Anda di halaman 1dari 58

THERAPI CAIRAN

Rabu 26 Oktober

Fungsi Air dalam


Fisiologi Manusia
1. Media semua reaksi kimia tubuh
2. Berperan dalam pengaturan distribusi kimia
& biolistrik dalam sel
3. Alat transport hormon & nutrien
4. Membawa O2 dari paru-paru ke sel tubuh
5. Membawa CO2 dari sel ke paru-paru
6. Mengencerkan zat toksik dan waste product
serta membawanya ke ginjal dan hati
7. Distribusi panas ke seluruh tubuh
aby Raihan @ icu rs haji

Distribusi Cairan Tubuh


Volume cairan tubuh
- wanita (17-39 th) : 50% BB
- pria (17-39 th): 60% BB
Distribusi cairan tubuh
- cairan intrasel (CIS) = 2/3 cairan tubuh
- cairan ekstrasel (CES) = 1/3 cairan tubuh
* intravaskular (plasma) = 25% CES
* intersisial = 75% CES

aby Raihan @ icu rs haji

Perpindahan cairan di kapiler

aby Raihan @ icu rs haji

Faktor-faktor yang
mempengaruhi Keseimbangan
Cairan & Elektrolit

Umur
Suhu lingkungan
Diet
Stres
Penyakit

aby Raihan @ icu rs haji

aby Raihan @ icu rs haji

PROSENTASE TOTAL CAIRAN TUBUH


DIBANDINGKAN BERAT BADAN
Umur
Bayi BL
6 Bulan
2 Tahun
16 Tahun
20-39 Tahun:
Pria/Wanita
40-59 Tahun:
Pria/Wanita

Total cairan tubuh


(%) terhadap BB
77
72
60
60

60/50
55/47

INTAKE DAN OUTPUT RATA-RATA HARIAN


DARI UNSUR TUBUH YANG UTAMA

Intake (Range)
AIR (ml)
Air minum = 1400 1800
Airdalam makanan= 700 1000
Air hasil oksidasi = 300 - 400

TOTAL

2400 -3200

Output (range)
1.Urine = 1400 1.800
2.Faeces
=
100
3.Kulit
= 300 - 500
4.Paru-paru = 600 - 800
TOTAL= 2400 3200

Insensible Loss (IWL)


Merupakan Kehilangan cairan melalui
kulit (difusi) & paru
Untuk mengetahui Insensible Loss
(IWL) dapat menggunakan
penghitungan sebagai berikut :
o DEWASA
= 10 cc/kg BB/hari
o ANAK = (30 usia (th)) cc/kg BB/hari
Jika ada kenaikan suhu :
o IWL
= setiap kenaikan suhu x 12% x
IWL

KLASIFIKASI

KEHILANGA
N CAIRAN

RINGAN

5%

SEDANG

10 %

BERAT

15 %

Rabu 26 Oktober 2016

PENEMUAN KLINIS

PENGELOLAAN

Selaput lendir kering,nadi


BANYAK
Normal / sedikit meningkat. MINUM
INFUS
KRISTALOID
Selaput lendir sgt.kering,
INFUS
KRISTALOID/KO
Mental tampak lesu, nadi
LOID
Cepat,TD , Oliguria
Selaput lendir sgt kering,
Os mungkin tdk.sadar,
TD , Anuria

INFUS
KRISTALOID/KO
LOID
OBAT
VASOAKTIF

SA
K
A
AL
T
TA

SYOK

NA

AIRWAY, BREATHING
+OKSIGEN
POSISI SYOK
PASANG 2 INFUS
JARUM BESAR
AMBIL SAMPEL DARAH
FLUID CHALLENGE
TEST
(RL 500 1000/30
MENIT)

PERFUSI MEMBAIK
KLINIS MEMBAIK

LAMBATKAN INFUS
Rabu 26 Oktober 2016

PERFUSI BURUK
KLINIS BURUK
TAMBAH INFUS 2 4 X
TAMBAHKAN OBAT
VASOAKTIF

D
I
U
FL ENGE
L
L
1. JENIS
A
H
T
C
CAIRAN
TES

KRISTALOID ISOTONIK :

500 1000 CC

2. WAKTU

3.MONITOR

4. EVALUASI

KOLOID : 300 CC

30 MENIT
TANDA VITAL
PERFUSI: CAPILARY
REFFIL
URINE OUTPUT:
>0,5
TREAT
BY
CC/KG/JAM
MONITOR
TOLERANSI : TANDA
ING
OVERLOAD
Rabu 26 Oktober 2016

KEHILANGAN
CAIRAN
AKUT
Rabu 26 Oktober 2016

KEHILANGAN
CAIRAN
NORMAL
LOSS

Pemilihan Cairan Intravena


Kristaloid
larutan garam
seimbang
yang bebas
melewati kapiler
endotel
NaCl, KAEN, RL,
ASERING
WAKTU EFEKTIF:
30 MENIT

Koloid

Larutan cairan yang


mengandung meolekul yang
besar sehingga memberikan
tekanan onkotik
ALAMI: FFP,
Albumin
SINTETIK: HAES
dekstran, gelatin
WAKTU EFEKTIF:
4 6 JAM

Kebutuhan Cairan
Neonatus Aterm
Hari 1: 60 80 cc/kgbb/hari ;
jenis cairan Dx 5% / 10%
Hari 2 7 : 80 120 cc/kgbb/hari ;
jenis cairan N5 (D5-1/4NS ) atau campuran yg
dibuat
(Dx : NS =
4:1)
- Kebutuhan cairan dinaikkan setiap hari 10 20
cc/kgbb/hari

Kebutuhan Cairan
Neonatus Preterm
Hari 1 3 :
BB < 800 gr : 80-100 cc/kgbb/hari
BB > 800 gr : 100-160 cc/kgbb/hari
jenis cairan Dx 5% / 10%

Hari 3 7 :
Sda dg mulai menambahkan elektrolit ( Kcl : 10
meq/kkolf; Ca gluconas 2 4 meq/kgbb/hari
Jenis cairan N5 (D5-1/4NS ) atau campuran yg dibuat

Kebutuhan cairan dinaikkan setiap hari 10 20


cc/kgbb/hari

Contoh
Contoh : Neonatus aterm dg BB = 3 kg
Kebutuhannya hari 1 adalah : 3 x 60 cc
= 180 cc/hari
Konversi ke dalam tetesan mikro :
180 x 15 x 4 = 180 = 8
tetes/menit
24 x 60
Catatan : 1 cc (ml) = 15 tetes makro
1 tetes makro = 4 tetes mikro

24

Kebutuhan Cairan Bayi dan Anak

Kebutuhan Rumatan:
10 kgbb pertama : 100 cc/kgbb/hari
10 kgbb kedua
: 50 cc/kgbb/hari
Selebihnya
: 20 cc/kgbb/hari

Contoh anak dg BB 25 kg, kebutuhan cairannya adalah :


10 x 100 cc
= 1000 cc
10 x 50 cc
= 500 cc
5 x 20 cc
= 100 cc
Jumlah

= 1600 cc

Konversi ke dalam tetesan makro :

1600 x 15 =
24 x 60

1600 = 18 tetes/menit
96

Resusitasi pada
Luka Bakar

Pd orang dewasa digunakan


Rule of Nine dari Wallace,
bayi digunakan rumus 10
pada anak rumus 10-15-20

Resusitasi
Cairan intraseluler
40%

Cairan Ekstraseluler
15%

5%

Dextrose 5%
RL
NaCl 0,9%
Koloid
Protein plasma
Darah

Formula

Cairan 24 jam
pertama

Kristaloid Pada Koloid Pada 24


24 jam kedua
jam kedua

Parkland

RL 4 ml / kg /
%LB

20-60%
Pemantauan
estimate plasma output urine 30
volume
ml/jam

Evans (Yowler,
2000)

Larutan saline 1
ml/kg/%LB, 2000
ml D5W*, dan
koloid 1 ml/ kg /
%LB

50% volume
cairan 24 jam
pertama + 2000
ml D5W

Slater (Yowler,
2000)

RL 2 L/24 jam +
fresh frozen
plasma 75
ml/kg/24 jam

50% volume
cairan 24 jam
pertama

Brooke (Yowler,
2000)

RL 1.5 ml / kg /
%LB, koloid 0.5
ml / kg/ %LB,
dan 2000 ml
D5W

50% volume
cairan 24 jam
pertama + 2000
ml D5W

50% volume
cairan 24 jam
pertama

lar. Saline,
pantau output
urine

1 U fresh frozen
plasma untuk
tiap liter dari
lar. saline yg
digunakan +
D5W
dibutuhkan utk
hipoglikemia.

Modified Brooke RL 2 ml / kg /
%LB
MetroHealth
(Cleveland)

RL + 50 mEq
sodium
bicarbonate per
liter, 4 ml / kg /
%LB

Monafo
hypertonic
Demling

250 mEq/L
saline pantau
output urine 30
ml/jam, dextran
40 dalam lar.
saline 2
ml/kg/jam untuk
8 jam, RL
pantau output
urine 30
ml/jam, dan
fresh frozen
plasma 0.5
ml/jam untuk 18
jam dimulai 8
jam setelah
terbakar.

1/3 lar. Saline,


pantau output
urine

Formula Evans-Brooke
Formula Evans

Forrnula Brooke

1ml/kgBB/ %LB koloid 0.5ml/kgBB/%LB koloid


(darah)
(darah)
lml/kgBB / %LB larutan 1.5ml/kgBB/%LB larutan
saline
saline (elektrolit)
(elektrolit)
2000ml glukosa
Pemantauan :
2000ml glukosa
Pemantauan :
Diuresis (>50 ml/jam)

Diuresis (30-50 ml/jam)

Formula Baxter/Parkland
RL : 4ml / kgBB / % LB

pemantauan jumlah diuresis


antara 0,5 - 1 ml/kgBB/ jam

Monitoring
Setelah pasien dilakukan penanganan sesuai jenis
syok, maka selanjutnya dilakukan pemantauan;

Pefusi perifer
Tekanan darah
Nadi/Heart rate
Produksi urin
Tekanan vena sentral (CVP)
Suhu tubuh
Tingkat kesadaran
Foto thorak
Analisa gas darah
Asam laktat
Hematokrit

Keseimbangan Asam & Basa


Keseimbangan asam-basa pengaturan
konsentrasi ion H+ dalam cairan tubuh
Ion H+ sbg hasil dari metabolisme:
C6H12O6 + O2 CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3-

[H+] dlm plasma pH plasma darah = 7,4


Sistem dapar (buffer) menghambat
perubahan pH yang besar jika ada
penambahan asam atau basa
aby Raihan @ icu rs haji

28

Sistem Dapar
1. Asam karbonat:Bikarbonat
sistem dapar di CES untuk asam nonkarbonat
2. Protein
sistem dapar di CIS & CES
3. Hemoglobin
sistem dapar di eritrosit untuk asam
karbonat
4. Phosphat
sistem dapar di ginjal dan CIS
aby Raihan @ icu rs haji

29

Keseimbangan ion H+

aby Raihan @ icu rs haji

30

Mekanisme Regulasi
Keseimbangan AsamBasa

Sistem dapar hanya mengatasi


ketidakseimbangan asam-basa sementara
Ginjal: meregulasi keseimbangan ion H+
dengan menghilangkan ketidakseimbangan
kadar H+ secara lambat; terdapat sistem
dapar fosfat & amonia
Paru-paru: berespons scr cepat thd
perubahan kadar H+ dalam darah &
mempertahankan kadarnya sampai ginjal
menhilangkan ketidakseimbangan tersebut
aby Raihan @ icu rs haji

31

Regulasi Pernapasan dlm


Keseimbangan Asam-Basa
Kadar CO2 meningkat pH menurun
Kadar CO2 menurun pH meningkat
Kadar CO2 & pH merangsang
kemoreseptor yg kemudian akan
mempengaruhi pusat pernapasan
hipoventilasi meningkatkan kadar CO2
dlm darah
hiperventilasi menurunkan kadar CO2
dlm darah
aby Raihan @ icu rs haji

32

Regulasi Pernapasan
dlm Keseimbangan
Asam-Basa

aby Raihan @ icu rs haji

33

Regulasi Ginjal dlm


Keseimbangan Asam SekresiBasa
H+ ke dalam filtrat & reabsorpsi
HCO3- ke CES menyebabkan pH
ekstrasel meningkat
HCO3- di dlm filtrat diabsorbsi
Laju sekresi H+ meningkat akibat
penurunan pH cairan tubuh atau
peningkatan kadar aldosteron
Sekresi H+ dihambat jika pH urin < 4,5
aby Raihan @ icu rs haji

34

Regulasi Ginjal dlm


Keseimbangan Asam-Basa

aby Raihan @ icu rs haji

35

Sistem Dapar di Ginjal

aby Raihan @ icu rs haji

36

Gangguan Keseimbangan
Asam-Basa

1. Asidosis respiratori
hipoventilasi retensi CO2 H2CO3H+
2. Alkalosis respiratori
hiperventilasi CO2 banyak yg hilang
H2CO3 H+
3. Asidosis metabolik
Diare, DM HCO3- PCO2 H+
4. Alkalosis metabolik
muntah H+ HCO3- PCO2
aby Raihan @ icu rs haji

37

Kompensasi Sistem Pernafasan


terhadap Asidosis Metabolik

aby Raihan @ icu rs haji

38

Kompensasi Ginjal terhadap


Asidosis Respiratorik

aby Raihan @ icu rs haji

39

INTERPRETASI AGD
Lihat pH darah
pH < 7,35

< 40mmHg

METABOLIK

pH > 7,45

ASIDOSIS

ALKALOSIS

Lihat pCO2

Lihat HCO3-

> 40 mmHg

< 24 mM

RESPIRATORIK RESPIRATORIK
aby Raihan @ icu rs haji

> 24 mM

METABOLIK
40

TERKOMPENSASI atau
TIDAK?

Lihat pH kembali
- jika mendekati kadar normal (7,35-7,45)
terkompensasi
- jika belum mendekati normal
tidak terkompensasi atau terkompensasi
sebagian
Jika asidosis respiratorik dgn HCO3- < 24 mM
terkompensasi sebagian
Jika asidosis metabolik dgn pCO2 < 40 mmHg
terkompensasi sebagian
Jika alkalosis respiratorik dgn HCO3- > 24 mM
terkompensasi sebagian
Jika alkalosis metabolik dgn pCO2 > 40 mmHg
terkompensasi sebagian
aby Raihan @ icu rs haji

41

LATIHAN

pH
pH
pH
pH
pH
pH
pH
pH

7.32,
7.55,
7.55,
7.49,
7.30,
7.43,
7.44,
7.43,

PCO2
PCO2
PCO2
PCO2
PCO2
PCO2
PCO2
PCO2

40,
20,
37,
35,
50,
53,
38,
32,

HCO3
HCO3
HCO3
HCO3
HCO3
HCO3
HCO3
HCO3

aby Raihan @ icu rs haji

19
22
30
29
29
30
26
20

Asidosis metabolik
tdk terkompensasi
Alkalosis respiratorik
tdk terkompensasi
Alkalosis metabolik
tdk terkompensasi
Alkalosis metabolik
tdk terkompensasi
Asidosis respiratorik
terkompensasi sebagian
Alkalosis metabolik
terkompensasi

normal
Alkalosis respiratorik
terkompensasi 42

Kasus I
Bayu, 7 th, keracunan barbiturat
milik ayahnya. Saat masuk IGD
tampak kesadaran menurun &
napas sesak. Setelah dilakukan
pengkajian ABC, hasil AGD:
pH = 7,16 pCO2 = 70 HCO3 =
22
Asidosis respiratorik tdk terkompensasi

Gangguan keseimbangan asambasa?


aby Raihan @ icu rs haji

43

Kasus II
Putri, 8 thn, mengalami muntah &
diare selama 3 hari. Saat masuk
IGD tampak lemas, ekstremitas
dingin, & cappilary refill > 3. Hasil
AGD setelah pengkajian ABC :
pH = 7,34 pCO2=26 HCO2 = 18
Gangguan keseimbangan asambasa? Asidosis metabolik terkompensasi
aby Raihan @ icu rs haji

44

Kasus III
Ani, 15 thn dibawa gurunya ke IGD karena
nyeri abdomen & muntah-muntah. Dari
pengkajian didapatkan Ani mengalami poliuri
sejak 2 minggu y.l, tdk ada riwayat penyakit
lain, dan menyangkal telah melakukan
aktivitas seksual & menggunakan obat.
Hasil pemeriksaan fisik: sadar, afebris, HR
115, RR 26 x & teratur, TD 110/70. Hasil
AGD: pH 7,21 pCO2= 24 pO2= 45 HCO3
= 10 BE = -10 saturasi 72%
Gangguan keseimbangan asam-basa?
aby Raihan @ icu rs haji

Asidosis metabolik terkompensasi sebagian

45

Keseimbangan Asam Basa


Menurut Steward

Konsentrasi Ion H+ dalam suatu larutan


fisiologis dapat ditentukan dengan
menetapkan dahulu 2 variabel yang saling
berinteraksi yaitu
Variabel
Independen
1. PCO2.
2. SID ( srtong Ion
differen );
Perbedaan
konsentrasi
elektrolit kuat
( Kation kuat
anion lemah.
3. Total Konsentrasi
asam lemah/ Atot

Variabel
dependen
H+, HCO3 , OH
Disebut dengan ion
ion lemah
variabel ini
dipengaruhi
oleh variabel
independen.

Pinsip Umum
Menurut stewart ion H+ hanya
ditentukan oleh nilai perbedaan
konsentrasi elektrolit kuat
( SID ), PCO2, jumlah Atot
( Total Asam lemah yang
terdisosiasi )

Menurut Stewart ;

pH atau [H+] DALAM PLASMA


DITENTUKAN OLEH
DUA VARIABEL
VARIABEL
INDEPENDEN
Primer (cause)

Menentukan

VARIABEL
DEPENDEN
Sekunder (effect)

Stewart PA. Can J Physiol Pharmacol 61:1444-1461,


1983.

STRONG ION DIFFERENCE


Definisi:
Strong ion difference adalah ketidakseimbangan muatan
dari ion-ion kuat. Lebih rinci lagi, SID adalah jumlah
konsentrasi basa kation kuat dikurangi jumlah dari
konsentrasi asam anion kuat. Untuk definisi ini semua
konsentrasi ion-ion diekspresikan dalam ekuivalensi
(mEq/L).
Semua ion kuat akan terdisosiasi sempurna jika berada didalam
larutan, misalnya ion natrium (Na+), atau klorida (Cl-). Karena
selalu berdisosiasi ini maka ion-ion kuat tersebut tidak
berpartisipasi dalam reaksi-reaksi kimia. Perannya dalam kimia
asam basa hanya pada hubungan elektronetraliti.

STRONG ION
DIFFERENCE

Gamblegram

Mg++
Ca++

SID

K+ 4

As. Organik kuat

= {[Na+] + [K+] + [kation divalen]} - {[Cl-] + [As.organik kuat-]}


Na+
[Na+]
140 mEq/L

[K+]
+

Cl-

4 mEq/L -

KATION

[Cl-]
102 mEq/L

ANION

[SID]
=

34 mEq/L

Hubungan antara SID, H+ & OH-

[H+]

Konsentrasi [H+]

Asidosis

()

[OH-]

Alkalosis

SID

( +)

Dalam cairan biologis (plasma) dgn suhu 370C, SID hampir


selalu positif, biasanya berkisar 30-40 mEq/Liter

PLASMA + NaCl 0.9%

Plasma

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 102 mEq/L
SID = 38 mEq/L

NaCl 0.9%

1 liter

Na+ = 154 mEq/L


Cl- = 154 mEq/L
SID = 0 mEq/L

SID : 38

1 liter

ASIDOSIS HIPERKLOREMIK AKIBAT


PEMBERIAN LARUTAN Na Cl 0.9%
Plasma

Na+ = (140+154)/2 mEq/L= 147 mEq/L


Cl- = (102+ 154)/2 mEq/L= 128 mEq/L
SID = 19 mEq/L

2 liter

SID : 19 Asidosis

PLASMA + Larutan RINGER LACTATE

Plasma

Ringer laktat
Laktat cepat
dimetabolisme

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 102 mEq/L
SID= 38 mEq/L

1 liter

SID : 38

Cation+ = 137 mEq/L


Cl- = 109 mEq/L
Laktat- = 28 mEq/L
SID = 0 mEq/L

1 liter

Normal pH setelah pemberian


RINGER LACTATE
Plasma

Na+ = (140+137)/2 mEq/L= 139 mEq/L


Cl- = (102+ 109)/2 mEq/L = 105 mEq/L
Laktat- (termetabolisme) = 0 mEq/L

2 liter

SID = 34 mEq/L

SID : 34 lebih alkalosis dibanding jika


NaCl 0.9%

diberikan

MEKANISME PEMBERIAN NABIKARBONAT PADA ASIDOSIS

Plasma;

Plasma + NaHCO3

asidosis
hiperkloremik

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 130 mEq/L
SID =10 mEq/L

25 mEq
NaHCO3

1 liter

1.025
liter

HCO3 cepat
Na = 165 mEq/L dimetabolisme
+

Cl- = 130 mEq/L


SID = 35 mEq/L

SID : 10 35 : Alkalosis, pH kembali normal namun


mekanismenya bukan karena pemberian HCO3- melainkan karena pemberian
Na+ tanpa anion kuat yg tidak dimetabolisme seperti Cl- sehingga SID
alkalosis

Terima kasih

Terima kasih