Anda di halaman 1dari 9

Emergency Radiology Special Feature: Short

Communication

First-line diagnosis of peadiatric


pneumonia in emergency: lung
ultrasound (LUS) in addition to
Chest X-Ray (CXR) and its role in
follow up
Aldila

Annisa Kartika
Rachma Novriesya Mayzura

Abstrak
Peran USG paru yang bersamaan dengan foto thorax sebagai diagnosis lini
Tujuan

pertama pneumonia pada anak, untuk menentukan perannya selama follow


up (kecuali komplikasi).

Review retrospektif kohort


pada 84 anak secara berkelanjutan (rentang usia : 3-16 tahun, usia ratarata 6 tahun, 44 laki-laki, 40 perempuan)
Metode

gejala klinis batuk dan demam. Semua pasien menjalani foto thorax
bersamaan dengan USG paru saat bergabung.

Mereka yang positif padaa pemeriksaan USG paru ditindaklanjuti dengan


USG paru hingga penyembuhan penyakitnya selesai.

Abstrak
Foto thorax menunjukan dari 84 anak diantaranya 47 orang ditemukan pneumonia.

Hasil

Dari USG paru ditemukan 60 anak dinyatakan pneumonia


34 anak memiliki gambaran khas konsolidasi paru.
26 anak menunjukan hubungan multiple B-lines, (temuan yang konsisten dengan keterlibatan
interstitial dan konsolidasi kecil atau tersembunyi tidak ditemukan pada foto thorax)
1 kasus dinyatakan negatif pada pemeriksaan USG paru karena lokasi retroscapular.

60 pasien dilakukan follow up dengan USG paru :


28 pasien menunjukan regresi lengkap dari penyakit
23 pasien mengalami penurunan signifikan pada ukuran konsolidasi
9 pasien menunjukkan stabilitas penyakit atau penurunan signifikan dalam ukuran, sehingga
memerlukan pemeriksaan USG paru lanjutan.

Abstrak
USG paru bersamaan dengan foto thorax
Kesimpul
an

yang

akurat

untuk

mengidentifikasi

menjadi teknik lini pertama

konsolidasi

pneumonia

kecil,

terutama untuk temuan foto thorax yang tersembunyi dan untuk


diagnosis dini efusi pleura. Selanjutnya harus dihindari komplikasi
lanjutan dari USG paru

Kemajuan pengetahuan : Peran efektif USG parudalam diagnosis dan


tindak lanjut dari konsolidasi paru-paru dan efusi pleura pada pasien
anak dalam situasi darurat.

Pendahuluan
Community acquired pneumonia (CAP) adalah salah satu penyebab paling
umum penyakit pada anak, menyebabkan lebih banyak kematian
dibandingkan malaria dan acquired immune deficiency syndrome.
Menurut British Thoracic Society secara klinis gejala dan tanda
pneumonia adalah demam >38,5C, Takipneu, dan distress respiratory
karena infeksi yang didapat dari luar Rumah sakit
Pada beberapa kasus, rontgen thorax yang tidak rutin bisa dianjurkan
karena dianggap sebagai standar acuan untuk diagnosis, terutama
pasien anak.
Dalam beberapa tahun terakhir USG paru telah ditunjukan sebagai
teknik yang layak dalam evaluasi pneumonia, pneumotoraks,
atelektasis, efusi pleura dan sindrom alveolar-interstitial pada orang
dewasa

Pendahuluan
USG paru dapat berlangsung cepat, portable, berulang, dan
non-radiasi yang memungkinkan dilakukan pada anak-anak.
Ukuran tubuh pasien yang kecil memungkinkan deteksi mudah
adanya anomali pada hasil USG paru.

pneumonia

pada

pasien

anak

selain

menggunakan foto rontgen thorax, dan untuk melakukan tindak


lanjut pada pasien darurat.

studi

pertama

yang

berfokus

pada

peran

paru

lanjut

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran USG paru
mendiagnosis

adalah

dalam

Tujuan Dari
Penelitian

dalam

Ini

USG

tindak
CAP

di

bagian
kegawatdaruratan
pada
pediatri

populasi

Material & Methods


Penelitian dilakukan pada Januari 2013 dan
Mei 2015.

Secara Retrospektif mengevaluasi 84 anak yang di rawat ke Departemen

Emergensi dengan klinis suspek pneumonia, dengan gejala demam (>38


selama > 3 hari) dan batuk.
Usia dari 3 16 tahun.

Pasien menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan


laboratorium darah serta menerima CXR dan LUS