Anda di halaman 1dari 20

AKREDITASI

BY :
Kelompok 3

Konsep Akreditasi Rumah sakit


PERMENKES
Nomor 417
2011
PASAL 1

Lembaga
Independent

1.UU No. 44/2009 tentang Rumah Sakit Pasal 40


2.Permenkes no. 159b/88 tentang rumah sakit, pasal 26 mengatur tentang akreditasi
Rumah Sakit.
3.SK Menkes 436/93 menyatakan berlakunya standard pelayanan Rumah Sakit dan
standard pelayanan medis.
4.SK Dirjen Yanmed No. YM.02.03.3.5.2626 tentang Komisi Akreditasi Rumah Sakit dan
Sarana Kesehatan Lainnya.

DASAR HUKUM

Akreditasi
Rumah Sakit

Cakupan Penilaian Akreditasi

Bangunan fisik

Administrasi

Pelayanan kesehatan

Ketenagaan

Perlengkapan kesehatan

Obat -obatan

Tujuan Akreditasi
Memperoleh gambaran seberapa jauh rumah sakit di
Indonesia telah memenuhi berbagai standard yang
ditentukan.
Memberikan pengakuan dan penghargaan kepada rumah
sakit yang telah mencapai tingkat pelayanan sesuai
dengan standard yang ditetapkan.
Memberikan jaminan kepada petugas rumah sakit bahwa
semua fasilitas, tenaga dan lingkungan yang diperlukan
tersedia sehingga dapat mendukung upaya
penyembuhan dan pengobatan pasien dengan sebaiknya.
Memberikan jaminan dan kepuasan kepada individu,
keluarga dan masyarakat sebagai pelanggan bahwa
pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit
diselenggarakan dengan baik.

Tingkat Pelaksanaan Akreditasi


Rumah Sakit
Akreditasi tingkat
dasar
(5 kegiatan
pelayanan)
Akreditasi tingkat
lanjut
(12 kegiatan
pelayanan)
Akreditasi tingkat
lengkap
(16 kegiatan
pelayanan)

Administrasi dan manajemen


Pelayanan medis
Pelayanan keperawatan
Pelayanan gawat darurat
Rekam medis

5 kegiatan pelayanan dasar


Farmasi
Radiologi
Kamar operasi
Pengendalian infeksi
Pelayanan Resti
Laboratoriun dan keselamatan kerja
Kebakaran dan kewaspadaan bencana

12 pelayanan lanjut
Pelayanan intensif
Pelayanan transfusi darah
Pelayanan rehabilitasi medic
Pelayanan gizi

SETIAPFUNGSIPELAYANANTERDIRI
DARI7STANDAR:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

FalsafahdanTujuan
AdministrasidanPengelolaan
StafdanPimpinan
FasilitasdanPeralatan
KebijakandanProsedur
PengembanganStafdanProgramPendidikan
Evaluasidanpengendalianmutu

Komisi Akreditasi Rumah Sakit


(KARS)
lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit
yang bersifat fungsional, non-struktural, dan
bertanggung jawab kepada Menteri. Komisi ini
merupakan badan independen yang dibentuk
berdasarkan surat keputusan Dirjen Pelayanan Medik
Depkes RI No. YM.02.03.3.5.2626 tanggal 8 April 1998
KARS mempunyai fungsi perencanaan, pelaksanaan,
pengembangan, pembimbingan dan pelatihan serta
monitoring dan evaluasi dalam bidang akreditasi rumah
sakit di Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan perkembangan akreditasi
rumah sakit secara internasional. Masa bakti Komisi
Akreditasi Rumah Sakit adalah 5 tahun untuk pelaksana
akreditasi (surveyor).

Tugas pokok dan fungsi KARS


Merumuskan kebijakan dan tata laksana akreditasi rumah sakit
Menyusun rencana strategis akreditasi rumah sakit
Menyusun peraturan internal KARS
Menyusun standar akreditasi
Menetapkan status akreditasi rumah sakit
Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan pembimbingan serta pengembangan di
bidang akreditasi dan mutu layanan rumah sakit
Mengangkat dan memberhentikan tenaga surveyor
Membina kerja sama dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri yang
berkaitan dengan bidang akreditasi dan peningkatan mutu layanan rumah sakit
Melakukan sosialisasi dan promosi kegiatan akreditasi
Melakukan monitoring dan evaluasi dalam bidang akreditasi rumah sakit
Melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan akreditasi rumah sakit.

Lanjutan .
KARS dapat bekerja sama dengan Dinas
Kesehatan Provinsi, Perhimpunan Rumah Sakit
Seluruh Indonesia dan Komite Akreditasi
Nasional dalam melakukan monitoring dan
evaluasi kinerja rumah sakit pasca akreditasi
dan untuk membina rumah sakit dalam upaya
meningkatkan mutu layanannya.

Metode Pelaksanaan Akreditasi


Rumah Sakit

persiapan

Pelaksanaan
survey

Pasca
survey

Tahap Persiapan Akreditasi


Kegiatan yang dilaksanakan disini adalah self
assessment (kajian mandiri) yang dilakukan
oleh rumah sakit yang akan dinilai
menggunakan instrumen survei akreditasi
rumah sakit.

Tahap pelaksanaan survei akreditasi


rumah sakit
Pada tahap ini, survei dilaksanakan oleh KARS
menggunakan instrumen akreditasi rumah
sakit. Pelaksanaan survei didampingi oleh staf
Dinkes Provinsi dari seksi rujukan bidang
pelayanan kesehatan. Hal ini dilakukan supaya
Dinkes Provinsi juga tahu hal apa saja yang
menjadi rekomendasi untuk perbaikan pada
kegiatan pascasurvei akreditasi. Hasil penilaian
dirangkum untuk diserahkan ke Dirjen
YanMedik Depkes RI sebagai rekomendasi untuk
sertifikasi.

Tahap pascasurvei akreditasi


Kegiatan pada paska survei akreditasi berupa
pembinaan yang bertujuan mendorong
manajemen rumah sakit untuk memantau
pelaksanaan rekomendasi hasil survei,
memberikan arahan untuk dapat memenuhi
rekomendasi, melakukan evaluasi terhadap
penerapan standar yang berdampak pada
peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit
serta meningkatkan interaksi antara rumah
sakit, Dinkes Provinsi dan KARS.

4 kemungkinan yang akan


dikeluarkan setelah proses
akredtasi
1.Tidak diakreditasi : RS dianggap belum mampu
memenuhi standar yang ditetapkan.
2.Akreditasi bersyarat : Diberikan jika RS telah
memenuhi persyaratan minimal tapi belum cukup
untuk mendapatkan akreditasi penuh (berlaku 1
tahun).
3.Akreditasi penuh : Diberikan pada RS yang telah
memenuhi standar yang ditetapkan oleh komisi
gabungan akreditasi.
4.Akreditasi istimewa : Untuk RS yang menunjukkan
pemenuhan standar secara istimewa selama 3
periode berturut-turut (masa berlaku 5 tahun)

Studi kasus
Surabayanews.co.id -Dari 331 jumlah rumah
sakit swasta dan pemerintah yang ada di Jawa
Timur, terdapat 62 persen rumah sakit di Jawa
Timur belum terakreditasi atau masih
menggunakan akreditasi model lama.
Sumber : http://surabayanews.co.id/2014/10/27/4869/62-persenrumah-sakit-jatim-belum-terakreditasi.html

Analisis masalah
Kendala dalam pencapaian akreditasi

Tenaga kerja yang


belum memadai

Tidak memenuhi
mutu pelayanan
yang disyaratkan

Jumlah surveyor
terlalu sedikit
dibanding rumah
sakit

Solusi
Pemenuhan kualitas dan sumber daya yang
lebih baik
Pemenuhan fasilitas dan peralatan kesehatan
yang diperlukan masyarakat yang berada
dalam jangkauan rumah sakit juga dapat
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
Pemanfaatan surveyor regional yang telah
dilatih standar akreditasi baru dengan
menggunakan dana pemerintah daerah