Anda di halaman 1dari 34

PHYSICAL STRESS &

VISUAL PROBLEMS
ASSOCIATED WITH
VIDEO DISPLAY
TERMINAL (VDT) USE

PENDAHULUA
N

Visual
Display
Terminal
(VDT)

VDT
(Visual
Display
Terminal) dikenal juga sebagai
VDU (Visual Display Unit) yaitu
perangkat yang terdiri dari
tabung
sinar
katoda
dan
digunakan untuk melihat data
atau
digunakan
dengan
keyboard untuk input data dan
berinteraksi dengan komputer
(Lubis, 2011).

Visual Display Terminal


(VDT) atau yang biasanya
disebut
dengan
monitor
adalah
bagian
yang
biasanya
ditatap
dan
menimbulkan
gangguan
kesehatan
mata
pada
penggunaannya
(Fauzia,
2004).

PENDAHULUA
N

EPIDEMIOLOGI

Sekitar 90 % pelajar usia


5-17 tahun di Washington
dan sekitar 60 % yang
berusia diatas 18 tahun
menggunakan
komputer
setiap
hari
dengan
Visual
mayoritas
menggunakan
Display
komputer untuk bekerja,
belajar
dan
mengakses
Terminal
internet (De Bell et al,
(VDT)
2006). Sekitar 100 juta
penduduk Amerika Serikat
menggunakan
komputer
untuk pekerjaannya seharihari (Izquierdo, 2010).
Hal ini jelas menunjukkan bahwa penggunaan komputer
telah menjadi primadona untuk memudahkan pekerjaan di
segala bidang karena sekitar 75 % pekerjaan di dunia
bergantung pada komputer (Kanitkar et al, 2005).
Universitas

Gangguan kesehatan
pada pengguna VTD

Eyestrain
Fatigue dan
musculoskeletal
problema
Keguguran
Computer Vision
Syndrome

Eyestrain
Ketegangan mata yang
berlebihan
dapat
menimbulkan efek yaitu
kelelahan
mata
dan
kelelahan
umum.
Kelelahan visual terdiri
dari semua gejala yang
muncul
setelah
stress
yang berlebihan.

Eyestrain
Penyebab
Cahaya yang masuk ke mata
dari benda yang tidak dilihat
tidak cukup.

Pemusatan cahaya pada


retina mata tidak sempurna.

Eyestrain
Apabila kondisi seperti
diatas
dibiarkan berlarut maka akan
timbul
efek
:
Okular,
misalnya
mata terasa
pegal, berat,
cepat lelah, tak
nyaman atau
sakit sekitar
mata.

Visual, misalnya
penglihatan
menjadi kabur,
rangkap

Referal,
misalnya sakit
kepala, bahu,
dan punggung.

Eyestrain
Gangguan pengelihatan seperti strain pada mata dan iritasi
merupakan keluhan utama dari pengguna VDT. Gejalanya
merupakan hasil dari:
1. Pencahayaan yang tepat
2. silau dari layar
3. posisi pengguna yang buruk terhadap layar
4. Bahan yang ingin diketik sulit untuk dibaca
.

Gangguan ini yang selalu berhubungan denganl susunan


lingkungan fisik dimana pengguna DVT bekerja.

Eyestrain
Pengguna VDT dapat menghilangkan eyestrain dengan :
1.

area kerja dan pencahayaannya bisa atau harus diubah untuk


menghindari pantulan cahaya secara langsung dari layar display
atau permukaan sekitar.

2.

Menginstirahatkan

mata

sejenak,

dengan

latihan

untuk

merilekskan otot-otot mata seperti metode 20-20 yaitu setelah


mengoprasikan

VDT

20

menit

istirahatkan

mata

dengan

mengalihkan pengelihatan 20 meter selama 20 detik.


3.

mengubah fokus atau tidak terpaku pada layar monitor sesekali


melihat ketempat lain.

4.

Latihan

mata

lain,

seperti

memutar

mengedipkan mata untuk beberapa detik

bola

mata

atau

Fatique and
musculoskeletal problema
Duduk, bekerja di depan VDT dalam waktu yang lama selalu
melibatkan

pergerakan

dari

mata,

kepala,

lengan,

jari.

Mempertahankan postur yang terfiksasi dengan posisi mengetik


selama priode waktu yang lama akan menyebabkan kelelahan
(fatique).
Desain

tempat

kerja

yang

tepat

sangat

penting

untung

mengatasi masalah ini, banyak variabel yang berpengaruh


seperti meja VDT, kursi, dan dokumen-dokumen.
Tempat kerja harus memberikan posisi yang nyaman agar lebih
fleksibel untuk mejangkau dan menggunakan layar monitor,
kyboard, dan dokumen.

Fatique and musculoskeletal


problema
Untuk meminimalisir kelelahan sebaiknya :
1.

Menggunakan posture support

2.

Meja VDT harus bisa disesuikan sehingga operator bisa


mengoprasikan layar dan kybord

3.

Tinggi kursi yang tepat dan terdapat penahan dibagian


belakang

4.

Dokumen diposisikan sedemikian rupa sehingga tidak


menyebabkan masalah pada mata, leher, bahu, dan otot
punggung

5.

Tipe pekerjaan dari pengguna VDT juga berpengaruh


terhadap lelah tidaknya seseorang

Fatique and musculoskeletal


problema
Resiko gangguan musculoskeletal dan saraf yang bisa
terjadi adalah seperti kumulatif trauma atau repetatif
trauma misalnya CTS ( carpal tunneel syndrome)
Gangguan ini bisa dikurangi dengan mengurangi atau
mengistirahatkan otot-otot lengan sejenak
menggunaka arem sport

Keguguran
Selain masalah diatas paparan radiasi dari VDT dengan
jarak pengguna dengan alat yang sangat dekat dapat
menyebabkan gangguan kesehatan.
Beberapa pekerja termasuk wanita hamil sangat rentan
terhadap pancaran gelombang elekromagnetik dari VDT.
Walaupun belum ada dasar yang tepat tentang radiasi
VDT tetapi harus ada peningkatan jarak antara
pengguna dan VDT serta antar word station, untuk
mengurangi keterpaparan dari gelombang
elektromagnetik.

Computer Vision Syndrome


Kumpulan gejala akibat bekerja dengan
menggunakan komputer dalam jangka
waktu lama dikenal dengan istilah
Computer Vision Syndrome (AOA, 2003;
Miller, 2004; Wimalasundera, 2006;
Madhan, 2009).

PENYEBAB
Computer Vision Syndrome

Mata Tegang
Sakit Kepala
Penglihatan Kabur

Gejala
Computer
Vision Syndrome

Mata Kering dan


Mengalami Iritasi
Sakit pada Leher
dan Punggung

Kepekaan
Terhadap Cahaya
Penglihatan
Ganda

Langkah-langkah Pencegahan
Computer Vision Syndrome

DAMPAK DARI GANGGUAN


PENGGUNA KOMPUTER

KONDISI IDEAL
PENGGUNAAN VDT

INTERVENSI ERGONOMIS
TERKAIT PENGGUNAAN VDT
1. Work place design
2. Lighting or display screen illumination
3. Exercise to relieve musculosceletal stress

WORK PLACE DESIGN


Dalam lingkungan perkantoran, ruang kerja terdiri
ataskursi,

alat2

VDT,

dan

barang2

lain

yang

berkaitan dengan pekerjaan orang tersebut.


Para karyawan harus memiliki ruang kerja yang
cukup

baik

(luas

dan

nyaman)

agar

dapat

melaksanakan pekerjaannya dengan baik.


Secara umum perangkat computer (VDT) yang baik
harus dilengkapi fitur-fitur yang biasa diatur sesuai
dengan kenyaman penggunanya sebaik mungkin.

DESIGN

Desain Meja Komputer Ergonomis


Pekerja dengan Posisi Berdiri
Tinggi monitor = setinggi mata saat berdiri
Jarak mata ke monitor = 20-28 inch (50,871,12 cm)
Tinggi keyboard = setinggi elbow saat berdiri
Sudut kemiringan monitor=100-200

Desain Meja Komputer Ergonomis

Pekerja dengan
Posisi Berdiri

DESIGN

Desain Meja Komputer Ergonomis


Pekerja dengan Posisi Duduk
Tinggi monitor = setinggi mata saat duduk
Jarak mata ke monitor = 20-28 inch (50,871,12 cm)
Tinggi keyboard = setinggi elbow saat
duduk
Sudut kemiringan keyboard = 90-100
Sudut kemiringan monitor=100-200

Desain Meja Komputer Ergonomis

Pekerja dengan
Posisi Duduk

Desain Meja Komputer


Ergonomis

Pekerja dengan
Posisi Duduk

Desain Kursi
Kursi yang ergonomis harus tersedia untuk
mengakomodasi kebutuhan para pekerja.
Dengan pertimbangan sbb :
1. penyanggah punggung serta pundak yang baik sangat
dibutuhkan dalam mengurangi kelelahan yg terjadi
pada karyawan
2. tinggi kursi yang benar adalah setinggi popliteal.
3. Dudukan kursi dapat dibentuk sedikit cekung dengan
tepi yang bulat atau dengan model waterfall
4. Dudukan dan sandaran dari kursi yang digunakan
harus bisa membuat postur atau posisi yang nyaman
bagi penggunanya untuk mengubah-ubah posisi
duduknya tanpa merasa terganggu
5. Foot rest harus disediakan bagi orang-orang yang
berpostur tidak tinggi.

Desain VDT

1. Monitor

Ketinggian dari monitor harus disesuaikan dengan tinggi badan


operator

monitor dari VDT harus bias diputar kearah horizontal dan dapat
dinaik-turunkan sehingga memungkinkan operator mendapat
sudut penglihatan yg optimal

Baris paling tinggi tidak boleh lebih tinggi dari mata operator

Jarak dokumen holder dan monitor harus bias dijangkau dengan


mudah agar operator dapat mengganti focus pandangannya dari
monitor ke document holder tanpa terlalu membebani leher dan
punggungnya

Jarak pandang yang disarankan bagi pengguna VDT adalah


sekitar 18-24 inci

Desain VDT
2. Keyboard
Keyboard yang digunakan harus bisa dilepas dan diatur
secara bebas baik dari segi posisi dan sudutnya serta
kenyamanan dari operator
Posisi kerja yang disarankan bagi sebagian besar operator
adalah posisi lengan bawah sejajar dengan permukaan meja
dan siku berada di samping sehingga memudahkan tangan
bergerak
Pergelangan tangan harus sejajar dengan lengan bawah.
Adanya istirahat disela-sela kerja diperlukan untuk
mengurangi kelelahan yang terjadi. Frekuensi dan durasi

LIGHT (PENCAHAYAAN)
1. Cahaya seharusnya terarah.
2. Pencahayaan harus adekuat
3. Empat faktor dasar pencahayaan yang
harus dikontrol : kuantitas, kontras, arah,
dan pantulan kesilauan.

LIGHT (PENCAHAYAAN)

LIGHT (PENCAHAYAAN)
Cara untuk mengurangi silau :
1.

Kurangi pencahayaan umum dalam ruangan sekitar 500 lux.


Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi pencahayaan (mis.
melepaskan tabung fluor); dengan membuat alunan parabola
di atas lampu fluor supaya pencahayaan langsung lurus ke
bawah; atau dengan mengatur pencahayaan jendela melalui
tirai.

2.

Pengadaan pencahayaan yagn lebih pada tempat yang lebih


membutuhkan, dengan menggunakan lampu kerja

3.

Penggunaan filter pengurang silau pada layar VDT, seperti


polaroid filter atau filter nylon hitam.

EXERCISE TO RELIEVE
MUSCULOSCELETAL STRESS

1.

2.
3.
4.

5.

Berdasarkan pada (guideline)pedoman umum


pelaksanaan latihan khusus pekerja, menurut Sauter
(1988), yaitu :
Latihan harus didesain untuk mengurangi tekanan
kaitannya dengan postur yang kaku, pergerakan yang
berulang, dan kerja yang menetap atau kerja statis
Latihan harus tepat sasaran
Latihan harus dapat dipraktikkan pada tempat kerja,
tanpa mengganggu pekerja yang lain
Latihan harus dapat dipraktikkan selama gangguan
terjadi, jadi nyeri bisa teratasi dan pekerjaan bisa
dilanjutkan.
Latihan tidak kontraindikasi dengan gangguan
musculoskeletal yang dialami

Sekian
dan
Terima Kasih