Anda di halaman 1dari 8

TEORI ATRIBUSI

WEINER
KELOMPOK 5

Pengertian Atribusi
Proses yang dilakukan untuk mencari jawaban

atas pertanyaan mengapa, atau apa sebab


atas perilaku orang lain ataupun diri sendiri.
Atribusi adalah sebuah teori yang membahas
tentang upaya-upaya yang dilakukan untuk
memahami penyebab-penyebab perilaku kita
dan orang lain. Definisi formalnya, atribusi
berarti upaya untuk memahami penyebab di
balik perilaku orang lain, dan dalam beberapa
kasus juga penyebab di balik perilaku kita
sendiri.

Menurut Weiner (Weiner,1980,1992) Atribusi

adalah teori kontemporer yang paling


berpengaruh dengan implikasi untuk motivasi
akademik. Hal ini dapat diartikan bahwa teori
ini mencakup modifikasi perilaku dalam arti
bahwa ia menekankan gagasan bahwa
peserta didik sangat termotivasi dengan hasil
yang menyenangkan untuk dapat merasa baik
tentang diri mereka sendiri.

Komponen dan
Karakteristik
Model Atribusi mengenai motivasi mempunyai
beberapa kompinen, yang terpenting adalah
hubungan antara atribusi, perasaan dan
tingkah laku. Menurut Weiner uruta-urutan
logis dari hubungan psikologi ialah perasaan
merupakan hasil dari atribusi atau kognisi.
Penyebab keberhasilan dan kegagalan
menyebabkan pengharapan untuk terjadinya
tindakan yang kan datang dan menimbulkan
emosi tertentu.

Keberhasilan atau kegagalan dapat dianalisis dalam tiga


karakteristik, yakni:
Penyebab keberhasilan atau kegagalan mungkin internal
atau eksternal. Artinya, kita mungkin berhasil atau gagal
karena faktor-faktor yang kami percaya memiliki asal
usul mereka di dalam diri kita atau karena factor yang
berasal di lingkungan kita.
Penyebab keberhasilan atau kegagalan seseorang
dapat berupa stabil atau tidak stabil. Maksudnya, jika
kita percaya penyebab stabil maka hasilnya mungkin
akan sama jika melakukan perilaku yang sama pada
kesempatan lain.
Penyebab keberhasilan atau kegagalan dapat berupa
dikontrol atau tidak terkendali. Faktor terkendali adalah
salah satu yang kami yakin kami dapat mengubah diri
kita sendiri jika kita ingin melakukannya. Adapun factor
tak terkendali adalah salah satu yang kita tidak percaya
kita dengan mudah dapat mengubahnya.

Faktor yang
Mempengaruhi
Ability yakni kemampuan, adalah faktor internal

dan relative stabil dimana peserta didik tidak


banyak latihan control langsung.
Task difficulty yakni kesulitan tugas dan stabil
merupakan faktor eksternal yang sebgaian besar
di luar pembelajaran kontrol.
Effort yakni upaya, adalah faktor internal dan
tidak stabil dimana peserta didik dapat latihan
banyak kontrol.
Luck yakni faktor eksternal dan tidak stabil
dimana peserta didik latihan kontrol sangat kecil.

Dimensi untuk memahami keterkaitan


Dimensi internal-eksternal sebagai sumber

kausalitas
Dimensi stabil-tidak
STABILITY
LOCUS OF CONTROL
stabil sebagai sifat
INTERNAL
EKSTERNAL
kausalitas
STABIL

KEMAMAMPUAN,INTELEG KESULITAN TUGAS


ENSI,KARAKTERISTIK-

HAMBATAN LINGKUNGAN

KARAKTERISTIK FISIK
TIDAK STABIL

EFFORT,MOOD,FATIQUE

KEBERUNTUNGAN
(LUCK)
KEBETULAN (CHANCE)
KESEMPATAN
(OPORTUNITY)

Sumber
www.scribd.com/presentation/42461368/Teori-

Atribusi-Weiner
Weiner, B. (1974). Motivasi berprestasi dan
teori atribusi. Morristown, N.J.: Umum Tekan
Belajar.
Weiner, B. (1980). Motivasi manusia. NY: Holt,
Rinehart & Winston.
Weiner, B. (1986). Sebuah teori atribusi
motivasi dan emosi. New York: SpringerVerlag.