Anda di halaman 1dari 21

QA vs QC

Bidang Kedokteran Nuklir

Jaminan Mutu RD & KN


Jaminan mutu radiodiagnostik
Definisi:
Suatu rangkaian yang sistematik & terencana yang dibutuhkan untuk
memastikan bahwa dosis radiasi yang diberikan kepada pasien adalah
efektif (menghasilkan citra diagnostik yang optimal) dan minimum bagi
pasien (tidak melebihi dosis panduan) maupun bagi jaringan di
sekeliling objek pemeriksaan.

Pengulangan radiodiagnostik (retaking) harus dicegah. Apabila tetap


terjadi, frekuensi pengulangan harus dievaluasi dan dicarikan
penyelesaiannya.

Pengendalian dokumen dan rekaman dan pengendalian


ketidaksesuaian dan tindakan korektif memainkan peran yang sangat
penting.

Jaminan mutu radiodiagnostik


Di beberapa negara maju: PI diwajibkan melakukan uji kepatuhan
(compliance test) semua peralatan radiodiagnostik kepada pihak
ketiga yang telah ditunjuk oleh badan pengawas atau mendapat
sertifikasi mutu pengujian, biasanya ISO 17025.
Kelulusan uji kepatuhan umumnya menjadi syarat penerbitan izin. Uji
ini biasanya meliputi dan tidak terbatas pada hal-hal berikut:

Kestabilan dan akurasi faktor eksposi: kV, mA dan s atau mAs;


Dosis panduan yang akan diterima permukaan kulit pasien;
Kebocoran tabung, jika sesuai;
Geometri lapangan radiasi yang terbentuk; termasuk kuatnya lumen
cahaya lampu kolimator, jika sesuai;
Koneksitas elektronika, dsb.

Jaminan mutu KN
Kedokteran nuklir terdiri atas dua kegiatan, yaitu
terapi dan diagnostik;
Definisi PJM untuk terapi kedokteran nuklir tentu
dapat dibuat sama dengan PJM Radioterapi
Untuk diagnostik, ada tiga hal yang harus
dipastikan:
Citra diagnostik yang dihasilkan haruslah optimum;
Dosis kepada pasien adalah minimum; dan
Pengulangan radiodiagnostik harus dicegah. Apabila
tetap terjadi, frekuensi pengulangan harus dievaluasi dan
dicarikan penyelesaiannya.

Aspek klinik dan fisik

Aspek klinik: Diagnose awal dan penentuan pemberian farmaka


radionuklida. Pertimbangan risiko dan keuntungan klinis pada seorang
pasien harus dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran nuklir.

Aspek fisik: PJM harus mencakup prosedur pengujian berkala, yang


dimaksudkan untuk memperoleh cukup keyakinan bahwa pemeriksaan
dilakukan secara memuaskan.

Program harus dikaji ulang secara berkala sekurang-kurangnya setahun


sekali.

Kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan mutu, pendidikan dan


pelatihan, infection control dan keselamatan juga harus ditetapkan.

Uji unjuk kerja awal harus dilakukan setelah instalasi, sebelum digunakan.
Uji ini lebih komprehensif dibandingkan dengan unjuk kerja berkala.

Penggunaan computer secara efisien


dapat meningkatkan sensitivitas dan
pemeriksaan secara spesifik.
Penggunaan perangkat lunak yang
telah teruji dalam publikasi-publikasi
ilmiah dan konfirmasi data
laboratorium.
Algoritma atau tata alur pemecahan
yang rasional dan mudah dipahami.
Petunjuk penggunaan
Pelatihan
Phantom software

Pengelolaan secara teratur


akan menghasilkan:
Meningkatkan ketersediaan
dan kesiapan peralatan
Meningkatkan kualitas kerja
alat
Meningkatkan keamanan
Peralatan menjadi lebih awet

Tersedianya staf yang telah terlatih dan memiliki akses


terhadap petunjuk penggunaan (manual)
Serta dokumen-dokumen lain yang diperlukan.
Program pengawasan kualitas.
Pengelolaan yang teratur.

Peralatan Pengawasan Kualitas


Uji yang terpercaya dan diterima
Pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui atau
memastikan apakah peralatan sesuai dengan
spesifikasi. Ketersediaan petunjuk penggunaan.
Uji berkala
Bertujuan untuk me-maintenance tingkat kualitas
dan standar dari suatu peralatan.
Analisa Hasil
Apakah hasil uji coba peralatan sesuai atau berbeda
dalam orde yang signifikan terhadap referensi atau
data standar?
Dokumentasi

Peningkatan Kualitas Secara Kontinu


(CQI Continuous Quality Improvement)
Bagian dari seluruh proses penjaminan kualitas.
Metode pengembangan terdokumentasi dalam
laporan uji coba klinis.
Protokol jaminan kualitas terus dikembangkan
dibanyak negara.
Pertemuan yang teratur antar anggota suatu bidang
tertentu untuk membahas mengenai jaminan kualitas.
Pendidikan yang berkelanjutan kuliah, workshop,
klub jurnal dan semuanya dapat diakses oleh para staf

Hal-hal yang perlu diketahui


dalam Kedokteran Nuklir
Mengukur aktivitas dosis pasien
Mengukur paparan radiasi pada benda-benda atau
ruangan
Mengukur atau memvisualisasikan jumlah aktivitas di
dalam tubuh pasien
Mengukur jumlah aktivitas di dalam sampel
Penggunaan detector dengan cara yang tepat
dikontrol oleh pengecekan QC dan pemeriksaan
kerusakan. Prosedur untuk melakukan QC untuk
setiap detector berbeda antara satu dengan yang
lainnya.

Dikenal juga dengan


nama kamera Anger
atau kamera Gamma
Alat yang paling umum
digunakan untuk imaging
dalam bidang
kedokteran nuklir

Kamera gamma
Direkomendasikan untuk dievaluasi secara berkala setahun sekali:
In-plane spatial resolution;
Unjuk kerja laju cacah termasuk faktor koreksi laju cacah yang hilang.
Waktu mati (dead time) sistem;
Laju cacah versus aktivitas:

Prompt coincidences,
Random coincidences,
Background coincidences, dan
Net true coincidences;

Sensitivitas (cps/MBq/ml) baik untuk 2 dimensi maupun 3 dimensi;


Uniformity;
Akurasi kalibrasi attenuation-correction;
Linearity of bed motion;
Reproducibility of transmission rod motion (extension dan retraction);
Reproducibility of lead septa motion (extension dan retraction);
Image contrast dan uji keseluruhan sistem (phantom scan);
Maximum co-scan range;

Quality Control
Energi maksimum
Cek apakah energi maksimum pada kamera gama
bersesuaian dengan energi yang ditunjukkan oleh energi
maksimum pada spectrum energi.

Keseragaman
Memastikan kamera gama dapat menghasilkan pembacaan
yang seragam ketika diletakkan pada medan radiasi yang
seragam.

Efisiensi
Memperkirakan jumlah kejadian yang terdeteksi sebagai
fraksi dari jumlah total kejadian yang dideteksi yang jatuh
pada kamera gama pada periode waktu yang sama.

Quality Control
Resolusi spasial
Digunakan untuk mengevaluasi kemampuan kamera untuk
membedakan secara detail hal-hal seperti dapat
membedakan dua titik yang diletakkan berdekatan sebagai
dua objek yang terpisah.

Liniearitas
Mengecek kontraksi ukuran gambar pada sumbu X dan Y.

High count flood


Dilakukan pada interval yang teratur. Digunakan untuk
melakukan koreksi terhadap keseragaman pada gambar
yang dihasilkan.

Integritas Kolomator
Membandingkan aliran ekstrinsik dan intrinsik untuk
mengidentifikasi adanya kerusakan pada kolimator

Berfungsi seperti kamera sintilasi


ditambah pusat rotasi (Center of
rotation, COR)
Mengecek bahwa sumbu
pusat dari proyeksi gambar
sejajar dengan sumbu rotasi
kamera pada semua nilai sudut
SPECT resolusi spasial.
Mengukur FWHM pada slice
yang telah direkonstruksi pada
daerah garis perpotongan atau
titik sumber.

Keseragaman SPECT
ketidakberagaman spasial
menyebabkan ring artifact pada
gambar yang dihasilkan dari
SPECT.
Digunakan untuk memastikan
keseragaman dan koreksi aliran.

Performa total phantom SPECT


Pantom digunakan untuk
melakukan evaluasi terhadap
keseluruhan sistem SPECT.
Digunakan untuk memastikan
keseragaman, kontras, dan
resolusi spasial secara kualtitaif.
Berguna untuk mendeteksi
penurunan performa peralatan
dengan cara membandingkan
dengan hasil studi awal.

Acceptance Test
Pengukuran terhadap performa dilakukan
selama proses instalasi.
Prosedur pengukuran yang terstandarisasi.
Hasil pengukuran dibandingkan dengan spesifikasi
pabrik pembuat.
Dilakukan untuk menentukan kapan perlengkapan
bekerja secara benar pada saat proses instalasi dan
demikian juga pada saat perbaikan atau proses
upgrade.
Juga menyediakan referensi pengukuran sebagai
data pembanding dengan tes QC.

Beberapa catatan
Beberapa hal terpenting dalam penetapan & pelaksanaan PJM
adalah sbb:

Tekad atau komitmen manajemen puncak, seluruh jajaran manajemen


dan staf yang terlibat untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan;
Fokus pada kepuasan pemangku kepentingan (stakeholder);

Kualifikasi dan rekualifikasi personil yang terlibat;

Sarana dan prasarana, termasuk semua peralatan proteksi radiasi yang


dibutuhkan, serta perawatan dan kalibrasinya; dan

Sistem dokumentasi, termasuk prosedur dan instruksi kerja untuk


pengoperasian, perawatan, uji pengendalian mutu, pengaturan
administrasi pasien, maupun kesiapsiagaan dan kedaruratan nuklir.
Sistem dokumentasi juga harus menjamin rekaman penting, seperti
rekam medik pasien, terjaga dengan baik.

Kesimpulan
Quality control (QC) terdiri dari mekanisme dan
prosedur yang digunakan untuk menjamin kualitas.
Agar sukses, program QC membutuhkan banyak
factor. Perlengkapan QC saja tidak cukup untuk
memastikan bahwa pasien akan mendapatkan
pelayanan yang bagus.
Materi ini berhubungan dengan perlengkapan QC
Untuk memastikan secara optimal, performa
perlengkapan yang masih berjalan membutuhkan
rekomendasi dari pabrik pembuat dan badan
standarisasi, memiliki akses ke organisasi servis yang
kompeten dan memiliki pengetahuan yang baik dalam
bidang QC.