Anda di halaman 1dari 31

Proteus sp.

Dan
Serratia sp.
AHMAD RIO FATULLOH
LINDA RUKMANA
MUJI SETYOWATI

Proteus sp.
Morfologi
Proteus spp.termasuk dalam familienterobacteriaceae.
Berbentuk batang, gram negatif, tidak berspora, tidak
berkapsul, flagel peritrik. Proteus sp. berukuran 0,4-0,8 x
1.0-0,3 mm. Bakteri proteus sp. Termasuk dalam bakteri
non fruktosa fermenter, bersifat fakultatif aerobe/anaerob.

Jenis-jenis spesies Proteus sp.

Proteus morganii
Proteus mirabilis
Proteus rittgeri
Proteus vulgaris

Patogenitas
Bakteri ini mampu memproduksi enzim urease dalam
jumlah besar. Enzim urease yang menghidrolisis urea
menjadi ammonia (NH3) menyebabkan urin bertambah basa.
Jika tidak ditanggulangi, pertambahan kebasaan dapat
memicu pembentukan kristal sitruvit (magnesium amonium
fosfat), kalsium karbonat, dan atau apatit yang
memudahkan induksi ke sistem respon inflamasi dan
membentuk hemolisin.

Penyakit yang ditimbulkan


Urethritis
Diare
Prostatitis
gagal ginjal
pneumonia

Gejala

Adanya sel darah putih pada urin.


Sakit punggung nampak terkonsentrasi.
Urgensi.
Hematuria (adanya darah merah pada urin).
Sakit akibat pembengkakan bagian paha atas.
Demam
Sakit pada dada
Flu
Sesak napas.
pembengkakan prostat

Penularan
Penyebaran penyakit olehProteus sp.melalui air sumur yang
digunakan penduduk untuk mandi, mencuci, makan dan minum yang
kemungkinan bakteri ini untuk masuk ke tubuh dan masuk melalui luka
yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih serta dapat
menyebabkan diare. Infeksi saluran kencing yang disebabkan oleh P.
mirabilis juga seringkali terjadi pada pria dan wanita yang melakukan
hubungan seksual tanpa pengaman. Kebanyakan kasus infeksi Proteus
mirabilis terjadi pada pasien di rumah sakit. Infeksi ini biasanya terjadi
karena peralatan media yang tidak steril, seperti catheters, nebulizers
(untuk inhalasi), dan sarung tangan untuk pemeriksaan luka.

Pengobatan
Pengobatan bakteri Proteus sp. dapat di gunakan beberapa antibiotik
seperti :
1.Ciprofloksasin
2.Seftazidim
3.Netilmicin
4.Sulbaktam atau cefoperazo
5.Meropenem
6.Piperasilin atau tazobactam
7.Unasyn

Pencegahan
Pencegahan dari infeksi bakteri Proteus sp. ini antara lain adalah :
1. Memperhatikan kebersihan sarana umum terutama sumur yang digunakan

sebagai sumber mata air untuk kehidupan sehari-hari.


2. Memperhatikan kebersihan diri , mencuci tangan setiap buang air.
3. Menjaga kebersihan makanan dan minuman , memasak air hingga benar benar
matang agar terhindar dari infeksi bakteri.
4. Memperhatikan kebersihan luka yang sedang diderita agar bakteriProteus
vulgaris maupun bakteri yang lain tidak mudah menginfeksi tubuh.
5. Menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit seperti
pemberian multivitamin penambah imunitas tubuh.
6.Hindari terjadinyanosocomial infectionmelalui penggunaan kateter urina yang
tidak steril.

Diagnosa Laboratorium
Bahan pemeriksaan:
Specimen yang biasa digunakan sebagai bahan pemeriksaan
dapat berupa sputum, faeces, urin, dan sisa-sisa bahan
makanan, eksudat atau pus dari abses, dan darah.

Media pembiakan
Bakteri jenis Proteus tumbuh mudah pada media biasa tanpa bahan
penghambat, dalam situasi aerob atau semianaerob, pada suhu 1043C.
a) Media Mac Conkay Agar (MCA)
ciri-ciri koloni sedang besar, tidak berwarna atau merah muda.
b) Media NA
Pertumbuhan bakteri Proteus yang baik pada media NA memiliki
ciri-ciri koloni kecil, elevasi cembung, smooth, pinggiran rata, dan
berwarna putih keruh

c) Media BAP (Blood Agar Palte)


Proteus pada media selektif BAP memiliki cirri-ciri koloni
sedang, smooth, keeping, ada yang menjalar dan ada yang
tidak menjalar, bersifat anhaemolytis.
d) Uji Biokimia
Pada ujia biokimia bakteriProteusmampu memecah urea
dengan cepat, mencairkan gelatin, glukosa dan sukrosa
dipecah menjadi asam dan gas, mannit dan laktosa tidak
pecah.

Metode yang dapat digunakan untuk


mengidentifikasi Proteus mirabilis
Metode Kultur
Bakteri yang dipergunakan adalah Proteus mirabilis galur lokal yang berasal
dari urin pasien bakteriuria. Cara Kerja:
1. Media agar dibuat dalam botol berkapasitas 250 ml secara miring
sebanyak 50 ml agar.
2. Proteus mirabilis yang dipilih ditanam pada media Brain Heart Infusion
(BHI) yang dieramkan pada suhu 37o C selama empat jam.
3. Kemudian suspensi bakteri sebanyak 10 ml dimasukkan ke dalam setiap
botol yang mengandung media TCG.
4. Selanjutnya dilakukan pengeraman pada suhu 37oC selama 48 jam.

Metode Isolasi Pili


Pili dipanen dari 50 botol biakan bakteri. Hasil koleksi bakteri
ditambahkan Trichloro Acetic Acid (TCA) sampai konsentrasi 3%.
Setelah dikocok rata kemudian diletakkan pada suhu kamar selama satu
jam dan setiap 15 menit dikocok. Selanjutnya dilakukan sentrifugasi
6000 rpm selama 10 menit pada suhu 4 oC.
Metode Pemurnian Protein Hemaglutinin Pili Proteus mirabilis
Gel hasil SDS-PAGE dari pili hasil koleksi, dipotong lurus pada berat
molekul yang diinginkan dan potongan pita tersebut dikumpul-kan
kemudian dimasukkan ke dalam membran dialisa memakai cairan
penyangga elektroforesis, yaitu running buffer. Selanjutnya dilakukan
elektroelusi dengan menggunakan elektroforesis ontal apparatus aliran
125 mV selama 25 menit. Hasil elektroforesis didialisa dengan cairan
penyangga PBS pH 7,4 selama 2 kali 24 jam masing-masing 1 liter dan
diganti dua kali. Cairan dialisa tersebut selanjutnya diuji hemaglutinasi.

Metode Uji Hemaglutinasi


Pengenceran sampel dibuat konsentrasi pada mikroplat V,
tiap sumur volumenya 50 l. Ditambahkan suspensi darah
merah mencit konsentrasi 0,5% dengan volume sama pada
setiap sumur mikroplat V. Kemudian digoyang dengan
rotator plate selama satu menit. Selanjutnya diletakkan
dalam suhu kamar selama satu jam. Besar titer ditentukan
dengan pengamatan aglutinasi darah merah pada
pengenceran yang terendah. Sampel yang diuji adalah
crude pili dan protein pili Proteus mirabilis. Darah yang
dipakai adalah darah mencit dan darah manusia.

Isolasi Sel Epitel Vesika Urinaria Kelinci


Cara Kerja:
1. Vesika urinaria dipotong dan dibuka. Vesika urinaria dicuci dengan PBS pH 7,4
yang mengandung 1 mM dithiothretiol pada suhu 4oC sampai bersih.
2. Vesika urinaria dimasukkan ke dalam cairan yang mengandung 1,5 mM KCl, 9,6
Mm, NaCl 27 mM, Na Citrat 8 mM, KH2SO4 dan 5,6 mM Na2HPO4 dengan pH 7,4.
3. Jaringan diinkubasi pada shaking incubator selama 15 menit, dengan suhu 37oC.
4. Supernatan dibuang dan jaringan dipindahkan dalam cairan yang mengandung 1,5
mM EDTA dan 0,5 mM dithiothretiol, digojok kuat selama 15 menit pada suhu 37
oC, kemudian supernatan dibuang.
5. Jaringan dicuci dengan PBS dan disentrifugasi selama 5 menit dengan kecepatan
1000 rpm, tahap ini diulang sebanyak tiga kali.
6. Sel Epitel vesika urinaria diisolasi dengan melakukan suspensi pada jaringan
dengan menggunakan PBS steril. Selanjutnya dilakukan penghitungan sel epitel
vesika urinaria dengan spektro-fotometer dengan panjang gelombang 560 nm
sampai konsentrasi 106 ml-1.

Uji Adhesi
Cara Kerja:
1. Bakteri Proteus mirabilis dibiakkan dalam media laktosa broth pada suhu 37oC.
2. Selanjutnya bakteri dipanen dengan menggunakan sentrifugasi dengan
kecepatan 6000 rpm selama 10 menit pada suhu 4 oC.
3. Endapan disuspensi dengan PBS.
4. Kandungan bakteri dibuat 108 ml menggunakan spektrofotometer pada panjang
gelombang 600 nm.
5. Diambil 1 ml bakteri dan 1 ml sel epitel vesika urinaria kemudian dihomogenasi.
Homogenat diinkubasi pada shaking waterbath dengan goyangan pelan selama
30 menit pada suhu 37 oC.
6. Dilakukan sentrifugasi pada campuran bakteri dan epitel vesika urinaria tersebut
sebanyak dua kali dengan rotasi 1000 rpm masing-masing selama lima menit.
7. Suspensi diambil sebanyak 10 l dengan dua kali ulangan dan dilakukan
preparasi dan pewarnaan Gram serta dilanjutkan penghitungan indeks adhesi
pada pengamatan dengan mikroskop.

Pengecatan Gram
Cara Kerja:
1. Sediaan dari uji adhesi dan uji hambat adhesi pada kaca benda
difiksasi.
2. Kemudian preparat dituangi dengan kristal violet selama satu
menit, sisa cat dibuang dan dibilas dengan air.
3. Selanjutnya dituangi lugol selama satu menit, sisa cat dibuang
dan dibilas dengan air.
4. Preparat dituangi alkohol 96% selama 5-10 detik atau sampai
cat luntur, kemudian dibilas dengan air.
5. Sampel ditetesi dengan safranin selama 30 detik kemudian
dibilas dengan air. Sampel dikeringkan, selanjutnya diamati
dengan mikroskop dengan pembesaran 100 kali.

No.

Pr.
mirabilis

Pr.
Vulgaris

Pr. penneri

Swarming
H2S

+/-

Indole

Urease

Gelatinase

Ornithin

Citrate

+/-

+/-

Fermentasi Maltosa

Fermentasi Mannitol

Media/ Test

10 Fermentasi Adonitol

Serratia sp.

Morfologi
Bakteri ini berbentuk basil (bulat lonjong) dan beberapa
galur membentuk kapsul, termasuk bakteri yang bergerak
dengan cepat (motil) karena mempunyai flagela peritrik,
dapat tumbuh dalam kisaran suhu 5o -40o C dan dalam
kisaran pH antara 5-9.

Jenis jenis spesies


Serratia marcescens

Patogenitas
Bakteri ini mampu memproduksi enzim urease dalam
jumlah besar. Enzim urease yang menghidrolisis urea
menjadi ammonia (NH3) menyebabkan urin bertambah basa.
Jika tidak ditanggulangi, pertambahan kebasaan dapat
memicu pembentukan kristal sitruvit (magnesium amonium
fosfat), kalsium karbonat, dan atau apatit. Bakteri ini dapat
ditemukan pada batu/kristal tersebut, bersembunyi dalam
kristal dan dapat kembali menginfeksi setelah pengobatan
dengan antibiotik. Semakin banyak batu/kristal terbentuk,
pertumbuhan makin cepat dan dapat menyebabkan gagal
ginjal.

Penyakit yang ditimbulkan


Pada orang dewasa,Serratia marcescensbersifat patogen,
yakni dapat menginfeksi saluran kencing, saluran
pernapasan (pneumonia), infeksi mata, meningitis, dan
infeksi pada kulit yang terluka. sedangkan pada anakanak,Serratia marcescensmenginfeksi saluran pencernaan.

Pengobatan
Dalam hal pengobatan, antibiotik yang digunakan untuk infeksi pada manusia
adalah:
Sulfonamida
Ampisilin
Sefalosporin
Florokuinolon
Aminoglikosida
Cephalosporins
Gentamicin
Amikacin

Pencegahan

Mensterilisasi peralatan
Disinfeksi
Mencuci tangan dengan bersih
Menjaga kebersihan diri

Uji laboratorium diagnostik


Spesimen
Urine, darah, pus, cairan spinal, sputum atau material lain
sesuai yang ditunjukkan oleh lokasi proses penyakit

Media Pembiakan
Media

Ukuran

Bentuk

Warna

Elevasi

Blood agar

Koloni kecil-

Smooth

Kelabu, kadang-kadang sedikit

keping

Plate

sedang

Mac Conkey

Koloni kecil-

agar plate

kecil

kemerahan
Smooth

Tidak berwarna atau berwarna

Cembung

merah muda oleh pigment


prodigiosin

Nutrient Agar
(NA)

Koloni Kurus

Smooth,

Pigment merah

Cembung

Uji Biokimia
TSIA

SIM

Slant/Lere

Butt/Das Ga

H2

Sulf

Ind

Motili

ng

ar

ur

ol

ty

(-)

(-)

Alcalise

Acid

(merah)

(kuning)

(-)

(-)

(+)

Nitrat

Catala

Urea

Redu

se Test

Hydrolysa

(+)

(-)

ksi

(+)