Anda di halaman 1dari 59

Teknik Industri

TI091315

PEMODELAN SISTEM

Overview of
Hard OR Methodology

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Teknik Industri

Asumsi dalam Pendekatan Hard OR (1)

1. Permasalahan harus sudah didefinisikan secara jelas,


yaitu:
Objectives pengambil keputusan dan kriteria
Trade-offs jika terdapat conflicting objectives
Variabel keputusan (alternatif tindakan)
Konstrain
Data input yang dibutuhkan dan tersedia
2. Permasalahan secara relatif distrukturkan dengan baik,
dalam arti:
Hubungan antar variabel dapat digambarkan
Perilaku sistem dapat dijelaskan dengan model
matematika
Perhitungan untuk mendapatkan solusi harus feasible
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Teknik Industri

Asumsi dalam Pendekatan Hard OR (2)

3. Permasalahan dapat diisolasi dari wider system-nya


4. Mengoptimasi objective (jika mungkin)
5. Permasalahan bersifat teknis dan terlepas dari kepentingan
politik (tidak ada intervensi dari orang tertentu)
6. Konsesus untuk semua aspek yang berpengaruh terhadap
pencapaian objectives harus dapat dibuat apabila terdapat
multiple stakeholder
7. Pembuat keputusan memiliki kekuatan dan kuasa untuk
mengimplementasikan solusi
Catatan : Tidak semua permasalahan dapat secara langsung memenuhi
asumsi-asumsi tersebut, biasanya permasalahan tidak
didefinisikan secara jelas, belum siap untuk dibuat model
matematika sehingga perlu digali dan diidentifikasi situasi
permasalahannya. Tingkat keberhasilan implementasi dapat
dicapai apabila human factor tidak diabaikan.
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Teknik Industri

Metodologi Hard OR (1)


Fase dalam OR Project:
1. Formulasi masalah atau lingkup masalah
2. Pemodelan masalah
3. Implementasi rekomendasi
Proses mulai dari summarizing [the] problem situation dan
berakhir pada following up solution use merupakan proses
iteratif
Proses dimulai dari the real world (a concrete world)
bergerak ke the world of systems (an abstract world) dan
kembali lagi ke the real world saat implementasi.
Proses pemodelan dimulai dari kualitatif, selanjutnya
permasalahan diformulasikan secara kuantitatif, dan kembali
lagi ke kualitatif pada saat implementasi
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Teknik Industri

Structure Diagram for Hard OR

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Teknik Industri

Metodologi Hard OR (2)

3
7

11

5
6

8
9

10
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Tahap I: Formulasi Masalah

Teknik Industri

Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan


yang akan dianalisis dan mendefinisikan sistem relevan-nya.
Level kedalaman, kedetailan, dan resolusi dari pendefinisian
tergantung pada faktor: latar belakang knowledge yang
dimiliki terhadap masalah, kompleksitas masalah dan
hubungan antara problem owner dan problem analyst.
Jika potensi benefit & cost diketahui, tahap pertama
mendapatkan formulasi masalah yang lengkap. Tetapi jika
potensi benefit & cost tidak diketahui, atau proyek yang
besar dan sangat kompleks, dianjurkan pertama kali
menetapkan lingkup masalah (mengidentifikasi sifat masalah
dan menilai apakah analisis mendalam dapat menghasilkan
sesuatu yang diinginkan dan apakah biaya sepadan dengan
benefit.
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Tahap I: Formulasi Masalah

Teknik Industri

Jika problem owner dan analist adalah orang yang sama,


lingkup masalah secara bertahap dapat berubah menjadi
rumusan masalah. Jika dua orang yang berbeda, maka
lingkup masalah biasanya mengarah ke proposal proyek
formal, diserahkan kepada pemilik masalah untuk evaluasi
dan persetujuan.
Langkah 1: membuat rangkuman problem situation
(sebaiknya dilakukan dengan rich picture atau mind map atau
cognitive mapping). Langkah ini membantu untuk fokus pada
masalah yang akan dianalisis dan membantu Langkah 2
Langkah 2: mengidentifikasi masalah yang tepat (6 elemen
masalah: (1) pengambil keputusan, (2) objectives pengambil
keputusan, (3) kriteria keputusan, (4) ukuran performance, (5)
alternatif tindakan, dan (6) konteks dimana masalah terjadi)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Tahap I: Formulasi Masalah

Teknik Industri

Langkah 3: mendefinisikan sistem relevan, biasanya dengan


menggunakan influence diagram yang dapat menjelaskan
input dan output, dan juga proses tranformasi variabelvariabel sistem dalam narrow system
Dalam membuat lingkup masalah, tidak perlu mendefinisikan
sistem menyeluruh yang rumit, tetapi hanya untuk membuat
batasan dari narrow system dan wider system.
Untuk situasi yang sangat kompleks definisi sistem dapat
berbentuk agak kasar dan tentatif dengan tingkat resolusi
rendah dengan membuat causal loop diagram yang
disederhanakan atau representasi lainnya.

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Tahap II: Pemodelan Masalah

Teknik Industri

Jika pada fase formulasi atau lingkup masalah tidak


dapat menghasilkan definisi sistem relevan yang detail,
maka pada Langkah 4 dapat mulai dengan
menyelesaikan definisi sistem relevan yang detail dan
sesuai resolusi yang dibutuhkan. Misalkan
menggunakan pendekatan proses dan membuat
influence diagram detail, selanjutnya diterjemahkan
secara kuantitatif.
Langkah 4: membangun model matematika sesuai
pendefinisian masalah (sistem) dapat dilakukan dengan
menggunakan referensi yang ada dan sesuai atau
merancang model khusus (Ingat, bahwa membangun
model merupakan seni sehingga model akhir adalah
hasil enrichment dan reformulation)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

10

Tahap II: Pemodelan Masalah

Teknik Industri

Langkah 5: Mendapatkan solusi yang diinginkan.


Manipulasi model dilakukan untuk mengeksplorasi
respon (kinerja) sistem terhadap perubahan controllable
input dan uncontrollable input (mengeksplorasi
himpunan solusi layak atau solution space
untukimendapatkan solusi yang diinginkan problem
owner
Langkah 6: Ujicoba model dan validasi.
Validasi :
- Internal validity (verification): memeriksa bahwa
model secara logis dan secara matematis benar, data
yang digunakan, semua ekspresi matematika
mewakili hubungan diasumsikan, program komputer,
memeriksa hasil numerik secara manual (kalkulator).
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

11

Tahap II: Pemodelan Masalah

Teknik Industri

External validity (validation): Apakah model adalah


representasi yang memadai dari real problem?
Apakah dapat memberikan jawaban dalam bentuk
yang sesuai untuk pengambilan keputusan? Apakah
aproksimasi yang digunakan cukup dekat dengan
hasil yang diharapkan?
Langkah 7: Analisa sensitivitas. Model diuji dengan
pertanyaan what if (bagaimana jika). Apakah solusi
yang diinginkan dipengaruhi oleh perubahan
uncontrollable input secara individu atau simultan dalam
sistem? Seberapa pengaruh error yang disebabkan
implementasi solusi yang dihasilkan dari input yang
salah?
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

12

Teknik Industri

Tahap III: Implementasi

Langkah 8: Perencanaan implementasi. Menyiapkan


rencana rinci dari semua tugas implementasi, tugas
setiap individu, dan jadwal koordinasi
Langkah 9: Menetapkan prosedur untuk pemeliharaan
dan pengendalian solusi. Menentukan range untuk
uncontrollable input agar solusi yang dihasilkan tetap
valid, dan juga proedur untuk memperbarui solusi
apabila input tersebut berada di luar range, termasuk
siapa yang bertanggung jawab)
Langkah 10: Implementasi aktual. Melakukan
perubahan yang diperlukan dari sistem eksisting ke
sistem usulan, dokumentasi model dan juga
mempersiapkan dokumen perangkat lunak yang
digunakan.
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

13

Teknik Industri

Tahap III: Implementasi

Langkah 11: Analisis dan audit. Setelah solusi baru


digunakan selama beberapa periode, kembali dilakukan
analis dan audit dari solusi untuk memerikasa sejauh
mana solusi dapat memenuhi kriteria dalam benefit yang
dicapai dan biaya yang dikeluarkan, serta untuk
memeriksa penggunaan solusi yang tepat secara terusmenerus dan merekomendasikan perubahan yang
diperoleh dari pengalaman praktis.

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

14

Teknik Industri

The Nature of the Hard OR Process


Forward and backward linkages
The various steps are usually initiated in the sequence
shown, but each step may overlap with both the preceding as
well as the subsequent steps.
Iterative process
The methodology is iterative. This means that the analyst may
go back to previous steps and redo or modify part of the
analysis already done.
Data collection
Data collection does not occur at a given point in the analysis
as a separate step. We start collecting and assessing data
and identifying data sources when we meet the problem
situation for the first time. As we proceed, we continue
collecting more data for describing the relevant system.
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

15

A Rich Picture for The LOD

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

16

Teknik Industri

Teknik Industri

Tahap I Langkah 1

A Situation Summary (1)


Bagaimana proyek dimulai ?
Pemicu proyek ini adalah laporan auditor internal ke
VP Finance bahwa average inventory turnover LOD
sebesar 12 (target 24) sehingga dana untuk inventori
berlebihan.
Kekhawatiran ini disampaikan kepada VP
Manufacture dan selanjutnya disampaikan ke
Manajer LOD dengan permintaan laporan sesuai
waktu yang ditentukan.
Manajer LOD meminta bantuan OR Group kantor
pusat. Permintaan awal ini tidak jelas
Tahap pertama proyek ini adalah problem scoping.
Tidak ada jaminan bahwa proyek disetujui
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

17

Teknik Industri

Tahap I Langkah 1

A Situation Summary (2)


Belajar terminologi teknis
Tindakan pertama yaitu melakukan tour kantor dan
fasilitas LOD.
Catat nama dan jabatan (job description) setiap kali
bertemu orang baru
Belajar memahami istilah teknis di LOD. (Jangan malu
untuk meminta penjelasan walau kelihatan sedikit bodoh.
Jangan gunakan terminologi di luar LOD sehingga tidak
terjadi kesalahpahaman.
Mempelajari detail operasi termasuk proses bisnis
Assessment terhadap aliran dokumen dan sumber data
Aliran dokumen dan informasi untuk memproses pesanan
pelanggan, dari receipt ke shipment, dan stock
replenishment, dan memverifikasi orang yang bertugas
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

18

Teknik Industri

Tahap I Langkah 2

Identifying The Problem to be Analysed (1)


Identifikasi isu-isu yang dianalisis. Berdasarkan rich picture
dapat diidentifikasi:
Production runs untuk mengurangi biaya change over
Klasifikasi pesanan kustomer
Bagaimana jika lead time produksi lebih dari 1 hari
Ukuran inventori
Hirarki sistem
The widest system: the company as a whole
The refinery: one of its subsystem
The LOD: a subsystem of the refinery system
Within LOD system: the production/inventory control
operation form one of its major subsystem (i.e. the narrow
system of interest)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

19

Teknik Industri

Tahap I Langkah 2

Identifying The Problem to be Analysed (2)


Stakeholders
Problem owners: Manager LOD (pada hirarki sistem yang
lebih tinggi adalah VP Finance dan VP Manufacture)
Problem user: Stock Officer
Problem customers: Customers for the LODs products
Problem analyst: Consultant internal of the company

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

20

Teknik Industri

Tahap I Langkah 2

Identifying The Problem to be Analysed (3)


Problem Elements for The LOD
1. The decision maker: the LOD manager
2. Objective: keeping the cost of the LODs operation as low
as possible, subject to maintaining the same level of
customer service.
3. Performance measure: the total operating cost of the LOD
4. Decision criterion: minimizing total costs
5. Alternative courses of action: the size of stock
replenishment batches and cutoff point for classifying
customer orders as big or small.
6. Wider system of interest: the LOD operation and the
refinery
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

21

Teknik Industri

Tahap I Langkah 3

System Relevant for The LOD (1)


The widest system: the company as a whole
The refinery: one of its subsystem
The LOD: a subsystem of the refinery system
Within LOD system:
the production/inventory control operation
form one of its major subsystem (i.e. the
narrow system of interest)

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

22

Teknik Industri

Tahap I Langkah 3

System Relevant for The LOD (2)


High-level System Structure Diagram for The LOD

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

23

Teknik Industri

Tahap I Langkah 3

System Relevant for The LOD (3)


Order kustomer, warehouse eksisting dan fasilitas
produksi & forklift merupakan input sistem yang berada
di luar kontrol wider system.
Fasilitas produksi & forklift sebenarnya berada dalam
kontrol, namun perusahaan sengaja tidak mengubah
jenis dan kapasitas fasilitas tersebut (jenis dan kapasitas
fasilitas sebagai hasil studi)
Permintaan sebenarnya juga dapat dipengaruhi oleh
program promosi/discount. Jika kustomer adalah
distributor milik perusahaan maka pola permintaan dapat
dikendalikan, berapa dan kapan pemesanan dapat
ditentukan, dan juga koordinasi pesanan dan produksi
(LOD sengaja memutuskan bahwa kontrol tersebut
bukan bagian dari studi ini)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

24

Teknik Industri

Tahap I Langkah 3

System Relevant for The LOD (4)


Influence diagram shows:
How the control inputs and other inputs affect the
system variables for various system components, and
How these in turn affect the system outputs, in
particular the performance outputs.

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

25

Influence Diagram for The LOD

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

26

Teknik Industri

Decision Flow Chart for The LOD

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

27

Teknik Industri

Teknik Industri

Tahap II Langkah 4

Mathematical Models
OR/MS Methodology: to capture the relationships between
various elements of the relevant system in a mathematical
model and explore its solution
A mathematical model: xxpress, in quantitative term, the
relationships between various components, as defined in
the relevant system for the problem
Terminology:
Decision variables or the alternative courses of action
(controllable inputs)
Performance measure (how well the objectives are
achieved)
Objective function (the performance measure is
expressed as a function of decision variables)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

28

Teknik Industri

Tahap II Langkah 4

Mathematical Models
Uncontrollable inputs: parameters, coefficients, or
constants
Constraints limit the range of the decision variables
Why build mathematical models?
Real-life tests are not possible
Disruptive
Risky
Expensive
Math Models are easy to manipulate
Quick exploration of the effect of changes in the inputs
on the objective functions
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

29

Tahap II Langkah 4

Teknik Industri

Mathematical Models
Properties of good mathematical models
Simple simple models are more easily understood by the
problem owner
Complete should include all significant aspect of the problem
situation affecting the measure of effectiveness
Easy to manipulate possible to obtain answer from the model
Adaptive changes in the structure of the problem situation
Easy to communicate with easy to prepare, update, and
change the inputs and get answer quickly
Appropriate for the situation studied produces the relevant
outputs at the lowest possible cost and in the time frame required
Produce information that is relevant and appropriate for
decision making has to be useful for decision making

s2-math-model-bpi-

Tahap II Langkah 4

Teknik Industri

Mathematical Models
The Art of Modeling
A scientific process
More akin to art than science
A few guidelines
Ockhams Razor:
Things should not be multiplied without good reason.
The modeler has to be selective in including aspects into a
model
An iterative process of enhancements begin with a very simple
model and move in an evolutionary fashion toward more elaborate
models
Working out a numerical example observe how variables of
interest behave
Diagram and Graphs to see things in the form of graphs or other
drawings expressing relationships and patterns.
s2-math-model-bpi-

Teknik Industri

Teknik Industri

Relationship Between Input-System-Output


Step 2
Uncontrollable inputs
(predict/estimate)
Step 4
Controllable inputs

Step 6
Actions

The Decision Problem


Step 5
Understand Interactions

Step 1
Performance measure

Step 3
Systems parameters
(measure/count)

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

33

Teknik Industri

Math. Model For The LOD Problem


Simplification

Constraints (warehouse space & mixing and filling


capacities)
Two decision variables (cutoff point (L) and order size(Q)

First Approximation
Ignore the constraints
Involve only one decision variable, Q

Performance measure:
Total annual relevant cost (TAC) (per year)
TAC=Annual stock holding cost+Annual set up
cost+Annual handling cost+Annual product values

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

34

Teknik Industri

Math. Model For The LOD Problem


Annual stock holding cost

(Average stock level x Unit product value) x Holding


cost/$/year

Annual set up cost


Setup cost per batch x Annual number of stock
replenishments

Annual handling cost


Product handling cost per unit x annual volume met
from stock

Annual product values


Unit product value x Annual volume of demand

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

35

Teknik Industri

Math. Model For The LOD Problem


T (Q) [0.5Qvr ] [ sD1 / Q] [h1 D1 ] [vD1 ]
T (Q, L) [ sN ] [h2 D2 ] [0.5Qvr sD1 / Q] [h1 D1 ]

sD1
T (Q L) sN h2 D2 0.5Qvr
h1 D1
Q

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

36

Mathematical Model LOD

Teknik Industri

[Second Approximation]
Two decision variables, L and Q.
Two additional costs :
The annual set up cost for special production run
Production setup per batch x Annual number of
special prod.runs
The annual handling cost for big order
Annual volume by special prod.runs x Product
handling cost per unit
Total cost = The annual set up cost for special production
run + The annual handling cost for big order +
Associated annual EOQ cost given L + The
annual handling cost for small order.

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

37

Teknik Industri

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

38

Spreadsheet Computation

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

39

Teknik Industri

Teknik Industri

Total Relevant Cost T(L,Q) for Product Y

Total Cost

Cutoff Point
Setup Cost Special Prod. Runs

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

Handling Cost

Corresp. Relevant EOQ Cost

40

Total Relevant Cost

Teknik Industri

Testing the LOD Model

Uji validasi internal (verifikasi): apakah model secara logika


dan matematika sudah benar? Apakah data yang
digunakan sudah benar?
verifikasi perhitungan spreadsheet secara manual untuk
suatu produk khusus
Uji validasi eksternal (validasi): apakah model representasi
yang sesuai dari real problem?
Produk dikelompokkan 4 kelas: 3 kelas untuk lubrication
oils (ABC Classification) dan 1 kelas untuk greases
Test dengan variabel random 5% secara bertingkat dari
semua produk dianggap sesuai
Variasi beban kerja untuk mixing dan filling
Kapasitas warehouse

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

41

Teknik Industri

Kategorisasi Teknik Optimasi

Matematika Optimasi

42

Teknik Industri

Deriving a Solution to The Model


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Enumeration
Search Methods
Algorithmic Solution Methods
Classical Methods of Calculus
Heuristic Solution Methods
Simulation

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

43

Teknik Industri

Enumeration
Jika jumlah variabel keputusan (alternative course) dan
paya untuk mengevaluasi seetiap alternatif relatif kecil
Solusi optimal dapat dicari dengan sederhana dan
cepat yaitu hanya dengan mengevaluasi ukuran kinerja
untuk setiap variabel keputusan
Digunakan untuk suatu one-off situation
Digunakan apabila merupakan cara termurah untuk
mencari alternatif terbaik (daripada menghabiskan
waktu dan dana yang cukup besar untuk
mengembangkan pendekatan solusi yang lebih elegan
dan efisien)

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

44

Teknik Industri

Search Method (1)


Beberapa search method dapat mengurangi
perhitungan untuk mencari solusi optimal jika ukuran
kinerja yang akan dioptimalkan dalam bentuk fungsi
tujuan single/multi variabel (keputusan)
Beberapa search method didasarkan gagasan
mengeliminasi ruang solusi yang telah diidentifikasi
sampai menghasilkan selisih tertentu
Metode eliminasi interval: Interval Halving, Golden
Section, etc
Interval metode eliminasi dapat digunakan jika fungsi
tujuannya unimodal (satu titik stasioner:
maksimum/minimum)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

45

Teknik Industri

Search Method (2)

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

46

Teknik Industri

Algorithmic Solution Methods (1)


Algoritma merupakan satu set operasi logis dan matematis
yang dilakukan berulang kali (iterasi) dalam urutan tertentu
Proses iterasi terus dilakukan sampai memenuhi kondisi
stopping rule yang ditetapkan antara lain:
Solusi optimal telah ditemukan
Tidak ada solusi yang layak dapat diidentifikasi
Jumlah iterasi maksimum
Waktu maksimum komputasi
Jenis algoritma :
1. Construction algorithm (menghasilkan solusi (awal))
2. Improvement algorithm (memperbaiki solusi awal)
3. Construction & improvement algorithm (menghasilkan
solusi awal dan memperbaikinya)
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

47

Teknik Industri

Algorithmic Solution Methods (2)


Algoritma merupakan metode solusi yang paling powerful
Property suatu algoritma yang baik:
1. Each successive solution has to be an improvement over
the preceding one.
2. Successive solutions have to converge, i.e. get closer
and closer to the optimal solution.
3. Convergence arbitrarily close to the optimal solution
should occur in a reasonable number of iterations.
4. The computation effort at each iteration has to be
sufficiently small to remain economically acceptable.

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

48

Teknik Industri

Algorithmic Solution Methods (3)

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

49

Teknik Industri

Classical Methods of Calculus (1)


Metode kalkulus dapat digunakan untuk menemukan solusi
optimal dengan mencari titik stasioner jika fungsi differentiable
Turunan pertama (derivasi) dari suatu fungsi digunakan untuk
mengukur slope/gradien. Titik stasioner didapat apabila slope
(turunan pertama) sama dengan nol
f(x)

A 1 , A 2 ,A
A
B
,B
1
B

: Relativ e maxima
2 : Glo bal maximum
: Relative minima
2
1 : Glo bal min imum

a
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

x
50

Classical Methods of Calculus (2)

Teknik Industri

Kriteria Optimalitas (1)


SYARAT PERLU
Syarat perlu untuk x* menjadi local minimum atau local
maximum suatu fungsi f(x) pada interval (a, b) adalah

f x 0

(1)

Jika Persamaan (1) dipenuhi, maka x* adalah stationary


point dari f(x), yang bisa diklasifikasikan sebagai suatu
minimum, maximum atau suatu inflection point. Suatu
titik yang menjadi kandidat optimum harus memenuhi
syarat perlu

Matematika Optimasi

51

Classical Methods of Calculus (3)

Teknik Industri

Kriteria Optimalitas (2)


SYARAT CUKUP
Misalkan semua turunan suatu fungsi sampai dengan order
(n-1) sama dengan nol dan turunan order ke n tidak sama
dengan nol:

f x f x f n 1 x 0 ,
dimana

f n

f n x 0

(2)

d n f x

dx n

(3)

Jika n ganjil maka x* adalah saddle point atau inflection point.


Jika n genap, maka x* adalah local optimum. Yaitu:
(n)

- jika f (x*) 0 , maka x* adalah a local minimum


- jika f (n) (x*) 0 ,maka x* adalah a local maximum.
Matematika Optimasi

52

Teknik Industri

Heuristic Solution Method


Model matematika yang kompleks (NP-Hard) sangat sulit
diselesaikan dengan metode eksak dan membutuhkan
waktu yang sangat lama.
Metode heuristik menggunakan cara-cara pikiran
manusia, kreativitas, intuisi, dan pengalaman untuk
mencari solusi yang baik atau untuk memperbaiki solusi
yang ada.
Hasil proses pembelajaran bagaimana fungsi tujuan
merespon berbagai strategi solusi dan digunakan untuk
merancang aturan atau menemukan solusi yang lebih baik
(menemukan penjelasan tentang mengapa suatu rule
menghasilkan solusi terbaik)
Metode heuristik tidak menjamin memberikan solusi yang
optimal tetapi memberikan solusi yang satisfacing
TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

53

Teknik Industri

Simulation
Simulasi berarti tiruan (imitasi)
Perilaku suatu sistem dapat dijelaskan secara akurat
dengan mempelajari bagaimana perubahan status
sistem sepanjang waktu
Digunakan untuk problem yang kompleks (variability dan
interdependence)
Simulasi merupakan cara terbaik untuk menguji
seberapa baik suatu solusi seperti dilakukan pada real
world, dan juga dapat digunakan untuk
mendemonstrasikan solusi ke problem owners dan
problem users

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

54

Teknik Industri

Sensitivity Analysis

Setelah solusi optimal diperoleh maka langkah


selanjutnya adalah melakukan analisis bagaimana
respon solusi optimal terhadap perubahan sebuah
parameter input (parameter yang lain diasumsikan
tetap)
Misal: [new value] = [original value] x k dimana k adalah
faktor perubahan.
T(EOQ) berubah dengan faktor k
EOQ berubah dengan faktor 1/ k
Jika demand atau setup cost meningkat 50%,
bagaimana perubahan nilai T(EOQ) dan EOQ nya?
Bagaimana nilai EOQ nya jika nilai produk menurun
50%

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

55

Teknik Industri

Sensitivity Analysis

Tujuan utama dari analisis sensitivitas:


1. Jika solusi optimal tidak sensitif terhadap perubahan
parameter input yang cukup besar, maka solusi dan
model dikatakan robust
2. Mendapatkan informasi tentang nilai dari setiap
penambahan masing-masing resource apabila resource
terbatas
3. Mengeksplorasi bagaimana perubahan solusi optimal
terhadap data input yang uncertainty. Jika solusi tidak
berubah atau hanya sedikit berubah, maka akan
meningkatkan level of confidence solusi

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

56

Teknik Industri

Error Sensitivity (1)

Apakah error terjadi untuk penggunaan model yang


didasarkan pada nilai yang salah untuk parameter
input?
Estimasi parameter input yang digunakan dalam model
tidak benar akibat diestimasi dari data masa lalu
padahal tidak ada jaminan bahwa masa depan akan
serupa dengan masa lalu. Contoh: permintaan produk
dapat meningkat atau menurun, biaya simpan dapat
meningkat karena kenaikan suku bunga, dll
Solusi optimal yang didapatkan hanya optimal di atas
kertas, tidak dalam realitas.
Mengeksplorasi berapa biaya (potensi benefit atau
saving) akibat penggunaan data input yang salah

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

57

Teknik Industri

Error Sensitivity (2)

Tujuan melakukan sensitivitas error:


1. Untuk menentukan akurasi yang dibutuhkan dalam
estimasi dat input (semakin sensitif solusi terhadap
error input, maka semakin akurat parameter input
yang dibutuhkan)
2. Untuk menetapkan rentang perubahan yang
diijinkan untuk semua parameter input sehingga
solusi yang dihasilkan masih near-optimal dan tidak
perlu dilakukan perhitungan ulang untuk mencari
solusi.

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

58

Teknik Industri

Structure Diagram for Hard OR

TI091315/Pemodelan Sistem/Chap#6

59