Anda di halaman 1dari 29

PEMERIKSAAN

RADIOLOGI PADA
TUMOR PAYUDARA
Indri Chernovita Turnip
1161050164
FK UKI

Anatomi

Jenis Tumor Payudara


Tumor Jinak

Tumor Ganas

Kelainan fibrokistik

Ductal Carcinoma In-Situ (DCIS)

Fibroadenoma

Infiltrating Ductal Carcinoma (IDC)

Tumor filoides

Medullary Carcinoma

Papiloma intraduktus

Infiltrating Lobular Carcinoma


(ILC)

Adenosis sklerosis

Tubular Carcinoma

Mastitis sel plasma

Mucinous Carcinoma (Colloid)

Nekrosis lemak

Inflammatory Breast Cancer (IBC)

Lipoma
Leimoma
Kista sebasea

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Mammografi
Foto rontgen payudara dengan mempergunakan
peralatan khusus. Cara ini sederhana dan dapat
dipercaya untuk menemukan kelainan-kelainan di
payudara, tidak sakit dan memerlukan kontras.
Mampu mendeteksi karsinoma payudara ukuran
kecil, lebih kecil dari 0,5 cm bahkan pada tumor
yang tidak teraba (unpalpable tumor)
Ketepatan diagnostik 80-94% untuk tumor ganas
dan 90-93% untuk tumor jinak.

Teknik Mammografi
1.
2.
3.
4.
5.

Generator
Tabung X-ray
Automatic exposure control (AEC).
Grid radiasi sekunder
Kompresi.

Dosis radiasi pengion 4-5 mGy

Proyeksi Mammografi
Obliq Mediolateral (MLO)
Kraniokaudal (CC)

Proyeksi standart mamografi: Proyeksi


MLO (A), Proyeksi CC (B)

Indikasi pemeriksaan mamografi :


1.Adanya benjolan pada payudara
2.Adanya rasa tidak enak pada payudara
3.Pada

penderita

dengan

riwayat

risiko

tinggi

untuk

mendapatkan keganasan payudara


4.Pembesaran kelenjar aksiler yang meragukan
5.Penyakit paget pada puting susu
6.Adanya penyebab metastasis tanpa diketahui asal tumor primer
7.Pada penderita dengan cancer-phobia.

Persiapan Mammografi
1. Tidak sedang menstruasi
2. Melepas pakaian dari pinggang keatas
(disarankan memakai blus)
3. Tidak menggunakan deodoran, parfum, bedak
Artefak

Pembacaan Mammogram
Gambaran patologi payudara :
1.Kelainan jinak payudara (benigna)
.Untuk tumor jinak mamografi memberikan tanda :
Lesi dengan densitas meningkat, batas tegas, licin, dan
teratur
Adanya halo
.Kadang-kadang tampak perkapuran yang kasar dan
umumnya dapat dihitung

Kista dengan masa bulat batas


tegas dengan halo

Fibroadenoma: Pada kebanyakan kasus


mereka soliter, tetapi pada 10-20%
multipel. Kalsifikasi kasar.

Papiloma: Massa yang


jelas, umumnya di
lokasi retroareolar

Lipoma: Terlihat pada


mammografi sebagai
massa radiolusen

Hamartoma, tampak masa lobulated


dengan berbagai daerah padat yang
mencerminkan adanya unsure-unsur
jaringan lemak dan jaringan lunak.

2. Kelainan ganas payudara

Tanda primer :
Kepadatan tumor dengan peningkatan densitas, batas tumor tak teratur, merupakan
spikula atau mempunyai ekor seperti komet.
Perbedaan besar tumor pada pemeriksaan klinis dan mamografi.
Adanya mikrokalsifikasi yang spesifik.
Tanda sekunder :
Perubahan pada kulit berupa penebalan dan retraksi.
Kepadatan yang asimetris.
Keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular yang tak teratur.
Bertambahnya vaskularisasi yang asimetri.
Pembesaran kelenjar aksiler.

A. Tumor yang dikelilingi akar radier


(speculated mass= stellate mass)

Masa spikula (ditunjukan dengan tanda panah) karsinoma invasive, (A)


proyeksi lateral, (B) kompresi local dengan magnifikasi.

B. Tumor dengan batas yang rata

1. Karsinoma duktus invasive


2. Mucinous carcinoma

Intracistic carcinoma. Dengan kompresi local


menunjukan masa berbatas tegas dan mikrokalsifikasi
ireguler.

C. Mikrokalsifikasi

Duktal karsinoma in situ-tipe (A-C)


microcalcification bercabang tidak teratur
linier

USG PAYUDARA
Ultrasonografi merupakan alat bantu pemeriksaan
yang menggunakan gelombang suara dan tidak
menggunakan sinar roentgen dan tidak
menimbulkan rasa sakit pada pasien.
Bermanfaat untuk membedakan apakah tumor itu
solid atau kistik
Nilai ketepatan USG untuk lesi kistik adalah 98100%, sedangkan untuk lesi solid seperti
fibroadenoma adalah 78-85%

INDIKASI PEMERIKSAAN
1.Adanya benjolan pada payudara
2.Adanya rasa tidak enak terus menerus pada payudara
3.Pengeluaran cairan yang tidak normal, dari putting susu
terutama berwarna merah
4.Bila tampak kelainan pada payudara terutama seperti kulit
jeruk
5.Bila ada pembesaran kelenjar bawah ketiak yang meragukan
6.Pada penderita dengan cancer phobia

TEKNIK PEMERIKSAAN
Linear scanner dengan transduser berfrekuensi
5Mhz
Posisi pasien adalah supine, lengan ipsilateral
Scanning secara sistematismulai dari kwardan
medial atas dan bawah dilanjutkan ke kwardan
lateral atas dan bawah
Potongan transversal dan longitudinal atau oblik
Lama pemeriksaan berkisar antar 10 sampai 15
menit

Posisi transduser transversal dan


transduser longitudinal

Dilakukan searah
dengan putaran jam

Dua cara menilai lokasi


lesi pada payudara. Pada
payudara kanan jam 4 ada
pada Lower inner Quadran
( LIQ ) , sedangkan pada
payudara kiri ada pada
Lower Outer Quadran
( LOQ )

Skening pada daerah lateral superior.

Imaging anatomi ultrasound

Skening pada daerah retro papila

Scan daerah axilla

INTERPRETASI HASIL PATOLOGI


USG PAYUDARA
- Lesi dengan
bentuk bundar
atau oval
- Batas tegas
dan teratur
- An-ekoik
- Penyengatan
akustik
posterior ( PAS
)

TERIMA KASIH