Anda di halaman 1dari 24

Kasus Abortus pada Wanita yang

Menikah 6 Bulan Lalu


Priscilla Natalie
102012356 / F1

Skenario 3
Ny. B dan suaminya adalah pasangan yang baru

menikah 6 bulan lalu. Suatu hari ketika suaminya


sedang bekerja, perut Ny. B terasa mulas dan
keluar darah dari kemaluannya. Sebenarnya ia
sudah

terlambat

bulan

tapi

belum

memberitahukan suaminya karena akan memberi


surprise pada suami tercinta. TTV TD 110/70, N
72x/menit, RR 22x/menit, S normal, G1P0A0, HCG +, riwayat haid terakhir 1 April 2015.

Istilah Asing
Tidak ada

Mind Map
Penc
egah
an
Pena
talak
sana
an

Ana
mne
sis

PF &
PP
WD
&
DD

RM

Kom
plika
si
Gejal
a
klini
k

Etiol
ogi

Pato
fisiol
ogi
Epid
emio
logi

Anamnesis
Riwayat haid pasien. Kapan pertama kali menarche? Biasanya siklus haid

pasien berapa lama? Kapan haid terakhir?


Riwayat perkawinan. Sudah berapa lama menikah? Bagaimana hubungan

dengan suami?
Riwayat kehamilan. Ditanyakan ini kehamilan ke berapa? Berapa usia

gestasi pasien? Kalau sebelumnya pernah hamil ditanyakan apakah


sebelumnya mempunyai komplikasi terkait kehamilan dan ditanyakan juga
hasil akhir kehamilan.
Apakah ada keluar cairan dari vagina? Kalau ada apakah lendir atau darah?

Tanyakan konsistensinya, banyak atau tidak dll yang berkaitan.


Apakah ada perdarahan? Darah yang keluar apakah sedikit atau banyak

atau hanya berupa bercak-bercak?

Apakah

sering

mengalami

pingsan

dan

syok?

Terutama

setelah

perdarahan atau rasa nyeri yang mendadak?


Apakah ada gatal pada vulva?
Apakah ada keluhan didaerah abdomen? Sifatnya bagaimana?
Menanyakan mengenai BAK dan BAB.
Riwayat kontrasepsi. Apakah pasien pernah atau sedang kontrasepsi?
Apakah sebelum ini pernah menderita infeksi pada vagina atau panggul?
Pernah terlibat dalam prosedur pembedahan ginekologis sebelumnya?
Riwayat keluarga. Apakah ada ahli keluarga yang menderita penyakit-

penyakit serius seperti diabetes, hipertensi, stroke dll?


Pekerjaan pasien, tempat tinggal pasien dan dengan siapa dia tinggal.

Kebiasaan merokok, pemakaian obat terlarang, dan konsumsi minuman


yang beralkohol.

Pemeriksaan

Fisik

&

Penunjang
TTV

Nadi,

pernapasan,
ikterus,
gondok

suhu,

mata

(anemia,

eksoftalmus),
(struma),

TD,

kelenjar

vagina.

payudara,

kelenjar ketiak, jantung, paru2 &


perut. Adanya edema, panikulus
adiposus

yg

tebal,

asites,

gambaran vena yg jelas/melebar


&

varises2

perlu

perhatian yg seksama.

mendapat

Ginekologi Inspeksi vulva, inspekulo, colok

Bimanual dgn jari tangan, utk memeriksa


keadaan dinding vagina, fornix, cervix uteri,
uterus,

parametrium,

genital luar.

rongga

panggul

&

WD : Abortus
Penghentian

kehamilan

sebelum

gestasi

20

minggu atau dgn janin memiliki berat lahir < 500


g.
> 80% abortus spontan terjadi pd kehamilan 12

minggu

pertama.

Paling

tdk

separuhnya

disebabkan oleh anomaly kromosom.


Setelah trimester pertama, baik angka abortus

maupun insiden anomaly kromosom me.

Klasifikasi Abortus
Abortus Imminens
Abortus Insipiens
Abortus Inkomplit
Abortus Komplit
Missed Abortion
Abortus Infeksi / Septik

Differential Diagnosis
Kehamilan Ektopik Terganggu :

Terjadi

bila

telur

yg

dibuahi

berimplantasi & tumbuh di luar


endometrium kavum uteri.
Gejala

kehamilan

amenore,
muda,

bagian

bawah,

gejala

nyeri

perut

perdarahan

pervaginam berwarna coklat, pd


pemeriksaan vagina terdapat nyeri
goyang bila serviks digerakkan,
nyeri
Douglasi

pd

perabaan,

menonjol

kavum

karena

ada

Mola Hidatidosa :

Kehamilan

yg

berkembang tdk wajar


di mana tdk ditemukan
janin & hampir seluruh
villi korialis mengalami
hidropik.

Epidemiologi
Keguguran sintomatik me seiring dgn paritas

serta usia ibu & ayah. Frekuensi 2x lipat dari 12%


pd wanita < 20 tahun menjadi 26% pd mereka yg
berusia > 40 tahun.

Etiologi
Faktor janin abortus spontan

dini

sering

memperlihatkan

kelainan perkembangan zigot,


mudigah, janin, atau kadang
placenta.

Abortus Aneuploidi Trisomi

autosom, Monosomi X (45,X),


Triploidi.
Abortus Euploidi memuncak

Separuh

pd sekitar 13 minggu. Me

memperlihatkan mudigah yg

drastis setelah usia ibu > 35

mengalami degenerasi / tdk

tahun.

mengandung blighted ovum.

Faktor ibu
Infeksi jarang

Kelainan endokrin Hipotiroidisme.

Defisiensi
terjadi

hormone
pd

tiroid

wanita,

sering

biasanya

disebabkan oleh penyakit autoimun.


DM

angka abortus spontan &

malformasi congenital mayor me

Nutrisi defisiensi salah satu nutrient dlm


makanan / defisiensi moderat semua nutrient
tampaknya bukan penyebab penting abortus.
Bahkan

pd

tingkat

ekstrim,

pd wanita dgn diabetes bergantung-

gravidarum

insulin.

signifikan, jarang diikuti keguguran.

Diabetes

overt

penyebab keguguran berulang.

adlh

disertai

penurunan

hiperemis
berat

yg

Patofisiologi
Disertai perdarahan ke dlm desidua basalis & nekrosis di jaringan dekat

tempat perdarahan.
Ovum terlepas kontraksi uterus ekspulsi.
Apabila kantung dibuka, biasanya dijumpai janin kecil yg mengalami

maserasi & dikelilingi cairan. Pada kehamilan awal sering tdk terlihat fetus
yg dinamakan blighted ovum.
Pd abortus lebih lanjut, janin yg tertahan dpt mengalami maserasi. Tulang 2

tengkorak kolaps & abdomen kembung oleh cairan yg mengandung darah.


Kulit melunak & terkelupas in utero, janin mengering & cairan amnion
berkurang sehingga menjadi gepeng membentuk fetus kompresus.

Gejala Klinis

Tatalaksana

Abortus Insipiens :

Abortus Imminens :

1. Perdarahan tdk banyak tunggu terjadinya

1. Tirah baring

abortus spontan dlm 36 jam dgn morfin.

2. Periksa denyut nadi & suhu 2x sehari bila

2. Kehamilan < 12 minggu disertai perdarahan

pasien tdk panas & tiap 4 jam bila pasien

pengosongan uterus dgn kuret vakum /

panas.

cunam abortus, disusul dgn kerokan memakai

3. Tes kehamilan dpt dilakukan bila hasil (-),


mungkin

janin

sudah

mati.

USG

utk

menentukan apakah janin masih hidup.


4. Obat penenang, biasanya fenobarbital 3x30
mg. Preparat hematinik misalnya sulfat ferosus
600-1000 mg.
5. Diet tinggi protein & tambahan vitamin C.

kuret tajam. Suntikkan ergometrin 0,5 mg IM.


3. Kehamilan > 12 minggu infus oksitosin 10
IU

dlm

dektrose

5%

500

ml

dimulai

tetes/menit & naikkan sesuai kontraksi uterus


sampai terjadi abortus komplit.
4. Janin sudah keluar, tapi plasenta masih
tertinggal,

lakukan

pengeluaran

plasenta

secara manual.
6. Bersihkan vulva minimal 2x sehari dgn
cairan antiseptik utk cegah terutama saat
masih mengeluarkan cairan coklat.

5. Mengurangi nyeri karena his boleh diberikan


sedative.

Abortus Inkomplit :

Abortus Komplit :

1. Disertai syok karena perdarahan

1. Kondisi pasien baik, berikan

infus cairan NaCl fisiologis /

ergometrin 3x1 tablet selama 3-5

ringer laktat & selekas mungkin

hari.

ditransfusi darah.
2. Syok teratasi, lakukan kerokan
dgn kuret tajam lalu suntikkan
ergometrin 0,2 mg IM.
3. Janin sudah keluar, tapi
plasenta masih tertinggal, lakukan
pengeluaran plasenta secara
manual.
4. Antibiotik utk cegah infeksi.

2.

Pasien

anemia,

berikan

hematinik seperti sulfat ferosus /


transfusi darah.
3. Antibiotik utk cegah infeksi.
4.

Anjurkan

pasien

diet

protein, vitamin, mineral.

tinggi

Komplikasi
Kematian

karena perdarahan dpt terjadi apabila pertolongan tdk

diberikan pd waktunya.
Perforasi uterus pd kerokan dpt terjadi terutama pd uterus dlm posisi

hiperretrofleksi. Jika terjadi, penderita perlu diamati dgn teliti. Jika ada
tanda bahaya, perlu segera dilakukan laparotomi & tergantung dari
luas

&

bentuk

perforasi,

penjahitan

luka

perforasi

atau

perlu

histerektomi.
Infeksi
Shock pada abortus bisa terjadi karena perdarahan (syok hemoragik) &

karena infeksi berat (syok endoseptik).

Pencegahan

Usia ibu hamil tdk < 20 tahun & tdk > 35 tahun.

Pemeriksaan dini sebelum hamil (TORCH).

Kenali tanda2 kehamilan lebih dini.

Kehamilan harus direncanakan (siap secara fisik & emosional).

Jarak antara kehamilan tdk terlalu dekat.

Selama hamil harus cukup gizi.

Hindari trauma.

Tdk mengkonsumsi obat2an yg sembarangan.

Pemeriksaan kandungan secara rutin.

Kontrol penyakit kronis yg diderita seperti DM, hipertensi.

Skrinning gen utk meminimalisir adanya abnormalitas kromosom seperti autosomal trisomy,
monosomy X, triploid, tetraploid.

Jgn merokok & minum alkohol.

Jgn minum kopi (yg mengandung caffein).

Prognosis
Prognosis tergantung pd jenis abortus

yg dialami. Dampak negatif yg terparah


yaitu kematian perinatal.

Hipotesis
Wanita yg baru menikah 6 bulan lalu

dgn keluhan perut terasa mulas &


keluar

darah

dari

mengalami abortus.

kemaluannya

tsb

Kesimpulan
Hipotesis diterima.