Anda di halaman 1dari 60

PROGRAM KERJA

POKJA IV

10 PROGRAM POKOK PKK


1

Penghayatan dan Pengamalan


Pancasila

Gotong Royong

Pangan

Sandang

Perumahan dan Tata Laksana Rumah


Tangga

Pendidikan dan Keterampilan

Pengembangan Kehidupan
Berkoperasi

Kesehatan
9 Kelestarian Lingkungan Hidup

Pokja I

Pokja III

Pokja II

Pokja

PROGRAM PRIORITAS POKJA IV 20162020

Hasil Rakernas PKK 2015

1. Mendukung pemerintah dalam


Percepatan Perbaikan Gizi melalui
Program Seribu Hari Pertama
Kehidupan (1000 HPK)
2. Mendukung Program Pemerintah dalam
menurunkan Angka Kematian Ibu
(AKI), Angka Kematian Bayi (AKB)
dan Balita (AKABA) serta
Eradikasi Polio.

PROGRAM PRIORITAS POKJA IV 20162020

Hasil Rakernas PKK 2015

3. Mendukung Program Revolusi Mental di bidang


kesehatan melalui pencatatan dan pelaporan
bagi anggota masyarakat untuk berpartisipasi
dalam keanggotaan Badan Penyelenggaraan
Jaminan Sosial (BPJS) baik sebagai Penerima
Bantuan Iuran (PBI) maupun mandiri.
4. Mendukung Program Kesehatan Reproduksi
termasuk pelaksanaan penggerakan
masyarakat dalam deteksi dini kanker
pada perempuan.
5. Meningkatkan Pembinaan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat melalui kegiatan Kesatuan
Gerak PKK-KB-Kesehatan.

PROGRAM PRIORITAS POKJA IV 20162020

Hasil Rakernas PKK 2015

6. Membina pelaksanaan kegiatan


Posyandu dengan meningkatkan
kemampuan kader PKK dan Posyandu,
termasuk pemahaman dan keterampilan
Sistem Informasi Posyandu.
7. Meningkatkan komunikasi, informasi dan
edukasi (KIE) melalui pendekatan
keluarga dalam pengendalian penyakit
menular; HIV/AIDS, TB, Malaria dan
penyakit tidak menular (Hipertensi,
Diabetes Melitus, Kanker dan Obesitas)

PROGRAM PRIORITAS POKJA IV 20162020

Hasil Rakernas PKK 2015

8. Membantu pemerintah dalam meningkatkan


kesadaran dan kemampuan keluarga serta
masyarakat tentang manfaat kelestarian
lingkungan hidup dan pelaksanaan Sanitasi
Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam
keluarga
9. Meningkatkan asuhan mandiri dalam
keluarga melalui pemanfaatan pengelolaan
hasil Taman Obat Keluarga (TOGA)
10.Mendukung peningkatan pelaksanaan Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)
melalui penganggaran dana desa, dana
kelurahan dan Alokasi dana Desa dari APBN
dan APBD serta sumber lain yang tidak
mengikat.

PROGRAM PRIORITAS POKJA IV 20162020

Hasil Rakernas PKK 2015

11.Melaksanakan koordinasi, integrasi dan


sinergi dalam kegiatan lintas POKJA
(PMT-AS, BKB-PAUD, Kesehatan Jiwa dan
Gangguan Napza, Administrasi
Kependudukan dan penanaman sejuta
pohon)

Di antara program prioritas


PKK 2016-2020 Pokja IV
adalah
1.Menjadikan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS)
sebagai gaya hidup sehari-hari
2. Advokasi, Komunikasi, dan Mobilisasi
sasaran dalam pelaksanaan Imunisasi
Dasar Lengkap serta mewujudkan
Eradikasi Polio.
3. Mendukung pelaksanaan Seribu Hari
Pertama Kehidupan (1000 HPK),
sebagai upaya mewujudkan Keluarga
Sadar Gizi (KADARZI)

PROGRAM INDONESIA
SEHAT
PARADIGMA SEHAT
(POLA PIKIR SEHAT)
1. Pengarusutamaan kesehatan
dalam pembangunan
2. Promotiv preventif sebagai
pilar utama kesehatan
3. Pemberdayaan masyarakat

IMUNISASI DASAR
LENGKAP

IMUNISASI DASAR
LENGKAP SEBELUM ANAK USIA 1

AYO BERIKAN
USIA

JENIS TAHUN
IMUNISASI

Baru lahir

Hepatitis B Nol

1 bulan
2 bulan

BCG, Polio 1
Pentavalen 1,
Polio 2

3 bulan

Pentavalen 2,
Polio 3

4 bulan

Pentavalen 3,
Polio 4, IPV
(Polio Suntik)

9 bulan

Campak

PIN POLIO
MARET 2016
: CAKUPAN
KABUPATEN
KAPUAS
101%

PESAN SPONSOR

CRASH PROGRAM
CAMPAK
(IMUNISASI MASSAL
Mengapa ?
CAMPAK)
Vaksin yang
Karena cakupan
imunisasi Campak masih
rendah
Pelaksanaan Crash
Program Campak di
183 kab/kota 28 provinsi

Kapan ?

1-14 Agustus
2016

Sasaran ?

Semua anak usia 9

bulan 5 tahun
tanpa memandang
status imunisasi
Campak sebelumnya

PERAN PKK &


KADER

diberikan ?

Imunisasi Campak,
disuntik di lengan
kiri

Di mana ?
Di Puskesmas, Pustu,
Poskesdes, Posyandu,
dan pos layanan
imunisasi lainnya

Target ?
Setinggi-tingginya
minimal 95%

VAKSIN POLIO SUNTIK (IPV)


Secara bertahap akan
menggantikan vaksin
Polio tetes, 2020 sudah
tidak ada lagi vaksin Polio
tetes
Mulai diberikan
September 2016. Jogja
sudah sejak 2007 dan
sukses (4 kali suntik
Polio) peran PKK,
peran kader
Diberikan di usia 4 bulan,
bersamaan dengan
Pentavalen ke 3 dan Polio
tetes ke 4

Memberikan
perlindungan lebih
terhadap Polio
Dunia bersepakat
untuk eradikasi Polio
2020
PERAN PKK dan
KADER
SANGAT PENTING

PERILAKU HIDUP
BERSIH DAN SEHAT
(PHBS) &
POSYANDU

PERILAKU HIDUP
BERSIH SEHAT
PHBS adalah semua perilaku
kesehatan yang dilakukan atas
kesadaran sehingga anggota
keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di
bidang kesehatan dan berperan
aktif dalam kegiatan-kegiatan
kesehatan di masyarakat.

PENGERTIANPENGERTIAN

POSYAND
U

Adalah Pos Pelayanan Terpadu (KBKesehatan) yang dikelola dan


diselenggarakan oleh, dari, untuk dan
bersama masyarakat dengan dukungan
teknis dari petugas dalam rangka
mempercepat penurunan Angka Kematian
Ibu (AKI) dan
Angka
Kematian Bayi (AKB)

DEFINISI POSYANDU
Merupakan Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat (UKBM) dari, oleh dan
untuk masyarakat
Tempat memberikan kemudahan
masyarakat dalam memperoleh 5 kegiatan
pelayanan kesehatan dasar untuk
penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi (AKB)
5 kegiatan pelayanan kesehatan dasar :
KIA,KB, Gizi,Imunisasi dan Penanggulangan
Diare

Posyandu adalah milik


masyarakat, diselenggarakan
Oleh Dan Untuk Masyarakat,
Sedangkan Instansi/Lembaga
Terkait hanya memberikan
bimbingan teknis dan fasilitasi

KEGIATAN KADER DALAM


PELAKSANAAN POSYANDU
~ Kegiatan diselenggarakan oleh kader
posyandu dengan bimbingan teknis dari
Puskesmas dan sektor terkait.
~ Jumlah minimal kader 5 (Lima) orang sesuai
dengan jumlah kegiatan utama yg
dilaksanakan oleh posyandu yaitu mengacu
pada sistem 5 meja.
Meja I : Pendaftaran
Meja II : Penimbangan
Meja III : Pencatatan Hasil Penimbangan
Meja IV : Penyuluhan Perorangan
Meja V : Pelayanan Kesehatan

Apa keuntungan datang ke


Posyandu ?
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kesehatan Ibu dan Anak terpantau


Layanan Keluarga Berencana
Layanan Gizi termasuk PMT dan vit A
Imunisasi
Pencegahan Diare
Tambah ilmu pengetahuan, dll

Hanya di 1 tempat dan 1 waktu yaitu


POSYANDU

1. Kesehatan Ibu dan Anak


Terpantau

Ibu hamil, nifas,


menyusui
mendapatkan
pelayanan kesehatan
di Posyandu
Wanita usia subur
mendapat layanan KB

1. Kesehatan Ibu dan Anak


Terpantau (2)

Bayi dan balita terpantau


pertumbuhan dan perkembangannya

2. Layanan Gizi termasuk


vit A
Bayi dan balita
mendapat
makanan
tambahan
Ibu belajar
tentang makanan
tambahan (PMT
Penyuluhan)
Bayi dan balita
mendapat vit A

3. Mendapat Imunisasi
Imunisasi dasar
lengkap sebelum usia
1 tahun
Hepatitis B baru lahir
(1x)
BCG (1x)
Pentavalen (3x)
Polio tetes (4x)
Polio suntik (1x)
Campak (1x)

Memberi perlindungan
pada bayi, baik bagi
dirinya sendiri maupun
anak-anak lainnya

4. Pencegahan Diare

Cuci Tangan Pakai


Sabun -ASI
Imunisasi Air
bersih- Tidak BAB
sembarangan

Oralit Zinc 10 hari


Teruskan ASI Jangan
sembarangan antibiotika
Nasehat Ibu

5. Tambah ilmu
Pencegahan penyakit menular
Kesehatan ibu dan anak lainnya
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Bina Keluarga Balita (BKB)
Dan lain-lainnya

Janin

0-6 bulan

6-9 bulan

9-12 bulan

12 24
bulan

STANTING
MENGANCAM
ANAK BANGSA
Pahami masalahnya
Temukan solusinya

STANTING ADALAH
Ketika balita
lebih pendek
dari
standar tinggi
badan
seumurnya.

Hampir 9 juta
atau lebih dari 1/3 balita di indonesia mengalami
stanting.

Bagaimana stanting di
Indonesia
dan di negara-negara
tetangga?
Hanya Kamboja, Laos dan Timor Leste
yang memiliki angka stanting lebih
tinggi daripada Indonesia.

globalnutritionreport.org

Di Indonesia terdapat lima provinsi


dengan angka stanting tertinggi yaitu:
Nusa Tenggara Timur
(48.01%)
Sulawesi Tenggara
(38.89%)
Papua (38.84%)
Kalimantan Barat
Jakarta sebagai ibukota negara, mempunyai angka
(38.77%)
stanting 22.9%.
Sumatera Utara
(38.58%)

mca-indonesia.go.id

PENYEBAB
STANTING

Kekurangan gizi dalam


waktu yang lama pada

1000 hari
pertama
kehidupan.

AKIBAT STANTING
1.
2.
3.
4.

Perkembangan otak dan fisik terhambat


Sulit berprestasi
Rentan terhadap penyakit
Ketika dewasa mudah mengalami
kegemukan (beresiko terhadap Penyakit
Tidak Menular)
5. Di usia produktif, anak stanting
memiliki penghasilan 20% lebih rendah
daripada anak yang tumbuh optimal.

NAMUN MASIH ADA


HARAPAN DAN JALAN KELUAR
Stanting bisa dicegah dengan memastikan
kesehatan
dan kecukupan gizi pada 1000 hari pertama
kehidupan.

Janin

0-6 bulan

6-9 bulan

9-12 bulan

12 24
bulan

Makan makanan yang bergizi


seimbang, terutama makanan
bersumber protein hewani, agar janin
sehat dan bayi lahir selamat.

Bayi mendapat ASI saja


selama 6 bulan pertama.

Bayi mendapatkan makanan


pendamping ASI dengan jumlah,
frekuensi dan keberagaman yang
cukup sesuai usianya. Pemberian ASI
dilanjutkan hingga 2 tahun.

Tinggal di lingkungan yang


bersih

Di mana setiap
orang menggunakan
Jamban SEHAT

PERLU DUKUNGAN
PEMERINTAH UNTUK :
1. Revitalisasi posyandu Posyandu
perlu diperkuat (PMT, kader)
2. Pelatihan tenaga kesehatan
3. Pemberian gizi mikro untuk ibu dan
balita (Tablet Tambah Darah, Vitamin
A, obat cacing)
4. Tiap keluarga punya jamban sehat
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Stop BAB Sembarangan (BASNO)
5. Akses air bersih, menyimpan dan
mengolah air minum dengan aman

BULAN ELIMINASI KAKI GAJAH


(BELKAGA)

OKTOBER 2016, 2017


MARI LANJUTKAN MINUM OBAT
PENCEGAHAN KAKI GAJAH,
JANGAN RAGU
PUSING, MUAL, NGANTUK, HAL
BIASA
MEMBASMI CACING FILARIA
DAN CACING PERUT

PERAN KADER SANGAT


PENTING
KAMI HAJA MINUM, PIAN
PANG ???

TERIMA KASIH

PROGRAM INDONESIA SEHAT

60

Anda mungkin juga menyukai