Anda di halaman 1dari 10

ORGANISASI

YOSEPH DS 140115388
SANDI HARLAN - 14011

TEORI DAN METODE PERANCANGAN 2

ORGANISASI & BENTUK RUANG


Ruang pada suatu bangunan dapat dihubungkan satu
sama lain dan diatur menjadi pola-pola bentuk dan
ruang yang rapoh dan teratur melaui ORGANISASI
Hubungan-hubungan Spasial
1. Ruang dalam ruang
2. Ruang-ruang yang saling mengunci
3. Ruang-ruang yang berdekatan
4. Ruang-ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama

RUANG DALAM RUANG


Ruang yang ditampung didalam volume ruang yang
lebih besar

Ruang yang ditampung umumnya berdimensi lebih kecil


dari dimensi ruang yang menampung. Jika ruang yang
ditampung memiliki dimensi yang lebih besar, maka
ruang yang menampung akan kehilangan identitasnya
sebagai sebuah bentuk

RUANG DALAM RUANG


Ruang yang ditampung memiliki orientasi yang berbeda

Ruang yang ditampung memiliki bentuk berbeda untuk


memperkuat citranya

RUANG YANG SALING MENGUNCI


Area sebuah ruang yang menumpuk pada sebagian
volume ruang yang lainnya

Bagian dari ruang yang dikunci dapat dibagi rata oleh


masing-masing ruang

RUANG YANG SALING MENGUNCI


Bagian ruang yang saling mengunci dapat menjadi
bagian dari salah satu ruang

Bagian dari ruang yang dikunci dapat menjadi ruang


baru dan memiliki identitasnya sendiri serta menjadi
penghubung kedua ruang

RUANG-RUANG YANG BERDEKATAN


Dua buah ruang yang bersentuhan satu sama lain
ataupun membagi garis batas bersama (berdekatan
tapi tidak bersinggungan)

Metode yang digunakan dapat berupa:


Membatasi akses fisik dan visual antara 2 ruang yang
berdekatan dengan mempertahankan individualitas
masing-masing ruang

RUANG-RUANG YANG BERDEKATAN


Tampil sebagai ruang yang berdiri sendiri didalam
sebuah ruang

Berupa perletakan kolom yang memberikan keuntungan


berupa kemenerusan visual dan spasial diantara kedua
ruang

Melalui perbedaan ketinggian dan perbedaan material


yang digunakan pada kedua ruang

RUANG-RUANG YANG DIHUBUNGKAN OLEH RUANG BERSAMA

Dua buah ruang yang terpisah dapat dihubungkan satu


sama lain melalui sebuah ruang perantara. Ruang
ketiga dapat memiliki bentuk yang berbeda untuk
menunjukkan identitasnya sebagai penghubung atau
konektor

Ruang ketiga memiliki bentuk yang sama dengan salah


satu atau masing-masing ruang

RUANG-RUANG YANG DIHUBUNGKAN OLEH RUANG BERSAMA

Ruang ketiga yang berbentuk linier

Ruang ketiga yang berdimensi lebih besar dapat


sekaligus mengorganisir ruang-ruang yang lainnya
(yang ingin dihubungkan)

Ruang ketiga yang dihasilkan dari sisa oleh bentuk dan


orientasi ruang-ruang yang ingin dihubungkan sehingga
tercipta bentuk baru