Anda di halaman 1dari 19

DIABETES MELITUS

by

Rian, s.kep.Ns
yuni, s.kep.Ns
Priska, s.kep.Ns

SEMESTER 4
STIKes Maranatha kupang

ACINI :
Menghasilkan enzim pencernan
Amilase, mencerna karbohidrat
Lipase, memecah lemak menjadi gliserin
dan asam lemak
Tripsin, mencerna protein

PULAU LANGERHANS :
Sel-sel dalam pulau ini dapat dibagi menjadi
beberapa jenis:
Sel alfa, berfungsi mensekresikan glukagon
Sel beta, berfungsi mensekresikan insulin
Sel delta, berfungsi mensekresikan somatostatin
(Somatostatin dijumpai di sel D pulau
Langerhans pankreas. Somatostatin menghambat
sekresi insulin, glukagon, dan polipeptida
pankreas)
Sel F, berfungsi mensekresikan polipeptida
pankreas

Pankreas ,apa hubunganmu dengan DM?


Apa itu Diabetes Melitus ?
Klasifikasi /tipe DM ?
Patofisiologi ?
Gejala klinis ?
penatalaksaanan

Pengertian
Diabetes

melitus berasal dari bahsa yunani.


Diabetes berarti mengalirkan dan melitus
yang berarti manis atau madu. Penyakit
diabtes dapat diartikan mengalirkan volume
urine yg bnyak dengaan kosentrasi kadar
gula yang tinggi.
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik
yang kebanyakan herediter,dengan tanda
tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai
dengan atau tidak adanya gejala klinik akut
ataupun kronik, akibat kuranganya insulin
efektif di dalam tubuh, gangguan primer
terletak pada metabolisme karbohidrat
disertai gangguan metabolisme lemak dan
protein.

Etiologi..
DM

mempunyai etiologi yang heterogen, dimana


berbagai lesi dapat menyebabkan insufisiensi
insulin, tetapi determinan genetik biasanya
memegang peranan penting pada mayoritas DM.
Faktor lain yang dianggap sebagai kemungkinan
etiologi DM yaitu :
Kelainan sel beta pankreas, berkisar dari
hilangnya sel beta sampai kegagalan sel beta
melepas insuli
Faktor faktor lingkungan yang mengubah fungsi
sel beta, antara lain agen yang dapat
menimbulkan infeksi, diet dimana pemasukan
karbohidrat dan gula yang diproses secara
berlebihan, obesitas dan kehamilan

Cont..

Gangguan sistem imunitas. Sistem ini dapat


dilakukan oleh autoimunitas yang disertai
pembentukan sel sel antibodi
antipankreatik dan mengakibatkan kerusakan
sel - sel penyekresi insulin, kemudian
peningkatan kepekaan sel beta oleh viru
Kelainan insulin. Pada pasien obesitas, terjadi
gangguan kepekaan jaringan terhadap insulin
akibat kurangnya reseptor insulin yang
terdapat pada membran sel yang responsir
terhadap insulin

Klasifikasi DM
Diabetes Tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (IDDM)
Dikatakan dependen karena individu pengidap penyakit
ini harus mendapat insulin pengganti. Ketidakmampuan
utk menghsilkan insulin krn sel beta pankreas hancur
oleh autoimun.
2. Diabates tipe 2 Non insulin dependent diabtes
melitus ( NIIDM) Diabetes Mellitus Tidak Tergantung
Insulin disebabkan kegagalan relatif sel beta pulau
Langerhans dan resistensi insulin.
Paling bnyak penyebab adalah Genetik dan usia.
2. Diabetes gestasional
Diabtes gestasional berkaitan dengan peningkatan
kebutuhan energidan kadar esterogenserta hormon
pertumbuhan yang terus menerus selama kehamilan.
Hormon pertumbuhan dan esterogen menstimulus
pelepasan insulin yang berlebihan mengakibatkan
penurunan responsifitas seluler.
1.

Patofisiologi
Pankreas

merupakan organ tubuh istimewa


yang berfungsi ganda sebagai kelenjar
eksokrin dan endokrin. Sebagai kelenjar
eksokrin pankreas membantu dan berperan
penting dalam sistem pencernaan dengan
mensekresikan enzim-enzim pankreas seperti
amilase, lipase dan tripsin.
Sebagai kelenjar endokrin, pankreas dikenal
dengan produksi hormon-hormon insulin
dan glukagon yang berperan dalam
metabolisme glukosa. Fungsi endokrin
pankreas
dilakukan
oleh pulau-pulau
Langerhans yang tersebar di antara bagian
eksokrin pankreas.

Pankreas

merupakan organ penting dalam


mengukur kadar glukosa darah.Hormon yang
berperan dalam pengaturan kadar glukosa
darah tersebut adalah insulin yang
disekresikan oleh sel beta dan glikogen
yang disekresikan oleh sel alfa. Adanya
senyawa kimia yang masuk kedalam tubuh
dengan dosis tinggi dapat menghancurkan selsel pulau langerhans. Kerusakan-kerusakan sel
beta pulaulangerhans ini akan menyebabkan
produksi insulin menurun. Dengan
turunnyainsulin maka akan mengakibatkan
hiperglikemia

pulau

Langerhans berisi kurang lebih


lima jenis sel endokrin. Empat dari lima tipe
tersebut adalah sel-sel , sel-sel , selselsomatostatin dan PP, yang dapat diketahui
melalui respon dari hormon yang
dikandungnya.
Pada pankreas manusia normal sel insulin
berkisar 62% dari jumlah total sel di
pulauLangerhans, glukagon 15%, PP 14%,
somatostatin 9% dan DI kurang dari 1%

pengaturan

kadar guladipengaruhi oleh aktifitas


hormon insulin, glikogen adrenalin.
Insulin efektif menurunkan kadar glukosa dalam
darah dan hormon adrenalin membebaskancadangan
glukosa sehingga kadar glukosa meningkat. Selain itu
gula darah jugadi pengaruhi oleh hati, pankreas,
adenohipofisis dan adrenalin juga masihdipengaruhi
oleh tiroid, kerja fisik dan faktor lainya seperti
Hiperediter danImunologi. Konsentrasi glukosa dalam
darah normal sebesar 50-100 mg/dl. Penyimpangan
dari kadar normal dapat diakibatkan karena
perubahankecepatanoksidasi glukosa dan makanan
yang mengandung karbohidrat tinggi

Defisiensi insulin: tidak dapat mempertahankan kadar


glukosa plasma puasa yang normal. Pada hiperglikemia
yang parah ( konsentrasi glukosa darah:160 180
mg/100 ml ), menimbulkan glukosuria karena tubulus
tubulus renalis tidak dapat menyerap kembali semua
glukosa.
Mengakibatkan diuresis osmotik terjadi poliuri disertai
kehilangan sodium, klorida, potasium, dan pospat
menyebabkan dehidrasi dan timbul polidipsi. Akibat
glukosa yang keluar bersama urine maka pasien akan
mengalami keseimbangan protein negatif dan berat
badan menurun serta cenderung terjadi polifag
kekurangan energi pasien cepat lelah dan mengantuk
yang krn berkurangnya / hilangnya protein tubuh dan
berkurangnya penggunaan karbohidrat untuk energi.

Gejala Klinis
Poliuri

( peningktan pengeluaran urine )


Polidipsi ( peningkatan rasa
Polifagia ( peningkatan rasa lapar )
Lelah dan cepat mengantuk

Komplikasi
Diabetes

ketoasidosis
Komplikasi kronis:
Retinopati diabetic
Nefropati diabetic
Neuropati
Displidemia
Hipertensi
Kaki diabetic
Hipoglikemia

Penatalaksanaan
Pemberian

insulin
Diet : hindari obesitas
Latihan
Kontrol glukosa rutin & hipertensi
Hindari merokok

Cont.
Diet pada pasien DM sesuai dengan 3 J,
yaitu:
J1 : JUMLAH kalori harus sesuai &
dihabiskan
J2 : JADWAL makan harus teratur sesuai
yang telah ditentukan
J3 : JENIS makanan harus diperhatikan

Terima

ksh