Anda di halaman 1dari 21

ANGKA BERMAKNA

Oleh :
Dr.Atikah, Apt, MSi
LABORATORIUM KIMIA ANALITIK
FMIPA-UB
2013

ANGKA BERMAKNA
(SIGNIFICANT FIGURES)

DALAM PENULISAN HASIL


ANALISIS SELALU DINYATAKAN :
KETEPATAN (AKURASI)
Hasil
pengukuran

KETELITIAN (PRESISI)
ANGKA YANG DITULIS HARUS
MEMPUNYAI ARTI (SIGNIFICANT
FIGURES)

SIGNIFICANT FIGURES :

SEMUA ANGKA YANG MEMPUNYAI


HARGA PASTI DITAMBAH DENGAN
SATU ANGKA YANG TIDAK MEMPUNYAI
HARGA PASTI
Contoh : 10,2357
angka 10 ; 2 ; 3 ; 5 ; merupakan angka
yang pasti , jika diulang memberikan
hasil sama
angka 7 merupakan angka tidak pasti

Contoh :

Berat A = (1) 74,50 kg ; (2) 74,49 kg ;


(3) 74,51 kg
Merupakan harga yang tidak tepat
karena berdasarkan pada letak jarum
antara 74 75
Harga berat A yang mungkin adalah :
74,49 atau 74,51
dibelakang 74,5 tidak boleh ditambah
angka nol
A mempunyai 3 angka bermakna

Gelas arloji jika ditimbang


menggunakan neraca analitis :

Mempunyai 4 angka dibelakang


koma :
Karena presisi neraca
analitis 0,1 mg
12, 1230 g
ketepatan sampai 0,1 mg
6 angka
bermakna

angka nol merupakan angka


bermakna

Contoh : berat endapan 0,0312 g


maka :
angka nol bukan merupakan
angka bermakna
hanya menunjukkan letak
desimal

Misal : angka 74,5 kg maka :

mempunyai 3 angka bermakna


tidak boleh diubah menjadi 74500
g
boleh dituliskan sebagai 74,5
x103 g (74500 10 g)
karena hasil analisis 74,49
74,51 kg

Contoh : 1,2680 dan 1,0062 g


maka :

angka nol merupakan angka


bermakna
keduanya mempunyai 5 angka
bermakna

Contoh : 0,0025 kg maka :

angka nol bukan merupakan


angka bermakna
hanya menunjukkan letak
desimal
boleh dituliskan sebagai 2,5 g
mempunyai 2 angka bermakna

Misal hasil penimbangan :


2,1546 g :

artinya berat tersebut adalah


kurang dari 2,1547 g dan lebih
besar dari 2,1545 g

Misal hasil penimbangan 2,150 g :

ditentukan oleh berat paling


dekat dengan satuan mg
yakni lebih dekat ke 2,150 g
dibandingkan ke 2,151 g atau
2,149 g
angka yang menyatakan presisi
pengukuran yang diturunkan
dikenal sebagai angka bermakna

ADA BEBERAPA CARA PENULISAN


ANGKA BERMAKNA :
1.

Penulisan angka bermakna dari hasil


atau data analisis akan menghasilkan
satu angka yang tidak pasti
Contoh :
volume antara 20,5 mL dan 20,7 mL
harus dituliskan 20,6 mL ,
bukan 20,60 mL karena angka
terakhir menunjukkan harga diantara
20,59 dan 20,61 mL.

Berat paling dekat dengan 0,1 mg


adalah 5,2600 g
tidak boleh dituliskan sebagai
5,260 g atau 5,26 g
karena angka terakhir nilai
akurasinya dalam cg, yang
ditunjukkan oleh mg pertama

2. harga disekitar harga sebenarnya


dari angka bermakna,
ditambahkan satu angka pada
angka terakhir bila angka
berikut ini (yang telah di rijek)
adalah 5 atau lebih.

Contoh :

rata-rata dari 0,2628, 0,2623


dan 0,2626 adalah 0,2626
(0,2625)

3. PENJUMLAHAN /PENGURANGAN
ANGKA BERMAKNA

Letak angka dibelakang koma


hasil akhir ditentukan oleh
angka di belakang koma yang
paling sedikit
Contoh 1 :
A
= 120, 30
g
B
= 25,0612 g +
145,36

CONTOH

r = a2 + b 2 =
(10-3)3 + (10-4)2 10-2
2 angka

dibelakang koma dapat


diabaikan

Contoh 2 :
168,11 + 7,045 + 0,6832 harus
dituliskan sebagai :
168,11 + 7,05 + 0,68 = 175, 84
jumlah atau beda dari 2 atau
lebih dari angka tidak boleh lebih
teliti dibandingkan jumlah yang
memiliki ketidak pastian terbesar.

4. PERKALIAN /PEMBAGIAN
ANGKA BERMAKNA

Hasil akhir ditentukan oleh


pengukuran yang paling sedikit
angka bermaknanya.
Contoh 1 :
1,031 g (4 SF) = 20,56 20,6 (3 SF)
0,0496 g (3 SF)

% age presisi produk tidak dapt


lebih besar dibandingkan % age
presisi faktor yang paling tidak
presisi yang dimasukkan dalam
perhitungan

Contoh 2 :

1,26 x 1,236 x 0,6834 x 24,8652


Harus dilakukan menggunakan
harga-harga :
1,26 x 1,236 x 0,683 x 24,87
( hasilnya dinyatakan dalam 3
angka bermakna )