Anda di halaman 1dari 20

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

Studi Kasus Perencanaan


dan Penganggaran Kab.
Sumedang

Tankertanker Design

Gambaran Umum Daerah


Tankertanker Design

Luas Wilayah: 152,22 km2


Jumlah Penduduk: 1.060.999 jiwa
Pertumbuhan penduduk: 1,35% / thn
Penduduk Miskin (2006): 283.531 jiwa
Administrasi Pemerintahan:
Jumlah PNS: 13.337 orang
5 Badan; 14 Dinas; 4 Kantor
26 kecamatan dan 277 Desa /
Kelurahan

Letak: 45 km timur laut Kota Bandung

Keuangan Daerah:

Batas Utara: Kab Indramayu

APBD: 2006 (Rp 696 M) 2007 (Rp


801 M)

Batas Timur: Kab Majalengka


Batas Selatan: Kab Garut dan Kab Bandung
Batas Barat: Kab Subang dan Kab Bandung

62% APBD 2007 untuk Belanja Tidak


Langsung Kritikan dari CSO
Tankertanker Design

Gambaran Umum Studi Kasus

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Perencanaan dan Penganggaran


Partisipatif Kab. Sumedang dengan
adanya Perda No. 1 Tahun 2007 tentang
Prosedur Perencanaan dan
Penganggaran

Penguatan Pemerintah Desa melalui


Dana Alokasi Desa Umum

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Latar Belakang Perda No. 1/2007


Tankertanker Design

Terbatasnya sumber daya yang dimiliki (financial


capacity) daerah
Ada pesimisme di tengah-tengah masyarakat
selama ini terkait dengan efektivitas
penyelenggaraan Forum Musrenbang
Anggapan yang berkembang selama ini Pemda
(dalam hal ini Bappeda, Bakuda, dan DPRD tidak
konsisten terhadap kesepakatan hasil Musrenbang
sehingga sering dijadikan kambing hitam sebagai
pencoret usulan hasil Musrenbang khususnya
DPRD)
Adanya desakan kuat akan pentingnya pelibatan
warga / partisipasi dalam proses perencanaan
sekaligus pembahasan anggarannya
Tankertanker Design

Tankertanker Design

Konsep RKPD, Renja, KUA dan PPAS


Tankertanker Design

Penyusunan APBD merupakan proses penganggaran daerah


dimana secara konseptual terdiri atas formulasi kebijakan
anggaran (budget policy formulation) dan perencanaan
operasional anggaran (budget operational planning).

Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD


merupakan bentuk pengalokasian sumberdaya keuangan
pemerintah daerah berdasarkan struktur APBD dan kode
rekening.

Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) merupakan


jumlah anggaran yang diberikan pada SKPD untuk setiap
program dan kegiatan, sehingga PPAS digunakan sebagai
acuan dalam penyusunan RKA

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Muatan Lokal Perda No. 1/2007


Tankertanker Design

Pagu Indikatif Kewilayahan


Pagu Indikatif Sektoral
Forum Delegasi Musrenbang
Tata cara pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan perencanaan pembangunan

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Prosedur Perencanaan Tahunan:


Role Play (1)
Tankertanker Design

Kepala
Bappeda

Bupati

DPRD

menyiapkan

1)

Rancangan Awal Program


Pembangunan Prioritas

2)

Patokan maksimal anggaran


SKPD dirinci:

berisi

PAGU
INDIKATIF

membahas

a)

Program

b)

Wilayah Desa/Kelurahan

c)

Wilayah Kecamatan

NOTA KESEPAKATAN
PAGU INDIKATIF

ditetapkan

disosialisasikan pada

PERATURAN BUPATI
PAGU INDIKATIF

Masyarakat
Kecamatan

Bahan Musrenbang
Kecamatan

Masyarakat
Sektoral dan
SKPD

Bahan Rancangan
Awal Renja SKPD
Tankertanker Design

Tankertanker Design

Prosedur Perencanaan Tahunan:


Role Play (2)
Tankertanker Design

MUSRENBANG
TAHUNAN
DESA/KELURAHAN
Disyahkan oleh
Kades/Lurah,
Ketua BPD, dan
Ketua Delegasi
Desa

memilih

3 ORANG
DELEGASI MASYARAKAT
DESA/KELURAHAN

DOKUMEN HASIL
MUSRENBANG TAHUNAN
DESA/KELURAHAN

Bahan Utama
Musrenbang Kecamatan

Mengikuti
Musrenbang Kecamatan

Tankertanker Design

Prosedur Perencanaan Tahunan:


Role Play (3)
Tankertanker Design

Tankertanker Design

difasilitasi
Bappeda

Kecamatan

MUSRENBANG
TAHUNAN
KECAMATAN

Sinkronisasi Hasil
Musrenbangdes/ kel
dengan Pagu Indikatif
Kewilayahan

memilih

Camat
3 DELEGASI
MASYARAKAT
KECAMATAN
Ketua Delegasi
Masyarakat
Kecamatan

Anggota DPRD
dari Dapil
Kec ybs

disahkan

DOKUMEN
HASIL
MUSRENBANG
TAHUNAN
KECAMATAN

Mengikuti
Musrenbang Tahunan
Kabupaten

Bahan Utama Forum


SKPD
Tankertanker Design

Tankertanker Design

Pagu Indikatif Kewilayahan (1)


Tankertanker Design

Latar belakang Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK)


dikarenakan tidak adanya kejelasan anggaran
yang diterima masing-masing wilayah dan usulan
kegiatan saat Musrenbang kecamatan lebih pada
shopping list.
PIK suatu instrumen yang digunakan dalam
proses penyusunan prioritas usulan kegiatan
dalam forum Musrenbang kecamatan berkenaan
proporsi alokasi pembiayaan yang diterima
setiap wilayah berdasarkan indikator-indikator
tertentu
Tankertanker Design

Tankertanker Design

Pagu Indikatif Kewilayahan (2)


Tankertanker Design

Formula Akumulasi PIK


Akumulasi PIK = BL APBD (DAK + Prop + Prog SKPD + PI
SKPD + Def)
Dimana:
PIK

= Pagu Indikatif Kewilayahan (Kecamatan)

BL APBD

= Belanja Langsung APBD Thn Berjalan

Prog SKPD = Belanja Program SKPD


DAK

= Belanja Keg dari DAK dan penunjangnya

Prop

= Belanja Keg Bantuan dari Propinsi

PI

= Pagu Indikatif sesuai Renja SKPD

Def

= Defisit Anggaran
Tankertanker Design

Tankertanker Design

Prosedur Perencanaan Tahunan:


Role Play (4)
Tankertanker Design

SKPD

membuat

RANCANGAN AWAL
RENJA SKPD

dipertimbangkan

RENSTRA
SKPD

PAGU
INDIKATIF

KEPALA
SKPD

menyelenggarakan

Masyarakat
Sektoral
Rapat
Konsultasi

diundang

Komisi
DPRD
PENYEMPURNAAN
RANCANGAN AWAL
RENJA SKPD
Tankertanker Design

Prosedur Perencanaan Tahunan:


Role Play (5)

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Bappeda
Selaku
Fasilitator

Hasil
Musrenbang
Kecamatan

Forum
Delegasi
Musrenbang

Rancangan
Awal Renja
SKPD

SKPD

FORUM
SKPD

DOKUMEN HASIL
FORUM SKPD
Penyempurnaan
Rancangan Awal
KU APBD

RANCANGAN
RKPD

Bahan Utama
Musrenbang Kabupaten
Tankertanker Design

Prosedur Perencanaan Tahunan:


Role Play (6)
Tankertanker Design

MUSRENBANG
TAHUNAN
KABUPATEN

Kepala
Bappeda

Paling lambat
Maret; bahan
penyempurnaan
Rancangan RKPD

Paska Musrenbang
Kabupaten Tahunan,
Bappeda selaku fasilitator,
memfasilitasi pembentukan
Forum Delegasi Musrenbang

Tankertanker Design

Diikuti Pemerintahan
Daerah, Delegasi
Musrenbang
Kecamatan, Bappeda
Provinsi,
Kementrian/Lembaga
yang terkait, serta
bagi masyarakat

RANCANGAN
RKPD
Pemutakhiran
Renja SKPD
Rekomendasi
Bappeda

PERBUP RKPD
Renja SKPD

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Dana Alokasi Desa Umum (1)


Tankertanker Design

Didasari oleh Perda No. 51 Tahun 2001 tentang


Dana Perimbangan Desa
Alokasi setiap tahunnya didasarkan oleh
Peraturan Bupati
Maksud pemberian DADU:
mendorong pengembangan otonomi desa
guna membantu membiayai penyelenggaraan
Pemerintah Desa dalam melaksanakan
kegiatan pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Dana Alokasi Desa Umum (2)


Tankertanker Design

DADU bersumber dari bagi hasil pajak dan


retribusi daerah tertentu, bagian dari dana
perimbangan keuangan pusat dan daerah, serta
bagian dari bagi hasil pajak provinsi
DADU dihitung secara proporsional dengan
mempertimbangkan faktor pemerataan dan
keadilan, serta potensi yang dimiliki desa.

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Dana Alokasi Desa Umum (3)


Tankertanker Design

Ilustrasi DADU Tahun 2007


10% dari Pajak
Daerah dan PBB

BESARAN
DADU

11,76% dari dana


perimbangan setelah
dikurangi dengan
Belanja Pegawai dan
DADK

50% dibagi berdasarkan


potensi per desa
50% dibagi dengan
jumlah desa

10% dari bagi hasil


pajak dan sumber
daya alam
10% dari bagi hasil
pajak provinsi
10% dari retribusi
daerah

Diatur terpisah
Tankertanker Design

Tankertanker Design

Dana Alokasi Desa Umum (4)


Tankertanker Design
Rumus
Alokasi Per Desa

DPDi = IPDi + Rumus DPDi (Pemerataan dan Keadilan)


= (100 - (KMi + PDi + EDi)/3) + Rumus DPDi (Pemerataan dan
Keadilan)
(30%)

(70%)

Keterangan:
DPDi = Dana Perimbangan Desa ke-i
IPDi

= Indeks Perkembangan Desa pada Desa/Kelurahan ke-i

KMi

= Indeks Kesehatan Masyrakat pada Desa/Kelurahan ke-I

PDi

= Indeks Pendidikan Desa pada Desa/Kelurahan ke-i

EDi

= Indeks Ekonomi Desa pada Desa/Kelurahan ke-i

= Nama Desa / Kelurahan ke i (i = 1, 2, , 277)


Tankertanker Design

Dana Alokasi Desa Umum (5)

Tankertanker Design

Rumus
Berdasarkan Pemerataan dan Keadilan
Tankertanker Design
DPDi = [{DAU GAJI Peg) x 10%} + {BHP/BP x 10%} +

PEMERATAAN

{PD x 10% x 50%} + {PBB SKB x 10% x 50%}] / 277 +


{PD x 10% x 50%} x Bobot PD +
{PBB SKB x 10% x 50%} x Bobot PBB +
{BHPP x 10%} x Bobot Desa +

KEADILAN

{PPJ x 10%} x Bobot Rumah Tangga


Dimana:
DPDi

= Dana Perimbangan Desa ke-i

DAU

= Dana Alokasi Umum

BHP/BP = Bagi Hasil Pajak / Bukan Pajak


PD

= Pajak Daerah

PBB SKB

= Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan

BHPP

= Bagi Hasil Pajak Provinsi

Tankertanker Design

Tankertanker Design

Pengendalian dan Evaluasi


Tankertanker Design

Prinsip prinsip safeguarding


Tranparansi, akuntabilitas, partisipasi
Public hearing
Publikasi APBD
Membuat jadwal evaluasi
Blusukan

Tankertanker Design