Anda di halaman 1dari 58

KELUARG

A
BY
F. HONDO, DrPH

Pengertian Keluarga.
Menurut Friedman

(1998)keluarga adalah
kumpulan dua orang atau
lebih yang hidup bersama
dengan keterikatan aturan
dan emosional dan
tiap individu dan mempunyai
peran masing-masing yang
merupakan bagian dari
keluarga.

Menurut Sayekti seorang pakar konseling keluarga

dari Jogyakarta, keluarga adalah suatu ikatan /


persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara
orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup
bersama atau seorang laki-laki atau seorang
perempuan yang sudah sendirian dengan atau
tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan
tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Menurut UU no 10 tahun 1992,

keluarga adalah unit terkecil dari


masyarakat yang terdiri dari suamiisteri dan anaknya, atau ayah dan
anaknya, atau ibu dan anaknya.
Duval mengatakan bahwa keluarga

adalah sekumpulan orang yang


dihubungkan oleh ikatan perkawinan,
adopsi, kelahiran yang bertujuan
menciptakan dan mempertahankan
budaya yang umum, meningkatkan
perkembangan fisik, mental,
emosional dan sosial dari tiap
anggota keluarga.

Menurut WHO 1969, keluarga adalah anggota

rumah tangga yang saling berhubungan melalui


pertalian darah, adopsi, dan sosial dari tiap
anggota.
Menurut Salvicion G. Bailon dan Aracelis Maglaya

(1989), keluarga adalah dua atau lebih dari dua


individu yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan dan
mereka hidup dalam suatu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya
masing-masing menciptakan serta
mempertahankan kebudayaan.

Menurut departemen

kesehatan RI 1998,
keluarga adalah unit
terkecil dari suatu
masyarakat yang terdiri
atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang
terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah
suatu atap dalam keadaan
saling ketergantungan.

Type keluarga ada dua


yaitu:
Type keluarga tradisional
seperti:
Nuclear family/keluarga

inti yaitu keluarga yang


hanya terdiri dari ayah,
ibu, dan anak yang
diperoleh dari
keturunannya atau
adopsi atau keduanya.

Extended family adalah keluarga inti ditambah

anggota keluarga lain yang masih mempunyai


hubungan darah (kakek-nenek, paman bibi,
keponakan, saudara sepupu, adek)

Single parent family

adalah keluarga yang


terdiri dari salah satu
orang tua dengan
anak-anak akibat
perceraian atau
ditinggal
pasangannya.
The single adult living

alone adalah orang


dewasa laki-laki atau
perempuan yang
tinggal sendiri sendiri
tanpa pernah menikah.

Non traditional family


seperti:
The unmarried teenage

mother adalah ibu dengan


anak tanpa perkawinan.
Cohabiting couple the

nonmarital heterosexual
yaitu dua orang / satu
pasangan yang tinggal
bersama tanpa pernikahan
sebelumnya.

Gay and lesbian family

adalah keluarga yang


dibentuk oleh
pasangan yang
berjenis kelamin satu.
Institutional family
anak-anak atau orang
dewasa tinggal dalam
suatu panti-panti.
Dual carrier family
suami atau istri atau
keduanya berkarier
tanpa anak.

Reconstituted nuclear family/dyadic family

keluarga bentukan kembali adalah keluarga


baru yang terbentuk dari pasangan yang telah
cerai atau kehilangan pasangannya.
Communal family satu rumah terdiri atas

dua / lebih pasangan yang monogami dengan


anak-anaknya dan bersama-sama dalam
penyediaan fasilitas.

Macam-macam struktur keluarga

1. Patrilineal adalah keluarga

sedarah yang terdiri atas sanaksaudara sedarah dalam beberapa


generasi, di mana hubungan itu
disususn melalui jalur garis ayah.
2. Matrilineal adalah keluarga
sedarah yang terdiri dari sanak
saudara sedarah dalam beberapa
generasi dimana hubungan itu
disusun melalui jalur garis ibu.
3. Matrilokal adalah sepasang
suami istri yang tinggal bersama
keluarga sedarah istri.

4. Patrilokal adalah sepasang suami istri yang


tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5. Keluarga kawinan adalah hubungan suami /
istri sebagai dasar pembinaan keluarga dan
beberapa sanak saudara yang menjadi bagian
keluarga karena adanya hubungan dengan
suami-istri.

Ciri-ciri struktur keluarga:


1. Terorganisasi saling berhubungan, saling

ketergantungan antara anggota keluarga.


2. Setiap anggota keluarga memiliki
kebebasan,walaupun tetap mempunyai
keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugas
masing-masing.
3. Ada perbedaan dan kekhususan dimana setiap
anggota keluarga mempunyai peran dan
fungsinya masing-masing.

MenurutParad dan Caplan


(1965) yg diadopsi Friedman
(1998) stuktur keluarga
terdiri dari 4:
1. Struktur peran keluarga menggambarkan

peran anggota keluarga dalam keluarga


maupun di lingkungan masyarakat.
2. Nilai atau norma keluarga menggambarkan
nilai dan norma yang dipelajari dan diyakini
oleh keluarga, khususnya yang berhubungan
dengan kesehatan

3. Pola komunikasi keluarga menggambarkan


pola komunikasi orang tua dan anak dan
sebaliknya,juga komunikasi dengan anggota
keluarga lainnya.
4. Struktur kekuatan keluarga, menggambarkan
kemampuan anggota keluarga untuk
memengaruhi org lain agar mengubah
perilaku keluarga yang mendukung
kesehatan.

Berdasarkan keempat elemen dalam struktur

keluarga maka diasumsikan oleh


Leslie&Korman, 1989,Parsons & Bales 1955
sbb:
1. Keluarga merupakan sistem sosial yg
memiliki fungsi sendiri.
2. Keluarga sebagai sistem sosial mampu
menyelesaikan masalah individu dan
lingkungannya.
3. Keluarga merupakan suatu kelompok kecil yg
dapat memengaruhi kelompok lain.
4. Perilaku individu yg ditunjukkankan /yang
kelihatan merupakan gambaran nilai dan
norma yg berlaku dalam keluarga.

Struktur pola dan proses komunikasi dalam

keluarga dikatakan berfungsi bilamana


dilakukan secara jujur, terbuka, melibatkan
emosi, konflik selesai,dan ada hierarki
kekuatan. Komunikasi keluarga jelas dan
berkualitas serta meminta dan menerima
umpan balik, mendengarkan pesan,
memberikan umpan balik dan valid.

Komunikasi dikatakan tidak berfungsi apabila

tertutup, ada isu negatif, tidak berfokus dan


selalu mengulangi pendapat sendiri.
Komunikasi yang bersifat asumsi, tidak
jelas,judgemental ekspresi. Penerima pesan
gagal mendengar, diskualifikasi, ofensif
miskomunikasi dan tidak valid.

Peran keluarga dan peran perawat keluarga.


Peran adalah seperangkat tingkah laku yang

diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang


sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.
Peran adalah bentuk perilaku yang diharapkan
dari seseorang pada situasi sosial tertentu.

Peran didasarkan pada preskripsi dan harapan

peran yang menerangkan apa yang individu


harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar
dapat memenuhi harapan mereka sendiri atau
harapan orang lain menyangkut peran itu
sendiri.
Peran formal yang standar dalam keluarga:
Peran Ayah
Peran ibu
- pencari nafkah
- pengasuh anak
- tukang perbaiki rumah - manager keuangan
supir
- tukang masak
Rekreasi
- sosialisasi memelihara
hubungan keluarga kedua belah pihak

Peran informal dilakukan untuk memenuhi

kebutuhan emosional dan untuk menjaga


keseimbangan dalam keluarga. Peran informal
didasarkan atas personalitas atau kepribadian
anggota keluarga.
Peran informal sbb:
Pendorong dapat merangkul anggota
keluarga, mendorong menghargai pemikiran
orang lain/ pendapat org lain.
Pengharmonis menengahi perbedaan
diantara anggota keluarga, menghibur.
Inisiator kontributor- mengemukakan ide
baru.

Pendamai dapat menyelesaikan masalah

dengan damai/musyawarah
Penghubung keluarga biasanya oleh ibu
Pionir keluarga yang membawa keluarga
pindah ke suatu wilayah baru
Sahabat penghibur , koordinator yang
merncanakan /mengorganisasi kegiatan
keluarga.
Pengikut dan saksi.

Peran pengrusak sbb:


Penghalang
Penyalah
Kerashati
Distraktor menunjukkan perilaku yang menarik

perhatian sehingga keluarga dapat menghindari


persoalan yang menyedihkan dan sulit.
Dominator memaksakan kekuasaan
Martir
Kambing hitam keluarga

Peran perawat adalah cara untuk

menyatakan aktivitas perawat yang telah


menyelesaikan pendidikan formal yang diakui
dan diberi kewenangan oleh pemerintah
untuk praktek menjalankan tugas dan
tanggung jawab keperawatan secara
professional sesuai dengan kode etik professi.

Peran perawat keluarga:


Pendidik

- koordinator
Pelaksana perawatan - pengawas kesehatan
Kolaborasi
- konsultan
Fasilitator
- advokasi
Modifikasi lingkungan - peneliti

Kemampuan keluarga dalam memberikan

asuhan kesehatan akan mempengaruhi tingkat


kesehatan keluarga dan individu.
Tugas kesehatan keluarga:
1. Mengenal masalah keluarga
2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang
tepat
3. Memberi perawatan pada anggota keluarga
yang sakit
4. Mempertahankan suasana rumah yang sehat
5. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di
masyarakat.

Delapan tugas dasar sebuah keluarga:

1. Memelihara kesehatan fisik keluarga dan para


anggotanya
2. Memelihara sumber-sumber daya yang ada dalam
keluarga
3. Mengatur tugas masing-masing anggota sesuai
dengan kedudukannya
4. Melakukan sosialisasi antar anggota keluarga agar
timbul keakraban pada anggota keluarga.
5. Melakukan pengaturan jumlah anggota keluarga
yang diinginkan
6. Memelihara ketertiban anggota keluarga
7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam
masyarakat yang lebih luas
8. Membangkitkan dorongan dan semangat para
anggota keluarga.

Perbedaan tahap perkembangan keluarga


menurut Carter dan McGoldrick(1989) Family
perspective,1989
1.masa bebas pacaran /dewasa muda
2. Keluarga muda terbentuk
3. Keluarga memiliki bayi usia sekolah
4. Keluarga memiliki anak dewasa
5keluarga mulai melepas anak keluar rumah
6. Keluarga lansia

Menurut Duval Sociological perspective (1985)


1. Tidak diidentifikasi karena periode waktu

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

antara dewasa dan menikah tdk dapat


ditentukan.
Keluarga baru menikah
Keluarga dengan anak baru lahir 30 bulan
Keluarga anak prasekolah (2.5 thn 5 tahun)
Keluarga dengan usia sekolah (6 12 tahun)
Keluarga dengan anak tertua usia remaja 13
20 tahun
Keluarga mulai melepas anak tertua keluar
rumah
Semua anak telah meninggalkan
rumah,keluarga tinggal orang tua saja

Di Indonesia keluarga di kelompokkan menjadi

5 tahap:
Kel pra sejahtera, adalah :
- Kel yang belum dapat memenuhi kebutuhan
dasar secara minimal yaitu: keb.pengajaran
agama,pangan,sandang,papan,dan
kesehatan,atau yang belum dapat memenuhi
salah satu atau lebih indikator keluarga
sejahtera tahap I.

Keluarga sejahtera tahap I (KS I) adalah keluarga


yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar
secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi
keseluruhan kebutuhan social psikologinya yaitu
pendidikan, interaksi dalam keluarga, interaksi
dengan lingkungan tempat tinggal, dan
transportasi.
Indikator keluarga sejahtera tahap I:
Melaksanakan a ibadah menurut agama masing2
Makan dua kali sehari/lebih
Pakaian berbeda untuk berbagai keperluan
Lantai rumah bukan dari tanah
Kesehatan (dapat membawa anak sakit,PUS,KB ke
sarana kesehatan.

Keluarga sejahtera tahap II: kelurga yang

telah dapat memenuhi kebutuhan dasar


secara minimal serta telah memenuhi seluruh
kebutuhan sosial pksikologinya, tetapi belum
dapat memenuhi kebutuhan pengembangan,
yaitu kebutuhan untuk menabung dan
memperoleh informasi

Indikator kelurga sejahtera tahap II:

1. Melaksanakan ibadah menrut agama masingmasing


2. makan 2kali sehari atau lebih
3. pakaian yang berbeda untuk berbagai
keperluan
4. lantai rumah bukan dari tanah
5. kesehatan (anak sakit atau pasangan usia
subur (pus) ingin ber KB dibawah ke
sarana/petugas kesehatan.

Indikator keluarga sejahtera tahap II

lanjutan
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Makan daging/ikan/telor sebagai lauk pauk


paling kurang sekali dalam seminggu.
Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun
terakhir
Luas lantai tiap penghuni rumah 8 m2 per rang
Anggota kelurga sehat dalam tiga bulan terakhir
sehingga dapat melaksanakan fungdi masingmasing.
Kelurga yang beruur 15 tahun mempunyai
penghasilan tetap
Bisa baca tulis bagi seluruh anggota keluarga
dawasa umur 10 tahun sampai 60 tahun.
Anak usia sekolah 7-15 tahun bersekolah

Keluarga sejahtera tahap III: kelurga yang telah

dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar,


kebutuhan sosial psikologis dan kebutuhan
pengembangan, tetapi belum dapat memberikan
sumbangan yang maksimal terhadap masyarakat
secara teratur dalam bentuk material dan
keuangan untuk sosial kemasyarakatan, juga
berperan serta secara aktif dengan menjadi
pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan
sosial, keagamaan, kesenian dan olahraga serta
pendidikan.

Indikator keluarga sejahtera tahap


III:
Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut
Makan 2 kali sehari atau lebih
Pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan
Lantai rumah bukan dari tanah

Kesehatan (anak sakit atau pasangan usia subur


(pus) ingin ber KB dibawah ke sarana/petugas
kesehatan.
Makan daging/ikan/telor sebagai lauk pauk paling
kurang sekali dalam seminggu.
Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun
terakhir

Luas lantai tiap penghuni rumah 8 m2 per


rang
Anggota kelurga sehat dalam tiga bulan
terakhir sehingga dapat melaksanakan
fungdi masing-masing.
Kelurga yang beruur 15 tahun mempunyai
penghasilan tetap
Bisa baca tulis bagi seluruh anggota
keluarga dawasa umur 10 tahun sampai
60 tahun.

lanjutan
Anak usia sekolah 7-15 tahun bersekolah
Anak hidup dua atau lebih, keluarga masih PUS, saat ini

mamakai kontrasepsi.
Upaya kelurga untuk meningkatkan/menambah
pengetahuan agama
Keluarga mempunyai tabungan
Makan bersama paling kurang satu kali sehari
Ikut serta dalam kegiatan masyarakat.
Rekreasi bersama/penyegaran paling kurang dalam 6 bulan
Memperoleh berita dari surat kabar, radio, tv, dan majalah
Anggota kelurga mampu menggunakan sarana transportasi

Keluarga sejahtera dengan tahap


IV
Keluarga sejahtera tahap IV adalah keluarga

yang telah dapat memenuhi seluruh


kebutuhannya baik yang bersifat dasar,social
psikologis,maupun pengembangan serta telah
mampu memberikan sumbangan yanf nyata
dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Indikator keluarga sejahtera tahap


IV.
Semua indikator yang ada di keluarga

sejahtera tahap III dengan tambahan indikator:


Memberikansumbanagn secara teratur dan
sukarela dalam bentuk material kepada
masyarakat
Aktif sebagai pengurus yayasan sosial.

Sembilan indikator keluarga miskin


menurut BKKBN (2000)
Tidak dapat makan dua kali sehari/lebih
Tidak bisa menyediakan daging/ikan/telur sebagai lauk pauk

seminggu sekali
Tidak mempunyai baju yg berbeda untuk setiap aktivitas
Tidap dapat memperoleh pakaian baru minimal satu stel
setahun
Bagian terluas lantai rumah terbuat dari tanah
Luas lantai rumah kurang delapan meter persegi untuk
setiap penghuni
Umur anggota keluarga dengan umur 15 tahun belum kerja
Bila anggota keluarga sakit atau mau ikut program KB belum
dapat menggunakan pelayanan kesehatan
Anak umur 7 15 tahun tidak bersekolah

FUNGSI KELUARGA
Fungsi adalah hasil akhir dari struktur

keluarga atau hasil dari apa yang dikerjakan


keluarga. Apa tujuan yang ingin dicapai oleh
keluarga. Fungssi dasar keluarga ada 2:
1. memenuhi kebutuhan keluarga dan
masyarakat.
2. menghasilkan anggota baru(reproduksi)
dan melatih individu menjadi anggota
masyarakat(sosialisasi).

Fungsi keluarga menurut Friedman


ada 5:
Fungsi afektif fungsi mempertahankan

kepribadian dengan memenuhi kebutuhan


psikologis anggota keluarga.
Fungsi sosialisasi dan status sosial
memfasilitasi sosialisasi primer anak yang
bertujuan menjadikan anak sebagai anggota
masyarakat yang produktif serta memberikan
status pada anggota keluarga.
Fungsi reproduksi untuk mempertahankan
kontinuitas keluarga selama beberapa
generasi dan untuk keberlangsungan hidup
masyarakat.

Fungsi ekonomi menyediakan sumber

ekonomi yang cukup dan alokasi efektif.


Fungsi perawatan kesehatan menyediakan
kebuthan fisik makanan,pakaian, tempat
tinggal, perawatan kesehatan.

Delapan fungsi keluarga:


Ada 8 fungsi keluarga menurut UU N0 10 thn 1992 PP

N0 21 tahun 1994:
1. Fungsi keagamaan.
- Membuat ajaran agama sebagai dasar dan tujuan
hidup seluruh anggota keluarga
-menerjemahkan ajaran agama kedalam tingkahlaku
sehari-hari seluruh anggota keluarga
Menambah proses kegiatan belajar anak tentang
keagamaan
Membina rasa,sikap, dan praktek kehidupan
keluarga beragama sebagai fondasi menuju
keluarga kecil bahagia sejahtera.

2. Fungsi budaya.
Membina tugas-tugas keluarga sebagai
lembaga untuk meneruskan norma dan
budaya masyarakat dan bangsa yang ingin
dipertahankan.
Membina keluarga sebagai lembaga untuk
menyaring norma dan budaya asing yang
tidak sesuai.
Membina tugas keluarga sebagai lembaga
yang anggotanya berperilaku positif sesuai
dengan norma bangsa Indonesia.
Membina budaya keluarga selaras,seimbang
dengan budaya masyarakat untuk
menunjang terwujudnya keluarga sejahtera.

3. Fungsi cintakasih
Memperkembang potensi kasih sayang yang
telah ada antar anggota keluarga ke dalam
simbol,perkataan nyata secara optimal dan
terus menerus.
Membina rasa,sikap dan praktik hidup
keluarga yang mampu memberikan dan
menerima kasih sayang sebagai pola hidup
ideal menuju keluarga kecil bahagia sejahtera.

4. Fungsi perlindungan.
Memenuhi kebutuhan rasa aman anggota
keluarga dari dalam maupun dari luar
keluarga
Membina keamanan keluarga baik fisik,psikis
dari berbagai ancaman dan tantangan dari
luar keluarga.
Membina dan menjadikan stabilitas dan
keamanan keluarga sebagai modal menuju
keluarga kecil bahagia sejahtera.

5. Fungsi reproduksi
Membina kehidupan keluarga sebagai wahana
pendidikan reproduksi sehat baik bagi keluarga
maupun dengan masyarakat sekitar.
memberikan contoh pembentukan keluarga dari
segi umur,pendewasaan fisik, dan mental.
Fungsi reproduksi bukan hanya mengembangkan
keturunan,tetapi merupakan tempat
mengembangkan fungsi reproduksi secara
universal dengan seks yang sehat,dan
berkualitas bagi anak dan orang lain.
Mengembangkan kehidupan sehat sebagai
modal yang kondusif menuju keluarga bahagia
sejahtera.

6. Fungsi sosialisasi
Menyadari,merencanakan dan menciptakan
lingkungan keluarga sebagai wahana
pendidikan dan sosialisasi anak yang pertama.
Menciptakan kehidupan keluarga sebagai
pusat tempat anak mencari pemecahan
berbagai konflik yang dijumpai di lingkungan
sekolah atau masyarakat sekitar.
Membina proses pendidikan dan sosialisasi
dalam keluargasehingga bermanfaat positif
bagi anak,orangtua dalam rangka hidup
bersama menuju keluarga kecil bahagia
sejahtera.

7. Fungsi ekonomi
Melakukan kegiatan ekonomi diluar maupun
didalam lingkungan keluarga dalam rangka
menopang kelangsunga dan perkembangan
keluarga.
Mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi
keserasian dan keseimbangan antara
pemasukan dan pengeluaran keluarga.
Membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga
sebagai modal untuk mewujudkan keluarga
kecil bahagia sejahtera.

8. Fungsi pelestarian lingkungan


Membina kesadaran, sikap,dan praktik
pelestarian lingkungan intern dan ekstern
keluarga.
Membina kesadaran sikap dan praktik
pelestarian lingkungan yang serasi, selaras,
dan seimbang antara lingkungan keluarga
dengan lingkungan hidup masyarakat
sekitarnya.
Membina kesadaran, sikap dan praktik
pelestarian lingkungan hidup sebagai pola
hidup keluarga menuju keluarga kecil bahagia.

Tugas keluarga di bidang


kesehatan
Mengenal masalah kesehatan keluarga
Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat

bagi keluarga
Merawat keluarga yang mengalami gangguan
kesehatan
Memodifikasi lingkungan keluarga untuk
menjamin kesehatan keluarga
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
disekitar keluarga

Keluarga sebagai sistem.

Sistem adalah kumpulan dari beberapa bagian


fungsional yang saling berhubungan dan
tergantung satu dengan yang lain dalam waktu
tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Keluarga disebut sistem karena mempunyai
subsistem seperti anggota,fungsi, peran,
aturan dan budaya, yang dipelajari dan
dipertahankan dalam kehidupan keluarga.
Terdapat saling berhubungbungan dan
ketergantungan antara subsistem.
Merupakan unit terkecil dari masyarakat yang
dapat memengaruhi supra-sistemnya.

Keluarga sebagai sistem terbuka. Suatu

sistem yang mempunyai kesempatan dan


mau menerima atau memperhatikan
lingkungan sekitarnya.
Keluarga sebagai sistem tertutup. Suatu
sistem yang kurang menerima atau nemberi
perhatian perhatian kepada lingkungan
sekitarnya.

Karakteristik keluarga sebagai


sistem.
Pola komunikasi langsung,jelas,spesifik, tulus

jujur tanpa hambatan.


Aturan keluarga hasil musyawarah tak
tertinggal zaman,berubah sesuai kebutuhan
keluarga.
Perilaku anggota keluarga sesuai dengan
kemampuan keluarga, memiliki kesiapan
untuk berkembang sesuai kondisi.
Harga diri menningkat dan mampu
mengembangkan dirinya.