Anda di halaman 1dari 20

BAB 2

S E B A RA N B A RA N G
TA M B A N G D I I N D O N E S I A
POTEN SI DAN PERSEBARAN
BARA N G TAMBA NG

KOMPETENSI DASAR
3.3 Menganalisis sebaran dan pengelolaan sumber daya kehutanan,
pertambangan, kelautan,

dan pariwisata sesuai prinsip-prinsip

pembangunan berkelanjutan
4.3 Membuat peta persebaran sumber daya kehutanan, pertambangan,
kelautan, dan pariwisata di Indonesia.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.3.1 Menjelaskan proses pembentukan barang tambang.
3.3.2 Mengidentifikasi potensi dan sebaran barang
tambang di
Indonesia.
3.3.4 Menganalisis potensi dan sebaran barang tambang di
Indonesia.
4.3.1 Membuat peta tematik potensi persebaran
pertambangan di
Indonesia

Miny
ak
Bumi

Gas
Bu
mi
Tima
h

Bat
u
Bar
a
Nike
l

Ema
s
Tembag
a

Pera
k

Besi
Platin
a

Inta
n

TERBENTUKNYA MINYAK BUMI


Organism
e mati

Mengend
ap
di dasar
cekungan

Batuan
induk
(source
rock)
Beberapa
batuan dapat
menjadi pasir,
gamping /
vulkanik

Bercamp
ur
dengan
sedimen

Batuan
sarang
(Reservoir)

Pengaruh
Waktu
Temperatur
tekanan
Proses
pemasa
kan

Minyak
mentah

POTENSI DAN PERSEBARAN MINYAK


BUMI
1. Tambang minyak di pulau Sumatera
terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan
Peureula); Sumatera Utara (Tanjung Pura);
Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera
Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim).
2. Tambang minyak di pulau Jawa terdapat
di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu,
Cilacap di (Jawa Tengah); dan Majalengka,
Jatibarang (Jawa Barat).
3. Tambang minyak di pulau Kalimantan
terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau
Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan
Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau
(Kalimantan Selatan)
4. Maluku (Pulau Seram dan Tenggara),
serta
5. Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).

BATU BARA

1.
2.
3.
4.
5.

Pembusukan
Pengendapan
Dekomposisi
Geotektonik
Erosi

Daerah tambang batu


bara di Indonesia
Jenis dan pemanfaatan
batu bara
Peat, sebagai bahan bakar
industri
Batu bara lignit/batu bara
cokelat, sebagai bahan
bakar pembangkit listrik
Batu bara grafit, sebagai
bahan dasar pensil
Batu bara antrasit, sebagai
pemanas ruangan

Nanggroe Aceh Darusalam,


Sumatera, Riau, Jambi, Sumatera
Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu,
Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa
Timur, semua provinsi di Kalimantan,
Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan,
Papua.

GAS BUMI
sisa-sisa

tanaman dan binatang


(diatom) membusuk dan tertutup
dalam lapisan tebal. Sisa
tanaman dan hewan yang
disebut bahan organik itu
kemudian membusuk. Seiring
waktu, pasir dan lumpur berubah
menjadi batu, menutupi bahan
organik yang terjebak di bawah
bebatuan. Tekanan dan panas
mengubah sebagian bahan
organik menjadi batubara,
sebagian menjadi minyak
(petroleum), dan sebagian
menjadi gas alam - gelembung
kecil gas tidak berbau.

membersihkan gas alam


mentah dengan
memisahkan kotorandan
berbagai non-metana
hidrokarbon dan cairan
untukmenghasilkan apa
yang dikenal sebagai dry
natural gas

NIKEL
Pelapukan
batuan
ultrabasa
Tertransportasi
oleh air
mengendap
terakumulasi

Mengandung olivin, magnesium,


silikat, besi
Air banyak mengandung CO2
Semua kandungan bersenyawa
dengan oksida
Berubah menjadi miner yang biasa
disebut dengan batu karat
Endapan terakumulasi di permukaan
tanah
Magnesium, nikel, silika tetap larut
dan masuk ke dalam tanah

NIKEL

FAKTOR-FAKTOR
UTAMA
PEMBENTUKAN
ENDAPAN
NIKEL LATERIT
macam
batuan
asalnya adalah
batuan

Batuan
asal

Reksi
kimia
dan
vegetasi

ultrabasa. pada batuan ultrabasa

iklim

adalah unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang


tersebut : terdapat elemen,
membantu mempercepat proses pelapukan. Air
mempunyai
mineral-mineral
yang
tanah
yang mengandung
CO2 memegang
peranan
Adanya pergantian musim kemarau dan musim
paling
mudah
lapuk
atau tidak
penting
didalam
proses
pelapukan
kimia. Asampenghujan dimana terjadi kenaikan dan
asam humus
menyebabkan
dekomposisi
batuan dan
stabil,
seperti
olivin
dan
penurunan
permukaan
air di rekahandapat
merubah
pH
larutan
dan
erat
kaitannya
piroksin, mempunyai
komponenrekahan
dalam batuan yang akan
dengan vegetasi daerah. Dalam hal ini,
mempermudtanah
komponen yang
mudah larutjuga
dandapat menyebabkan
vegetasi akan mengakibatkan : penetrasi air
terjadinya proses
pemisahan dan akumulasi
memberikan
lingkungan
pengendapan
dapat lebih dalam
dan lebih
mudah dengan
unsur-unsur. Perbedaan temperatur yang
yang
baik
nikel. akumulasi
mengikuti
jalur
akaruntuk
pohon-pohonan,
cukup besar akan membantu terjadinya
air hujan akan lebih banyak, humus akan lebih
pelapukan mekanis, dimana akan terjaah
tebal Keadaan ini merupakan suatu petunjuk,
proses atau reaksi kimia pada batuan .
dimana hutannya lebat pada lingkungan yang
baik akan terdapat endapan nikel yang lebih
tebal dengan kadar yang lebih tinggi. Selain
itu, vegetasi dapat berfungsi untuk menjaga

Struktur

yang sangat dominan


adalah struktur kekar (joint)
struktu dibandingkan terhadap struktur
patahannya. Seperti diketahui,
r
batuan beku mempunyai porositas dan
topogra
permeabilitas yang kecil sekali
sehingga penetrasi air sangat
fi
sulit, maka denganTopografi
adanyalokal
rekahanakan sangat mempengaruhi
rekahan tersebut
akan air
lebih
sirkulasi
beserta reagen-reagen lain.
Untuk
landai, maka air akan
memudahkan masuknya
airdaerah
dan yang
berarti
bergerak perlahan-lahan sehingga akan
proses pelapukan
akan kesempatan
lebih
mempunyai
untuk mengadakan
intensif
penetrasi lebih dalam melalui rekahan-rekahan
atau pori-pori batuan. Akumulasi andapan
umumnya terdapat pada daerah-daerah yang
landai sampai kemiringan sedang, hal ini
menerangkan bahwa ketebalan pelapukan
mengikuti bentuk topografi. Pada daerah yang
curam, secara teoritis, jumlah air yang
meluncur lebih banyak daripada air yang
tambang dari daerah Sulawesi Tenggara
meresap (Soroako).
ini dapat menyebabkan pelapukan kurang
intensif

TIMAH
Magma cair mengalami intrusi hingga nail
ke permukaan fase pneumatolik
(terbentuknya biji mineral) bijih mineral
Timah (Sn) terakumulasi dan terasosiasi
batuan granit membentuk vein (rongga)
penambangan
timah terdapat di
daerah Pulau
Gmbar pulau belitung, singkep
Bangka (Sungai
Liat), Pulau
Belitung
(Manggara), dan
Pulau Singkep

EMAS

Aktivitas gunung berapi menyebabkan air


magmatik yang mengandung ion sulfida, ion
klorida, ion natrium, ion kalium naik ke permukaan
bumi
Ketika air magma yang berwujud uap naik terjadi
kontak antara batuan dan air panas yang
mengandung ion sulfida dan ion klorida sehingga
emas terendapkan
Semakin lama endapan dan retakan semakin
banyak dan terbentuklah emas emas di permukaan
bumi
Maka pembentukan emas sangat di pengaruhi
olehtemperatur, tekanan dan kondisi geologi

terdapat di daerah
Nangroe Aceh Darussalam
(Meulaboh), Riau (Logos),
Bengkulu (Rejang
Lebong), Sulawesi Utara
(Bolaang Mongondow,
Minahasa), Kalimantan
Barat (Sambas), Jawa
Barat (Cikotok, Pongkor),
dan Freeport (Timika,
Papua).

PERAK

Di dalam bumi yang sangat


panas intrusi melarutkan
logam logam dan
mengkonsentrasikannya
dalam air, terkadang larutan
tersebut muncul melalui
lubang lubang di dasar laur.
Ketika air panas dan air dingin
bersentuhan di dasarlarut
maka logam tidak dapat larut
sehingga mengendap di dasar
laut

PLATINA
Bijih platina terjadi
secara konsentrasi
magmatik di dalam
batuan beku ultra
baja,bijih platina
placer(endapan
sekunder) terbentuk
karena proses
pengendapan kembali
dari hasil

Di Indonesia endapan
bijih platina terdapat di
Riau (Daerah Bengkalis)
dan Kalimantan Selatan
(Daerah Martapura).

TEMBAGA
proses genesanya berada dalam lingkungan magmatik, yaitu suatu
proses yang berhubungan langsung dengan intrusi magma. Bila magma
mengkristal maka terbentuklah batuan beku atau produk-produk lain.
Produk lain itu dapat berupa mineral-mineral yang merupakan hasil
suatu konsentrasi dari sejumlah elemen-elemen minor yang terdapat
dalam cairan sisa.
Pada keadaan tertentu magma dapat naik ke permukaan bumi melalui
rekahan-rekahan (bagian lemah dari batuan) membentuk terowongan
(intrusi). Ketika mendekati permukaan bumii, tekanan magma
berkurang yang menyebabkan bahan volatile terlepas dan temperatur
yang turun menyebabkan bahan non volatile akan terinjeksi ke
permukaan lemah dari batuan samping (country rock) sehingga akan
terbentuk pegmatite dan hidrotermal.
Endapan pegmatitesering dijumpai berhubungan dengan batuan
plutonik tapi umumnya granit yang kaya akan unsur alkali, aluminium,
kuarsa dan beberapa muskovit dan biotit.
Endapan hidrotermalmerupakan endapan yang terbentuk dari proses
pembentukan endapan pegmatite lebih lanjut, dimana larutan
bertambah dingin dan encer. Cirri khas endapan hidrotermal adalah urat
yang mengandung sulfida yang terbentuk karena adanya pengisian
rekahan (fracture) atau celah pada batuan semula

Penambangan
tembaga terdapat di
daerah Irian Jaya
(Tembagapura).

BESI

Aktivita
s
tektoni
k

Membent
uk sesar/
zona
lembah

Intrusi
menerobos
batuan
granit
Terjadi proses
kristalisasi,
mineralisasi,
replacement

Mengandu
ng bijih
besi

Terjadi
kontak
metamorfos
a

Penambangan besi
terdapat di daerah
Lampung (Gunung
Tegak), Kalimantan
Selatan (Pulau
Sebuku), Sulawesi
Selatan
(Pegunungan
Verbeek), dan
Jawa Tengah
(Cilacap).

INTAN
Berasal dari perut bumi atau
tempat yang dekat dengan
terjadinya intrusi magma.
Terbentuk dari mineral mineral
yang mengalami pemanasan
dengan suhu dan tekanan
ekstrim secara terus menerus
hingga struktur baruannya
sangat keras dan padat. Kadang
batuan tersebut terbawa oleh
magma yang naik ke permukaan
bumi hingga memindahkan
intan ke permukaan bumi

Gambar intan