Anda di halaman 1dari 16

Pembuatan Asam Nitrat

dengan Oksidasi Amonia


Bagus Rizki Ramdani
Irma Safitri
Vivayanti Nurhidayah

Latar Belakang
Asam Nitrat merupakan bahan kimia
dasar yang banyak dipakai dalam
industri
amonium
nitrat,
bahan
peledak,
pembuatan bahan organik sintesis,
seperti
zat
warna,
obat-obatan,
cellulosa nitrat, dan sebagainya.

Deskripsi Produk
Rumus Molekul
Berat Molekul
Titik Didih Normal
Titik Leleh
Densitas ( 20C)
Viskositas (20 C)

HNO3
47.25 kg/kmol
121 C
-31,5 C
1,39005 g/mL
2 cP

Panas Spesifik (20 C)

0,605 cal/g C

Panas Peleburan

10,48 kJ/kmol

Panas pembentukan

- 174,1 kJ/kmol

Panas penguapan
Tekanan parsial (20 C)

39,4 kJ/kmol
1,9 mmHg

Deskripsi Produk
Asam nitrat murni 100% tidak mempunyai wama
yang spesifik, berbau menyengat dan mudah
terurai dalam cahaya.
Asam nitrat memiliki
tingkat korosifitas yang tinggi dan memiliki tingkat
oksidasi yang tinggi. Asam nitrat yang diperjualbelikan memiliki warna kuning kemerahan
(orange). Asam nitrat dapat larut dalam air.
Spesifikasi produk yang ingin dihasilkan pada
rancangan pabrik ini, memiliki kemurnian 60 %,
dan zat pengotornya adalah air sebanyak 40%.
Produk yang dihasilkan dalam bentuk cairan.

Kegunaan Produk

Dalam industri peledak


Dalam industri logam
Dalam teknik aerospace
Dalam pembuatan garam nitrat
Pemurnian berbagai logam muli
Pembuatan pewarna dan obat-obatan dari berbagai
produk tar batubara.
Membersihkan makanan dan peralatan susu
Digunakan secara luas dalam pengujian kolorimetri
untuk menentukan perbedaan antara heroin dan morfin
Digunakan dalam proses desain barang-barang
berbahan tembaga, perunggu dan kuningan
Aquaregia atau air raja

Pemilihan Proses
1. Proses oksidasi amonia
Pada tahun 1901, Wilhelm Oswald mempelopori
proses pembuatan asam nitrat di industri dengan
mengkonversi ammonia menjadi asam nitrat
melalui oksidasi menggunakan katalis platina.
- tahapan oksidasi ammonia
4NH3 (g) + 5O2 4NO(g) + 6H2O(g)
- tahapan oksidasi nitrogen oksida (NO)
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
- tahap absorbsi NO2
3NO2(g) + H2O(l) 2HNO3(aq) + NO(aq)

Pemilihan Proses
2. Wisconsin process

Dikembangkan oleh Lord Rayleigh (John William


trutt), dengan memisakan N2 dan O2 dari udara
menggunakan
listrik bertegangan tinggi. Namun,
ara ini sudah tidak banyak dipakai lagi, karena sulit
ijalankan, memerlukan
suhu 2200oC dan NO2
ang dihasilkan hanya 2 %.
(Stranges, 1992).
erikut reaksi yang terjadi pada pembuatan asam
itrat menggunakan proses
wisconsin:
N2 + O2 NO + NO2
NO2 + H2O HNO3

Pemilihan Proses
3. Proses Retort
NaNO3 + H2SO4 NaHSO4 + HNO3
4NH3 + 5O2 4NO + 6H2O
2NO + O2 2NO2
3NO2 + H2O 2HNO3 + NO

Pemilihan Proses
Proses yang dipilih adalah proses
oksidasi ammonia karena operasinya
lebih mudah dibandingkan proses
retort dan Wisconsin process dan
bahan baku yang digunakan lebih
murah dibandingkan dengan proses
retort.

Bahan Baku
Amoniak
produksi
Pupuk
Kaltim
dipasarkan dalam bentuk cair pada
suhu -33 derajat Celsius dengan
kemurnian
minimal
99,5%
dan
campuran
(impurity)
berupa
air
maksimal 0,5%.

Data Fisik Amonia


Rumus Kimia

NH3

Berat Molekul

17,03 g/mol

Titik Didih (1 atm)

-33,34 C

Titik Beku (1 atm)

-77,73 C

Massa Jenis ( 25 C, 100 kPa)

0,6942 g/L

Hf

0K

-39,222 kJ/mol

298 K

-46,222 kJ/mol

Suhu Kritis

133C

Tekanan Kritis

11350 Kpa

Densitas Kritis

235 kg/m3

Kelarutan dalam air

Kalor Jenis

Kapasitas Panas 15 C
Tekanan uap

0 C

42,8 % berat (Wt%)

20C

33,1 % berat (Wt%)

40 C

23,4 % berat (Wt%)

60 C

14,1 % berat (Wt%)

0 C

2097,2 J/kg K

100C

2226,6 J/kg K

200C

2105,6 J/kg K

(tekanan konstan)

0,037 kJ/mol.K

(volume konstan)

0,028 kJ/mol.K

8,76 atm

21C

Reff Kirk Othmer,vol 2, hal 639

Kapasitas Produksi
Kebutuhan asam nitrat di Indonesia
tahun 2014 sebanyak 15.657,478 ton
per tahun, seperti dapat dilihat pada
table 1.3
Tabel 1.3. Data Impor Asam Nitrat di
Tahun
Impor (Ton/Tahun)
Indonesia
2010

11.259,757

2011

11.187,313

2012

12.990,619

2013

12.568,111

2014

15.657,478

Kapasitas Produksi
Dari data Impor yang telah didapatkan
di atas, dapat diperkirakan bahwa
setiap tahunnya konsumsi asam nitrat
di Indonesia akan semakin bertambah.
Maka dari itu pabrik asam nitrat yang
akan didirikan ini berusaha memenuhi
kebutuhan dalam negeri, sehingga
ditentukan kapasitas pabrik asam
nitrat ini sebesar 20.000 Ton/tahun.

Lokasi Pabrik
Lokasi yang dipilih untuk pabrik asam nitrat ini
adalah daerah Bontang di provinsi Kalimantan Timur.
Faktor - faktor yang menunjang pemilihan lokasi
tersebut adalah sebagai berikut:
Sumber Bahan Baku
Daerah Pemasaran
Sumber Air
Fasilitas Transportasi
Sumber Daya Manusia
Tenaga listrik dan bahan bakar
Kebijakan Pemerintah

Gross Profit Margin

TERIMAKASIH