Anda di halaman 1dari 25

OM

SWASTYASTU

KONSEP ETIK, MORAL,


DAN LEGAL
KEPERAWATAN
TRANSKULTURAL

OLEH :
KELOMPOK 6

NI MADE DWI SURYANINGSIH (P07120015089)


NI NYM GDE LURAH SANTI TRI (P07120015093)
GEK FITRINA DWI SARIASIH (P07120015095)
NI PUTU SISKA ANGGITA DEWI (P07120015109)
LUH PUTU ROSITA DEWI (P07120015114)

ETIKA

Pengertian Etika
Etika berasal
dari bahasa Yunani kuno ethos yang
berarti adat-istiadat atau
kebiasaan. Dalam hal ini, etika
berkaitan dengan kebiasaan hidup yang
baik, tata cara hidup yang baik, baik
pada diri seseorang atau masyarakat.
Kebiasaan hidup yang baik ini dianut
dan diwariskan dari satu generasi ke
generasi yang lain.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Otonomi ( autonomy ) : Prinsip ini didasarkan


pada keyakinan bahwa setiap individu memiliki
kemampuan berfikir logis dan membuat
keputusan sendiri
Berbuat baik, mendatangkan manfaat
(beneficial) :Kebaikan memerlukan
pencegahan dari kesalahan atau kejahatan dan
peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain.
Keadilan (Justice) :Prinsip ini dubuthkan untuk
tercapainya keadilan terhadap orang lain
dengan tetap menjunjung prinsip-prinsip moral,
legal dan kemanusiaan

LANJUTAN

Tidak merugikan (Nonmaleficience) :Prinsip ini berarti


tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada
klien.
Kejujuran (Veracity) :Kebenaran merupakan dasar dalam
membangun hubungan saling percaya.
Kesetiaan, menepati janji (fidelity) :Prinsip ini berarti
bahwa tenaga kesehatan wajib menepati janji,menjaga
komitmennya dan menyimpan rahasia klien
Kerahasiaan (Confidentiality) :Segala sesutau yang terdapat
dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca
dalam rangka pengobatan klien
Akuntabilitas (accountability): Akuntabilitas adalah
mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan,dimana
tindakan yang dilakukan merupakan satu aturan
professional

ETIK DALAM KEPERAWATAN

Etik Perawatan : Etik keperawatan


dihubungkan
dengan
hubungan
antarmasyarakat dan dengan karakter dan
sikap
perawat
terhadap orang
lain.
Pengetahuan perawat diperoleh melalui
keterlibatan pribadi dan emosional dengan
orang lain dengan ikut terlibat dalam
masalah moral mereka (Cooper, 1991).

KODE ETIK PERAWATAN

Kode Etik Keperawatan tersebut


merefleksikan prinsip etik yang secara luas
dapat diterima oleh anggota profesi. Kode
tersebut memberikan paduan untuk
membantu perawat dalam pertimbangan
moral

TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT

Perawat yang bertindak secara bertanggung


jawab akan meningkatkan rasa percaya klien
dan profesional lainnya. Serta akan tetap
kompeten dalam oengetahuan dan
kemampuan sdan juga menunjukkan
keinginan untuk bertindak menurut paduan
etik profesi.

TANGGUNG GUGAT PROFESIONAL MEMILIKI TUJUAN :

Untuk mengevaluasi praktisi profesional baru


dan mengkaji ulang yang telah ada.
Untuk mempertahankan standar perawatan
kesehatan.
Untuk memudahkan refleksi pribadi, pemikiran
etis, dan pertumbuhan pribadi pada pihak
profesional keperawtan kesehatan.
Untuk memberikan dasar pengambilan
keputusan etis.
Untuk bertanggung gugat, perawat melakukan
praktik dalam kode profesi.

MORAL

Pengertian Moral
Moralitas (moral) biasanya mengacu pada
standar personal individu mengenai apa yang
benar dan apa yang salah dalam tingkah
laku, karakter dan sikap.

PERKEMBANGAN MORAL

Perkembangan moral lebih dari sekedar


penanaman peraturan orang tua dan
kebijakan atau nilai orang tua kepada anakanak. Namun, perkembangan moral adalah
suatu proses belajar mengenai apa yang
seharusnya dilakukan dan apa yang
seharusnya tidak.

KOHLBERG

Teori Kohlberg secara langsung dipengaruhi


oleh teori perkembanagn kognitif Jean
Piaget. Teori Kolhberg berfokus pada struktur
pemikiran mengenai isu moral daripada sisi
spesifik dari nilai moral. Teori ini
mengaplikasikan cara berpikir mengenai isu
bergantung pada isu spsifik dan apakah
seseorang sangat familier dengan topic
tersebut

KERANGKA MORAL
Teleology

Deontologi

Intuisionisme

Etik Caring

KONSEP MORAL DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN

Advokasi: Istilah advokasi sering digunakan


dalam konteks hukum yang berkaitan dengan
upaya melindungi hak-hak manusia bagi
mereka yang tidak mampu membela diri.
Akuntabilitas :dapat dipandang dalam suatu
kerangka sistem hirarki dimulai dari tingkat
individu, tingkat institusi dan tingkat sosial.
Loyalitas: merupakan suatu konsep yang
meliputi simpati, peduli, dan hubungan
timbal balik terhadap pihak yang secara
profesional berhubungan dengan perawat

LEGAL KEPERAWATAN

Legal keperawatan adalah aturan


keperawatan dalam memberikan asuhan
keperawatan sesuai lingkup wewenang dan
tanggung jawabnya pada berbagai tatanan
pelayanan termasuk hak dan kewajiban yang
diatur dalam undang-undang keperawatan.

Batasan Legal Keperawatan


Hukum Statuta atau Undang-Undang
A. Hukum sipil
B. Hukum kriminal

Hukum Pengaturan atau Hukum Administratif

Hukum Adat

PEMBERIAN LISENSI

Syarat pemberian lisensi beragam tiap


negaranya, tetapi kebanyakan undangundang lisensi keperawatan memerlukan
syarat pendidikan minimal dan ujian lisensi.

Lisensi dapat ditunda atau ditarik kembali


oleh Board of Nursing jika perilaku perawat
melanggar ketetapan undang-undang lisensi.

Liabilitas Legal dalam Keperawatan

Kesalahan
Meminimalkan Liabilitas Melalui Dokumentasi
dan Hubungan Klien yang Efektif
Asuransi Malpraktik
Standar Perawatan
Kerahasiaan
Kerahasiaan
Interaksi Dokter
Keterbatasan Ketenagaan
Tenaga Tidak Tetap
Kontrak Perjanjian Kerja

MASALAH LEGAL DALAM


PRAKTIK KEPERAWATAN

Kontrak Kehamilan Pengganti dan Adopsi

Masalah aborsi

Substansi yang terkontrol

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)

Kematian dan Menjelang Ajal

Wasiat dan Wali Perawatan Kesehatan

Peran Keperawatan Berkaitan dengan


Praktik Legal

Perawat sebagai Advokat

Perawat sebagai manajer resiko

Keterlibatan profesional

SIMPULAN

Etik ialah suatu pola atau cara hidup yang


merefleksikan sifat, prinsip dan standar
seseorang yang mempengaruhi perilaku
professional perawat dalam melakukan
asuhan keperawatan. Adapun prinsip - prinsip
etik ialah otonomi ( autonomy ), berbuat
baik, mendatangkan manfaat (beneficial),
keadilan (Justice), tidak merugikan
(Nonmaleficience), kejujuran (Veracity),
kesetiaan, menepati janji (fidelity), dan
akuntabilitas (accountability).

Moral merupakan sesuatu yang berkaitan


dengan ukuran kebaikan, kebenaran,
ketaatan terhadap aturan yang berlaku di
masyarakat dengan kesepakatan sosial
yang dijadikan dasar pemikiran dan
tindakan. Empat kerangka moral umum
adalah teleologi, deontology,
intuisionisme, dan etik caring.

Legal keperawatan adalah aturan


keperawatan dalam memberikan asuhan
keperawatan sesuai lingkup wewenang dan
tanggung jawabnya pada berbagai tatanan
pelayanan termasuk hak dan kewajiban yang
diatur dalam undang-undang keperawatan.
Batasan legal keperawatan adalah sumber
sumber hukum dan pemberian lisensi. Peran
keperawatan berkaitan dengan praktik legal
adalah sebagai advokat, sebagai manajer
risiko, dan keterlibatan profesional

OM SANTHI, SANTHI, SANTHI, OM