan
faktor resiko depresi
dan diabetes
meningkatkan resiko
depresi.
Prevalensinya pada
pasien DM 1.5-3 kali
lebih tinggi

2,8 % pada tahun 2000 dan


4.4 % tahun 2030. lebih dari
60 % berasal dari Asia
-Menyebabkan
50%
Komplikasi
gagalnya
mikrovaskuler
(retinopati,
nefrotapi
pengobatan
kronik
dan neuropati),
-- diperkirakan
50%
makrovaskuler
(PJK,
pasien
tidak minum
pembuluh
obatpenyakit
sesuai dengan
darah otak dan
yang
dianjurkan
perifer) dan mortality.
-30%
pasien
masuk
Untuk
mencegahnya
rumah
karena dg
perlusakit
pengontrolan
ketidakpatuhan
baik (Ketekunan dan
perawatan diri, serta
kepatuhan pasien
minum obat)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Perumusan Masalah

?
S

Perumusan masalah pada


penelitian ini adalah
bagaimana hubungan dan
seberapa besar hubungan
depresi dengan
pengontrolan gula darah
dan kepatuhan minum
obat pada pasien diabetes
rawat jalan di RSUP Dr.
M.Djamil Padang

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Tujuan Penelitian

Tujuan
umum
Tujuan
khusus
S

mengetahui hubungan dan


besarnya hubungan antara
depresi dengan regulasi gula
darah pada pasien diabetes
mengetahui hubungan dan
besarnya hubungan antara
depresi dengan kepatuhan
pasien minum obat
mengetahui hubungan dan
besarnya hubungan antara
gulaprevalensi
darah dandepresi pada
regulasi
Mengetahui
kepatuhan
pasien diabetes RSUP M.Djamil
Padang
Mengetahui prevalensi kepatuhan
pada pasien diabetes (depresi dan
non depresi)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Hipotesis Penelitian

HIPOTESIS

Ada hubungan yang


berbanding lurus
antara depresi dengan
regulasi gula darah dan
kepatuhan pasien

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Manfaat Penelitian
hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan masukan
untuk meningkatkan angka kepatuhan pasien Diabetes
Mellitus di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang sehingga terapi
yang diharapkan tercapai.
Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman lapangan tentang
penatalaksanaan Diabetes Mellitus, Depresi dan pengalaman
belajar untuk dapat memahami kaedah penelitian.
Bagi pasien, penelitian ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan, merubah pola dan sikap gaya hidup pasien,
serta dapat meningkatkan kepatuhan pasien diabetes mellitus
dalam mengkonsumsi obat demi tercapainya tujuan terapi
yang diharapkan

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Manfaat Penelitian

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

METODOLOGI PENELITIAN
WAKTU DAN TEMPAT
PENELITIAN
Penelitian akan di

laksanakan pada bulan


Juni - Agustus 2012 di
bagian poliklinik
khusus diabetes RSUP.
M.Djamil Padang

BAHAN DAN ALAT

BDI II
SKALA MORISKY
Tabel pengumpul data
SPSS 17

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

METODOLOGI PENELITIAN

Metoda

cross
sectional

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Skema Rancangan Penelitian


Pasien DM rawat
jalan

-Usia >18 tahun


-Tidak menggunakan insulin

inklusi

-Tidak menggunakan antidepresan


-Menggunakan obat hipoglikemik
lebih dari 6 bulan

Sampel (n=
80)
BDI II dan
kuisioner
kepatuhan
Non
Depresi

Kuisi
oner
2

GDP
,
GDS

GDS
GDP

Kuisi
oner
2

Depresi

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Populasi dan Sampel


POPULASI

SAMPEL

Subjek penelitian yang dipilih adalah

Populasi pada penelitian ini adalah

semua pasien dibetes rawat jalan di


poliklinik khusus diabetes RSUP Dr.
M. Djamil Padang.

semua populasi yang memenuhi


kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
Kriteria subjek yang inklusi pada
penelitian ini adalah pasien Diabetes
Mellitus dengan usia lebih dari 18
tahun, tidak sedang menggunakan
antidepresan, tidak sedang
menggunakan insulin dan
menggunakan obat lebih dari 6 bulan.

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Perhitungan jumlah sampel

n = p (1-p) (Z/d)2
n = p (1-p) (Z/d)2
Ket : n = jumlah sampel
p = proporsi penyakit
= di0.3 (1-0.3) (1.96/0.1)2
populasi (proporsi depresi pada
= 0.3 x 0.7 x 384.16
penderita diabetes
mellitus = 30%)
= 80.7 = 81 pasien
Z = 1.96 (Nilai Z pada uji 2
ekor
D = toleransi estimasi
(presisi absolute yang
diinginkan) 0.1

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Pengumpulan Data

Dilak
ukan
2x
semi
ngg
u

Lembar
pengump
ul data

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Pengolahan Data

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Daftar Pustaka
Aikens J E, Perkins D W, Lipton B, Piette J D. Longitudinal analysis of depressive

symptoms and glycemic control in type 2 diabetes. Diabetes Care, Volume 32,
Number 7, July 2009
Anderson R, Freedland K E, Clouse R E, Lustman P J. The prevalence of
comorbid depression in adult with diabetes. Diabetes Care Volume 24, Number
6, June 2001
American Diabetes Association: Standards of medical care in diabetes .
Diabetes Care Volume 32, Supplement 1, January 2009
Anonym. Pharmaceutical care untuk penderita gangguan depresiv. Direktorat
Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian dan alat
kesehatan.2007
Anonim. Pharmaceutical care untuk penyakit diabetes mellitus. Direktur Jendral
Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan.2005
Bogner H, Morales K, Vries H, Cappola A. Integrated management of type 2
diabetes mellitus and depression treatment to improve medication adherence:
A randomized controlled trial. Annals of Family Medicine Vol.10, No. 1
January/Februari 2012
Chandra B. Metodologi penelitian kesehatan.Penerbit uku Kedokteran EGC.
2008

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Dipiro J T, Talbert R L, Yee G C, Matzke G R, Wells B G, Posey L M.

Pharmacotherapy: A pathophysiologic approach seventh edition. Mc Graw Hill


Medical. 2008
Elizabeth, Katon W, Koref M F, Rutter C, Simon G, Oliver M, Ciechanowski P,
Ludman E, Bush T, Young B. Relationship of Depression and diabetes self-care,
medication adherence, and preventive care. Diabetes Care volume 27 number
9, September 2004
Engum A, Mykletun A, Midthjell K, Holen A, Dahl A A. Depression and diabetes:
large population-base study of sociodemographic, lifestyle, and clinical faktors
associated with depression in type 1 and type 2 diabetes. Diabetes Care . 2005
Gendelman N, Snel-Bergeon J, McFann K, Kinney G, Wadwa P, Bishop F, Rewers
M, Maahs D. Prevalence and correlates of depression in individuals with and
without typ 1 diabetes. Diabetes Care Volume 32, Number 4 April 2009
Grout M D, Anderson R, Freedland K E, Clouse R E, Lustman P J. Association of
depression and diabetes complication: A meta analysis. Psychosomatic Medicin
63:619-630,2001
Hosoya T, Matsushima M, Nukariya K, Utsunomiya K. The relationship between
the severity of depressive symptoms and diabetes related emotional distress in
patient with type 2 diabetes. Internal Medicine 51: 263-269, 2012

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Juliana, malik V, Jia W, Kadowaki T, Yajnik C, kun-Ho Yoon, Frank B Hu. 2009. Diabetes in

Asia: Epidemiology, risk faktors and pathophysiology. JAMA 2009;301(20):2129-2140


Kaplan H, Sadock B, Grebb J. Sinopsis psikiatri. Ilmu pengetahuan perilaku psikiatri klinis
edisi ke-7. Binapura Aksara, Jakarta:1997
Katon W, Russo J, Elizabet, Heckbert S, Karter A J, Williams L H, Ciechanowski P, Ludman
E, Koref M V. Diabetes and poor disease control: Is comorbid depression associated with
poor medication adherence or lack of treatment intensification. Psychosomatic Medicine
71:965-972. 2009
Katzung B G. Farmakologi dasar dan klinik, Edisi IV. Alih bahasa oleh staf dosen
farmakologi fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya. Penerbit buku kedokteran
EGC.1994
Lustman P J, Anderson R J, Freedland K E, Groot M D, Carney R M, Clouse R E. Depression
and poor glycemic control: A meta-analytic review of literature. Diabetes Care Volume
23, Number 7, July 2001
Pearson S, Schmidt M, Patton G, Dwyer T, Buzzard L, Otahal P, Venn A. Depression and
insulin resistance. Diabetes Care Volume 33, Number 5, Mai 2010
Perveen S, Otho M S, Siddiqi M N, Hatcher J, Rafique G. Association of depression with
newly diagnosed type 2 diabetes among adult aged between 25 to 60 years in Karachi,
Pakistan. BioMed Central Diabetology & Metabolik Syndrome 2010 2:17
Price S, Wilson L M. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit, edisi 6, volume 2.
Penerbit buku kedokteran EGC. 2006

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Sarwono J. Panduan cepat dan mudah SPSS 14. Penerbit

Andi. 2006
Tjay T H, Rahardja K. Obat-obat penting, edisi kelima
cetakan kedua. Penerbit PT Elex Media Komputindo
Kelompok Gramedia, Jakarta: 2002
Wiffen P, Mitchell M, Snelling M, Stoner N. Oxford
handbook of clinical pharmacy. Oxford University Press.
2007
Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. Global
prevalence of diabetes. Diabetes care 27: 1047-1053,2004
Zuberi A, Syed E, Bhatti J A. Association of depression wiyh
treatment outcomes in type 2 diabetes mellitus: A crosssectional study from Karachi, Pakistan. BioMed Central
Psychiatry 2011, 11:27
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA
ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

Tabel pengumpul data

NO

MR

Name
(I)

Gende
r

Umur

BB

ting
gi

Lama
DM

Pyk
lain

Komplikas
i

Gula
darah

Depres
i BDI
II

terapi

Rokok

U/A/J

Marita
l status

kepatuh
am

1
2
3
4
5
dst

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

LAMPIRAN

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITA


ANDALAS
PROGRAM STUDI FARMASI (KLINIK)