Anda di halaman 1dari 28

INTERPROFESSIONAL

EDUCATION DAN
INTERPROFESSIONAL PRACTICE

OKA

Latar belakang
Pelayanan Kolaboratif menjamin pelayanan

kesehatan yang dilaksanakan dengan


mengoptimalkan seluruh sumber daya kesehatan,
termasuk di dalamnya adalah tenaga kesehatan
Untuk dapat memiliki budaya pelayanan kolaboratif,
maka pendidikan bagi seluruh tenaga kesehatan
harus mengintegrasikan pendidikan
interprofesional, baik dalam kurikulum, strategi
pengajaran, hingga evaluasi hasil belajar

PERSOALAN/MASALAH DALAM
PELAYANAN KESEHATAN
Komunikasi intra profesi yang belum berjalan baik,

hanya berada pada selembar kertas


Kurangnya komunikasi antar profesi menjadikan
pelayanan pada pasien terganggu
Masing-masing profesi kesehatan melakukan
pengkajian kasus secara terpisah, sehingga akar
masalah tidak dapat ditemukan
Pelayanan kadang tidak berkesinambungan, ada kasus
dimana seharusnya sudah dirujuk ke profesi lain tapi
tidak dilakukan sehingga menambah masa rawat,
timbulnya komplikasi, dll

DEFINISI
Interprofessional education adalah kegiatan pendidikan yang

menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif antar


profesional untuk mengembangkan praktik kolaboratif antar
profesi pendidikan
Interprofessional education dipikirkan penting untuk
mengembangkan hubungan pekerjaan baik di antara profesional
berbeda dengan meningkatkan interprofessional sikap dan
perilaku yang positif
Interprofessional education terjadi ketika dua atau lebih
multidisiplin ilmu belajar tentang praktek kolaborasi untuk
meningkatkan kerjasama dan mutu pelayanan kesehatan dari
kekhawatiran

DEFINISI
Mendudukkan secara bersama mahasiswa dari

berbagai profesi kesehatan dalam satu kelas yang


sama, atau
Mendatangkan pengajar dari berbagai profesi
kesehatan untuk mengajar pada kelas yang sama,
atau
Memaparkan mahasiswa dari berbagai profesi
(tingkat sarjana maupun klinik) pada pasien yang
sama

Tujuan

Tujuan Interprofessional education adalah untuk

mempersiapkan mahasiswa profesi kesehatan


dengan ilmu, ketrampilan, sikap dan perilaku
profesional yang penting untuk praktek kolaborasi
interprofesional.

Jenis-jenis interprofesional
Interprofessional Education (IPE):

IPE praklinik: dilaksanakan ketika mhsw msh dlm tahap


akademik
IPE klinik: dilaksanakan ketika mhsw sdh praktik di klinik
(mhsw profesi)

Interprofessional Practice (IPP): penerapan secara

nyata tim interdisiplin dlm merawat pasien

Ciri khas Interprofessional education


Ciri khas Interprofessional education menurut
Freeth & Reeves (2004) adalah terjadinya perubahan
mindset, pengetahuan dan perilaku peserta didik/atau
mahasiswa:
Mahasiswa paham akan prinsip dasar, konsep dan
kontribusi dari setiap bidang profesi.
Familier dengan bahasa atau istilah serta pola pikir dari
berbagai jenis profesi.
Mahasiswa harus sudah menguasai dasar keilmuan dan
ketrampilan spesifik masing-masing profesi
Mahasiswa harus mengusai konsep tentang kolaborasi.

Faktor-faktor yg mempengaruhi IPE


Budaya
Pendidikan
Organisasi

Kompetensi yg diharapkan dr IPE


Pengetahauan
Ketrrampilan
Sikap

IPE CORE COMPENTENCIES


Problem solving
Decision making
Respect
Communication
Shared knowledge & skills
Patient-centered practice
Work collaboratively

Ruang lingkup interproffesional education

Kolaborasi perawat dengan tim kesehatan yang lain


Model/pola praktik kolaborasi

Komponen IPE
Doctor
Nurse
Pharmacist
Physical therapist
Occupational therapist
Psychologist

HAMBATAN IMPLEMENTASI IPE


Menegakkan komitmen
Keterbatasan waktu
Perbedaan pandangan/nilai
Kesulitan berkomunikasi
Perbedaan pengalaman
Penolakan, resistensi
Terikat disiplin ilmu

LATAR BELAKANG IPE DI UDAYANA


IPE akan berdampak pada terbentuknya Interprofessional

Practice yang lebih baik sehingga akan berpengaruh


terhadap luaran kesehatan yang lebih baik pula.
Selain itu ada beberapa argumen dan penelitian yang
menunjukkan bahwa perbaikan Interprofessional Practice
berkaitan dengan moral kerja dan kepuasan yang lebih
tinggi pada profesi.
Kegagalan kerjasama interprofesi disebabkan oleh
kakunya batas profesi, kurang memahami peran profesi
lain, komunikasi yang kurang baik dan koordinasi kerja
tim yang masih lemah

LATAR BELAKANG IPE DI UDAYANA


Pada awal tahun 1988, World Health Organization

menekankan bahwa apabila profesi kesehatan


belajar bersama dan belajar berkolaborasi sebagai
mahasiswa, maka mereka cenderung bekerjasama
lebih efektif dalam tim klinik atau tugas tertentu.
Untuk itu, maka perlu untuk mengembangkan
program IPE pada mahasiswa FK UNUD baik di
tingkat akademik maupun tingkat profesi.

LATAR BELAKANG IPE DI UDAYANA


Dengan semakin bertambahnya informasi dan

pengetahuan mengenai Interprofessional Education


(IPE) di kalangan akademisi Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana, dan semakin tingginya
keinginan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan
di rumah sakit pendidikan, maka sangat dibutuhkan
adanya tindakan nyata penerapan IPE di dalam
kurikulum pendidikan, khususnya dalam praktek
klinik yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat profesi

Core Kompetensi
Adapun kompetensi yang ingin dicapai dalam IPE:
Komunikasi interprofesional
(InterprofessionalCommunication)
Role Clarification
Patient/client/family center
Team functioning
Collaborative leadership
Interprofessional conflict resolution

Learning Outcome
Setelah mengikuti kegiatan IPE Klinik maka peserta didik
diharapkan MAMPU :
Melakukan komunikasi interprofessional yang efektif,
cerdas, bermartabat, dan bertanggung jawab
Memahami peranan profesinya sendiri, juga
memahami peranan dan lingkup profesi kesehatan
lainnya, serta mampu bekerjasama dan menghormati
profesi lain dengan sebaik-baiknya.
Memahami dan mampu memberikan pelayanan
kesehatan dengan konsep pelayanan yang berpusat
kepada pasien/klien/keluarga/komunitas

Learning Outcome
Melakukan kerjasama tim yang baik dan meningkatkan fungsi tim

dengan berbagai profesi kesehatan lainnya dan yang berkaitan dengan


pelayanan kesehatan
Melakukan prinsip-prinsip kepemimpinan yang kolaboratif dengan
menerima dan membagi informasi baik dari dan ke
pasien/klien/keluarga/pihak lain, mampu mengolah informasi tersebut
serta mengambil keputusan yang tepat .
Menerapkan strategi untuk menghadapi dan menyelesaikan
konflik/masalah yang timbul/mungkin timbul di dalam tim dengan
mendengarkan dan menghormati pendapat orang lain, melakukan
klarifikasi dengan baik bila terjadi kesalahpahaman sehingga konflik
dapat diselesaikan dengan baik.
Bersikap dan berprilaku yang positif dengan menjunjung nilai-nilai
Pancasila dan mematuhi norma-norma yang berlaku umum.

Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives)


Umum :

untuk membangun pengetahuan, sikap,


dan perilaku peserta didik tentang interprofessional
team serta mempersiapkan peserta didik agar
nantinya mampu melakukan praktik kolaborasi
(Collaboration practice) untuk meningkatkan derajat
kesehatan individu/masyarakat

Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives)


Khusus :
Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman
peserta didik terhadap peranan dan nilai-nilai dari
profesinya dan profesi kesehatan lainnya
Mengembangkan sikap respek peserta didik
terhadap peranan dan nilai-nilai dari profesi
kesehatan lainnya
Memberikan pengalaman kepada peserta didik
untuk belajar secara berkolaborasi dengan profesi
kesehatan lainnya

Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives


Khusus
Menanamkan pengertian dan konsep tentang pelayanan yang
berpusat kepada pasien/klien/keluarga/komunitas
Mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, kerja
tim dan leadership skills dalam konteks interprofessional
Mengembangkan sikap / perilaku yang positif dalam konteks
nilai-nilai kolaborasi dan kerja tim di bidang kesehatan
Memahami dari berbagai perspektif mengenai sistim
kesehatan dan sistim sosial di tempatnya bertugas, dan
bagaimana berkontribusi ke dalam sistim tersebut

Bagan Pelaksanaan IPE Klinik : group discussion


Persiapan di
bagian
Tanda tangan
buku dan
penilaian

2 klp mendapat
kasus

Diskusi
berkelompok

Construc ve Feedback
oleh dosen

Self reflec on
mhsw

Presentasi klp

Diskusi

PELAKSANAAN IPE DI UDAYANA


IPE KLINIK
Diikuti oleh mhsw profesi A 2011
Mahasiswa mengikuti 2x kegiatan IPE selama
profesi
Prodi yg terlibat: PSPD, PSIK, Farmasi
Pembahasan kasus secara berkelompok
Presentasi kasus di hadapan dosen pembimbing

PELAKSANAAN IPE DI UDAYANA


IPE PREKLINIK
Diikuti oleh mahasiswa PSIK A angkatan 2014
Keluarga binaan berada di Desa Peguyangan Kaja
Kelompok terdiri dari 10-14 mahasiswa
Masing-masing kelompok memiliki keluarga binaan
Prodi yg terlibat: 6 prodi di FK + 1 prodi MIPA
(farmasi)
Dilaksanakan selama 5 smtr (3-7)
Dimasukkan ke dlm mata kuliah IPE

Bagaimana aplikasi IPP di institusi anda masing-

masing?

Terima kasih