Anda di halaman 1dari 10

Hakikat Manusia Menurut

Islam
Oleh Kelompok 7 :
Andi Muhamad Hasan Estetiono (041611433114)
Misbahul Muniroh (041611433097)
Alissa Azmul Faoziyyah (041611433107)
Anggraeni Dwi Lestari (041611133107)
Siti Aisa (041611133113)
Melda Ayu Budiani (041611133095)
Risma F Chasanah (041611133118)
Trigatra Akbar Utama (041611433109)

Gambaran Umum
Bab

ini membahas perbedaan


dan persamaan manusia dengan
makhluk lain
Proses terjadinya manusia dan
proses kehidupan manusia
Hajat manusia terhadap agama
Eksistensi dan martabat manusia
Tanggung jawab manusia sebagai
khalifah Allah di bumi.

Siapakah manusia ?
Konsep

manusia dalam Al-Quran dipahami


dengan memperhatikan kata-kata yang saling
menunjuk pada makna manusia yaitu kata basyar,
insan, dan al-nas.

Konsep

basyar : dihubungkan pada sifat-sifat


biologis manusia.
Konsep insan : dihubungkan pada sikap
psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk
yang berpikir, diberi ilmu, dan memikul amanah.
Konsep al-nas : menunjuk pada semua
manusia sebagai makhluk sosial atau secara
kolektif.

Perbedaan dan Persamaan


Manusia dengan Makhluk Lain
Kelebihan

manusia membedakan
manusia dengan makhluk lain.
Kelebihan manusia adalah
mampu bergerak dalam ruang.
Kelebihan manusia yang lain
adalah diberi akal dan hati.

Merujuk pada filsuf dan sufi muslim, manusia


terdiri dari empat unsur :
Jasad.

Keberadaannya di dunia dibatasi oleh


umur. Wujud jasad diciptakan untuk diuji.
Hati nurani. Letaknya tepat ditengah-tengah
dada. Hati nurani diciptakan dari cahaya,
sifatnya seperti sifat malaikat.
Roh. Letaknya di dalam hati nurani. Roh
adalah daya dan kekuatan Allah yang
dimasukkan ke dalam jasad manusia.
Sirr(rasa). Berada di tengah-tengah roh yang
paling dalam. Rasa adalah jati diri manusia.
Akal

bukanlah unsur manusia karena akal


adalah pembantu utama hati.

Proses Kejadian Manusia


Menusia

pertama kali diciptakan Allah


dari tanah, Adam adalah manusia yang
pertama.
Allah menciptakan manusia kemudian
memberinya bentuk yang selaras.
Proses penciptaan Adam adalah dari
tanah, dibentuk, lalu ditiupkan roh.
Semua manusia berasal dari Adam
seperti yang dijelaskan hadist Nabi
Muhammad SAW. Semua manusa
berasal dari Adam dan Adam dari tanah.

Proses Kehidupan Manusia


Proses

kehidupan manusia adlah perjalan yang


panjang yang telah di tuliskan di dalam Al Quran.

Lima
a.
b.
c.
d.
e.

fase dalam perjalanan hidup manusia :


Fase alam arwah yakni fase mengadakan perjanjian
dan menerima amanat.
Fase alam lahir yaitu fase perkembangan untuk
menjadi manusia.
Fase alam dunia yaitu fase untuk melaksanakan janji
dan amanat.
Fase alam barzah yaitu fase menunggu dan
diganjari pula.
Fase alam akherat yaitu fase untuk dimintai
pertanggung jawaban dari hal-hal yang telah
dilakukan selama di dunia.

Hajat Manusia dalam


Agama
Manusia

terdiri dari resultan jasmaniyah dan


rohaniyah yg membutuhkan agama sebagai
pedomannya.
Manusia tidak akan selamat jika hanya
mengandalkan akalnya saja.
Manusia memerlukan petunjuk Allah lewat
agama sebab :
a. Agama mengatur cara mencapai kebahagiaan
dunia dan akherat
b. Tidak semua persoalan manusia bisa diatasi
dengan science
c. Agama memenuhi kebutuhan fitrah batin
manusia

Eksistensi dan Martabat


Manusia

A. Tujuan penciptaan manusia


Adalah untuk menyembah Penciptanya,
yaitu Allah.
B. Fungsi dan peranan manusia
Status manusia di dunia ini adalah menjadi
seorang khalifah.
Peran yang hendaknya di lakukan khalifah:
1. Belajar
2. Mengajarkan ilmu
3. Membudayakan ilmu

Tanggung Jawab Manusia sebagai


Hamba dan Kholifah Allah
a. Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah
Seorang hamba Allah harus taat, tunduk, dan patuh pada
perintah dan larangan Allah, harus mampu menjaga
imannya, harus mampu menjaga keluarganya, berlaku
adil pada diri sendiri maupun orang lain, dan selalu
melakukan kebajikan.
b. Tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah
Manusia menjadi khalifah memegang mandat untuk
mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Sebagai
khalifah manusia diberi kebebesan memilih dan
menentukan. Oleh karena itu kebebasan tersebut
bertumpu pada tauhidullah, sehingga kebebasan tersebut
tidak menjadikan manusia berlaku sewenang-wenang.