Anda di halaman 1dari 13

IbM Pelatihan Pengenalan Aplikasi Kamus Bicara

Berbasis Text to Speech untuk Guru Bahasa Inggris di


SLB A Negeri Denpasar dan SLB Santikatmaka Tabanan

Oleh:
I Made Agus Wirawan, S.Kom., M.Cs.
Made Windu Antara Kesiman, S.T., M.Sc.
I Gede Mahendra Darmawiguna, S.Kom., M.Sc.

Jurusan Pendidikan Teknik Informatika


FTK Undiksha

Metode Pelaksanaan Kegiatan

Waktu Efektif Pelaksanaan Kegiatan

5 kali pelatihan dan 3 kali evaluasi, di masingmasing SLB (Denpasar maupun Tabanan),
dengan alokasi waktu 4 jam/pertemuan

Hasil
1.

Masing-masing guru di SLB sangat antusias


mengikuti program P2M, mereka dengan tekun
mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

2.

Situasi dan kondisi saat pelatihan sangat kondusif


karena didukung oleh berbagai fasilitas yang
memadai dari masing-masing mitra.

3.

Para peserta pelatihan dengan cepat dapat


mengikuti dan menggunakan aplikasi kamus bicara
berbasis text to speech dalam mencari terjemahan
suatu kata tertentu.
4

lanjutan
4.

Isi dari aplikasi kamus bicara sangat layak/relevan bagi


pembelajaran tunanetra.

5.

Alur penggunaan aplikasi cukup sederhana dan mudah


digunakan.

6.

Rancangan interface yang dibuat berupa shortcut-shorcut


atau tuts khusus pada keyboard sangat membantu dan
mempermudah penyandang tunanetra dalam mencari
terjemahan suatu kata tertentu.

Dokumentasi

Laboratorium komputer sebagai dukungan mitra


dalam pelaksanaan P2M

Pembukaan kegiatan P2M di SLB A Negeri Denpasar

Suasana Pelatihan Kamus Bicara di SLB A Negeri Denpasar

Pembukaan kegiatan P2M di SLB Santikatmaka Tabanan

Suasana Pelatihan Kamus Bicara di SLB


Santikatmaka Tabanan

10

Pengisian angket respon oleh guru tunanetra, dibantu oleh asisten tutor

11

Siswa Tunanetra sedang mencoba aplikasi kamus bicara, dibantu oleh guru

12

SARAN
1.

Hendaknya kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan


secara reguler dan berkala di tahun-tahun selanjutnya,
melihat tingkat kebutuhan yang sangat tinggi akan
pengenalan aplikasi-aplikasi komputer yang baru, dalam
jangka waktu yang relatif singkat mengikuti
perkembangan teknologi secara global.

2.

Aplikasi kamus supaya di-upgrade untuk SO yang lain.

3.

Disediakan fasilitas tambah kata untuk guru yang


menyandang tunanetra.

4.

Supaya ditambahkan spelling otomatis, saat siswa


tunanetra melakukan pengetikan kata.

13