Anda di halaman 1dari 30

PARAGRAF

PENDAHULUAN
PARAGRAF:
seperangkat kalimat yang membicarakan
suatu gagasan atau topik.
Kalimat:
Memperlihatkan kesatuan pikiran atau
mempunyai keterkaitan dalam membentuk
gagasan atau topik tersebut.
Di dlm paragaraf dua kalimat, tiga kalimat
atau lebih

CONTOH PARAGRAF
Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkalikali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan
pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasanketerbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah
sebagai masalah pelik. Pada waktu seminar-seminar itu
berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini
mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah
banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah
pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan,
pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan
sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik,
selama itu pula sampah menjadi masalah.

Paragraf terdiri atas:


6 kalimat
Kalimat-kalimat tsb membicarakan soal sampah.
Pokok permasalahannya masalah sampah.
Topik: masalah sampah
Topik-topik:
1. Peranan bahasa dalam kehidupan.
2. Penyebab kebakaran hutan.
3. Manfaat koperasi.
4. Tragedi Semanggi.
5. Kehidupan di ruang angkasa.
6. Trisakti sebagai kampus reformasi.

SYARAT-SYARAT PARAGRAF
1. Kesatuan Paragraf
Dalam satu paragraf hanya ada satu pokok
pikiran
Kalimat-kalimat yang membentuk paragraf tdk
satu pun boleh menyimpang dari ide pokok
paragraf.
Jika menyimpang: paragraf tidak berpautan.
2. Kepaduan Paragraf
Susunan kalimat yang logis (pengait kalimat)
Tidak ada kalimat sumbang atau keluar dari
permasalahan yang dibicarakan.

Pengait Paragraraf
Ungkapan penghubung transisi:lebih lagi,
selanjutnya, akan tetapi, namun, sama dengan
itu, sehubungan dengan itu, oleh sebab itu, jadi,
akibatnya, untuk itu, oleh karena itu, singkatnya,
pendeknya, akhirnya, pada umumnya,
sementara itu, beberapa saat kemudian,
berdekatan dengan itu.
Kata ganti: saya, aku, ku, kita, kami (I), engkau,
kamu, mu, kamu sekalian, kau (II), dia, ia, beliau,
mereka, dan nya (III).
Kata kunci (pengulangan kata yang
dipentingkan): seperti kata sampah pada
paragraf di depan

Contoh kesatuan :
Jateng sukses. Kata-kata ini meluncur
gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai
pertandingan final Kejurnas Tinju amatir, Minggu
malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang.
Kota Semarang terdapat di pantai utara Pulau
Jawa, ibu kota Provinsi Jateng. Pernyataan itu
dianggap wajar karena apa yang diimpi-impikan
selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali
emas, satu medali perak, dan satu medali
perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan
petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng.
Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling
tinggi yang pernah diraih oleh Jateng dalam
arena seperti itu.

Contoh Kepaduan
Belum ada isyarat jelas bahwa masyarakat
sudah menarik tabungan deposito mereka.
Sementara itu, bursa efek Indonesia mulai
goncang dalam menampung serbuan para
pemburu saham. Pemilik-pemilik uang berusaha
meraih sebanyak-banyaknya saham yang dijual
di bursa. Oleh karena itu, bursa efek berusaha
menampung minat pemilik uang yang mengebugebu. Akibatnya, indeks harga saham gabungan
(IHSG) dalam tempo cepat melampaui angka
100 persen. Bahkan, kemarin IHSG itu meloncat
ke tingkat 101,828 persen.

Contoh Kata Ganti


Rizal, Rustam, dan Cahyo adalah teman
sekolah sejak SMA hingga perguruan tinggi. Kini
mereka sudah menyandang gelar dokter dari
sebuah universitas negeri di Jakarta. Mereka
merencanakan mendirikan suatu poliklinik
lengkap
dengan
apoteknya.
Mereka
menghubungi saya dan mengajak bekerja sama,
yaitu saya dimintai menyediakan tempatnya
karena kebetulan saya memiliki sebidang tanah
yang letaknya strategis. Saya menyetujui
permintaan mereka.

JENIS PARAGRAF
1.

Paragraf Pembuka
Pembuka atau pengantarpokok pembicaraan.
Harus menarik minat pembaca: mengutip pernyataan yg memberi
rangsangan dari orang terkemuka atau orang terkenal.
Harus mampu menghubungkan pikiran pembaca kpd masalah yg
akan disajikan selanjutnya.

2. Paragraf Pengembang
Paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan penutup
Mengemukakan inti persoalan
ekspositoris, argumentatif, deskriptif, naratif.
3. Paragraf Penutup
Paragraf terakhir
Umumnya berupa simpulan dari semua pembicaraan

TANDA PARAGRAF
Dimulai dgn kalimat pertama agak menjorok ke dalam
(kira-kira lima ketukan mesin ketik/2 sentimeter)
Memberi jarak renggang dengan paragraf sebelumnya.
Contoh:
I.
Tidak dipungkiri bahwa pertumbuhan penduduk
yang tidak diimbangi oleh.
II. Itu artinya pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat
pesat.
Tidak dipungkiri bahwa pertumbuhan penduduk yang

BENTUK PARAGRAF
Bentuk paragraf:
1.Bentuk Lekuk
Ciri: paragraf dimulai dgn menjorok ke kanan.
Secara manual 5-6 hentakan (2 cm) dari garis
kiri.
2. Bentuk Lurus
Ciri: paragraf ini hanya mengikuti pasak lurus
pinggir kiri secara rapi. Setiap paragraf dibuat
dua kali spasi yg dipakai.

Bentuk Lekuk
Kejahatan merupakan suatu peristiwa
penyelewengan terhadap norma atau perilaku
teratur yang menyebabkan terganggunya
ketertiban dan ketentraman kehidupan
manusia. Perilaku yang dikualifikasikan
sebagai kejahatan, biasanya dilakukan oleh
sebagian warga masyarakat atau penguasa
yang
menjadi
wakil-wakil
masyarakat.
Seharusnya ada keserasian pendapat antara
kedua unsur tersebut walaupun tidak mustahil
terjadi

Bentuk Lurus
Orang yahudi yang sangat tua bernama Metusalah.
Sebelum zaman air bah kemungkinan besar ia
merupakan orang yang memiliki umur sangat
panjang dalam sejarah manusia. Metusalah hidup
sampai berusia 969 tahun sebagaimana tersurat
dalam Al Kitab, Perjanjian Lama.
Tokoh lain yang berasal dari Tionghoa bernama Li
Qing Yun. Ia dilahirkan pada tahun 1677 dan
meninggal pada tahun 1933. Ia diberitakan hidup
sampai berusia 256 tahun. Beliau adalah contoh
yang baik tentang usia panjang.

RANGKA PARAGRAF
1. Sebuah kalimat topik
2. Beberapa kalimat penjelas
Contoh:
Penduduk tegal, umpamanya, merasa tidak dapat
hidup di daerahnya lagi karena bahan makanan yang
akan dimakan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan
penduduk. Hal ini disebabkan oleh ledakan penduduk
Tegal terlalu besar sehingga daerah pertanian yang
relatif tidak bertambah hasilnya itu tidak dapat
menampung perkembangan penduduk. Pertumbuhan
penduduk Tegal jauh lebih besar daripada
perkembangan daerah pertanian yang ada di situ.

MACAM-MACAM PARAGRAF
1. PARAGRAF DEDUKTIF
- Kalimat topik di awal paragraf
- Hal yang umum di awal
2. PARAGRAF INDUKTIF
- Kalimat topik di akhir paragraf
- Hal yang khusus di awal.

Contoh:
Arang aktif ialah sejenis arang yang
diperoleh dari suatu pembakaran yang
mempunyai sifat tidak larut air. Arang ini
dapat diperoleh dari pembakaran zat tertentu,
seperti ampas tebu, tempurung kelapa, dan
tongkol jagung. Jenis arang ini banyak
digunakan dalam beberapa industri pangan atau
nonpangan. Industri yang menggunakan arang
aktif adalah industri kimia dan farmasi, seperti
pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan
bau yang tidak murni, dan menguapkan zat
yang tidak perlu.

PENGEMBANGAN PARAGRAF
Mengarang :
suatu usaha mengembangkan kalimat
topik.
Paragraf yang hemat :
paragraf yang terdiri atas satu kalimat
topik.

TEKNIK PENGEMBANGAN
PARAGRAF
1.

Ilustrasi : apa yang dikatakan oleh kalimat topik itu


dilukiskan dan digambarkan dengan kalimat-kalimat
penjelas sehingga tergambar dgn nyata apa yg
dimaksud penulis
2. Analisis : apa yang dinyatakan kalimat topik dianalisis
secara logis shg pernyataan tadi merupakan sesuatu
yang menyakinkan.
Dalam praktiknya, kedua teknik tersebut dpt dilakukan dgn
cara:
1. Dengan memberi contoh
2. Dengan menampilkan fakta-fakta
3. Dengan memberikan alasan-alasan
4. Dengan bercerita

Contoh (fakta)
Kegiatan KUD di desa-desa yang belum
dewasa sering dicampuri oleh tengkulaktengkulak, seperti di Desa Kiopro. Semua
kegiatan KUD selalu dipantau oleh tengkulaktengkulak. Kadang-kadang tidak memantau lagi
namanya, tetapi langsung ikut serta menentukan
harga gabah penduduk yang dijual ke koperasi.
Tengkulak itulah yang mengatur pembagian
uang yang ditangani oleh ketua koperasi,
mengatur pembelian padi, dan sebagainya.

Contoh (Alasan)
Membiasakan diri berolahraga setiap
pagi banyak manfaatnya bagi seorang
pegawai. Olahraga itu sangat perlu untuk
mengimbangi kegiatan duduk berjam-jam
di belakang meja kantor. Kalau tidak
demikian, pegawai itu akan menderita
beberapa pemnyakit karena tidak ada
keseimbangan

Contoh (Cerita):
Kota Wonosobo telah mereka lalui. Kini jalan
lebih menanjak dan sempit berliku-liku. Bus
meraung-raung ke dataran tinggi Dieng. Di
samping kanan jurang mengangga, tetapi
pemandangan hutan pinus di kejauhan tampak
menyelimuti punggung bukit dan bekas-bekas
kawah yang memutih. Pemandangan itu
melalaikan goncangan bus yang tak hentihentinya berkelak-kelok. Sesekali atap rumah
berderet kelihatan di kejauhan.

Contoh Paragraf Induktif:


Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir
jalan Jenderal Sudirman. Seminggu kemudian
seorang anak wanita hilang ketika pulang dari
sekolah. Sehari kemudian polisi menemukan
bercak-bercak darah di kursi belakang mobil
John. Polisi juga menemukan potret dua orang
anak yang tewas di Jalan Sudirman di dalam
kantung celana John. Dengan demikian. John
adalah
orang
yang
dapat
dimintai
pertanggung-jawaban tentang hilangnya tiga
anak itu.

PARAGRAF MENURUT TEKNIK


PEMAPARANNYA
1.

Paragraf Deskriptif
- melukiskan/menggambarkan apa yang terlihat di depan mata
melalui pancaindra.
- bersifat tata ruang atau tata letak.
- menampilkan suatu objek (tempat, manusia, atau hal yg
dipersonifikasikan)
- penulisannya dpt menggunakan cara/metode objektif, subjektif,
atau berdasarkan sikap penulis.

2. Paragraf Ekspositoris
- Paragraf Paparan analisis kronologis/analisis keruangan/
tahapan kerja
- menampilkan hanya satu objek saja
- peninjauannya hanya pada satu unsur saja
- data faktual

3. Paragrag Argumentatif
- paragraf yang bertujuan meyakinkan
pembaca: karya-karya ilmiah
- dlm argumentasinya, penulis berusaha
mengubah sikap, pendapat, pandangan
pembaca.
- pembuktian dilengkapi dgn data, fakta,
grafik, tabel, dan gambar
- tidak didasarkan pada emosi dan
subjektivitas

4. Paragraf Persuasif
- Paragraf yang berusaha memengaruhi
pembaca.
- Membujuk pembaca agar mau mengikuti
kemauan atau ide penulis disertai alasan
bukti dan contoh konkrit.
5. Paragraf Naratif: paragraf yang bercerita (terdiri
atas kalimat topik saja) novel, cerpen, dan
hikayat.
- menampilkan pelaku peristiwa/kejadian
- latar (setting) digambarkan secara hidup dan
terperinci.

Contoh:
Pasar tanah abang adalah pasar yang
sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko
yang paling depan berderet toko sepatu dalam
dan luar negeri. Di lantai dasar terdapat toko
kain yang lengkap dan berderet-deret. Di
samping kanan pasar terdapat warung-warung
kecil penjual sayur dan bahan dapur. Di samping
kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan. Pada
bagian belakang kita dapat menemukan
berpuluh-puluh pedagang daging. Belum lagi
kita harus melihat lantai satu, dua, dan tiga.

Contoh Ekspositoris:
Pasar tanah abang adalah pasar yang
kompleks. Di lantai dasar terdapat
sembilan puluh kios penjual kain dasar.
Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus
meter untuk setiap kos. Dari data ini dapat
diperkirakan berapa besarnya uang yang
masuk ke kas DKI dari pasar tanah
abang.

Contoh Argumentatif
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing
747 milik Maskapai Penerbangan Aloha Airlines
celaka, isu pesawat tua meluncur ke
permukaan. Ini bisa dimaklumi sebab pesawat
yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu
sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh
karena itu, adalah cukup beralasan jika orang
menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia
tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari
60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat
tua. Amankah? Kalau memang aman, lalu
bagaimana cara merawatnya dan berapa
biayanya sehingga ia tetap nyaman dinaiki.

Contoh Naratif:
Malam itu ayah kelihatan benar-benar
marah, Aku sama sekali dilarang
berteman dengan Syairul. Bahkan ayah
mengatakan bahwa aku akan diantar dan
dijemput ke sekolah. Itu semua gara-gara
Slamet yang telah memperkenalkan aku
dengan Siti.