Anda di halaman 1dari 18

ANATOMI DAN FISIOLOGI

3 sistem yang mengelola pengaturan


keseimbangan tubuh yaitu:
Sistem vestibular
Sistem proprioseptik
Sistem optik

Neurofisiologi Alat
Keseimbangan Tubuh
1.

Definisi
Vertigo adalah halusinasi gerakan
lingkungan sekitar serasa berputar
mengelilingi pasien atau pasien
serasa berputar mengelilingi
lingkungan sekitar.

Epidemiologi

Etiologi
Penyebab

Klasifikasi

Vertigo

Vertigo Perifer
1. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
2. Mnires Disease
BPPV adalah gangguan vestibuler yang paling sering
ditemui,
rasa
pusing
berputar
Ditandaidengan
dengangejala
vertigo
yang
intermiten
dandiikuti
diikutimual
dengan
muntah
keringat dingin,
yangpendengaran
dipicu oleh perubahan
keluhandan
pendengaran.
Gangguan
berupa
3.
Vestibular
neuritis
posisi
kepala
terhadap
gaya
tanpa adanya
tinnitus
(nada
rendah),
dangravitasi
tuli sensoris
pada fluktuasi
keterlibatan
lesi di
susunan
saraf
pusat.penuh pada telinga. 10
frekuensi yang
rendah,
dan
sensasi
Ditandai dengan vertigo, mual, ataxia, dan nistagmus. Hal ini
Mnires disease terjadi pada sekitar 15% pada kasus vertigo
berhubungan
infeksi
virus
pada
nervus vestibularis.
Penyebab
BPPVdengan
adalah
idiopatik,
selain
idiopatik,
penyebab
otologik. Mnires
disease
merupakan
akibat
dari hipertensi
Labirintis
terjadi
dengan
komplek
gejala
yang
sama
disertai
terbanyak
trauma
kepala
diikuti
dengan
neuritis
endolimfatik.
Hal ini
dapat
terjadi
idiopatik
atauvestibularis,
sekunder
dengan tinnitus
atau penurunan
pendengaran.
migraine,
implantasi
dan
operasi
telinga,
dapat
juga
akibat infeksi
virus gigi
atau
bakteri
telinga
atau
gangguan
8
sebagai
akibat
dari posisi tidur yang lama pada pasien
metabolic.
post operasi atau bed rest total lama.

Vertigo Sentral

1. Migraine
2. Vertebrobasilar insufficiency
Selby and Lance (1960) menemukan vertigo menjadi gejala
3.
Tumor
intracranial
Terjadi
dengan
episode rekuren
dari suatu
vertigo
dengan
yang sering
dilaporkan
pada 27-33%
pasien
dengan
onset
akut Sebelumnya
dan spontan.
Terjadi
beberapa
detikbagian
sampaidari
migraine.
telah
dikenal
sebagai
Jarang
memberi
manifestasi
vertigo
dikarenakan
beberapa
menit.
Lebih
seringklinik
padaganda
usia tua
dandisarthria)
pada paien
aura (selain
kabur,
penglihatan
dan
kebanyakan
adalah
tumbuh
secara lambat sehingga
ada waktu
yang
factor
resiko
untuk memiliki
basilar migraine
dimanacerebrovascular
juga didapatkan disease.
keluhan sakit
untuk
kompensasi
sentral.
Gejalanya
adalah penurunan
Berhubungan
dengan
gejala
visual meliputi
inkoordinasi,
kepala sebelah.
pendengaran
atau gejala neurologis.
jatuh, dan lemah.

Perbedaan Vertigo Perifer Dan Vertigo


Sentral
Ciri-ciri
Lesi

Vertigo Perifer
Sistem vestibular (telinga
dalam, saraf perifer)

Vertigo Sentral
Sistem vertebrobasiler dan gangguan
vaskular (otak, batang otak,
serebelum)
iskemik batang otak,
vertebrobasiler
insufisiensi, neoplasma, migren
basiler

Penyebab

Vertigo posisional
paroksismal
jinak (BPPV), penyakit
maniere,
neuronitis vestibuler,
labirintis,
neuroma akustik, trauma

Gejala gangguan SSP

Tidak ada

Diantaranya :diplopia, parestesi,


gangguan sensibilitas dan fungsi
motorik, disartria, gangguan
serebelar

Masa laten
Habituasi
Intensitas vertigo
Telinga berdenging dan
atau tuli
Nistagmus spontan

3-40 detik
Ya
Berat
Kadang-kadang

Tidak ada
Tidak
Ringan
Tidak ada

Patofisiologi Vertigo
Teori

Teori

Gejala Klinis

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Neurologik
Pemeriksaan nervus cranialis untuk
mencari tanda paralisis nervus, tuli
sensorineural, nistagmus.
Rombergs sign

Gait test

Pemeriksaan untuk menentukan apakah


letak lesinya di sentral atau perifer.
Fungsi Vestibuler
Dix-Hallpike manoeuvre 1
Kepala meng-gantung 45 di bawah garis
horisontal, kemudian kepalanya dimiringkan 45
ke kanan lalu ke kiri. Perhatikan saat timbul dan
hilangnya vertigo dan nistagmus.
Perifer (benign positional vertigo): vertigo dan
nistagmus timbul setelah periode laten 2-10
detik, hilang dalam waktu kurang dari 1
menit, akan berkurang atau menghilang bila tes
diulang-ulang beberapa kali (fatigue). Sentral:
tidak ada periode laten, nistagmus dan vertigo
ber-langsung lebih dari 1 menit, bila

Diagnosis Penunjang

Test hiperventilasi
Tes Kalori
Elektronistagmogram
Posturografi
Fungsi Pendengaran
Tes audiometri
Vestibular testing
Evalusi laboratorium
Evaluasi radiologis

Penatalaksanaan
Antihistamin
- Betahistin
- Dimenhidrinat (Dramamine)
- Difhenhidramin Hcl (Benadryl)
Antagonis Kalsium
- Cinnarizine (Stugerone)
Fenotiazine
- Promethazine (Phenergan)
- Khlorpromazine (Largactil)
Obat Simpatomimetik
- Efedrin
Obat Penenang Minor
- Lorazepam
- Diazepam
Obat Anti Kholinergik
- Skopolamin