Anda di halaman 1dari 89

Sistem muskuloskeletal

ANGGOTA KELOMPOK 2 :
1. Faridatul Umroh

(151001014)

2. Ferdy Yuswan A.

(151001015)

3. Fitri Fajarwati Z.

(151001016)

4. Galih Puji Prasetyo (151001017)


5. Hasri Provitasari

(151001019)

6. Inneke Oktaviani P (151001020)


7. Irma Maulinda D. (151001021)
8. Mahda Faninda W. (151001022)
9. Makfiatul Abadyah (151001023)
10. Mohamad Afandi (151001025)

SISTEM
MUSKULOSKELETAL
klasifikasi dan struktur tulang
struktur anatomi dari aksial skeleton
struktur dari anatomi apendikular
skeleton
articaltion dan body movement
struktur otot tubuh dan struktur
ekstreminitas

DEFINISI
Rangka (skeleton): susunan
berbagai macam tulang yg
berjumlah 206 tulang, satu sama
lain disambungkan dengan sendi
(joint/articulation).

FUNGSI RANGKA
Tubuh kita memiliki 206 tulang yang membentuk
rangka
Fungsi Sistem Skeletal :
1. Proteksi (Protection).
2. Memberi bentuk/struktur tubuh
3. Melekat pada tulang
4. Pembentukan sel-sel darah (Hematopoiesis).
5. Penopang (Support) : Menahan seluruh bagian tubuh
6. Cadangan Mineral (Storage).
7. Gerak ( Motion and Locomotion)

N
A
D
I
S
A
K
I
F
I
S
G
A
N
L
A
K
L
U
T
R
U
T
K
U
R
T
S

STRUKTUR TULANG
JARINGAN TULANG:
1. Jaringan tulang Padat
(Compact/Dense bone).
2. Jaringan Tulang
Berongga (Spongy
bone).

Klasifikasi Tulang

SUSUNAN TULANG RANGKA


RANGKA (SKELETON) TUBUH MANUSIA :
1.AXIAL: terdiri atas tulang-tulang yang
menyusun dan melindungi bagian
kepala, leher dan dada.
2. 2. APPENDICULAR: tersusun atas
tulang-tulang yang mendukung dan
bersambungan dengan rangka AXIAL.

AP

D
N
PE

R
A
L
U
IC

Alticaltion

Artikulasi
Persambungan tulang atau sendi (artikulas) adalah pertemuan
dua buah tulang atau lebih yang saling berhubungan , dapat
terjadi pergerakan atau tidak . Artikologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang persendian

Klasifikasi Persedian
Klasifikasi persendian menurut
pergerakannya
1. Persendian fibrosa / sinartosis
2. Persendian kartilago/ amfiartosis
3. Persendian sinovial/diartosis

1. Sendi sinartosis : (sendi mati) sendi ini


dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa
atau kartilago
. Contoh : sutura, sinkondrosis
2. Sendi amfiartosis :(sendi dengan
pergerakan terbatas) tulang pada sendi
ini biasanya disambung-kan dengan
jaringan ikat hyaline cartilage (fibro
cartilage).
.Contoh :sendi antara tulang iga (costa)
dan sternum.
3. Sendi diartosis : (sendi pergerakan
bebas), memiliki rongga sendi berisi
cairan sinovial. terdapat pada sebagian
besar sendi pd orang dewasa.

Sendi menurut
jenisnya :
Sendi peluru ( Endartrosis)
sendi gerakan dengan pergerakan sangat bebas
(fleksi,ekstensi ,adbuksi,rotasi dan sirkum duksi)
misalny sendi bahu dan sendi pinggul.
Sendi putar (Trokoidea)
Ujung rulang yang satu mengitari ujung tulang lain.
Sendi luncur
persendian tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan
badan melengkung ke depan, ke belakang atau memutar.
Contohnya, Skapula dengan klavikula dan karpal dengan
metakarpal.
Sendi pelana (Sellaris)
Berbentuk pelana kuda yang dapat memberikan banyak
kebebasan untuk bergerak (fleksi, ekstensi, abduksio, dan rotasi)
misalnya ibu jari dapat berhadapan dengan jari yang lain

....next
Sendi engsel (Gynglumus)
memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi.
misalnya sendi siku dan sendi lutut.
Sendi kondiloid
Permukaan sendi berbentuk konveks dan bersendi
dengan permukaan yang konkaf seperti sendi engsel tapi
bergerak dengan dua bidang dan empat arah
(fleksi,ekstensi abduksi dan adduksi)

Alat-alat khusus yang meliputi sendi


Setiap sendi diliputi oleh bagian-bagian berikut ini:
a. Labium artikulere : bibir sendi
b. Disci dan masei artikularis : alat untuk menjaga dan mengurangi
ketidak cocokan di antara ujung-ujung yang bersendi
c. Bursa mukosa : terletak di sekitar sendi, berhubungan dengan
ronggasendi untuk memudahkan gerakan sendi
d. Ligamentum : alat dari sampai sendi tetapi kemudian terpisah dari
simpai sendi
e. Tendon : membatasi gerak sendi & sebagai penyokong mekanik

Body Movement
Pergerakan sendi
1. Fleksi : gerakan memperkecil sudut diantara
dua tulang
2. Ekstensi : gerakan yang memperbesar sudut
antara dua tulang
3. Abduksi : gerakan bagian tubuh menjauhi garis
tengah tubuh
4. Adduksi : gerakan bagian tubuh saat kembali ke
axis utama tubuh
5. Rotasi : gerakan tulang yang berputar di sekitar
axis
. Pronasi : rotasi medial lengan bawah sehingga
telapak tangan menghadap ke belakang
.

.....Next
7. Sirkumduksi : kombinasi dari semua gerakan
angular dan berputar membentuk kerucut
8. Inversi : gerakan sendi pergelangan kaki yg
memungkinkan telapak kaki menghadap ke
dalam/medial
9. Eversi : gerakan sendi pergelangan kaki yg
memungkinkan telapak kaki menghadap ke luar
10.Protaksi : gerakan memajukan bagian tubuh
11.Retraksi : gerakan menarik bagian tubuh
12.Elevasi : pergerakan struktur ke arah superior
13.Depresi : pergerakan struktur ke arah inferior

TYPES of MOVEMENTS

TYPES of MOVEMENTS

TYPES of MOVEMENTS

Muskularis /Otot
Manusia dapat mengerakkan tubuhnya karena adanya otot. Otot
atau yang dikenal dengan istilah sehari-hari "daging" terdiri atas
sel-sel otot. Sifat sel otot adalah mempunyai kemampuan untuk
mengerut (kontraksi) dan mengembang kembali (relaksasi).

CIRI CIRI OTOT


a. Kontraktilitas
b. Eksitabilitas
c. Ekstensibilitas
d. Elastilitas

JENIS JENIS OTOT


1. Otot Rangka adalah otot lurik, volunter, dan melekat pada
rangka.
2. Otot Polos adalah otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini
dapat ditemukan pada dinding organ berongga seperti kandung kemih
dan uterus, serta pada dinding tuba. Seperti pada sistem respiratorik,
pencernaan, reproduksi, urinarius, dan sistem sirkulasi darah.
3. Otot Jantung adalah otot lurik, involunter, dan hanya ditemukan
pada jantung.

Otot bagian kepala


1. Otot bagian frontalis
a. muskulus frontalis
b. oksipitalis

2. Otot wajah
a.
b.
c.
d.

otot mata
Muskulus obligus okuli
Muskulus orbikularis okuli
Muskulus levator palpebrae superior

3. Otot mulut
a. Muskulus triangularis
b. Muskulus quadratus labii superior

4. Otot pengunyah
a. Muskulus maseter
b. Muskulus temporalis
c. Muskulus ptegoid

5. Otot lidah
a. Muskulus genioglosus
b. Muskulus stiloglosus

Otot bagian leher


1. Muskulus platisma : manarik bibir ke
bawah
2. Muskulus sternokleido mastoid :
Memutar kepala, menarik kepala kiri
dan kanan
3. Otot longus kapitis : menarik kepala ke
belakang dan menggeleng

Otot2 Regio Pectoral

Otot-2RegioPectoralis
Musculus

Origo

M.
Pectoralis
major
M.
Pectoralis
minor
M.
Subclavius
M.
Serratus
anterior

Insertio
Humerus

Kerangka
dada

Cingulum
extremitas
cranialis

Fungsi

Inervasi

Adduksi
lengan atas

N.
Thoracalis
anterior

Menurunkan
bahu

N.
Thoracalis
anterior

Menekan
( clavicula , clavicula
scapula,
Rotasi
,acromion ) scapula

N.
subclavius
N.
Thoracalis
longus

Otot bagian perut


1. Muskulus abdominalis internal
2. Linea alba
3. Muskulus abdominal eksternal
4. Muskulus obliqus eksternus abdominis
5. Muskulus obliqus internus abdominis
6. Muskulus transversus abdominis

Levator Scapulae
Trapezius

Supraspinata
Minor

Deltoideus
Infraspinata

Rhomboideus
Major

Teres minor
Teres major

Latissimus dorsi

Otot2 Punggung Superfisial


Otot2 Bahu

Otot-2 Punggung
Superfisial
Musculus
Origo
Insertio
Fungsi
M. trapezius

Protuberantia
occipitalis
externa

Cingulum
extremitas
cranialis

Mengangkat
bahu

Humerus

Adductor &
extensor
lengan atas

Inervasi
N. accessorius
Pl.cervicalis
C2,3,4

V.Th1-12
M. Latissimus
dorsi

V Th 7-12
VL & VS
Crista iliaca

M. Levator
scapulae

V C1-4

M.
Rhomboideus
minor

Lig. Nuchae

M.

V Th 2-5

Rhomboideus
major

V C7,V Th1

Mengangkat
scapula
Scapula

Retraksi &
fiksasi
scapula

N.Thoraco
dorsalis

N. Dorsalis
scapulae
Pl.cervicalis
C3-4

Fossa Axillaris

M. Pectoralis Major
M. Biceps brachii

M. Serratus Anterior
M. Latissimus dorsi

M. Teres Major
M. Subscapularis

M. Pectoralis minor

M.coracobrachialis

M.Bicepsbrachii

M.brachialis

Ventral

Spinascapulae

M.deltoideus

Caputlongum
Caputlateralis

Caputmedialis

Dorsal

M.Triceps
brachii

Otot-2 Regio Brachii et


cubiti
Musculus

M. Biceps
brachii

Origo

Scapula

Insertio

Radius

Fungsi

Inervasi

Fleksi lengan
bawah

N. Musculo
cutaneus

Humerus

Fleksi lengan
bawah

N. Musculo
cutaneus

Ulna

Fleksi lengan

N. Musculo

Ulna
Fascia
antebrachii

Ventral

M.
Coraco

Processus
coronoideus

brachialis
M.
Brachialis

Humerus

bawah

Cutaneus

Supinator
lengan bawah

N. radialis

Fleksi bahu

Dorsal

M.
Triceps
brachii

Caput longum :
Scapula
Caput lateralis

Olecranon

Ekstensi lengan

Fascia

bawah

N. radialis

Pronator teres

Flexor carpi ulnaris


Flexor Carpi Radialis
Palmaris longus

Flexor pollicis longus

Flexor digitorum superficialis


Flexor digitorum profundus

Pronator quadratus

Anterior Profundus
Anterior Superficialis

Brachioradialis
Extensor carpi radialis longus
Anconeus
Extensor carpi radialis brevis
Extensor carpi ulnaris
Extensor digiti minimi
Extensor digitorum

Otot-2 Anterior Group


Anterior Superficialis :
1. M.
2. M.
3. M.
4. M.
5. M.

Pronator teres
Flexor carpi radialis
Palmaris longus
Flexor carpi ulnaris
Flexor digitorum superficialis

Anterior Profundus :
1. M. Flexor digitorum profundus
2. M. Flexor pollicis longus
3. M. Pronator Quadratus

Origo :
.Superficialis : Epicondylus medialis ( Pronator teres Humerus
& Ulna )
.Profundus
: Ulna ( Flexor pollicis longus Radius )
Fungsi : Flexor & Pronator manus

Inervasi :
.Superficialis : N. medianus ,kecuali M.flexor carpi ulnaris N.
Ulnaris
.Profundus
: N. Interosseus Nn.medianus

Otot-2 Posterior Group


Superficialis :
M. brachioradialis
M. Extensor carpi radialis longus
M. Extensor carpi radialis brevis
M. Extensor digitorum
M. Extensor digiti minimi
M. Extensor carpi ulnaris
M. Anconeus
Profundus :
M. Supinator
M. Abductor pollicis longus
M. Extensor pollicis brevis
M. Extensor pollicis longus
M. Extensor indices
Fungsi : Extensor & supinator manus
Inervasi : N. radialis

Lig. Carpi volaris

Lig.carpi dorsalis

VAGINA TENDINEUM

Otot-2 Regio Manus


Otot-2 Thenar

M.
M.
M.
M.
)

abductor pollicis brevis


flexor pollicis brevis
opponens pollicis
adductor pollicis ( caput obliquus & transversus

Otot-2 Hypothenar
M. abductor digiti minimi
M. opponens digiti minimi
M. flexor digiti minimi brevis

Otot-2 Volamanus & Otot-2 Dorsomanus


Mm. Lumbricales
Mm. interossea volares/palmares
Mm. Interossea dorsales

Inervasi : N. medianus & N. ulnaris

Ekstrimitas inferior
Regio glutea.
Regio femoris et genu.
Regio Cruris.
Regio talocruralis et pedis.

PELVIS

OTOT

INNERVASI

PERAN ( ARTIC.
COXAE.

GLUTEUS
MAXIMUS.

N.GLUTERUS
INFERIOR

EXTENSOR

GLUTEUS
MEDIUS

N.GLUTEUS
SUPERIOR

ABDUCTOR

GLUTEUS
MINIMUS

N.GLUTEUS
SUPERIOR

ABDUCTOR

TENSOR
FASCIA LATAE

N.GLUTEUS
SUPERIOR

ABDUCTOR

OTOT
EXOROTATOR

PLEXUS

EXOROTATOR

SACRALIS.

ADDUCTOR

EXOROTATOR.
ENDOROTATOR
ENDOROTATOR
FLEXOR,
ENDOROTATOR

REGIO FEMORIS ANTERIOR


M.ILIOPSOAS
M.QUADRICEPS FEMORIS.
- M.RECTUS FEMORIS.
- M.VASTUS LATERALIS
- M.VASTUS INTERMEDIUS.
- M.VASTUS MEDIALIS.
M. SARTORIUS.

REGIO FEMORIS
POSTERIOR
M. BICEPS FEMORIS.
M.SEMITENDINOSUS.
M. SEMIMEMBRANOSUS.

Regio Cruris

REGIO CRURIS

Struktur Otot
Ada beberapa bagian dari massa otot
antara lain:
1. Origo: tempat lekat otot relatif diam
2. Insertio: tempat lekat otot pada tulang
lain yang relatif banyak berpindah
3. Tendon: jaringan ikat kuat yg melekat
pada tulang sebagai tali penarik
4. ligamentum: jaringan ikat penghubung
tulang maupun sendi
5. Kartilago: tulang rawan

Jenis-jenis otot

Menurut bentuk serabut : sejujur, kipas,


bersirip

Menurut jumlah kepala : otot biseps,


triseps, quadriceps

Menurut pekerjaannya :

1. Otot sinergis : bekerja bersama-sama


2. Otot antagonis : bekerja berlawanan
3. Otot Adduktor : otot yang bekerja
menggerakkan anggota mendekati tubuh
4. Otot Abduktor : otot yang bekerja
menggerakkan anggota menjauhi tubuh

7. Otot Fleksi : bekerja membengkokkan


sendi
8. Otot ekstensor : bekerja meluruskan
kembali ke kedudukan semula
9. Otot pronator : ulna dan radial dalam
keadaan menyilang
10. Otot endorotasi : memutar ke dalam
11. Otot eksorotasi : memutar ke luar
12. Otot dilutas : memanjangkan otot
13. Otot kontraks : memendekkan otot

Fisiologi pergerakan otot


Kontraksi dan relaksasi di atur oleh
susunan syaraf pusat
Tempat lekat syaraf motorik disebut
neuro muskular junction
Jika otot terlalu lama tidak digunakan
maka akan mengalami penurunan tonus
(hipotonus) dan penurunan ukuran
(atropi)