Anda di halaman 1dari 8

Sumber Daya Energi

A. Sumber daya energi fosil


1. Energi minyak dan gas bumi
2. Energi batubara dan gambut
B. Sumber daya energi non fosil
1. Energi air
6. Energi ombak laut
2. Energi angin/bayu
7. Energi pasang
surut laut
3. Energi surya
8. Energi panas laut
4. Energi panas bumi

Cadangan sumber daya energi

khususnya cadangan sumber daya energi kita


tidak sebanyak yang dipersepsikan, melainkan
hanya sebagian kecil dari cadangan dunia.
Dibandingkan dengan jumlah penduduk
Indonesia yang merupakan nomor 4 terbesar di
dunia, maka perbandingan antara energi yang
tersedia per penduduk sangat kecil jumlahnya.

Potensi sumber daya energi


Indonesia

Sumberdaya minyak bumi di Indonesia saat ini


sekitar 321 miliar barel (1,2% potensi dunia)
gas bumi sekitar 507 TSCF (3,3% potensi dunia)
batubara sekitar 50 miliar ton (3% potensi dunia)
panas bumi sekitar 27 ribu MW (40% potensi dunia)
tenaga air sekitar 75 ribu MW (0,02% potensi
dunia).

Cadangan Sumber Daya Energi

Cadangan terbukti minyak bumi pada tahun


2002 sekitar 5 miliar barel
Cadangan terbukti gas bumi sekitar 90 TSCF
cadangan terbukti batubara sekitar 5 miliar ton.
Apabila tingkat produksi tetap seperti tingkat tahun 2002
dan tidak ada cadangan terbukti yang baru, maka
cadangan diperkirakan akan habis, untuk:
- minyak bumi diperkirakan kurang dari 10 tahun
- gas bumi dalam waktu 30 tahun
- batubara dalam waktu 50 tahun

Ramalan Kebutuhan Energi


Listrik
Tabel-1
Ramalan Kebutuhan Energi Listrik
1990

2000

2010

Sektor
GWh

persen

GWh

persen

GWh

persen

Industri

35.305

68,0

84.822

69,0

183.389

70,0

Rumah tangga

9.865

19.00

22.2392

18.0

40.789

16.0

Fasilitas umum

3.634

7,0

6.731

6.0

12.703

5.5

Komersial

3.115

6.0

8.811

7,0

21.869

8.5

Total

51.919

100.0

122.603

100.0

258.747

100.0

Ramalan Penyediaan Energi


Listrik
Tabel-2
Prakiraan Penyedian Energi Listrik di Indonesia
1990

2000

2010

Sumber Energi
MW

persen

MW

persen

MW

persen

Batubara
Gas
Minyak
Solar
Panas Bumi
Air
Biomass
Lain-lain
(Surya Angin)

1.930
3.530
2.210
11.020
170
2.850
270
20

8.8
16.0
10.0
50.1
0.8
13.0
1.2
0.1

10.750
7.080
1.950
9.410
500
7.720
290
160

28.4
18.7
5.2
24.8
1.3
20.4
0.8
0.4

28.050
14.760
320
4.060
430
10.310
460
370

35.3
21.5
0.5
5.9
0.6
15.0
0.7
0.5

Total

22.000

100.0

37.860

100.0

68.760

100.0

Kelebihan Energi Terbarukan sebagai


Bahan Baku Memproduksi Energi
Listrik

Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan


sebagai bahan baku produksi energi listrik
mempunyai kelebihan antara lain;
relatif mudah didapat,
dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya
operasional sangat rendah,
tidak mengenal problem limbah,
proses produksinya tidak menyebabkan
kenaikan temperatur bumi, dan
tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan
bakar (Jarass,1980).

Kendala pengembangan Energi


terbarukan di Indonesia

harga jual energi fosil (minyak bumi, solar, batubara) di Indonesia


masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak
disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai
Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.
rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen
utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus
mengimport dari luar negeri.
biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah
finansial pada penyediaan modal awal.
belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena
masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi
fosil.
kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya
energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang
perubahannya tidak tentu.