Anda di halaman 1dari 39

Nama

Pekerjaan

: Sudung O. Pardede
: Staf pengajar Divisi Nefrologi,
Departemen Ilmu Kesehatan Anak
FKUI-RSCM, Jakarta
Riwayat pendidikan:
1982
1992
2002

: dokter umum
: dokter spesialis anak
: dokter spesialis anak konsultan

1983
1984 1989

: dokter RSUP Pekanbaru, Riau


: Kepala Puskesmas Kec. Langgam,
Kabupaten Kampar, Riau
: staf pengajar Departemen IKA FKUI RSCM
: fellow nefrologi di Academisch Ziekenhuis
Njimegen, Nederland
: bendahara KAMAS
: sekretaris III PP IDAI
: sekretaris I PP IDAI
: sekretaris umum PP IDAI
: wakil ketua IKA FAKED
: ketua I PP IDAI

Riwayat pekerjaan:

1993 sekarang
1997

1999
1999
2002
2008
2011
2014

sekarang
2002
2008
2014
2014
2017

: FK UKI
: FKUI
: FKUI

Sudung O. Parde
Departemen I. K. Anak
Divisi Nefrologi
FKUI RSCM
Jakarta

Mean BP = CO X PR
Mean BP = mean blood pressure
CO
= cardiac output
PR
= peripheral resistance

Dipengaruhi:

Umur

Jenis kelamin
Berat badan
Tinggi badan
Aktivitas

Anak dalam keadaan tenang 3-5 menit


Anak tidak menangis, tidak gelisah, tidak
meronta, tidak kejang

Anak besar:
Posisi duduk, punggung ditopang/bersandar
Kaki menapak pada lantai

Anak kecil:
Berbaring

Lebih disukai lengan kanan

Manset dengan ukuran yang sesuai:


Lebar: menutupi 2/3 panjang lengan atas
ruang utk stetoskop di fossa kubiti
Panjang: menutupi seluruh lingkaran lengan atas

Menentukan hipertensi:
ukur tekanan darah 3 kali berturut-turut dalam
waktu berbeda

Kalau hipertensi: ukur tensi pada ke-4


ekstremitas
Tungkai bawah:

Pasien berbaring tengkurap


Raba A. poplitea pada fossa poplitea
Tempatkan stetoskop

Tabel: Ukuran manset yang direkomendasikan


untuk pengukuran tensi pada anak
Jenis
manset

Neonatus
Bayi
Anak
Dewasa kecil
Dewasa
Dewasa
besar
Paha

Lebar
kantong
manset
(cm)
4
6
9
10
13
16
20

Panjang
kantong
manset
(cm)

Lingkar
lengan
maksimum

8
12
18
24
30
38
42

10
15
22
26
34
44
52

Note: Jenis manset tidak menjamin bahwa manset cocok untuk anak
sesuai dengan batasan umurnya
National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Children and
Adolescents. The fourth report on the diagnosis, evaluation, and treatment of high blood pressure in
children and adolescents. Pediatrics 2004;114:555-76.

a. Anak > 3 tahun pada waktu kunjungan


atau minimal 1 kali setahun
b. Anak < 3 tahun dengan keadaan
tertentu

National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Children and
Adolescents. The fourth report on the diagnosis, evaluation, and treatment of high blood pressure in
children and adolescents. Pediatrics 2004;114:555-76.

Riwayat prematuritas, VLBW, neonatus dgn


komplikasi di NICU
Penyakit jantung bawaan
ISK berulang, hematuria, proteinuria
Terdapat penyakit ginjal atau malformasi urologi
Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kongenital
Mendapat pengobatan yang dapat meningkatkan
tekanan darah
Menderita penyakit sistemik yang berhubungan
dengan hipertensi (neurofibromatosis, , dll)
Peningkatan tekanan intrakranial
Solid organ transplant
Keganasan atau transplantasi sumsum tulang

National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Children and
Adolescents. The fourth report on the diagnosis, evaluation, and treatment of high blood pressure in
children and adolescents. Pediatrics 2004;114:555-76.

Report of the second task force on blood


pressure control in children:

High normal BP:


average SBP/DBP: 90th - 95th percentile for age and sex on at
least 3 occasions

Hypertension:
average SBP/DBP > 95th percentile for age and sex on at least 3
occasions

Hypertension:
a. Significant hypertension: BP persistently between
95th and 99th percentiles for age and sex
b. Severe hypertension: BP persistently > 99th
percentile for age and sex
Task Force on Blood Pressure Control in Children. Report of the second task force on blood pressure control
in children 1987. Pediatrics 1987;79:1-25

The fourth report on the diagnosis, evaluation,


and treatment of high blood pressure in children
and adolescents:

Prehypertension:
average SBP/DBP: 90th - < 95th percentile for gender, age, and height
on > 3 occasions

Hypertension:
3

average SBP/DBP > 95th percentile for gender, age, and height on >
occasions

Hypertension:

a. Stage 1 hypertension: BP 95th percentile to 5 mmHg above 99th


percentiles for gender, age, and height
b. Stage 2 hypertension: BP > 5 mmHg above 99th percentile for
gender, age, and height
National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Children and
Adolescents. The fourth report on the diagnosis, evaluation, and treatment of high blood pressure in
children and adolescents. Pediatrics 2004;114:555-76.

SBP (mmHg)
Age
BP
Percentile of Height
(Year) Percentile 5th 10th 25th 50th 75th 90th 95th
12

DBP (mmHg)
Percentile of Height
5th 10th 25th 50th 75th 90th 95th

50th

102 103 104 105 107 108 109

61

61

61

62

63

64

64

90th

116 116 117 119 120 121 122

75

75

75

76

77

78

78

95th

119 120 121 123 124 125 126

79

79

79

80

81

82

82

99th

127 127 128 130 131 132 133

86

86

87

88

88

89

90

Hipertensi:
-Tekanan sistolik > 180 mmHg
-Tekanan diastolik > 120 mmHg
-Hipertensi (tensi < 180/120) dgn
ensefalopati, gagal jantung, retinopati

< 5 tahun:
Tensi > 50% dari batas normal
Tensi> 1 dari batas normal

Alatas H. Naskah simposium dan workshop sehari: Kegawatan pada penyakit ginjal anak. Makasar, 27-28 Mei, 2006,17-28.

Hipertensi emergensi
(kerusakan organ target: +)

Hipertensi urgensi
(kerusakan organ target:-)

Hipertensi ensefalopati
Gagal jantung kongestif
Edema paru
GnGA/PGK
Krisis adrenergik
Trauma kepala
Strok
Infark miokard
Dissecting aortic aneurysm

Menurun dalam 12 24 jam

1. Penyakit parenkim ginjal


a. Glomerulonefritis:

Glomerulonefritis akut pasca infeksi


Nefropati IgA
Glomerulonefritis membranoproliveratif
Glomerulonefritis progresif cepat (crescentic)
Glomerulosklerosis fokal segmental
b. Vaskulitis sistemik dengan keterlibatan ginjal
Purpura Henoch_Schonlein
Lupus eritematosus sistemik
Poliarteritis nodosum
c. Sindrom hemolitik uremik
d. Nefritis interstitial (pielonefritis kronik)
e. Penyakit herediter
f. Anomali ginjal kongenital:
Refluks vesikoureter
Uropati obstruktif
Ginjal displastik multikistik
Horseshoe kidney
Segmental hypoplasia (Ask-Upmark kidney)

2. Renovaskular

a. Penyakit arteri renal intrinsik:


Displasia fibromuskular
Arteritis (Penyakit Kawasaki, Takayasu, Moyamoya)
Pemakaian kateter umbulikal neonatus
Stenosis arteri renal transplant
Trombosis arteri/vena renal transplant
Trauma ginjal
b. Kompresi ekstrinsik
Neoplasma: Wilms tumor, neuroblastoma,
feokromositoma, paraganglioma,
neurofibroma, limfoma
Hematom perirenal, trauma
Fibrosis retroperitoneal

3. Kardiovaskular

a. Koartatio aorta
b. Middle aortic syndrome
c. Sindrom Williams
d. Sindrom Turner

4. Kelainan endokrin

a. Tumor pensekresi vasoactive substance (kateholamine, renin)


b. Kelainan kel. tiroid
c. Sindrom Cushing
d. Hiperaldosteronisme
e. Congenital adrenal hyperplasia
f. Hiperkalsemia

5. Penyebab lainnya
a.

Kelainan neurologik

- peningkatan tekanan intrakranial


- Kejang, status epileptikus
- Disautonomia familial

b. Cyclic vomiting syndrome

c. Polisitemia, recombinant erythropoietin therapy


d. Obat anestesi : ketamine, naloxone
e. Drug abuse: kokaine, amfetamin, metamfetamine,
phencyclidine, metilfenidate

Brewer ED. Pediatric Nephrology, 5th edition, Philadelphia, Lippincott Williams & Wilkins,.2004;p.1179-1197.

Age group

Newborn
- Renal artery thrombosis or embolus
- Renal vein thrombosis
- Congenital renal malformations
- Coarctation of the aorta
- Renal artery thrombosis
- Bronchopulmonary dysplasia
Infancy to 6 years
- Renal parenchymal diseases
- Renal artery stenosis
- Coarctation of the aorta
- Medications (corticosteroids, albuterol,
pseudoephedrine)
- Endocrine diseases
6 to 10 years - Renal parenchymal diseases
- Renal artery stenosis
- Essential hypertension
- Endocrine causes
Adolescence - Essential hypertension
- Renal parenchymal diseases
- Substance abuse (cocaine, amphetamines,
phencyclidine, methylphenidate, caffeine)
- Endocrine causes

Causes

In children: renal parenchymal or renovascular disease

Brewer ED. Pediatric Nephrology, 5th edition, Philadelphia, Lippincott Williams & Wilkins,.2004;p.1179-1197.

Obat anti-hipertensi

Evaluasi kerusakan organ target

Tata laksana suportif

Investigasi penyebab

Diuretik
Alpha-adrenergic blocking agents
Beta blockers
Alpha- and beta-blocking agents
Central adrenergic agonists (central acting alpha
stimulators)
Peripheral vasodilators
Calcium channel blockers
Angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE
inhibitors)
Angiotensin receptor blockers (ARB)

Flynn JT, Tullus K. Pediatr Nephrol 2009;24:1101-12

Drug of choice:
Short acting
dapat dititrasi
Na nitroprusid, labetalol, nikardipin, hidralazin,
diazoxide, klonidin, nifedipin, fenoldopam, esmolol,
enalaprilat

Indonesia:
Na nitroprussid, klonidin, nifedipin, nikardipin

Donor nitric oxide efek vasodilatasi pada venosa


dan arteriolar
renal blood flow

Infus

Dosis: mulai 0.3 g/kg/min,

dan dititrasi dosis max. 8 g/kg/min

Monitoring BP
Metabolit toksik: sianida, thiosianat

Central agonist
Sangat berguna jika tdk ada perawatan intensif
Efek samping:
- mulut kering
- penurunan kesadaran
- peningkatan enzim hepar
- nyeri otot dan sendi, dan rash.
Klonidin sulit memantau ensefalopati hipertensif
Rebound hypertension jika dihentikan medadak

Alatas H. Naskah simposium dan workshop sehari: Kegawatan pada penyakit ginjal anak, Makasar, 27-28 Mei, 2006,17-28.
Vogt BA, Davis ID. Pediatric Nephrology, 5th edition, Philadelphia, Lippincott Williams & Wilkins,.2004;p.1199-1220.

Skema. Terapi hipertensi krisis/ensefalopati dengan Klonidin


Klonidin drip 0.002 mg/kgbb/8 jam
dalam 100 cc glukosa 5% (12 tetes mikro)
dinaikkan setiap 30 menit hingga max
0.006 mg/kgbb/8 jam
+ Furosemid 1 mg/kgbb/kali IV

Diastolik 90-100 mmHg

Kaptopril oral 0.3 mg/kgbb/kali


(maks. 2 mg/kgbb/kali), 2-3 kali/hari
STABIL
Klonidin stop
Kaptopril terus

29

Calcium channel blockers

Vasodilator dgn menghambat kontraksi otot polos vaskular


dgn mempengaruhi influx kalsium ke dalam sel

Efektif, aman

Infus: 0,5 - 5,0 g/kg/min (max. = 5 mg/jam)

Kontraindikasi: trauma kepala, perdarahan intrakranial

Alternatif untuk nitroprusid atau labetalol iv

Vogt BA, Davis ID. Pediatric Nephrology, 5th edition, Philadelphia, Lippincott Williams &
Wilkins,.2004;p.1199-1220
Li SPS, Wong SN. Practical Paediatric Nephrology, 1st ed., Hong Kong, Medcom Limited, 2005;p.89-95

Calcium channel blockers

Vasodilator dgn menghambat kontraksi otot polos vaskular


dgn mempengaruhi influx kalsium ke dalam sel

Sublingual: 0,25 - 0,5 mg/kg

Efektif dalam 10 mnt, puncak efek 30 - 40 mnt.

Sublingual lebih cepat dari oral 10 - 15 mnt

Dep. IKA FKUI-RSCM:


utk hipertensi krisis atau ensefalopati hipertensif

Efek samping: sakit kepala, flushing, hipotensi

Alatas H. Naskah simposium dan workshop sehari: Kegawatan pada penyakit ginjal anak. Makasar,
27-28 Mei, 2006,17-28.
Vogt BA, Davis ID. Pediatric Nephrology, 5th edition, Philadelphia, Lippincott Williams &
Wilkins,.2004;p.1199-1220

Skema . Terapi hipertensi krisis/ensefalopati dengan Nifedipin


NIFEDIPIN SUBLINGUAL 0.1 mg/kgbb
Dinaikkan 0.1 mg/kgbb/kali setiap 30 menit
Dosis maksimal 10 mg/kali

+ Furosemid 1 mg/kgbb/kali, 2 x sehari i.v.


Oral: bila KU baik
+ bila tensi tidak turun
Kaptopril 0.3 mg/kgbb/kali
2-3 x sehari (maks. 2 mg/kgbb/kali)

DIASTOLIK
90 100 mmHg

STABIL
NIFEDIPIN RUMAT
0.2 mg 1 mg/kgbb/hari,3-4 x

32

Abnormalitas otak, jantung, ginjal, dan mata

Dietetik: rendah garam, rendah lemak


NHBPEPWG (2004):
4 - 8 tahun: Na =1,2 g/h = garam 3,1 g
lebih tua: Na =1,5 g/hari = garam 3,8 g
Olahraga teratur
Pola hidup teratur

- penyebab
- ko-morbiditas
- kerusakan organ target
Evaluasi bersifat individu
Penyebab utama: renoparenkim atau
renovaskular
skrining keadaan ini
Evaluasi:

Urinalisis, kultur urin


Darah tepi lengkap
Fungsi ginjal: ureum, kreatinin, sistatin-C
Asam urat
Albumin, kolesterol, lemak
Elektrolit serum
Titer ASO, komplemen C3
Ultrasonografi
BNO- PIV (Pielografi intravena)

Ekokardiografi
Sel LE, ANA, anti-dsDNA
T3, T4, TSH serum
Kateholamin urin,
Aldosteron plasma, aktivitas renin plasma
MSU, CT scan, MRI
Skintigrafi DMSA, DTPA, USG Dopler
Arteriografi ginjal
Biopsi ginjal

Sebagian besar hipertensi pada anak adalah


hipertensi sekunder sehingga perlu dicari etiologi

Hipertensi krisis: keadaan gawat darurat sebagai


komplikasi hipertensi, dapat menyebabkan
ensefalopati, gagal jantung, dan retinopati

Tata laksana terdiri atas: antihipertensi, evaluasi


kerusakan organ target, mencari penyebab, dan
terapi suportif

Mauliate atau Te